
Haris masuk ke rumah dengan wajah datar nya, sangat terlihat dari wajah nya dia sangat tertekan, entah kenapa. Masalah Bella atau Hana? Hanya Haris yang tau.
Haris mendudukan diri di depan Raka dan Lita, mata nya memindai ke arah dua orang itu.
"Lu ngapain ama adek gue?" Tanya Haris.
"Yaelah, sewajar nya aja. Gue gak bakal ngelakuin hal itu sebelum nikah." Jawab Raka santai.
"Kapan?" Tanya Haris. Nada bicara nya tegas.
"Tiga mingguan lagi, gue harus ngurus dulu surat-surat buat ngajuin ke kantor KUA."
"Baguslah, lebih cepat lebih baik. Gue setuju-setuju aja." Ucap Haris.
Lita tersenyum tapi mata nya tak bisa berbohong, ada kesedihan disana.
"Kenapa dek?" Tanya Haris.
"E-enggak kok, cuma kalo nanti Lita udah nikah sama Kak Raka, Abang disini sama siapa? Pasti Lita di bawa sama suami Lita nanti nya." Jawab Lita lirih.
"Abang juga akan menikah, tak lama setelah kamu menikah." Ucap Haris, dengan senyum nya.
"Benarkah? Ahh syukurlah, aku tak perlu mengkhawatirkan Abang, kalau ada Bella." Akhirnya Lita merasa lega, karena Abang nya akan ada yang menemani dan mengurus nya.
"Ris, tadi Hana kesini." Ucap Raka.
Senyum Haris seketika hilang saat mendengar nama Hana.
"Darimana dia tau rumah ini?" Tanya Haris.
"Kata Lita, dari biodata nya di kampus." Jawab Raka datar.
"Gak mungkin kalo dari kampus, setiap kampus punya privasi biodata setiap mahasiswi nya. Gak mungkin mereka membocorkan nya." Ucap Haris.
"Lah, kok gue baru sadar ya cukk." Ucap Raka sambil cengengesan.
"Maka nya kalo punya otak tuh di pake, jangan cuma mikirin pacaran sama kerjaan doang. Gunain tuh otak buat berfikir secara logika, repot kalo cuma di bawa-bawa tapi gak di pake." Ketus Haris.
Tapi Raka malah tertawa pelan, mendengar omelan abang ipar nya itu.
__ADS_1
🥀
Tak terasa, sudah dua minggu sejak terakhir kali Lita bertemu dengan Raka. Dia sangat sibuk mengurus berkas-berkas untuk pernikahan nya, dan pekerjaan di kantor juga menuntut nya untuk selalu stand by di kantor pagi-pagi sekali.
Lita juga sibuk dengan kampus nya, kelas nya juga cukup padat. Dia harus masuk setiap hari, sebelum mengajukan cuti tiga hari sebelum hari H.
Lita pun mengerti keadaan Raka, jadi dia tak banyak menuntut untuk bertemu, hanya berkirim pesan saja sudah cukup untuk nya.
Saat ini Lita sedang duduk bersama Bella di kursi taman di belakang kampus, sudah sekitar semingguan ini Bella selalu murung. Bahkan tak bernafsu makan, biasa nya dia akan sangat heboh jika sudah berurusan dengan makanan, tapi kali ini seperti bukan Bella.
Belakangan ini juga, Bella sering terciduk melamun dengan pandangan kosong. Seperti nya dia punya masalah yang cukup menyiksa, tapi apa? Biasa nya setiap punya masalah, Dia akan bercerita dengan Lita.
"Bell, kamu kenapa?" Tanya Lita pelan.
"Heiii.." Panggil Lita lagi, dia menepuk pundak Bella. Karena sahabat nya itu tak kunjung menjawab pertanyaan nya, malah bengong kagak jelas.
"Lu ngagetin Lita. Ape sih?" Tanya bella.
" Harus nya gue yang nanya, Lu kenape?" Tanya Lita balik.
"Gue? Gue gak kenape-nape Lit." Elak Bella, padahal dari sorot mata nya saja, Lita tau kalau sahabat nya itu berbohong.
