
Jam di nakas menunjukan pukul tujuh lebih, tapi mereka masih tertidur dengan nyenyak. Hingga suara dering telpon membuyarkan suasana, Marsya dan Brandon mengerjapkan mata nya bersamaan.
Brandon bangkit dan segera meraih ponsel nya yang tergeletak di meja dekat ranjang, dia menggeser ikon berwarna hijau, dan seketika ocehan abang nya langsung membuatnya menjauhkan ponsel nya dari telinga.
"Dimana Lu hah? kalau mau balik harus nya bilang-bilang dulu, jangan tiba-tiba ngilang kayak jelangkung, mana bawa anak orang."
Setelah tak terdengar omelan lagi, baru lah Brandon mendekatkan kembali ponsel nya ke telinga.
"Nginep di penginapan seberang rumah sakit, kagak bisa tidur bang banyak nyamuk." Jawab Brandon dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sama Marsya?"
"Hooh." Jawab Brandon singkat, dia masih mengantuk sebenarnya.
"Lu gak ngapa-ngapain Marsya kan? Awas lu.." Ancam Raka, membuat Brandon menelan ludah nya kasar.
"Iya bang, kagak di apa-apain kok cuma tidur bareng doang, sumpah."
"Kesini cepetan, kakak ipar lu udah bangun." ucap Raka.
"Iya sebentar lagi bang." Jawab Brandon, tapi ternyata sambungan telepon nya sudah di matikan secara sepihak oleh abang nya.
"Abang kupret, kebiasaan suka matiin telepon sepihak." Gerutu Brandon, dia bangkit dan bermaksud ke kamar mandi.
Dia masih mengumpulkan nyawa nya, tak menyadari kalau Marsya juga ada disana, sedang mandi.
"Aaaaaaa... Kakak keluar dulu, gantiann.." Teriak Marsya ,dia segera mengambil handuk dan menutupi tubuh polos nya.
"Ehh maaf sayang, aku keluar dulu. Cepetan mandi nya, kak Lita udah bangun."
Brandon buru-buru keluar dari kamar mandi, dada nya bergemuruh hebat saat melihat tubuh mulus gadis nya, tiba-tiba saja pikiran-pikiran kotor datang menyergap kepala nya.
"Siall, kenapa malah kepikiran begitu sih. Ingat Brand, dia calon istri yang harus lu jaga, jangan di rusak sebelum sah." Rutuk Brandon, dia menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran mesoom nya.
"Astagaaa, kenapa malah terbayang gini. Otak gue bermasalah ini mah fiks."
Tak lama, Marsya keluar dengan pakaian yang kemarin dia pakai, karena mereka tak punya pakaian ganti.
__ADS_1
Marsya memberikan handuk dengan menunduk, jujur saja dia sangat malu, karena tubuh polos nya di lihat oleh Brandon tadi.
"Kenapa sayang?" Tanya Brandon santai, seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Marsya menggelengkan kepala nya, dia masih malu dengan kejadian kilat tadi. Kenapa juga dia lupa mengunci pintu kamar mandi? Harus nya dia sadar kalau dia tak sendirian di kamar ini.
Brandon memegang dagu gadis nya, hingga gadis itu mendongak menatap nya. Brandon mendekatkan wajah nya, dan mengecup singkat seluruh wajah Marsya, terakhir di bibir nya dia sedikit melummat nya.
"Aku mandi dulu, setelah itu kita ke rumah sakit lagi." Brandon pergi ke kamar mandi, tanpa memperhatikan wajah Marsya yang sudah memerah seperti tomat.
"Kok bisa dia setenang itu setelah masuk sembarangan ke kamar mandi dan melihat tubuh polos ku, lalu barusan dia menciumku dengan mesra? Ahh ya ampun, dasar laki-laki selalu seenaknya sendiri." Gerutu Marsya, beruntung saja tak terjadi hal-hal yang tak di inginkan tadi malam.
Tak lama Brandon keluar dengan rambut basah nya, yang justru membuat nya malah kelihatan semakin tampan maksimal.
"Jangan melongo gitu, aku ganteng kan?"
Marsya buru-buru menetralkan ekspresi nya, dia memalingkan wajah nya ke samping ,padahal sudah ketahuan tadi melongo memerhatikan wajah lelaki tampan nya.
"Sudah, ayo kita ke rumah sakit lagi." Ajak Brandon.
Lita tengah makan dengan di suapi suami nya, keadaan nya sudah sangat membaik. Apalagi dengan semua support dari keluarga nya, termasuk ayah mertua nya, Danu.
"Mas sudah, aku kenyang."
"Satu lagi ya? Nanti kan dede bayi mau minum susu, jadi kamu harus banyak makan." Bujuk Raka.
"Huhh, baiklah demi anak kita."
Raka tersenyum mendengar jawaban istri kesayangan nya itu, betapa membahagiakan kehidupan nya sekarang, punya istri yang baik juga seorang putri kecil yang sangat cantik.
Tak lama, pintu terbuka menampakan sepasang anak manusia yang sudah membuat kepanikan tadi pagi-pagi karena menghilang.
"Pagi kakak ipar.." Sapa Brandon, dengan senyum manis nya.
"Pagi adik ku, dan calon adik ipar."
"Sudah merasa lebih baik kak?" Tanya Brandon.
__ADS_1
"Sudah Brand, darimana saja? Abang mu panik saat kau tak ada.."
"Dia menginap di penginapan depan rumah sakit, harus nya dia izin dulu sebelum pergi. Nyusahin aja." Gerutu Raka, dirinya merasa di prank oleh adik nya sendiri.
"Ya maaf bang, habis nya tidur di luar itu dingin banyak nyamuk juga."
"Gue khawatir tau gak? Mana lu bawa anak orang lagi." Ucap Raka sinis.
"Yaudah maaf udah bikin abang khawatir."
"Sudahlah sayang, yang penting mereka kan baik-baik saja." Ucap Lita.
"Heuhh, dia mendapat dukungan lagi. Awas kau lain kali."
"Jangan mengancam adik mu sendiri Mas," Peringat Lita.
Marsya mengulum senyum nya saat melihat perdebatan antara kekasih dan abang nya itu.
Mama Renata datang dengan troli bayi,
"Sayang, anak mu tidur tapi gelisah. Seperti nya dia lapar."
"Kemarikan dia ma, aku akan belajar menyusui nya." Ucap Lita, dia tersenyum antusias menyambut anak nya dari tangan mertua nya.
Dengan perlahan Lita menyusui anak nya dengan lembut, dia sudah banyak belajar sebelum nya tentang menyusui.
"Ahh, keluarlah. Jangan jadikan ini kesempatan untuk mu melihat gunung istri ku." Usir Raka, karena melihat Brandon masih ada di sana.
"Baiklah, aku akan sarapan dulu." Brandon menggandeng tangan Marsya keluar dari ruangan inap kakak ipar nya.
🌻🌻
bab ini pendek, buntu nihh🤭🤭🤭
jangan lupa jejak nya😘😘
__ADS_1