
Sore hari nya kedua pasangan itu keluar dari ruangan masing-masing, karena memang sudah waktu nya pulang kantor.
"Eheemmm, gak ada insiden lipstick di kemeja lagi yak?" Tanya Haris ke arah Raka dan Lita.
"Enggak lah ,Lita udah gue beliin lipstick mahal, biar gak transfer kalo lagi ehem." Jawab Raka santai.
Sedangkan Bella dia melongo saja, karena tak mengerti maksud pembicaraan kedua pria yang berstatus Pacar dan Calon adik ipar nya itu.
"Nanti aku jelasin ya, jangan memasang wajah lucu seperti itu." Ucap Haris.
"Oke, cus pulang. Gue anterin Lita, Lu anterin Bella dulu."
"Siapa Lu ngatur gue? Gak di atur Lu juga, gue emang niat nya mau nganterin Bella dulu lah." Jawab Haris ketus.
"Yaudah oke." Ucap Raka datar. Ke empat orang itu pun masuk ke mobil, dan melaju ke arah yang berbeda.
Saat di depan minimarket, Raka menghentikan mobil nya karena Lita mengeluh haus.
"Yang, boleh aku beli sesuatu gak?" tanya Lita pelan.
"Boleh dong, mau beli apa? Cemilan? Beli aja sayang." Jawab Raka, lalu mengacak pelan rambut Lita.
Lita tersenyum dan pergi ke arah rak yang menampilkan produk khusus perempuan.
"Yang, beli ini?" Tunjuk Raka.
"Hehehe, iya yang. Soalnya stok di rumah habis, dan tinggal beberapa hari lagi Lita pasti kedatangan tamu." Jawab Lita.
"Beli aja sekalian yang banyak yang." Saran Raka.
"Enggak beli tiga bungkus aja, kalo habis biasa nya Abang yang beliin." Jawab Lita, dia mengambil merk pembalut yang biasa di pakai nya.
"Kamu pake merk ini? Jangan yang ini, yang ini aja lebih mahal, pasti kualitas nya juga bagus." Ucap Raka, menyarankan Lita memilih merk yang lain.
"Lihat harga nya kak." Tunjuk Lita, ke barisan yang menunjukan harga.
"Gapapa, beli aja." Ucap Raka santai.
Lita mendengus kesal, padahal dia sudah terbiasa dengan merk yang biasa tapi Raka malah kekeuh ingin membelikan yang harga nya cukup mahal, untuk sebungkus pembalut.
"Napa? Mau nolak? Gak bisa." Ucap Raka saat melihat tatapan kesal Lita pada nya.
"Iya tuan raja ku yang tampan." Jawab Lita sambil mengambil merk yang di tunjuk Raka.
Raka tersenyum puas, saat Lita menahan kekesalan nya karena perintah dari nya.
"Setelah ini mau beli apa?" Tanya Raka.
"Boleh gitu?" Tanya Lita.
" Apa sih yang nggak buat bidadari ku ini, Ambil saja sayang." Ucap Raka santai.
__ADS_1
Lita tersenyum manis dan menarik Raka ke etalase yang di isi dengan berbagai merk mie instan korea, yang pasti nya pedas.
Lita mengerjap-ngerjap kan mata nya, saat melihat tatapan Raka yang seakan melarang nya untuk membeli mie instan.
Raka mendengus, jika sudah begini dia takkan bisa menolak keingin kekasih kecil nya ini, dan perlahan Raka mengangguk.
Lita tersenyum kegirangan, dia merasa menang jika berurusan dengan hal bujuk membujuk.
Lita segera mengambil cukup banyak jenis mie instan, keburu Raka berubah pikiran dan melarang nya.
Saat Raka berbalik, dia membulatkan mata nya saat melihat Lita mengambil banyak sekali mie instan.
"Ini mau buka toko atau apa yang?" Tanya Raka heran.
"Kenapa, gak boleh ya? Tadi kata nya boleh ambil yang aku mau, tapi kok sekarang gitu sih."
"Yaudah ayo, cepat selesaikan. Mau beli cemilan lagi nggak?" Tanya Raka lagi.
Lita kembali tersenyum saat mendengar tawaran Raka lagi, dia memang sangat suka jajan.
Lita kembali menarik tangan Raka ke arah cemilan, dan es krim. Padahal keranjang di tangan Raka sudah hampir penuh, karena 3 pack pembalut berukuran besar dan berbagai jenis mie instan.
Raka menghela nafas nya pelan, niat nya ingin membeli minum tapi mata Lita begitu berbinar saat melihat berbagai makanan di dalam minimarket nya. Kalau sudah begini, tentu takkan semudah itu untuk keluar dari sini.
