Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Satu Pemikiran


__ADS_3

Karena jabatan Elgar yang naik jadi CEO, tentu Raka juga naik jabatan menjadi asisten CEO, dan itu membuat pekerjaan nya semakin banyak. Elgar juga selalu mengajak nya meninjau pembangunan dan meeting di luar kantor, apalagi jika klien nya wanita. Jaga-jaga, takut istri nya salah paham seperti dulu, hingga membuat nya harus mencari sekretaris laki-laki.


Malam ini Raka pulang larut, dia membuka pintu rumah nya dengan perlahan.


Mata nya membulat sempurna saat melihat istri nya tertidur di sofa ruang tamu, dengan televisi yang masih menyala.


"Dasar keras kepala, sudah ku bilang tidur duluan tak usah menunggu ku. Memang sih dia tidur, tapi kok di sofa gak di kamar." Raka menggelengkan kepala saat melihat istri nya tertidur dengan meringkuk, sangat terlihat wanita itu kedinginan.


Raka mengambil remot yang tergeletak di meja dan mematikan televisi nya, perlahan Raka membopong tubuh berisi istri nya, semenjak hamil berat badan Lita terus bertambah karena hobi makan nya terus bertambah, seiring dengan perut nya yang semakin membuncit.


Raka menapaki tangga dengan perlahan, dia tak mau mengganggu tidur nyenyak istri nya. Dia membaringkan tubuh istri nya dengan hati-hati, seolah Lita adalah kaca yang mudah pecah.


Tapi Lita terusik dan terbangun dari tidur nyenyak nya.


"Mas ku sudah pulang? Lelah ya? aku siapin air hangat buat mandi ya?" Tanya Lita beruntun.


"Cukup, tidur lah sayang. Aku memang lelah, tapi aku tak mau merepotkan mu. Jadi tidur lah, istirahat."


"Dan satu lagi, jangan keras kepala. Jika aku bilang tidur duluan, maka tidur lah duluan tak usah menunggu ku."


"Aku memang suka, saat kamu menunggu ku. Tapi kamu harus ingat, kamu sedang hamil besar sayang. Jadi tolong lah, perhatikan kesehatan mu sendiri. Tidur larut malam, tak baik untuk mu dan bayi mu sayang." Peringat Raka dengan tatapan tajam nya, dia memang menyukai saat Lita menunggu nya.


Tapi tidur larut malam sangat tak baik untuk ibu hamil.


"Tapi kamu tau sendiri kan Mas, aku tak bisa tidur jika tak di peluk." keluh Lita.


"Tapi tadi kamu tidur di sofa, tanpa pelukan dari ku."


"Aku ketiduran Mas." Jawab Lita.


"Mengertilah dengan keadaan sayang, aku bekerja untuk keluarga kita. Pekerjaan di kantor menuntut untuk segera di kerjakan, apalagi sekarang tugas ku bertambah karena Pak El yang jadi CEO. Jadi tolong mengertilah keadaan ku sayang."


"Aku juga ingin bermesraan dengan mu sayang, aku sangat merindukan tubuh mu. Tapi aku harus bagaimana lagi? aku pulang larut malam, kalau pun meminta kamu pasti akan kelelahan karena jam tidur mu terganggu." Jelas Raka panjang lebar.


"Aku akan mencoba nya, tapi jangan pernah berpaling."


"Berpaling dari apa sayang? Aku sibuk bekerja, tak ada waktu untuk hal semacam itu. Aku mencintai dirimu dan anak kita, jadi jangan berfikiran negatif." Jawab Raka, dia mengusap pelan puncak kepala istri nya.


"Janji? Aku gemuk sekarang ,tak menggoda seperti dulu lagi." Ucap Lita.


"Kamu terlihat montok sayang, aku menyukai nya. Kamu begini kan juga karena lagi mengandung anak aku, jadi berhenti lah berfikiran yang tidak-tidak. Aku mandi dulu sebentar, lalu kita tidur." Raka tersenyum samar dan pergi ke kamar mandi.


15 menit kemudian, Raka sudah selesai dan segera mendekati istri nya, yang sudah merentangkan tangan nya meminta di peluk.


Mereka pun tertidur dengan saling memeluk, bahkan Raka belum sempat berpakaian, dia hanya menggunakan celana pendek.


🌻


Pagi hari nya, Raka terbangun lebih dulu. Dia melihat wajah istri nya, semakin lama pipi istri nya semakin bulat.


"Sayang, bangun lah.." Panggil Raka pelan, dia mengusap-usap pipi istri nya.

__ADS_1


"Mas, kaki ku bengkak." Keluh Lita, bahkan mata nya masih terpejam.


"Kenapa?" Tanya Raka panik.


"Kata Mama sih wajar, karena gak banyak gerak. Tapi tetap aja bikin susah jalan yang." Jawab Lita ,dia membuka mata nya dan menatap wajah panik suami nya.


"Jangan panik, aku hanya memberitahu bukan berarti sakit."


"Tetap saja sayang, aku terkejut." Ucap Raka, dia mengusap wajah nya.


"Mandi lah, aku akan menyiapkan pakaian kerja dan sarapan mu. Semangat kerja nya, demi dede bayi dan ibu nya."


