
" Kenapa liatin aku kayak gitu?" Tanya Lita, wajah nya sudah memerah.
Dengan cepat Raka mengusap wajah nya kasar, dia tidak bisa melakukan itu pada Lita. Lita gadis yang baik, dia harus menjaga Lita.
" Maaf sayang, aku membayangkan hal mesoom dengan mu." Jawab Raka.
" What? Kakak ini kenapa?" Ucap Lita terkejut.
" Kakak normal yang." Jawab Raka lagi.
Lita tau, Raka sering menjamah perempuan dulu sebelum bersama dirinya. Tapi alasan itu bukan berarti Lita bodoh dan memberikan mahkota nya pada Raka sekarang, sebelum sah menjadi suami istri, bahkan restu dari orang tua Raka pun belum dia dapat kan.
" Resmi kan aku dulu, baru akan aku berikan apa pun yang kakak mau." Ucap Lita lirih.
" Tentu aku akan meresmikan hubungan kita sayang, asal kau berjanji menunggu."
" Aku akan menunggu mu kak." Jawab Lita, dia tersenyum dan langsung memeluk Raka.
" Terimakasih yang " Ucap Raka, membalas pelukan Lita, juga mengelus dengan sayang pucuk kepala nya.
" Mau pulang sekarang?" Tanya Raka.
" Iya kak, barengan sama abang kan?" Tanya Lita balik, karena mobil abang nya sedang di perbaiki di bengkel, jadi selama beberapa hari ini Haris nebeng dengan Raka ke kantor.
" Iya dong, gak mungkin kakak tega ninggalin Abang mu." Ucap Raka mencubit kecil hidung mancung Lita.
Ternyata dari tadi Haris sudah berdiri di luar ruangan Raka, dia melipat tangan nya dengan ekspresi kesal.
" Kenapa gak masuk?" Tanya Raka.
" Ngapain masuk, paling jadi nyamuk." Jawab Haris ketus.
" Yaelah Lu mah ngambekan." Ledek Raka.
" Bodo Amat."
" Yaudah pulang kak ipar, jangan ngambek lah nanti ganteng nya luntur lohh." Goda Raka, dengan senyum jahil nya.
" Jangan menggoda ku, Rakidut."
" Hahaha, panggilan apa itu bang?" Ucap Lita di iringi tawa nya.
" Kau senang ya?" Tanya Raka.
" Ehhh, maaf kak. Hanya lucu saja." Jawab Lita.
" Hayuk pulang.." Ajak Raka, dan kakak beradik itu pun mengikuti Raka.
🥀🥀
Tak terasa sudah satu bulan hubungan Raka dan Lita, mereka semakin dekat. Dimana ada Lita disitu akan ada Raka sebagai pelindung Lita.
__ADS_1
Hari ini seperti biasa, Raka akan mengantar Lita sampai di gerbang kampus.
" Kuliah yang bener ya sayang? Nanti kakak jemput." Ucap Raka.
" Iya kak, kakak juga fokus kerja buat halalin aku ya." Goda Lita.
" Syiapp, nanti kakak beri mahar yang gede buat kamu." Jawab Raka sambil tersenyum manis.
" Sederhana aja kak, yang penting kita sah. Udah Lita masuk dulu. hati-hati di jalan." Ucap Lita, mencuri satu kecupan di pipi kanan Raka.
" Iya sayang." Jawab Raka, dia juga mencium kening Lita dengan mesra.
Lita turun dan melambaikan tangan nya, saat mobil Raka sudah tak terlihat baru lah dia masuk.
" Widih ada yang lagi bahagia nih." Ledek Bella, saat Lita baru saja sampai di kantin.
" Heemmm." jawab Lita hanya berdehem.
" Lu tau gak? Si Fera dah mulai masuk lagi hari ini."
" Lah terus hubungan nya ama gue apa Bell?" Tanya Lita, dia malas mendengar nama Fera.
" Yak Lu gak takut dia bully lu lagi gitu?" Tanya Bella.
" Ngapain takut, kalo kita gak salah." Jawab Lita santai.
" Bener juga sih." Ucap Bella sambil nyengir.
