
Sudah satu minggu sejak Marsya melahirkan, hari ini dia sudah di perbolehkan pulang karena luka nya sudah mengering dan tekanan darah nya sudah turun. Kemarin tekanan darah Marsya sempat naik karena tidak tidur semalaman baby Syafira terus-menerus menangis.
"Hati-hati jalan nya sayang.." Ucap Brandon, dia berucap sambil terus memegangi tangan istri nya. Sedangkan Baby Syafira di gendong oleh Mama nya.
"Sayang aku sudah merasa lebih baik, tak usah terlalu khawatir."
"Bagaimana bisa, aku suami mu sayang. Lagi pun cuti ku masih ada satu minggu lagi." Ucap Brandon.
"Terserah kamu saja sayang, sebaiknya kamu segera masuk kerja lagi, lagi pun aku sudah sembuh dan ada Mama yang membantu menjagakan Syafira."
"Huhh baiklah, kalau istri cantik ku sudah bicara. Aku bisa apa selain menurut." Jawab Brandon dengan lesu, padahal dia masih ingin menikmati waktu nya sebagai ayah di rumah. Tapi istri nya sudah meminta nya kembali bekerja, jadi lebih baik menurut saja daripada istri nya marah.
....
Brandon membantu Marsya menaiki tangga, meski luka jahit nya sudah mengering tapi pasti masih terasa ngilu. Apalagi yang di jahit itu bagian paling sensitif.
"Sayang, aku ingin makan salad buah seperti nya enak." Ucap Marsya dengan senyum manis nya.
"Aku beli dulu ya, di toko seberang rumah ada yang jual dan kak Lita bilang salad nya enak."
"Mau yang jumbo ya? Gapapa kan, aku kan busui jadi dua porsi." Rengek Marsya.
"Iya istri ku sayang, apa yang tidak kalau untuk mu. Istirahat dulu, aku pergi dulu takkan lama kok." Brandon mengecup singkat kening istri nya dan pergi dengan menutup pintu perlahan.
"Akhirnya aku bisa bebas sebentar dari pria sensitif dan tukang seenak nya, dia sangat protektif sekali." Keluh Marsya, semenjak dia hamil Syafira, Brandon memang berubah menjadi lebih posesif. Melakukan ini tak boleh, itu juga tak boleh, semua nya serba tidak boleh dengan alasan dia tak boleh kelelahan.
Tapi jatah pria itu setiap malam selalu dia dapatkan. Apa itu tidak melelahkan? Apalagi durasi nya tak pernah kurang dari satu jam, bahkan pernah hingga dua jam lebih.
...
Keesokan hari nya, Brandon mulai berangkat kerja lagi, tapi dia memilih menumpang pada abang nya karena dia malas membawa motor nya.
"Bukan nya masa cuti lu masih ada, kenapa udah muali kerja aja?" Tanya Raka, dia melirik sekilas ke wajah kusut adiknya, lalu kembali fokus ke jalanan.
"Aca yang minta, katanya aku udah sembuh lagi pun ada mama yang bantu jagain Syafira." Jawab Brandon, sambil menirukan gaya bicara istri nya.
"Hhaaha, mungkin dia pengen bebas dari ke posesifan lu Brand, lu kan protektif banget ke istri lu."
"Apa Marsya keberatan dengan perubahan sikap gue ya bang?" Tanya Brandon.
"Lu fikir aja sendiri, semua ada batasan nya dan menurut gue lu udah berlebihan banget. Kasih waktu lah buat dia bebas, dia udah gede pasti bisa jaga diri dia sendiri, dia gak mungkin lakuin hal yang berbahaya."
"Dia tau pekerjaan yang berat atau ringan, selama dia hamil lu terus larang dia bekerja apapun kan? itu menurut gue udah berlebihan, setidak nya lu harus ngasih dia kepercayaan, dia gak mungkin ngelakuin hal yang berbahaya kan?"
__ADS_1
"Lu ngerti kan?" Tanya Raka.
"Iya bang, jujur gue kagak tau. Gue cuma tau kalo dia lagi hamil dan gak boleh kelelahan, jadi menurut gue gak melakukan apapun pasti gak buat dia lelah kan?"
