
Di kamar, Marsya dan Brandon di landa kecanggungan luar biasa. Tak ada yang berani memulai obrolan atau hal semacam nya, mulut mereka serasa terkunci rapat dan entah dimana kunci nya.
Mereka duduk bersampingan, Marsya meremat jemari nya yang sudah basah karena keringat.
"Sya, kamu mandi duluan lalu tidur lah." ucap Brandon, akhirnya dia memulai perbincangan setelah cukup lama hening.
"Apa di rumah ini ada air hangat? A-aku tak tahan jika harus mandi malam dengan air dingin." jawab Marsya.
"Tentu saja ada sayang, masuk lah.." Marsya pun mengangguk dan pergi ke kamar mandi yang ada di kamar itu, dengan langkah yang cepat.
Marsya masuk dan segera mengunci pintu nya, dia juga sempat meraih paperbag berisi pakaian dari kakak ipar nya.
Tanpa berbasa-basi lagi, Marsya segera memutar kran air hangat hingga memenuhi bath up, dia masih ingat perkataan kakak ipar nya tadi.
"Bersihkan badan mu dengan sabun dan aromaterapi ini, pasti Brandon akan menyukai wangi nya dan lagi, pakai baju dari kakak ya jangan lupa, ini istimewa." Bisik Lita tadi sebelum dia pulang ke rumah nya.
Marsya meneteskan beberapa tetes aromaterapi berbau mawar yang menenangkan, dan benar saja sangat wangi sekali.
Segera, Marsya masuk ke dalam bath up dan berendam di dalam nya.
"Mandi ala orang kaya ternyata sangat menyenangkan." Gumam nya, dia menyandarkan kepala nya di sisi bath up.
Sedangkan di luar kamar mandi, Brandon mundar mandir gak jelas seperti setrikaan, dia bingung harus apa. Mandi juga? Tapi dimana, apa kamar tamu ada kamar mandi nya juga?
"Hah,, tak ada salah nya untuk memeriksa nya." Ucap Brandon, dia beberapa kali menghela nafas nya saat melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat dan di kunci dari dalam.
Brandon keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju kamar tamu, tapi malah berpapasan dengan Mike yang terbangun karena merasakan tenggorokan nya kering.
"Ngapain Brand?" Tanya nya.
"Mau mandi, kakak ngapain keluyuran?" Tanya balik Brandon.
"Haus Brand, lho bukan nya ada kamar atas ada kamar mandi nya?"
"Ya ada, tapi ada Marsya lagi mandi." Jawab Brandon, malah mendudukan bokongg nya di sofa.
"Kenapa gak barengan? Kalian kan udah halal."
"Masih belum berani kak, rasa nya canggung." Jawab Brandon.
"Yaelah, pake malu-malu segala. Gini ya, mandi sono yang wangi pake parfum, terus ajakin ngobrol dulu, setelah itu ya lu tau apa yang harus lu lakuin."
"Gue kagak tau, kan baru aja sah." Jawab Brandon, dengan sebelah alis yang terangkat.
"Naluri lu bakal nuntun lu Brand, lu normal kan?"
"Sialan, ya jelas gue normal dong. Gue gak bakal doyan cewek kalo gak normal, gak kayak lu jomblo, mana udah tua lagi." Cibir Brandon.
"Hehh, udah berani ya ngatain kakak nya. Udah cepetan, jangan biarin istri lu nunggu." Ucap Mike dengan kesal, niat nya meledek adik nya malah dia kena mental.
Brandon terkikik dan pergi ke kamar tamu untuk membersihkan diri.
Sedangkan di kamar lantai atas, Marsya sedang panik setengah mati.
Bagaimana tidak? Dia berfikir pakaian yang di beri oleh kakak ipar nya itu pakaian normal, tapi ini apa? Dia bahkan baru pertama kali melihat pakaian seminim dan setipis ini hingga terlihat menerawang.
"Kenapa ada pakaian setipis ini, percuma di pake juga sama aja kayak telanjangg." Gumam Marsya, dia membulak-balikan pakaian berwarna merah menyala itu.
"Pake gak ya? Ini pakaian gak ada bagus-bagus nya, tapi bandrol nya membuat ku heran. Kurang bahan sekali ini baju." Gerutu Marsya, tapi dia tetap memakai nya, karena tak ada bathrobe disini.
