
Setelah di rasa situasi aman, Raka diam-diam menyelinap ke dalam kamar Lita. Dia melihat gadis itu ternyata belum tidur, dia masih asik membaca dengan kaca mata baca yang tertengger pas di hidung mancung nya.
" Belum tidur yang?" Tanya Raka, dia langsung naik ke ranjang dimana Lita sedang duduk dan menyandar di kepala ranjang.
" Tanggung kak, lagi baca Novel ini. Seru." Jawab Lita, tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku itu.
" Besok kan bisa baca lagi, sekarang tidur ya? Istirahat." Ucap Raka lembut.
" Oke kak." Jawab Lita menurut. Hal ini juga yang membuat Raka selalu di buat jatuh cinta setiap hari nya, Lita penurut dan tak pernah membangkang apa pun.
" Sini sayang." Ucap Raka menepuk dada bidang nya. Lita yang mengerti, langsung beringsut masuk ke dalam dekapan Raka. Dia menyandarkan kepala nya di dada Raka, tempat favorit Lita.
" Kakak kenapa?" Tanya Lita, dia bisa melihat raut sendu Raka. Pasti kekasih nya itu sedang banyak masalah.
" Aku? Gapapa kok." Jawab Raka sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Jangan menyembunyikan apapun dari ku kak, aku tau kamu banyak masalah. Bilang saja, aku siap mendengarkan." Ucap Lita dengan nada lembut.
" Helena, dia datang lagi ke kantor ku Yang. Aku gak tau kenapa wanita itu datang lagi dalam kehidupan ku, aku muak melihat nya." Jawab Raka, tak sepenuh nya jujur tentang permasalahan nya.
" Mungkin dia ingin kembali pada kakak." Ucap Lita.
" Memang itu tujuan nya sayangku, tapi aku sudah terlanjur bucin pada mu." Jawab Raka.
" Kalau kakak mau kembali dengan Mbak Helen, Lita gapapa kok."
" Heii, apa yang kau katakan ini. Tarik kembali kata-kata mu, aku tak suka mendengar nya." Ucap Raka dengan kesal, bagaimana bisa gadis yang dia puja-puja memilih menyerah sebelum bertarung.
" Ya Lita cuma gak mau di cap merebut kekasih wanit lain kak."
" Kau lupa? Sejak 4 tahun lalu hubungan kami sudah berakhir, bahkan aku sudah melempar cincin pertunangan dengan nya ke danau." Jawab Raka.
" Jangankan kembali dengan nya, melihat wajah nya saja aku sudah muak. Wajah itu mengingatkan aku akan penghianatan yang dia lakukan pada ku."
" Maafkan Lita kak." ucap Lita lirih.
" Iya sayang, berjanjilah apapun masalah yang akan datang ke depan nya, kamu akan selalu ada di sampingku, berjuang bersama ku." Ucap Raka.
__ADS_1
" Aku berjanji kak, aku ingin kita bersama." Jawab Lita, Raka sangat puas dengan jawaban Lita.
Dengan lembut dia mengecup singkat bibir Lita. Raka baru kali ini melakukan itu, biasa nya dia hanya akan mengecup kening atau pipi saja.
" Kakak... " Rengek Lita manja.
" Apaa? Jangan bikin kakak gemes dong, nanti kakak bisa lakuin yang lebih loh." Ancam Raka, dirinya sudah tidak tahan melihat bibir merah milik Lita.
" Kakak mah mesoom.." Gerutu Lita. Walau dalam hati, dia sangat senang.
" Sama pacar sendiri kok, jadi gapapa." Jawab Raka santai.
" Iyain aja deh supaya cepet."
" Bobo ya? Kakak cape, besok ada meeting penting juga." Ucap Raka.
" Iya kak, good night."
" Good night, Baby. Sweet dream." Ucap Raka, dia pun mengeratkan pelukan nya dan menarik selimut hingga dada nya.