" Wooww, udah ada dia ternyata." Ucap seseorang dari belakang mereka.
Lita tau siapa itu, dan dia hanya melirik sebal ke arah gadis itu.
" Haii simpanan om-om." Sapa Fera, niat nya menyapa tapi terdengar sangat menyebalkan bagi Lita.
" Diem aja Lu, gak punya mulut?" Tanya Fera lagi, karena Lita hanya diam tak menjawab sapaan nya. Lita malas berbicara dengan gadis macam Fera.
" Sombong amat Lu, mentang-mentang udah jadi pacar orang kaya." Ucap Fera sinis.
" Bisa gak Lu diem?" Ucap Lita, singkat tapi cukup tegas.
" Hahaha, liat gaya nya. Udah punya keberanian dia."
" Dari awal gue berani sama Lu ya, siapa yang bilang gue takut." Ucap Lita ketus, awalnya dia tak ingin melayani Fera tapi dia terus memancing emosi nya.
" Whatt? Benarkah? Rasa nya itu gak mungkin." Ucap Fera dengan angkuh nya.
" Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini Fera, semut pun akan menggigit jika terganggu." Jawab Lita lagi, dia menatap tajam wajah Fera.
" Wow, makin berani rupa nya." Ucap Fera dengan gaya angkuh nya.
" Kurangi sikap angkuh mu itu Fera, atau kau akan celaka dengan kelakuan mu sendiri."
__ADS_1
" Berani mengancam ku? Siapa kau berani pada ku, aku Fera anak orang kaya dan penyumbang terbesar kedua di kampus ini." Ucap Fera dengan sombong.
" Kedua kan, bukan yang pertama."
Lita melirik sinis ke arah Fera yang sudah menahan kesal hingga wajah nya memerah. Fera mengepalkan tangan nya, menahan amarah yang siap meledak karena Lita.
Tiba-tiba saja Fera menarik rambut Lita hingga Lita mendongak ke belakang.
" Anak orang miskin sombong, berani sekali padaku"
" Fera comeback" Teriak nya dengan lantang.
" Lepaskan tangan kotor mu dari rambut indah kekasihku!" Teriak seseorang. Dengan langkah tegap nya, mendekati Lita yang meringis kesakitan karena tarikan di rambut nya semakin kuat.
" Indah? Ini? Maksud mu begini?" Ucap Fera dengan angkuh nya, dia memperkuat jambakan nya.
" Lepaskan atau kau akan menyesal." Ucap nya Tegas.
" Memang nya siapa... "
Ucapan Fera terhenti saat berbalik melihat siapa yang tadi berdebat dengan nya. Raka berdiri dengan gaya cool nya, dengan tangan yang di lipat di dada.
" Kenapa terkejut?" Tanya Raka, Fera langsung melepaskan tangan nya dari rambut Lita.
🥀
Tanpa sepengetahuan Lita, Raka menjadikan Bella sebagai mata-mata nya. Dia akan siap melaporkan apa yang di alami Lita selama di kampus.
Tadi, saat Fera memulai perdebatan dengan Lita. Secepat kilat, Bella mengirim pesan kepada Raka. Bella khawatir kalo Fera akan menyakiti Lita, dan benar saja Fera menyakiti Lita.
" Kenapa sangat suka mengganggu milikku?" Tanya Raka dingin dengan tatapan tajam nya.
" Dia menyebalkan kak." Jawab Fera, dengan senyum manis yang di buat-buat.
" Masih berani tersenyum di depan ku setelah menyakiti kekasihku? Wajah mu itu terbuat dari berapa lapis tembok? Atau urat malu mu putus?" Ucap Raka sinis.
" Dia sudah berani mengata-ngatai ku kak, jadi aku hanya membalas nya." Raka mendelik sebal ke arah Fera.
" Yang membalas itu siapa? Kau atau Lita? Yang memulai itu kan dirimu, jadi sudah sewajar nya Lita menjawab."
" Kau sudah buta kak, sehingga tak tau yang mana yang benar dan salah." Teriak Fera lantang.
🌻🌻
Digantung yeee😁🤭
Maaf kalo banyak typo😁
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
__ADS_1