
Lita dan Raka sudah sampai di rumah, Lita langsung pergi ke kamar nya di temani Raka.
" Sayang, kakak takut abang mu akan salah paham lagi." Ucap Raka, saat ini dia tengah memeluk Lita dengan posisi berbaring setengah.
" Aku ingin begini dulu yang, sebentar saja." Jawab Lita.
" Terus panggil aku sayang, kata itu terdengar manis." Ucap Raka.
" Yangg... " Panggil Raka, tapi Lita sudah tidur dengan nyenyak di pelukan Raka.
" Aku berjanji demi hidupku, aku akan menjadikan mu yang terakhir dan satu-satunya, itu janji ku sayang." Batin Raka, dia selalu terngiang-ngiang dengan perkataan kedua orang tua nya.
Entah mengapa kedua nya sangat bersikukuh untuk menjodohkan Raka dengan gadis bule bernama Catherine.
Tapi Raka tetap pada keputusan nya, dia menolak dan akan bertahan dengan Lita.
Meluluhkan hati Lita bukan lah hal mudah, sebab itu dia takkan mudah melepaskan apa yang susah payah dia dapat.
" Tidur nyenyak sayang, aku keluar dulu." Ucap Raka, perlahan dia bangkit dan keluar kamar.
Saat menuruni tangga, dia sudah di sambut tatapan tajam Haris.
" Nape Lu? Liatin gue segitu nya." Tanya Raka, dia tau Haris akan memarahi nya.
" Habis ngapain aja di kamar adek gue?" Tanya balik Haris.
" Adek Lu pusing, gue cuma ngelonin dia sampe tidur." Jawab Raka, dia melangkahkan kaki nya ke sofa dan mendudukan diri di sana.
Haris menyusul dan saat ini mereka duduk berhadapan.
" Muka Lu kenape? Kayak benang kusut."
" Pusing gue Bang." Jawab Raka.
" Kenape lagi? Bukan nya masalah Lu dah selesai?" Tanya Haris, belum mengerti ke arah mana masalah Raka.
" Selesai apa nya? Masalah gue banyak Bang."
" Maka nya jadi orang jangan bandel, banyak masalah kan." Ucap Haris.
Raka tak menjawab dia hanya mendengus mendengar omelan Haris. Raka menghela nafas berat nya, masalah orang tua nya selalu menghantui nya saat ini.
" Cerita lah, Kenapa?" Tanya Haris dengan mode serius.
" Gue dah ajuin cuti ke kantor, mungkin ini dah saat nya gue nemuin orang tua gue." Jawab Raka.
" Rencana nya Lu pergi berapa hari?" Tanya Haris.
__ADS_1
" Kurang lebih semingguan, mana tahan gue lama-lama gak ketemu Lita." Jawab Raka, memang saat ini Raka gak bisa berjauhan dengan gadis nya.
" Terus kantor dah nge acc?" Raka mengangguk.
" Sorry gue gak bisa bantu masalah Lu bro, gue cuma bisa doa in Lu semoga aja kedua orang tua Lu cepet sadar dan gak memaksakan kehendak mereka." Ucap Haris sendu.
" Thanks ya bro, gue nitip Lita selama gue pergi ya."
" Lita kan Adek gue, kalo lu lupa." Jawab Haris.
" Izinin gue nginep ya, malam ini aja? Besok gue berangkat." Ucap Raka dengan tatapan memohon.
" Gue ngerti, Lu boleh nginep disini."
" Gue bobok sama Lita ya?" Tanya Raka.
" Lu mah di baikin tuh suka ngelunjak, sialan." Gerutu Haris.
" Terakhiran lah, besok gue LDR an. Gak bakal ada yang bikin Lu naek darah."
" Terserah Lu dah, asal jangan macem-macem aja." Jawab Haris.
🥀
Malam hari nya, Lita selalu nempel dengan Raka setelah tau dia akan pergi besok.
" Kamu pikir kakak mau pisah sama kamu yang? Gak ada yang mau sayang, tapi kakak harus hadapi semua nya, kakak gak bisa terus menghindar." Ucap Raka, dia menjelaskan semua nya dengan lembut agar Lita mengerti.
