Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Wanita Menyebalkan


__ADS_3

Singkat nya, ketiga pria itu pun pergi bekerja setelah drama Raka yang nempel terus dengan Lita, akhirnya luluh setelah Lita bilang akan ke kantor saat makan siang.


Brandon dan Haris hanya memutar mata nya muak melihat kemanjaan Raka itu, entah itu memang sifat nya atau pengaruh kehamilan Lita.


Saat dalam perjalanan pun Raka sering meminta berhenti dengan berbagai alasan, lapar lah, pengen minum, pengen jajan, dan masih banyak lagi. Hingga ketiga nya terlambat sampai ke kantor, akibat ulah Raka.


"Kalian bertiga terlambat 15 menit." Ucap Elgar yang sudah berdiri, bersedekap dada di pintu masuk perusahaan.


"Tapi berhubung aku baik hati, jadi aku hanya memberikan peringatan saja. Tak ada hukuman."


Ketiga nya pun langsung tersenyum cerah saat mendengar Elgar tak memberikan hukuman seperti biasa nya.


"Masuk, dan mulai bekerja."


Ketiga nya melangkahkan kaki memasuki kantor, tentu dengan tatapan para karyawan yang berdecak kagum melihat penampilan mereka, apalagi Brandon datang bersama mereka.


"Gue masuk dulu ya Brand, kerja yang bener. Terus cari jodoh." Ledek Haris sambil tersenyum jahil. Brandon hanya mengendikan bahu nya acuh.


"Pucet banget Lu kayak mayat,njirr." Ucap Haris.


"Diamlah ,jangan meledeku begitu. Lemes banget nih."


"Harus nya lu di rumah aja, gak usah kerja kalo emang gak kuat." Haris memperingati.


"Gak lah, di rumah gue pasti di paksa buat ke dokter. Males"


"Males apa takut sih?" Tanya Haris, memang setau nya sahabat nya itu tak pernah mau makan obat sejak jaman SMA dulu.


"Takut sih kagak, cuma gak suka aja sama rasa nya yang pahit itu."


"Gak semua obat itu pahit kali." Ucap Haris.


"Kebanyakan pahit kok, udahlah jangan khawatirin gue. Yokk kerja, buat biaya lahiran." Ucap Raka sambil terkekeh.


"Iya lah weh, harus semangat. Hwaiting."


"Hwaiting." Ucap Raka, lalu masuk ke dalam ruangan nya masing-masing, setelah saling menyemangati.


Dan aneh nya, lemas nya Raka perlahan menghilang jika bekerja. Wahh, dede bayi nya ngedukung papa nya kerja😁


Raka menyibukkan diri nya dengan memeriksa berkas-berkas yang sudah menumpuk dari kemarin.


"Ini butuh tanda tangan Pak El." Gumam Raka, lalu memeriksa berkas nya dengan sangat teliti.


Setelah memastikan berkas nya aman, dia pun pergi ke ruangan Pak El, atasan nya.

__ADS_1


Di lobi, dia bertemu dengan seorang wanita cantik dengan pakaian mini dan ketat, hingga memperlihatkan lekukan tubuh nya dengan jelas.


Hingga dengan genit nya wanita itu mengedipkan sebelah mata nya pada Raka, sontak saja Raka bergidik ngeri melihat wanita itu, apalagi cara berpakaian nya. Sangat jauh dari kata sopan.


Raka sampai di ruangan Pak El, dan masuk setelah mendengar suara Pak El dari dalam.


"Ada berkas yang harus di tanda tangani Pak."


"Sudah di periksa dulu?" Tanya Elgar.


"Sudah Pak, sudah saya pahami."


"Wajah mu pucat, kau sakit Raka?" Tanya Elgar lagi. Dia sempat melihat wajah pucat Raka.


"Saya baik-baik saja Pak." Jawab Raka.


"Jika sakit, sebaiknya tak usah masuk kantor dulu. Istirahat lebih penting."


"Saya merasa lebih baik Pak." Ucap Raka, menyunggingkan senyum nya.


"Selesai, kamu bisa keluar." Elgar memberikan lagi berkas yang sudah dia tandatangani ke Raka.


Raka pun pamit setelah membungkuk hormat pada Elgar.


🌻🌻


Dengan langkah ceria, dia berjalan ke ruangan suami nya. Yang ternyata tengah berhadapan dengan klien wanita yang sempat berpapasan dengan nya tadi pagi.