Marsya keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan, bertepatan itu Brandon juga baru membuka pintu dengan wajah datar nya.
__ADS_1
Seketika pasangan itu mematung di tempat nya, dan Marsya yang reflek menutupi paha mulus nya dengan kedua tangan nya.
Brandon meneguk ludah nya yang terasa tercekat di tenggorokan, baru kali ini dia melihat tubuh sexy Marsya dari dekat dan secara langsung.
Marsya memalingkan wajah nya menutupi rona di kedua pipi nya, karena suami nya melihat tubuh nya dengan tatapan mendamba.
"Yang.." Panggil Marsya, dia sudah masuk ke dalam selimut, menyembunyikan tubuh mungil dalam balutan pakaian tipis itu ke dalam selimut tebal nya.
Brandon tersadar dari lamunan nya dan segera mendekat ke arah ranjang yang sudah di huni istri nya.
"Kamu sangat cantik sekali sayang," Puji Brandon, setelah berbaring di samping Marsya yang masih berusaha menetralkan debaran di jantung nya.
"Wangii.." Puji nya lagi saat mengecupi rambut Marsya yang baru saja keramas dengan sampo pemberian kakak ipar nya.
"Darimana punya pakaian seperti ini sayang?" Bisik Brandon, membuat bulu kuduk Marsya meremang seketika.
"I-ini hadiah dari kak Lita yang." Jawab Marsya tergagap, dia merasa geli karena saat ini wajah Brandon menyuru di ceruk leher nya.
"Kamu sudah siap jika kita melakukan nya sekarang, sayang?" Tanya Brandon lirih, bibir nya sibuk mengecupi leher Marsya. Membuat Marsya menggeliat karena sensasi geli yang Brandon ciptakan.
"A-aku..."
"Bisakah aku melakukan nya sayang?" Tanya Brandon lagi, dia menghentikan aktivitas nya dan menatap wajah cantik istri nya.
Brandon mengelus wajah mulus istri nya, merapikan anak rambut nya dan menyelipkan nya ke belakang telinga.
"Bagaimana?" Brandon menatap Marsya dengan penuh harap, mau bagaimana pun tadi dia sudah melihat tubuh istri nya dari balik pakaian tipis nya.
"Ini pertama kali nya untuk ku, jadi bisakah melakukan nya dengan pelan?"
"Aku akan berusaha sayang, ini juga yang pertama kali untuk ku." Jawab Brandon, tangan nya menyusuri wajah Marsya dan turun ke leher nya, lalu turun lagi hingga ke dada.
"Belum apa-apa sayang." Ucap Brandon dengan seringai nakal nya.
Brandon memulai aksi nya dengan mengecupi seluruh wajah Marsya, dan berhenti di bibir mungil kemerahan nya. Dia bermain disana dengan lembut, melumaat dan mencecap dengan mesra.
Secara refleks, Marsya melingkarkan kedua tangan nya di leher suami nya saat dirinya juga ikut hanyut dalam permainan suami nya.
Brandon masih bermain-main dengan bibir Marsya, tapi tangan nya sudah bergerilya kemana-mana, bahkan secara tak sadar pakaian tipis Marsya sudah teronggok mengenaskan di lantai. Siapa yang membuka nya? Sudah pasti, Brandon lah pelaku nya.
Brandon meremas-remass kedua bukit itu dengan lembut, hingga membuat Marsya melenguh di sela ciuman nya.
Brandon melepaskan bibir Marsya, dan turun memberi tanda kepemilikan di leher Marsya.
"Perihh yang.." Keluh Marsya, saat Brandon menggigit leher nya dengan gemas.
Brandon mengusap tanda kemerahan itu, dan kini beralih bermain di dada nya. Lagi-lagi Brandon memberi banyak sekali tanda kemerahan di kedua dada istri nya.
Brandon mengecupi puncak kemerahan istri nya, dan tangan satu nya memilin puncak nya, memelintir nya hingga membuat Marsya memekik hebat.
"Ahhh.." Desahhh Marsya tertahan, karena terhalang dengan tangan nya.
"Jangan di tahan sayang, keluarkan saja agar lebih nikmat." Ucap Brandon, menarik tangan Marsya dari mulut nya.
Brandon kembali bermain di dada istri nya, dan tangan nya juga tak berhenti bergerak, turun menuruni perut rata istri nya dan sampai di sebuah lembah yang sudah terasa lembab.