"Tentu saja, kalian adalah penyemangat ku saat ini." Jawab Raka, dia mengusap perut istri nya dan mencium nya berkali-kali hingga Lita merasa geli.


"Udah Mas geli, cepetan mandi."


"Ihh kamu makin lama makin gemesin, pipi nya bulat gini tambah lucu." Ucap Raka, malah menguyel-uyel pipi Lita karena gemas nya.


"Udah puas? Sakit tau." Ucap Lita sambil menepuk lengan suami nya itu, pipi nya memerah karena ulah suami nya itu.


"Maafin deh, habis nya lucu."


"Mandi atau aku kunciin di kamar dua hari?" Tanya Lita dengan tatapan tajam nya.


"Mandi yang, aku harus kerja ada meeting hari ini. Pak El bisa marah besar kalo hari ini aku gak masuk."


"Terus sekarang lagi ngapain?" Tanya Lita lagi, Raka sadar dan berlari ke kamar mandi.


"Pagi kakak ipar.."


"Pagi Brand, udah sarapan?" Tanya Lita.


"Belom, cuma baru ngopi aja kak."


"Bikin sendiri?" Tanya Lita lagi.


"Mana ada dia bikin sendiri, ya di buatin lah sama Mom." Ucap Mama Renata nimbrung dari arah dapur.


"Loh, kapan Mama pulang?"


"Baru aja, Bella kan udah boleh pulang." Jawab Mama Renata.


"Wah Baby Dev udah boleh pulang, nanti main kesana ah."


"Iya, yuk masak dulu." Ajak Mama Renata. Dia tau hobi menantu nya, selain makan atau ngemil, Lita juga hobi memasak. Dan masakan nya sangat enak.


🌻


Singkat nya, Raka dan Brandon sudah berangkat ke kantor.


Lita duduk di samping Mama Renata, dan memijit pelan kaki nya.

__ADS_1


"Susah jalan ya?" Tanya Mama Renata.


"Iya Ma, tapi gapapa kok." Jawab Lita sambil tersenyum manis.


"Bulan ke tujuh?" Tanya Mama Renata.


"Satu minggu lagi tepat 7 bulan Ma."


"Sebaiknya kalian mengadakan acara syukuran tujuh bulanan, undang anak-anak yatim Nak agar rezeki kalian menjadi berkah." Saran Mama Renata, tepat sasaran. Lita baru saja akan mendiskusikan hal ini pada mertua nya.


"Lita baru aja mau diskusi soal ini, tapi ternyata fikiran kita sama ya Mom." Ucap Lita sambil terkekeh.


"Benarkah? Ahh Mama berasa jadi cenayang." Mereka berdua tertawa, tak sangka pemikiran mereka sama.


"Kalau Mama sudah setuju, aku tinggal bilang sama Mas Raka."


"Mama sangat setuju, memuliakan anak yatim kan pahala nya besar." Ucap Mama Renata.


"Iya Ma, Lita setuju."


Berbeda lagi dengan situasi di kantor yang sedang terjadi ke kacauan karena salah satu klien.


"Pergi lah Nona, jangan ganggu saya." Usir Raka ketus.


"Aku takkan pergis sebelum mendapat nomor ponsel mu." Kekeh wanita itu.


"Kau tak tau, aku sudah menikah dan istri ku sedang hamil saat ini. Jadi pergilah, aku tak tertarik."


"Ohh, ayolah jangan pura-pura ketus dengan ku. Aku tau akal-akalan pria tampan modelan kamu, so jual mahal di awal tapi selanjutnya dia menjadi ganas."


"Istri mu pasti sudah tidak memuaskan lagi, apakah dia masih menggoda? Mungkin tidak, karena biasa nya orang hamil kan suka gemuk." Ledek Wanita itu, membanggakan diri nya yang tak lebih dari seorang jal*ng di mata Raka.


"Jangan menghina istri ku, meski pun kau bersimpuh di hadapan ku, aku takkan mau dengan mu. Pergilah, aku tak mau bekerja sama dengan klien seperti mu." Usir Raka lagi.


Karena wanita itu tak kunjung beranjak dari tempat duduk nya dan membuat Raka sangat muak, hingga dia menelpon security untuk menyeret wanita itu keluar dari ruangan nya.


Tak lama, dua orang satpam datang dan langsung menyeret wanita itu.


"Lepaskan aku brengsekk, aku bisa pergi sendiri." Teriak wanita itu, dua orang satpam itu melirik Raka, dan Raka mengangguk.


Dua satpam itu melepaskan cekalan tangan nya, dan membiarkan wanita itu pergi, di ikuti dua orang satpam itu.


"Ckk, wanita ulat. Gatel banget kalo liat cowok agak ganteng dikit pasti di sosor, untung iman gue kuat."


"Macem-macem aja dah klien pak Elgar ini." Gumam Raka sambil menggelengkan kepala nya.


🌻


Sabar ya bang, udah resiko nya jadi orang ganteng🤭


Tinggalkan jejak, tap favorit, hadiah juga boleh. Kopi deh atau bunga gitu😁

__ADS_1


__ADS_2