Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Resmi


__ADS_3

Raka masih berlutut di depan Lita, Lita masih terbawa suasana yang mengharu kan ini. Para gadis yang berkerumun pun bersorak agar Lita segera menerima Lamaran Raka.


" Maaf kak, tapi aku nggak bisa." Jawab Lita, membuat Raka membulatkan mata nya terkejut, begitu juga dengan para gadis yang mengerumuni mereka.


" K-kenapa yang? Apa aku terlambat?" Tanya Raka lirih, ada kekecewaan dalam pertanyaan nya.


" Maaf tapi aku nggak bisa, menolak lamaran mu kak." Jawab Lita lagi.


Seketika Raka tersenyum semringah, dia bangkit dan memasangkan cincin berlian nya di jari manis Lita.


Raka memeluk Lita dengan erat, mengungkap kan semua kebahagiaan yang ada.


" Aku sudah sangat terkejut kenapa kau menolak ku, tapi kau mempermainkan ku sayang. Kau harus di beri pelajaran." Bisik Raka di telinga Lita, dengan nada menggoda.


Riuh tepuk tangan masih mengiringi pasangan yang baru saja meresmikan hubungan mereka, tentu saja ada yang bahagia, ada juga yang iri, mereka berbisik-bisik bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi.


" Terimakasih, kami minta doa nya agar kami selalu bahagia." Ucap Raka, mereka semua tersenyum.


Raka menarik tangan Lita lembut, membawa nya menjauhi kerumunan.


" Kamu bahagia sayang?" Tanya Raka, dia masih berjalan dengan Lita dengan mesra, dan tangan Raka yang merangkul pundak Lita dengan mesra.


" Sangat, terimakasih sudah menepati janji." Jawab Lita, dia memeluk Raka dari samping dengan manja nya.


" Tentu saja, aku bukan tipe pria yang suka melanggar janji." Ucap Raka, dia menoel hidung mancung Lita dengan gemas nya.


" Dan kakak sudah membuktikan nya, aku sangat bahagia saat ini."


Raka dan Lita sampai di parkiran, tapi lagi-lagi mereka bertemu Brandon. Pria menyebalkan versi Lita.


Brandon tersenyum genit ke arah Lita, sedangkan Lita dia memutar mata nya malas melihat senyuman itu.


" Hai Lita, kita bertemu lagi. Seperti nya kita jodoh." Ucap Brandon, secara terang-terangan mengatakan kalau mereka berjodoh. Tanpa menghiraukan ekspresi Raka yang sudah menahan emosi nya, hingga wajah nya memerah.


" Jaga bicara mu, Brandon. Dari awal aku tak menyukai mu." Ucap Lita ketus.


" Jangan membenci ku Lita, dari benci bisa berubah menjadi cinta lho." Celoteh Brandon.


" Kau ini tak tau malu atau gimana sih? Sudah lah, aku ingin pulang." Lita menarik tangan Raka lembut, dia tak ingin Raka terpancing dengan ucapan Brandon, dan bisa saja Raka menghajar Brandon.


Brandon tersenyum smirk saat melihat wajah Raka yang menahan kekesalan nya.


" Dengarkan aku om, aku akan merebut Lita dari mu. Apa pun cara nya!" Ucap Brandon. Tapi Raka tak menghiraukan ucapan Brandon, bagi nya ancaman seperti itu tak ada apa-apa nya.


Raka dan Lita masuk ke dalam mobil, dan Raka langsung mengemudikan nya keluar dari kawasan mall.


" Kak.. " Panggil Lita pelan, dia tau saat ini Raka pasti sedang kesal karena ulah Brandon.

__ADS_1


Raka hanya diam, dia mengemudikan mobil nya ke rumah Lita.


Sampai disana Mobil Haris tak ada ,berarti dia sedang pergi, mungkin pergi ke rumah Bella atau jalan-jalan.


" Sayang, mampir dulu ya?" Ajak Lita, dengan pelan Raka mengangguk setuju.


Raka masuk ke dalam rumah, sedangkan Lita dia pergi ke dapur dan membuatkan Raka kopi.


Tiba-tiba Lita terkejut, saat sepasang tangan besar memeluk nya..


" Kenapa yang?" Tanya Lita.


" Biarkan seperti ini dulu, ini sangat nyaman." Jawab Raka, padahal dalam hati dia merasa tak tenang selama Brandon masih mengincar Lita nya.


" Ingin servis?" Tanya Lita. Dia berbalik, dan menawarkan servis agar mood Raka membaik.


" Baiklah, ayo." Ajak Raka, dia menarik Lita ke kamar nya. Lita menurut saja, setelah mematikan kompor tentu nya.


