Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Pergi


__ADS_3

Sampai di rumah, Brandon merasakan suhu di sekitar rumah ini terasa memanas karena tuan rumah nya yang sedang bertengkar.


Brandon segera masuk ke kamar nya setelah melihat Nyonya Raka turun dengan wajah datar nya, dia hanya takut menjadi sasaran pelampiasan kekesalan Nyonya muda yang tengah hamil tua itu.


Sedangkan Raka, dia tengah mengerjakan pekerjaan nya di kamar. Seperti nya Lita mulai kesal lagi dan memilih keluar Kamar ,dan menonton televisi.


Mama Renata datang dari dapur dan duduk di samping menantu nya.


"Mana Raka?" Tanya Nya.


"Di kamar, dia lagi kerja." Jawab Lita santai.


"Kerja lagi?"


"Terus ngapain lagi dong Ma kalau gak kerja? Gak mungkin manjain aku lagi." Sinis Lita, dia mengusap perut nya yang terasa sakit hingga membuat nya meringis.


"Kenapa sayang?" tanya Mama Renata dengan raut wajah khawatir nya.


"Cucu mama nendang nya kuat banget, kayak nya setelah dewasa dia mau jadi atlet sepak bola." Jawab Lita sambil terkekeh, lalu mengusap perut buncit nya dengan sayang.


"Wahh, aktif banget ya." Ucap Mama Renata, lalu ikut mengusap perut buncit menantu nya.


🌻


Di kamar, Raka baru menyadari kalau istri nya tak ada di ruangan ini.


"Ya ampun keasikan ngerjain file penting, sampe gak sadar istri udah minggat." Keluh Raka, sudah bisa di pastikan istri nya akan bertambah kesal pada nya.


Raka menutup laptop nya dan keluar kamar, dia celingukan mencari dimana istri nya. Tapi nihil, wanita hamil itu tak ada di ruang tamu, tapi televisi nya terlihat masih menyala.


"Gak keliatan Lita, tapi televisi masih nyala. Apa Brandon ya? apa bocah itu sudah pulang ngantor?" Gumam Raka.


Dia melangkahkan kaki nya menuruni tangga, dan berhenti tepat di ruang tamu, di depan televisi.


"Sayang, kamu dimana?" teriak Raka, dia sudah kewalahan mencari istri nya.


Lita keluar dari toilet dekat dapur dengan wajah datar nya.


"Ada apa? Apa pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya Lita sinis.

__ADS_1


"Sudah, aku buru-buru menyelesaikan nya agar bisa bersama mu. Tapi saat aku selesai, kamu sudah tak ada di kamar."


"Saking fokus nya sama kerjaan hingga gak nyadar kalo bini nya keluar." Sindir Lita.


"Kamu sebenarnya mau nya gimana sih, Lit? Aku sudah cukup bosan dengan sikap ke kanak-kanakan kamu ini."


"Kau dengan jelas tau apa keinginan ku, aku menginginkan waktu mu, kau bisa memberikan nya? Tidak kan." Ucap Lita masih santai.


"Kan aku sudah bilang aku sibuk bekerja, bersabarlah, setelah semua nya kembali normal pekerjaan ku takkan sebanyak ini."


"Aku sudah terlalu sabar menghadapi kesibukan mu ini, tapi apa yang aku dapat? Nol, alias tidak ada. Kau fikir aku tak bisa bosan? Kau salah besar, aku juga wanita yang punya batas." Jawab Lita tegas. Bahkan Raka saja baru kali ini melihat Lita setegas ini, berarti dia benar-benar serius dengan ucapan nya.


"Jangan membuat aku tambah lelah Lit, aku lelah seharian kerja. Tapi bukan nya di sambut, malah seperti ini. Mengertilah."


"Apa yang harus aku mengerti? Kamu dan pekerjaan mu? Maaf aku lelah, sebaiknya aku pulang ke rumah Bang Haris." Putus Lita, final.


"Tidak sayang, ini rumah kita. Kamu tak boleh pergi."


"Aku punya hak untuk ketenangan fikiran ku sendiri, aku sedang hamil dan butuh ketenangan. Besok pagi aku akan pergi ke rumah Bang Haris, dan aku harap kamu bisa mengerti semua nya." Ucap Lita, lalu pergi dari hadapan Raka.


