
Setelah mengatakan hal itu, Mike pamit pulang dengan Hanna yang mengantar nya sampai ke halaman.
"Fikirkan lagi baik-baik Hann, meskipun aku akan menunggu sampai kamu siap." Ucap Mike lagi.
"Baik kak, aku akan memikirkan nya dulu. Hati-hati di jalan."
"Bolehkah aku memelukmu?" Tanya Mike pelan.
"Tentu saja, kemarilah kak." Jawab Hanna, dia merentangkan tangan nya menyambut Mike yang mendekat dan memeluk nya erat.
"Ku harap kamu tak terlalu lama memikirkan nya," Ucap Mike, dia mengusap pelan puncak kepala Hanna dengan mesra, membuat Hanna tersenyum di dalam pelukan hangat Mike.
Mike melerai pelukan nya, dia mencium kening Hanna cukup lama.
"Maaf kalau aku lancang mencium kening mu Hanna, aku sangat mengharapkan dirimu saat ini. Aku pulang, jaga hati mu untuk ku."
"Tak apa kak, aku tak masalah." Jawab Hanna dengan senyum manis nya, aneh memang biasa nya dia akan marah besar kalau ada pria yang berani mencium atau menyentuh nya, tapi pada Mike? Dia tak bisa marah dan malah menyukai nya, ada apa sebenarnya dengan hati seorang Hanna?
Mike memasuki mobil nya dan melajukan nya menjauhi halaman rumah Hanna.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku sama sekali tak menolak sentuhan kak Mike? Ayolah Hanna, jangan jadi wanita gampangan." Rutuk Hanna.
Di dalam mobil, Mike terus tersenyum. Dia sangat bahagia hari ini, hanya tinggal menunggu jawaban dan kapan Hanna siap untuk dia nikahi, maka semua nya kebahagiaan yang orang punya akan dia miliki juga.
"Kamu sangat cantik dan menggemaskan Hanna, aku semakin menyukai mu." Gumam Mike, tak ada lagi Mike yang dingin dan kaku. Jika bersama Hanna, Mike seolah menjelma menjadi orang lain, berubah total.
Di rumah, Brandon sedang bad mood parah. Sedari tadi dia uring-uringan, alasan nya apa? Karena Marsya kedatangan tamu bulanan nya, alias menstruasi.
"Sayang, ayolah jangan marah-marah. Ini bukan keinginan ku juga." Bujuk Marsya, dia memegang tangan Brandon, tapi pria itu bergeming tak menoleh sedikit pun ke arah istri nya itu.
"Aku harus berpuasa padahal kita baru tiga hari menikah, sialan.."
"Gak boleh gitu sayang, itu sudah siklus nya setiap bulan aku pasti dapet." Marsya masih membujuk pria tampan yang sedang merajuk hanya karena masalah jatah malam.
"Masak sana, yang pedes. Sepedes ucapan netizen." Ketus Brandon.
"Yaudah, kamu mandi dulu ya. Nanti aku panggil kalo udah mateng." Brandon tak menjawab, dia melengos pergi ke kamar mandi dengan kaki yang di hentak-hentakan seperti anak kecil yang minta permen, tapi gak di beliin sama ibu nya karena takut sakit gigi, ya seperti itulah gambaran nya.
Marsya menuruni tangga dengan lesu, karena perut nya yang mulas melilit.
"Kenapa Sya?" Tanya Roberts yang kebetulan sedang duduk di sofa sambil menonton televisi bersama Nia.
"Sakit perut Pa, lagi datang bulan." Jawab Marsya.
"Ohh, minum teh anget pake jahe biar enakan."
"Iya Pa, makasih.." Ucap Marsya, lalu pergi ke dapur. Dimana Ibu nya tengah mengulek bumbu di ulekan.
__ADS_1
"Mau masak apa Ma?" Tanya Marsya.
