Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Brownies Kukus Punya Cerita


__ADS_3

Pagi hari nya, seperti biasa dia melaksanakan kewajiban nya. Hari ini juga dia harus pergi kuliah karena ada kelas yang cukup mempengaruhi nilai nya nanti.


"Mas bangun, udah siang." Ucap Lita sambil menepuk pelan lengan Suami nya.


"Air nya sudah aku siapin, pakaian kerja nya juga udah ada di ruang ganti, mau sarapan apa?" Tanya Lita. Tapi Raka masih enggan membuka mata nya, meski tadi sudah terlihat dia menggeliat pelan.


"Bangun Mas, mau sarapan apa?" Tanya Lita, meninggikan suara nya.


"Jangan tinggi-tinggi bicara sama suami, gak baik." Ucap Raka dengan suara serak nya. Dia bangkit dari posisi tiduran nya, dan duduk di sisi ranjang dengan keadaan yang polos. Tak sehelai benang pun menempel di tubuh atletis nya.


"Maaf aku gak bermaksud Mas, habis nya Mas bandel banget." Ucap Lita lirih.


"Jangan di ulangi, aku sarapan sama omelet aja."


"Oke, aku buatin yang spesial." Ucap Lita, lalu keluar dari dalam kamar nya. Meninggalkan Raka yang masih duduk sambil mengusap-usap pelan tangan nya, merasa sejuk dengan udara pagi ini, yang semalam di guyur hujan deras.


Dengan perlahan Raka melangkahkan kaki nya ke kamar mandi, meski sebenarnya malas tapi dia juga harus bekerja hari ini.


"Ahhh, andai saja hari ini hari minggu. Aku akan tidur seharian, tanpa memikirkan pekerjaan." Gumam Raka, dia menyandarkan kepala nya di sisi bath up.


🥀


Lita pergi ke dapur dan melihat Ibu Mertua nya sedang mengaduk adonan menggunakan hand mixer.


"Pagi ibu." Ucap Lita riang, lalu mengecup pipi kiri Ibu Mertua nya.


"Pagi kembali sayang, mana Raka?"


"Masih mandi Bu, bikin apa?" Tanya Lita, dia memperhatikan bagaimana Ibu nya mengaduk adonan nya.


"Mau bikin brownies kukus kesukaan Raka." Jawab Ibu Renata.


"Mas Raka suka brownies Bu?"


"Dulu dia sangat menyukai nya, entah kapan terakhir kali Ibu membuat kan nya brownies, heemmm mungkin sekitar 8 tahun lalu, saat dia masih remaja." Jelas Ibu Renata.


"Lita mau belajar dong, Lita juga mau bikinin Mas Raka kue ini kalo Ibu lagi males."


"Nanti sore habis belanja Ibu ajarin ya sayang, sekarang waktu nya mepet. Raka harus kerja, dan kamu harus kuliah dulu kan? pulang jam berapa?" Tanya Ibu.


"Iya juga sih, paling jam 1 udah pulang Bu. Terus kita langsung ke supermarket."


"Nanti Ibu jemput, pake taxi aja." Ucap Ibu Renata.


"Ibu kan punya mobil."

__ADS_1


"Mobil Ibu kan disita sama ayah nya Raka sayang, sudahlah Ibu gak butuh mobil itu. Masih banyak kok angkutan umum." Ucap Ibu Renata.


"Aku baru tau loh Bu."


"Sudahlah gak usah di bahas, Ibu suka kesal kalo bahas dia. Ayo masak, Raka mau di bikinin sarapan apa, keburu siang."


"Ehhhh, Lita lupa. Mas Raka mau omelet Bu." Jawab Lita.


"Yaudah kamu masak, Ibu lanjutin bikin kue ya." Lita mengangguk dan segera memasang celemek agar tak mengotori pakaian nya.


🥀


Raka turun dari kamar nya dengan wajah datar nya, lalu pergi ke ruangan makan.


Mata nya menyipit saat melihat sepiring brownies dengan segelas susu coklat, juga sarapan yang sudah di siapkan. Terlihat semua nya baru matang, asap masih mengepul dari makanan itu.


"Siapa yang buat brownies kukus?" Tanya Raka.


"Ibu Mas, kata nya kamu suka makan brownies."


"Sekarang Ibu nya mana?" Tanya Raka.


"Di kamar, sebentar lagi turun kok. Kata nya mau ganti baju dulu."