🥀


Setelah sampai di dalam kamar, Raka mendudukkan tubuh nya di sisi ranjang, dan membuka beberapa kancing kemeja nya. Hingga menampakan dada bidang nya.


Lita menatap Raka dengan kagum, Raka tipe pria yang suka berolahraga, jadi jangan tanyakan dari mana dia punya enam roti sobek yang berjejer rapi di perut nya.


Raka menepuk paha nya, menyuruh Lita untuk duduk di atas nya. Dengan malu, Lita menghampiri Raka dan duduk disana, dia juga mengalungkan tangan mulus nya di leher Raka.


" Kakak menginginkan nya?" Tanya Lita.


" Siapa yang akan menolak keindahan dan kenikmatan itu sayang, takkan ada yang tahan dengan godaan surga dunia." jawab Raka.


" Lakukan lah kak." Ucap Lita, terdengar murahan tapi biarlah, yang penting mood Raka membaik.


" Jadikan aku milikmu seutuh nya kak." Ucap Lita lagi, bahkan jari-jari lentik nya sudah bermain-main di dada bidang Raka.


" Tidak, aku akan menahan nya sebisa mungkin. Aku hanya akan melakukan hal yang biasa saja." Ucap Raka.


" Baik, bersabar lah sebentar lagi. Saat aku resmi menjadi istri mu, aku akan memberikan pelayanan yang terbaik."


Raka tersenyum dan mulai mencium bibir Lita dengan lembut, Lita juga membalas setiap lum*tan yang di lakukan Raka pada nya.


Tapi kelamaan ciuman itu semakin liar, bahkan pakaian atas Lita sudah melorot ke bawah karena Raka, entah sejak kapan. Lita tak menyadari nya , karena asik membalas pagutan Raka.


Bibir Raka semakin liar, bahkan kini bibir itu sudah turun ke leher jenjang nan putih itu, Raka menciumi nya, menyesap nya kuat hingga meninggalkan bekas merah ke unguan.


Lita mendesis pelan, saat Raka mulai memainkan puncak dada nya. Bahkan bra nya entah sudah ter onggok di lantai dengan mengenaskan.


Lita membusungkan dada nya, agar semakin dalam Raka mengul*m puncak dada kemerahan milik nya. Bahkan tanpa sadar, tangan Lita sudah *******-***** rambut Raka.

__ADS_1


" Ssshhhhh.. Ahhhh.. " Akhirnya ******* Lita keluar juga, terdengar sangat sexy bagi Raka.


Raka sibuk dengan kegiatan nya, bibir nya terus menyecap sumber susu murni, dan tangan satu nya lagi meremas apa yang bisa dia remas.


Tapi kegiatan menyenangkan itu harus terjeda, karena suara deru mesin mobil yang baru saja datang, pasti itu Haris.


" Aaarrrggghhhh.. menyebalkan.." Gerutu Raka, bahkan dia belum puas memainkan dada Lita.


Lita menatap wajah Raka dengan sendu, dia merasa kasihan dengan Raka, tapi apa daya. Mereka belum resmi, jadi melakukan ini tak bisa bebas.


" Jika ada waktu, kakak lakukan lagi ya." Ucap Lita, dia turun dari pangkuan Raka, dan membenahi pakaian nya.


" Ganti saja pakaian mu sayang, leher mu penuh dengan tanda kemerahan." Ucap Raka.


Lita mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Raka dia menutup mata nya sejenak. Dia masih menginginkan Lita.


" Kenapa Haris pulang di saat seperti ini." Gerutu Raka, dia keluar dari kamar Lita dan menemui abang ipar nya.


🥀


" Woaahhh, habis ngapain Lu?" Tanya Haris.


" Ciuman." Jawab Raka, singkat, padat, jelas.


" Ckkk, kau kecanduan."


" Dari mana saja kau?" tanya Raka. Dia duduk di sofa ruang tamu, di susul Haris juga.


" Ngapel lah ,gue kan punya pacar." Jawab Haris.


Obrolan mereka terhenti sejenak saat melihat Lita turun dengan hoodie nya, yang menutupi kepala nya.


" Panas-panas gini pake hoodie, kenapa?" Tanya Haris.


" Emmmhhh, gapapa kok. Lagi pengen aja." Jawab Lita gugup.


Haris melirik sinis ke arah Raka, dia tau pasti Raka melakukan sesuatu yang merugikan Lita.


Sedang yang di lirik, memilih membuang pandangan nya ke arah lain, dan bersiul untuk menghilangkan kegugupan nya.


🌻🌻


Perbuatan mu sudah ketebak bang🤭🤭🤭


jangan lupa tinggalkan jejak, author cape di ghosting mulu🤭😭


tap favorit juga yaww, follow akun author juga jangan lupa😁

__ADS_1


__ADS_2