Raka tak terlalu menanggapi celotehan wanita itu, karena bukan hal pekerjaan. Tapi lebih ke obrolan biasa, dan itu sukses membuat Raka kesal.


"Maaf Nona, sebenarnya tujuan mu datang ke kantor ini untuk mengajukan kerja sama, atau mengobrol? Masih banyak klien yang menunggu, jadi jangan sia-sia kan waktu berharga saya." Ucap Raka, mata elang nya menatap tajam wanita di depan nya.


Tapi bukan nya takut, wanita itu malah semakin berani.


"Kalau tuan mau, ayo kita mengobrol lebih jauh. Mau ngamar juga boleh." Jawab nya sambil tersenyum, Raka memijit pelipisnya. Sudah seringkali dia menghadapi klien mesoom seperti ini.


Lita membulatkan mata nya di ambang pintu, secara terang-terangan wanita itu menggoda suami tampan nya.


"Cepatlah, katakan tujuan datang kemari." Ucap Raka dengan ketus, dan wajah masam nya.


"Aku menginginkan dirimu Tuan.."


"Cukup!" Teriak Lita dari arah belakang. Dengan geram, dia melangkahkan kaki nya ke meja kebesaran suami nya.


"Siapa kau?" Tanya Wanita itu dengan wajah sok polos nya, padahal tadi sudah jelas-jelas dia menggoda suami nya, tepat di depan mata nya.

__ADS_1


"Aku istri Raka Perwira, Arlita." Jawab Lita dengan tegas.


"Hahaaa.." Wanita itu tertawa, lalu melihat penampilan Lita yang terlihat sederhana. Hanya menggunakan dress floral dengan rambut di ikat tinggi, dan sepatu kets berwarna putih.


"Mana mungkin pria setampan dia memperistri wanita seperti dirimu, lihatlah penampilan ku. Sangat jauh dengan dirimu." Ucap Wanita itu, membanggakan dirinya sendiri.


"Ya, aku memang sederhana. Tapi aku wanita baik-baik, tidak menggoda laki-laki yang sudah punya istri."


"Jika istri nya seperti dirimu, kelihatan nya aku masih punya kesempatan untuk merebut nya dari mu." Ucap Wanita itu angkuh.


"Percaya diri sekali anda, baru berapa jam disini sudah mau merebut Suamiku."


"Itu lah keunggulan ku, tak seorang pun laki-laki yang mampu menolak pesona seorang Anna." Ucap nya menyombongkan diri.


"Pergilah sebelum aku menyeret mu keluar dari perusahaan ini, dan satu lagi. Aku sangat mencintai istri ku, dia wanita paling sempurna yang pernah aku lihat. Aku juga lebih suka wanita yang sederhana, jadi kau bukan tife ku."


"A-apa? Kau menolak ku? ckkk sombong sekali anda." Ucap Anna dengan wajah kesal nya.


"Pergilah, bawa berkas mu. Perusahaan ini tak menerima tawaran kerja sama dari wanita penggoda." Ucap Raka tegas.


Wanita itu menatap Raka dengan wajah memerah, dan dia pergi dengan berkas itu. Membanting pintu dengan emosi.


"Siapa sih yang?"


"Klien dari perusahaan xxx, mengajukan permintaan bekerja sama. Tapi utusan nya kok seperti itu, membuat ilfeel." Ucap Raka.


"Bukan nya suka ya?" pancing Lita.


"Aku lebih suka milikmu, yang sempit itu. Ohh rasa nya aku ingin pulang dan menerkam mu sayang."


"Baiklah, nanti malam. Bekerja lah, aku menunggu." Ucap Lita, lalu beralih ke sofa.


Raka kembali tenggelam dalam pekerjaan nya, dan membiarkan Lita tertidur di sofa.


🌻


Malam hari nya, Raka benar-benar memakan habis istri nya itu hingga Lita kewalahan dan memilih menyerah.


Meski sebenarnya Raka masih menginginkan nya, tapi dia tak bisa melakukan itu, karena istrinya sedang hamil muda.


🌻


Pagi hari nya, seperti biasa akan di awali dengan Raka yang muntah parah hingga membuat nya lemas.


Lita bingung, ada apa dengan suami nya itu. Setiap pagi dia akan muntah-muntah, tapi saat siang, Raka terlihat baik-baik saja seperti tak terjadi apapun.

__ADS_1


🌻🌻


ditunggu jejak nya wehh🤭🤭


__ADS_2