Raka duduk di kursi nya, dia mulai makan dengan lahap tanpa menunggu Ibu nya, karena dia sudah sangat lapar, dia butuh tenaga untuk kembali memulai pekerjaan yang menguras energi dan pikiran nya.


Setelah selesai dengan sarapan nya, Raka menarik piring yang berisi brownies kukus yang sudah Lita potong.


Raka menyuapkan sepotong brownies itu, dan seketika mata nya berembun. Dia menatap Ibu Renata dengan nanar, kemudian tersenyum.


"Ibu masih ingat aku suka makan kue ini? Apa Ibu ingat saat aku menangis menginginkan kue ini, tapi ibu sibuk dengan pekerjaan?" Ucap Raka lirih, mata nya sudah memerah menahan tangisan.


"Tentu, Ibu sangat ingat. Bagaimana ibu bisa lupa." Jawab Ibu Renata.


"Ternyata sebegitu penting nya pekerjaan Ibu hingga mengabaikan aku."


"Maafkan Ibu nak, dulu Ibu berfikir hanya memberi mu uang dan segala fasilitas yang terbaik, maka kamu akan bahagia. Tapi Ibu salah, sangat salah. Kamu juga butuh kasih sayang, dari kedua orang tua mu."


"Maafkan Ibu karena tak bersama mu saat masa remaja mu, Ibu memang bukan ibu yang baik. Tapi izinkan Ibu untuk memperbaiki semua nya, ibu sudah meninggalkan semua nya hanya agar bisa bersama kalian."


Raka tak bisa lagi menahan air mata nya, akhirnya air mata lolos begitu saja dari kedua mata nya, meluncur deras tanpa bisa di cegah.


Sesakit itu kah saat Ibu mu bahkan tak menoleh saat dirimu memanggil nya? Sesakit itu kah masa lalu yang di alami Raka? Ternyata luka batin yang di rasakan Raka sangat dalam dan menyakitkan.


Raka berdiri dan dia langsung memeluk ibu nya, isakan nya terdengar jelas.

__ADS_1


"Maafkan Ibu sayang, maafkan Ibu."


"Aku sudah memaafkan ibu, tapi aku tak mungkin lupa dengan kejadian itu." Jawab Raka di sela tangisan nya.


"Ibu mengerti sayang, Ibu hanya baru sadar betapa jahat nya Ibu membiarkan dirimu menangis di teras ,sementara ibu fokus bekerja."


"Brownies buatan Ibu tak berubah, masih seperti dulu." Ucap Raka.


"Kau suka?" Tanya Ibu Renata, Raka mengangguk cepat.


"Kapan-kapan Ibu harus ajari Lita membuat nya."


"Tentu saja, sudah jangan menangis. Gak malu ya, udah punya istri masa masih cengeng." Ucap Ibu Renata.


"Lita juga masih manja kok Bu." Sindir Raka, sambil melirik ke arah Lita yang dari tadi hanya menyaksikan adegan menyentuh itu.


Bahkan dia ikut terbawa suasana dan menitikkan air mata nya, meski dia tak pernah mengalami nya. Tapi dia tau, rasa nya di abaikan itu sangat sakit.


"Ihh kok aku, apaan."


"Halahhh ngaku aja deh." Ucap Raka.


"Jangan nyebelin, atau aku gak kasih kamu jatah." Ancam Lita.


"Oke oke, gak lagi. Maafin aku ya istri ku sayang."


"Ckkk ,giliran masalah jatah aja cepet konek." Ucap Lita dengan raut wajah kesal nya.


Sedangkan Raka, dia terkekeh melihat wajah kesal Lita yang malah membuat nya semakin terlihat menggemaskan.


"Cepat berangkat, keburu siang."


Raka melirik jam yang melingkar di tangan nya, sudah menunjukan pukul enam lebih dua belas menit.


"Kami pamit dulu ya Bu, hati-hati di rumah. Ingat jangan bukakan pintu jika ada orang asing." Peringat Raka pada Ibu nya.


"Iya, hati-hati di jalan."


Raka dan Lita pun pergi dari apartemen sebelum hari semakin siang dan mereka akan terlambat nanti nya.


Meski Pak El itu baik, tapi dia tak mentoleransi bawahan nya yang tak tepat waktu. Dia akan mendapat hukuman yang cukup membuat geleng-geleng kepala, yaitu lembur selama lima hari dalam seminggu dan push up 50 kali. Cukup berat, untuk sekelas hukuman karena telat masuk kantor.


🥀🥀


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, tap favorit juga😘

__ADS_1


Salam hangat dari Lita&Raka❤️


__ADS_2