"Lu baru kenal gue yak? Kita udah temenan lama loh, dan Lu nganggap gue gak tau apa-apa sampai gue percaya sama kebohongan Lu, Begitu?"
"Iya, Lu cerita sama gue."
"Gu-gue hamil Lit." Jawab Bella lirih, dengan bibir yang bergetar.
Sontak saja, jawaban Bella membuat Lita shock, hampir saja di terlonjak saking terkejut nya. Bagaimana bisa sahabat nya memberikan hal itu sebelum menikah?.
"Siapa ayah nya Bella?" Tanya Lita.
"Haris Lit, abang mu."
"Kapan Bella?"
Bella hanya diam, dia menundukan kepala nya dalam, Enggan menjawab pertanyaan Lita.
"Abang? Kenapa seteledor ini Bang, kenapa merusak wanita baik-baik." gumam Lita sambil mengusap wajah nya kasar.
__ADS_1
"Apa dia tau saat ini kamu tengah mengandung benih nya Bell?"
Bella menggeleng, air mata nya meluncur bebas sepertinya dia menyesal.
"Ya ampun Bella, harus nya kamu kasih tau abang aku, biar dia nikahin kamu."
"A-aku belum siap buat nikah Lit." Jawab Bella, dengan terbata di awal kata nya. Lita menggelengkan kepala nya, disaat seperti ini masih bilang belum siap? .
"Lu gak boleh egois Bell, Lu harus mikirin anak yang ada di rahim Lu, masa depan nya. Lu mau anak itu lahir terus gak tau siapa bapak nya hah?"
"Ini bukan masalah siap atau gak siap Bella, berani berbuat berarti harus siap dengan semua konsekuensinya. Lu berani lakuin itu sebelum ada kata sah, berarti Lu harus siap hamil di luar nikah."
"Gue gak tau harus apa sekarang Lit."
" Yang harus Lu lakuin, bilang semua nya sama Bang Haris, gue yakin dia akan tanggung jawab karena itu hasil perbuatan nya."
"Jangan coba-coba buat nyakitin ponakan gue Bella, awas aja Lu." Ucap Lita tegas.
Setau nya Bella adalah wanita yang berpegang teguh dengan prinsip, sama seperti dirinya, tiada hubungan badan sebelum menikah.
Apa sebegitu pintar merayu Abang nya hingga membuat Bella luluh dan menyerahkan mahkota nya?.
Memikirkan nya saja membuat kepala Lita pusing, harus nya ini hari-hari yang paling membahagiakan, karena tinggal beberapa hari lagi, dia akan menikah dengan Raka. Pria pilihan nya.
Tapi kabar ini membuat nya shock, tak sangka hubungan mereka bisa sejauh ini. Memang Lita akui, jika sudah di awali dengan ciuman pasti akan mendorong nya untuk melakukan lebih, tapi sejauh ini Raka bisa menahan nya.
🥀
Sore hari nya, Lita pulang dengan langkah gontai ke dalam rumah. Tapi sudah terlihat wajah Haris yang di tekuk dalam dan seorang wanita cantik yang sedang duduk santai di samping nya.
Siapa lagi kalau bukan Hana. Wanita itu tiada malu nya, sudah tau Abang nya itu sudah memiliki kekasih masih saja datang.
"Ckk, tante itu sudah disini lagi. Mana pakaian nya ngetat banget. Ngeri banget." Gumam Lita.
Lita sudah dapat menebak, Abang nya itu tak nyaman dengan kehadiran wanita itu, terlihat dari wajah nya yang masam, juga ekspresi nya. Sedangkan wanita itu malah kebalikan nya, tersenyum cerah. secerah matahari pagi.
Andaikan saja dia tau kalau laki-laki yang dia kejar itu telah menghamili seorang gadis, bagaiamana ekspresi nya yak? Seperti nya akan lucu, mau coba?
🌻🌻
__ADS_1
Gantungin lagii😁 satu bab aja dulu, author masih belum sehat betul☺️
jangan lupa tinggalkan jejak, follow akun author, tap favorit yaww.. happy reading ❤️