"Iya tapi dia lelah hati punya suami kayak lu." Ledek Raka dengan senyum jahil yang terlihat sangat menyebalkan di mata Brandon.
Brandon mencebik sebal dengan bola mata yang mendelik.
"Lebih baik lu minta maaf sama istri lu Brand, sekarang istri lu pasti bakal lebih sensitif karena dia ibu menyusui mood nya pasti berubah-ubah secepat kilat, Lita juga gitu."
"Iya nanti gue minta maaf sama istri gue, thanks ya bang."
"Gue rencana nya pengen ngadain syukuran kelahiran anak gue sekalian cukuran gitu, biar keluarga besar kita ngumpul. Mumpung kak Mike sama kak Hanna juga belom pulang lagi." Ucap Brandon.
"Gue setuju, udah lama kita gak ngumpul-ngumpul kan? Malam nya barbeque an kayak nya seru."
"Boleh tuh bang, seminggu lagi dah biar istri gue luka nya lebih sembuh gitu." Usul Brandon.
"Terserah lu kapan waktu nya, gue nunggu undangan nya aja."
Brandon hanya tersenyum dan kembali fokus menatap jalanan.
....
"Ayang.." Panggil Brandon, di tangan nya dia menenteng kresek berisi bakso kesukaan istri nya itu.
"Iya yang, udah pulang kerja." Jawab Marsya dengan memakai daster berwarna merah bata, itulah kebiasaan istri nya semenjak hamil dia jadi doyan dasteran. Alasan nya karena longgar dan nyaman di pakai, memang daster adalah pakaian yang paling nyaman bagi ibu rumah tangga.
"Udah sayang, mana Syafira?"
"Baru aja tidur habis nyusu dia."
"Wangi bakso yang.." ucap Marsya dengan senyum nya.
"Kecium aja kalo aku bawain bakso." Ucap Brandon lalu memberikan bungkusan bakso yang dia sembunyikan di belakang punggung itu pada istri nya.
"Ayang memang yang terbaik, makasih aku makan dulu. Kebetulan aku lagi laper belum makan."
"Makan aja yang, sisain buat mama sama Nia."
"Ayang gak mau?" Tanya Marsya.
"Aku mau nya makan kamu."
__ADS_1
"Tapi sayang nya gak boleh, kamu nya masih berdarah." Ucap Brandon lesu.
"Nanti aku bantu keluarin ya, mau gak?"
"Mau dong, lolipop ya atau di eskrim?" Tanya Brandon dengan semringah.
"Lihat aja nanti, tapi kalo Syafira udah bobok ya.."
"Oke, aku mau mandi dulu aja." Brandon pergi dari depan istri nya dan pergi ke kamar nya.
Marsya menggelengkan kepala nya melihat tingkah suami nya yang begitu menggemaskan.
"Sayang.."
"Lho kok udah disini lagi, tadi kan kamu ke kamar."
"Aku mau minta maaf aja sama kamu, rasa nya berdosa banget udah terlalu posesif sama kamu selama ini."
"Iya sayang gaapapa, aku ngerti kok. Udah ya, jangan sendu gitu, aku udah maafinn kamu kok."
"Beneran?" tanya Brandon.
"Serius suami tampan ku."
"Huhh, baiklah. Aku mandi dulu.."
....
Malam hari nya baby Syafira malah rewel dan tak berhenti menangis, kalau pun tidur harus selalu di pangku, jika di letakan di kasur bayi kecil itu pasti langsung menangis.
"Ayangg..." Panggil Brandon dengan sendu.
"Sabar ya, anak kamu belum tidur."
"Udah gak tahan, berat yang." Keluh nya, tangan nya mengelus-elus senjata nya yang sudah mengeras sedari tadi, apalagi saat melihat bulatan kenyal istri nya saat menyusui baby Syafira.
"Terus kamu mau nya gimana sayang? Sabar ya, nanti kalo udah tidur aku pasti nepatin janji aku."
"Hufftt, iya deh aku bobo aja." Brandon membalikan badan nya dan menutupi tubuh nya dengan selimut hingga kepala. Suami tampan nya itu merajuk.
"Bobok dong sayang, kasian papa.."
....
__ADS_1
🌻🌻🌻