Raka sangat nyaman dalam posisi ini, dia merasa beruntung memiliki Lita di samping nya. Meski hubungan ini masih di sembunyikan dari kedua orang tua nya, tapi dia yakin ingin memperjuangkan Lita. Apapun cobaan nya, dia akan mempertahankan Lita.
Saat pagi hari, Raka terbangun lebih dulu. Dia ingat kalau dia seperti pencuri yang takut ketahuan. Bagaimana kalo Haris memergoki nya tidur satu kamar dengan adik nya? Bisa-bisa dia di sidang dua hari dua malam.
" Nyenyak banget tidur nya Yang." Gumam Raka, dia menyisipkan anak rambut Lita ke belakang telinga nya.
Bahkan saat tidur pun, Lita sangat cantik. Wajah nya manis, halus bagaikan sutra.
" Wajah mu sangat teduh jika sedang tidur Yang. Aku semakin jatuh cinta pada mu." Gumam Raka lagi, dia membelai pipi Lita.
" Pagi kakak." Dia mengerjap kan mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk pada mata nya, dia menggeliat pelan merenggangkan otot yang terasa pegal karena semalaman berpelukan dengan Raka.
" Pagi sayang, kakak keluar sekarang ya. Keburu abang mu bangun, bisa bahaya nanti." ucap Raka.
" Iya kak, nanti ketemu di mobil." Ucap Lita, dia masih bermalas-malasan dalam selimut tebal nya.
Raka melangkahkan kaki nya keluar dari kamar Lita, dengan perlahan dia membuka pintu. Kepala nya celingak-celinguk memastikan keadaan, aman atau tidak.
__ADS_1
" Doorrrrr... "
" Ayaammmmm!!.." Teriak Raka terkejut.
" Gila lu, mau bikin gue jantungan apa?" Ucap Raka, dia masih terkejut dan mengelus dada nya.
" Lah Elu ngapain celingukan kayak maling anjim." Ucap Haris.
" Ya gue kira Lu belom bangun bangsat." Jawab Raka, dia masih kesal dengan kelakuan kakak ipar nya. Ehh! masih calon.
" Kayak gak tau aja, gue kan selalu bangun pagi. Lah Elu, kayak yang terciduk abis nidurin anak orang aje." Ucap Haris.
Seketika Raka mematung, rasa nya perkataan Haris menyindir dirinya yang baru saja tidur dengan Lita. Tapi mereka hanya tidur saja, tidak lebih.
" Ngelamun Lu, mandi sana. Bau iler." Ejek Haris.
" Iler gue mah wangi bunga melati Ris." Ucap Raka bangga.
" Melati? Jangan-jangan Lu titisan mbak kun ya?" Tanya Haris.
" Apaan sih garing."
" Yeee, kata orang kalo mbak kun datang suka bau melati." Jawab Haris.
" Serah Lu dah, emang Lu pernah ketemu yang begituan?" Tanya Raka.
" ya, belum sih. Gue berharap jangan pernah, ngerii juga kalo sampe ketemu makhluk gitu." Ucap Haris bergidik ngeri. Lah padahal dia duluan yang membahas makhluk itu, tapi dia juga yang ketakutan.
Raka menggelengkan kepala nya, dia heran dengan sikap Haris. Kadang galak, kadang konyol, bisa bodoh, bisa tegas juga. Sahabat nya itu bisa berubah-ubah sesuai mood nya, ada ada saja kelakuan nyeleneh Haris.
Raka pun masuk ke kamar nya, dia langsung membersihkan diri nya. Kebiasaan Raka, jika baru bangun tidur dia akan berjalan-jalan di luar sebelum mandi. Maka nya Haris tak bertanya kenapa dia belum mandi tadi.
🌻🌻
Maaf, author baru up. Mana cuma satu bab lagi,😁
__ADS_1
**maaf kalo banyak typo😁
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**