15 menit kemudian, Lita dan Raka sudah keluar dari minimarket dan berniat kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Tapi, baru saja membuka pintu mobil. Ada yang menepuk pundak nya dari belakang.
Lita hanya menampilkan wajah datar nya, karena dia sama sekali tidak mengenal wanita cantik dan sexy di depan nya.
"Iya, saya Lita. Mbak siapa?" Tanya Lita sopan.
"Kau melupakan ku Lita? Aku Hana, mantan pacar Haris." Ucap wanita yang mengaku bernama Hana itu.
Lita tercengang, mantan Abang nya? Sedangkan yang dia tau, Abang nya itu tak pernah berpacaran kecuali dengan Bella saat ini.
"Maaf, apa sebelum nya kita pernah bertemu kak?" Tanya Lita lagi.
"Belum sih, tapi Haris selalu menunjukan foto mu di ponsel nya saat kami bersama." Jawab Hana.
"Ohh, iya kak. Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Lita sopan.
"Bisakah kita makan malam bersama? Aku baru saja pulang dari Thailand." Ajak Hana.
"Maaf kak, tapi abang saya akan menunggu di rumah. Saya harus segera pulang." Tolak Lita.
"Kalau begitu aku ingin ikut, aku juga ingin bertemu Haris. Aku merindukan nya."
"Maaf ,hari sudah senja. Saya harus pulang, selamat bertemu di lain waktu." Tolak Raka, kali ini dia menjawab karena sudah merasa muak dengan wanita di depan nya.
Bahkan sebelum wanita itu menjawab ucapan nya, Raka sudah mendorong perlahan tubuh Lita dan berlari mengitari mobil nya, lalu melaju dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Apa kamu mengenal wanita itu sayang?" Tanya Raka, tanpa melirik ke arah Lita karena sedang fokus mengemudi.
"Tidak kak, bahkan setau ku abang gak pernah punya pacar." Jawab Lita.
"Lalu siapa wanita itu? Dia terlihat akrab dengan mu."
"Aku gak tau yang." Jawab Lita lagi.
"Ada baik nya, nanti kamu tanyain sama Abang mu. Takut nya nanti, wanita itu datang dan merusak hubungan Haris dan Bella." Ucap Raka.
"Baik kak, Lita juga udah memikirkan hal itu." Jawab Lita.
"Tapi jangan terlalu menekan, santai saja yang. Dan ya, jangan makan mie instan terlalu banyak." Peringat Raka.
" Iya kak, aku janji. Hanya akan makan sehari sekali."
" Itu sama saja, berarti setiap hari. Seminggu paling tiga kali, itu sudah sangat banyak." Ucap Raka.
"Huhh baiklah, aku takkan bisa melanggar perintah yang mulia raja." Ucap Lita ketus.
"Jangan ngambek dong, nanti kakak makan mau?" Goda Raka.
"Aku gak takut dengan ancaman mu kak, bahkan waktu itu aku sudah menawarkan nya pada mu." Jawab Lita.
Seketika Raka menghentikan laju mobil nya, dia mengerem mendadak hingga Lita hampir terhuyung ke depan, untung saja dia memakai seatbelt.
"Kenapa sih kak?" Tanya Lita sinis.
"Kita check in dulu, disana. Bagaimana?" Tanya Raka, dia menunjuk hotel berbintang di seberang jalan, bahkan dia juga memainkan alis nya genit.
" A-ayo." Jawab Lita gugup, wajah nya memucat. Takut-takut kalau dia akan pecah perawan hari ini.
"Hahaha, lihat wajah mu itu pucat sekali." Ucap Raka sambil tertawa.
"Hisss menyebalkan." Ucap Lita sambil memukul pundak Raka cukup kuat.
"Katanya tadi gak takut, tapi pas di ajakin kamu pucat." Ledek Raka.
"I-itu karena mendadak."
" Sudahlah, aku gak akan rusak kamu sebelum kita sah menjadi suami istri." Ucap Raka serius.
"Yaudah, jangan godain aku terus. Ayo pulang, keburu abang marah-marah nanti." Ajak Lita.
Raka menurut dan mulai mengemudikan mobil nya lagi, melanjutkan perjalanan pulang yang sempat tertunda karena godaan nya.
🌻🌻🌻
maafin baru up, author nya lagi sakit😞 do'ain semoga cepat sembuh ya☺️
jangan lupa tinggalkan jejak, follow akun author dan tap favorit❤️
__ADS_1