"Awwhhsss..." Desis Marsya saat tangan nakal itu bermain-main di inti nya.
Baru kali ini bagian itu di sentuh pria, dan syukurlah itu suami nya.
Brandon bangkit dari tubuh Marsya dan segera melucuti pakaian nya, kamar ini terasa panas bahkan dingin nya AC sudah tak terasa mendinginkan hawa panas nya.
__ADS_1
Marsya menutup mata nya saat melihat benda panjang yang berdiri tegak di antara dua paha suami nya.
"Apa itu akan masuk ke dalam ku yang? Ukuran nya membuat ku.."
"Aku akan pelan-pelan sayang, jangan khawatir. Rasa nya akan sakit, tapi hanya sebentar. Kamu percaya pada ku kan?" Tanya Brandon, Marsya menegang mendengar penuturan suami nya.
"Lakukan saja, tapi pelan-pelan." Pinta Marsya.
Brandon menganggukan kepala nya, dan mulai melebarkan kaki istri nya.
Brandon mengarahkan senjata nya ke inti sang istri dan mulai mendorong nya secara perlahan, Marsya meringis saat merasakan ada yang mencoba memasuki inti nya.
"Kamu boleh gigit bahu ku sayang, atau mencakar punggung ku." Brandon mengambil kedua tangan Marsya yang sedang meremas seprai ke punggung nya.
Marsya mengangguk dan Brandon melanjutkan aksi nya, mendorong milik nya cukup kuat hingga Marsya menggigit pundak nya.
Tapi karena nafsuu yang sudah memuncak, Brandon tak menghiraukan nya dan tetap melanjutkan aksi nya.
Marsya melepaskan gigitan nya, tapi sedetik kemudian bibir nya langsung di sosor lagi oleh Brandon sebagai pengalihan, sebentar lagi semua nya akan berhasil masuk.
Saat Marsya mulai hanyut dalam permainan bibir suami nya, kesempatan itu Brandon gunakan untuk menyentak milik nya dengan kuat hingga semua nya masuk, Marsya meronta hebat dalam ciuman, air mata nya tiba-tiba menetes karena sakit dan perih yang terasa di area paha nya.
Brandon melepaskan ciuman nya, dan mengusap air mata yang menetes dari kedua mata istri nya.
"Maafkan aku sayang, apa kita berhenti saja?"
"A-apa? Sebaiknya lanjutkan saja yang, tak mungkin berhenti setelah sejauh ini." Tolak Marsya, sebenarnya dia juga ingin merasakan nya apalagi jiwa penasaran nya yang mendorong dari dalam.
Brandon tersenyum dan mulai menggerakan pinggul nya secara perlahan, agar gua sempit itu terbiasa dengan kehadiran senjata nya.
Saat Marsya mulai mendesahh, Brandon tau kalau istri nya sudah bisa menikmati kegiatan mereka, Brandon pun mempercepat gerakan nya.
"Emmhhhh..."
.....
Satu jam kemudian.
"Sudah, cukup aku lelah.." Pinta Marsya dengan suara pelan, dia sudah kelelahan.
"Aku masih belum keluar sayang, sebentar lagi tahan ya." Jawab Brandon, dengan tetap bergerak di atas tubuh istri nya.
"Dari tadi jawab nya gitu terus, tapi gak selesai-selesai." Keluh Marsya, inti nya bahkan sudah terasa pedih.
Hingga 15 menit kemudian, Brandon terkulai lemas di atas tubuh polos istri nya. Setelah menyelesaikan pelepasan pertama nya.
Brandon berguling ke samping setelah mengecup kening istri nya yang basah karena keringat,
"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia karena aku yang pertama."
"Jadi, bisakah aku tidur sekarang, aku lelahh." Ucap Marsya.
"Tidurlah, nanti pagi aku akan meminta nya lagi." Jawab Brandon, Marsya mencebikan bibir nya.
Brandon tersenyum nakal, lalu menarik tubuh istri nya ke dalam pelukan nya.
Mereka pun tertidur setelah melakukan adegan panas di ranjang dengan saling memeluk.
🌻
Haduhh, ada yang nungguin MP nya Brandon? Tuh udah ya😂 jangan lupa like dan komen nya, hadiah juga😅😅😅
__ADS_1