Raka menatap punggung Lita dengan sendu, tak bisa di bayangkan dia harus hidup berjauhan dengan istri dan anak nya. bagaimana hidup nya?


🌻


Raka tidur di sofa ruang tamu tadi malam, tapi tidur nya tak nyenyak karena nyamuk dan angin malam yang terasa sangat dingin.


"Sayang, kamu mau kemana? Kok bawa tas?" Tanya Mama Renata yang baru keluar dari kamar nya.


"Lita mau pulang ke rumah Bang Haris, mungkin beberapa hari atau minggu." Jawab Lita pelan.


"Kenapa?"


"Lita cuma butuh ketenangan saat ini, dan Lita gak dapat itu di rumah ini. Maaf harus meninggalkan Mama, jika Mama rindu ke rumah Bang Haris aja." Jelas Lita.


"Sayang, apa masalah ini tak bisa di selesaikan secara baik-baik?"


"Selama Mas Raka sibuk dengan pekerjaan nya hingga mengabaikan aku, rasanya akan percuma." Jawab Lita lirih.


"Tolong fikirkan sekali lagi sayang, jangan bertindak gegabah."

__ADS_1


"Aku tidak bertindak gegabah, aku hanya pulang sementara ke rumah Bang Haris. Jadi aku harap, Mas Raka tau kalau aku kecewa dengan sikap nya." Jawab Lita, dia tersenyum samar.


"Lita pergi dulu.." Pamit Lita, dia mengecup tangan Mama Renata, dan melangkah pergi keluar dari rumah ini dengan langkah pelan, karena perut buncit nya.


Mama Renata menatap punggung Lita yang menghilang pergi di bawa taksi dengan mata berkaca-kaca, bagaimana kehidupan rumah tangga anak nya setelah ini?


Raka baru saja terbangun dari tidur nya, dia menguap dan mengucek mata nya. Dia bangkit dan pergi ke kamar nya di lantai atas.


Dia membuka pintu kamar nya dengan perlahan, takut membangunkan istri nya, yang dia yakini masih tertidur.


Kosong. Ruangan itu kosong, bahkan lampu nya sudah padam, Raka mengecek kamar mandi juga kosong.


Raka membuka lemari baju milik Lita, dan benar. Travel bag nya tak ada di tempat nya, juga beberapa pakaian Lita yang hilang.


Dia keluar kamar dengan panik, kemana istri nya pergi, dan kapan?


Sampai di titian tangga terakhir, dia berpapasan dengan Mama nya.


"Kenapa panik? nyari Lita?" Tanya Mama Renata.


"Iya Ma, dia tak ada di kamar nya."


"Dia sudah pergi." Jawab Mama Renata.


"Sepagi ini, dia pergi kemana Ma?"


"Menurut mu? Apa kau tak berfikir Raka, istri mu pergi karena kekecewaan nya terhadap dirimu yang tak mampu membagi waktu dengan adil." Ucap Mama Renata, dia memarahi anak nya.


"Bekerja ada waktu nya Raka, kamu harus bisa bagi waktu antara pekerjaan dan waktu untuk istri mu. Setelah semua ini, apa kau menyesal?"


"Fikirkan, bagaimana jika Lita pergi dan tak mau kembali pada mu? Kau akan membiarkan nya, begitu?"


"Aku tau.." Ucapan Raka terpotong.


"Kalau kau tau, kenapa tak memperbaiki nya? Atau menunggu hingga istri mu lelah dan memilih pergi seperti saat ini, begitu?" Raka diam, dia tak tau harus bagaimana sekarang. Istri nya pergi dari rumah.


"Pergi dan bekerja lagi, hingga kau kehilangan segala nya. Setelah itu baru kau sadar dan menyesal." Ucap Mama Renata, lalu pergi meninggalkan Raka yang masih diam dengan ekspresi sedih nya.


🌻

__ADS_1


Nah loh, kan di tinggalin? Wanita itu cuma butuh waktu buat di dengerin bang,


tinggalkan jejak, dan kasih hadiah ya😁 happy reading😘😘


__ADS_2