" Kakak mohon pengertiannya ya sayang? Kakak berjuang demi cinta kita."
" Iya kakak, Lita akan setia nunggu kakak disini." Jawab Lita, dia bermanja bersama Raka malam ini, dan Haris tak bisa melarang karena dia tau bagaimana perasaan Lita saat ini.
Salah langkah sedikit saja, bisa-bisa nya Lita membenci diri nya lagi seperti kemarin.
" Kita tidur ya?" Ajak Raka, Lita mengangguk pelan. Mereka berdua pun pergi ke kamar.
🥀
Di kamar, Lita kembali memeluk Raka dengan erat. Seolah dia takkan pernah membiarkan Raka pergi dari sisi nya.
Melihat Lita yang bermanja dengan nya, membuat keyakinan Raka untuk pergi sedikit luluh. Tapi dia harus pergi, dia harus segera mendapatkan restu dan meresmikan hubungan mereka. Itu tujuan Raka saat ini.
Tak lama, mereka berdua pun terlelap dalam mimpi masing-masing.
........
Pagi hari nya, Raka sudah tak ada di kamar Lita. Dia sudah rapi karena pesawat nya akan take off jam 9 pagi.
__ADS_1
Lita terbangun dan langsung panik saat merasakan Raka tak ada di samping nya, dia langsung masuk ke kamar mandi dan membasuh muka nya.
Raka masih sempat ngopi dan ngobrol sebentar dengan Haris, hari ini dia juga meminta mengantarkan Lita ke kampus.
Raka melihat Lita turun dari tangga dengan terburu-buru.
" Sayang, jangan cepat-cepat nanti jatuh." Ucap Raka, dia khawatir melihat Lita yang menuruni tangga dengan cepat.
" Aku pikir kakak sudah pergii." Ucap Lita, dia langsung memeluk Raka.
" Kakak pergi setelah mengantar mu ke kampus."
" Apa kakak akan lupa sama Lita?" Tanya Lita.
" Sayang, dengarkan kakak. Kakak pergi kesana sebentar, tujuan kakak kesana adalah kamu, hubungan kita." Jawab Raka ,dia mengusap pipi Lita.
" Jangan bikin baper, bocor nih gue." Ucap Haris, melihat adegan bucin di depan nya.
" Kakak ketusuk jarum kan? Makanya bocor." Ucap Lita, tanpa melepaskan pelukan nya di tubuh Raka.
" Udah siang ,kamu harus kuliah." Ucap Raka, Lita mengangguk dan berpamitan kepada abang nya, lalu mengikuti Raka ke mobil nya.
🥀
Saat ini Raka sudah sampai di gerbang kampus Lita, sepanjang perjalanan Lita terus memegang tangan Raka, hingga Raka harus mengemudi dengan satu tangan.
" Kakak hati-hati ya, ingat disini ada Lita yang nungguin kakak." Peringat Lita.
" Iya sayang, kakak janji setelah urusan kakak selesai kakak akan langsung pulang." Ucap Raka.
Lita mendekati Raka, dia mencium bibir Raka dengan mesra. Raka sempat terkejut dengan apa yang di lakukan Lita, tapi dia tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan membalas ciuman Lita. Raka melu*at bibir Lita, dan menggigit kecil memberi sensasi. Tangan nya juga nakal, membuka beberapa kancing kemeja Lita dan memainkan pucuk dada nya.
Lita diam saja, tak menolak apa pun yang di lakukan Raka, dia menikmati nya.
Cukup lama bibir mereka bertautan, hingga akhirnya Raka melepaskan pagutan nya di bibir Lita.
" Sudah siang, masuk gihh." Ucap Raka, Lita pun sadar dan langsung merapikan kembali pakaian dan rambut nya, dia mengancingkan kembali kemeja nya yang sempat di acak-acak Raka, hingga satu gunung nya keluar dari bra.
" Hati-hati di jalan, dan segera kembali. Aku mencintaimu sayang." Ucap Lita, lalu turun dari mobil, bahkan belum sempat Raka menjawab pernyataan cinta nya.
" Aku juga sangat mencintai mu Arlita, aku pamit sayang." Gumam Raka, dia menatap punggung Lita dengan sendu.
🌻🌻🌻
Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
__ADS_1