"Papa nya Brandon pengen di buatin pecel lele, tapi lele nya gak ada jadi di ganti sama gurame, apa nama nya masih pecel lele ya Ca?"
"Terserah Mama aja, Aca sakit perut." Ucap Marsya, memegangi perut nya yang kram.
"Kamu kenapa Ca, kamu sakit? Wajah nya pucet banget." Tanya Ibu Asih, apalagi saat melihat dahi anak nya berkeringat.
"Aca lagi dateng bulan Ma, ini mulai sakit perut nya." Jawab Marsya pelan.
"Ya ampun, kamu ini bikin Mama khawatir. Yaudah ke kamar aja istirahat."
"Nggak ah, Aca mau masak aja buat suami. Kata nya mau makanan pedes." Ucap Marsya.
"Udah bikin sambel bawang aja, di makan nya sama ikan gurame."
"Iya Ma, Aca nyambel aja." Ucap Marsya, lalu mengambil alih cobek dari tangan ibu nya.
Mike masuk ke dalam rumah, dia baru saja pulang dari mengantarkan Hanna pulang.
"Udah pulang Mike?"
"Papa ini, aku kan udah disini ya berarti aku udah pulang." Jawab Mike, lalu duduk di depan papa nya.
"Basa basi aja dong Mike, serius amat." Ledek Roberts.
Tak lama, Brandon terlihat menuruni tangga dengan ekspresi datar nya.
"Kagak." Jawab Brandon singkat.
"Pasti dia merajuk tuh, soalnya Marsya lagi halangan." Celetuk Roberts, membuat Brandon membulatkan mata nya.
"Darimana papa tau?"
"Marsya tadi lemes banget, ternyata dia lagi sakit perut karena kedatengan tamu bulanan." jawab Robert.
"Emang kalo dateng bulan itu perut nya sakit?"
"Ya sakit lah begoo, gue aja yang belom punya bini tau. Lah elu udah tau lubang cewek, malah belagak bodohh." Cetus Mike asal.
Brandon diam, dia baru sadar tak seharusnya dia marah-marah pada istri nya. Ini juga bukan keinginan nya, apalagi mereka masih pengantin baru.
Brandon pergi ke dapur, dan langsung memeluk Marsya yang sedang menggoreng ikan di wajan.
"Kamu kenapa sayang? Tadi marah, sekarang kok manja gini."
"Aku minta maaf sayangku."
__ADS_1
"Minta maaf buat apa? Kamu punya salah apa sama aku?" Tanya Marsya heran, tadi suami nya ini marah-marah, dan sekarang tiba-tiba dia meminta maaf? Sungguh aneh sekali miska.
"Pokok nya aku minta maaf sama kamu."
"Iya iya, aku maafin tapi lepasin ya. Aku lagi goreng ikan buat makan malam." ucap Marsya lembut.
"Bikin yang pedes gak?" Tanya Brandon, menanyakan pesanan nya tadi.
"Tuh sambel bawang di meja." Tunjuk Marsya pada sambel di mangkuk kecil.
"Merah banget, pasti pedes ini mah."
"Lho bukan nya mau yang pedes?" Tanya Marsya.
"Iya juga sih, Sayang itu ikan nya gosong.." Dengan panik Marsya mengangkat ikan goreng yang kehitaman.
"Ahhh, tuhkan gosong gara-gara kamu ngajakin aku ngobrol mulu. Sebel deh, pokok nya gak mau tau kamu harus makan ikan ini titik." Rengek Marsya.
"I-iya sayangku, nanti aku makan kok." Marsya pun kembali tersenyum, setelah mendengar jawaban suami nya.
Singkat nya, waktu makan malam tiba. Marsya dengan cekatan melayani suami nya, mengambilkan nya nasi dan lauk nya yaitu ikan 3G, Gurame Goreng Gosong.
Mike tak kuat menahan tawa nya saat melihat ikan yang ada di piring adik nya.
"Itu ikan kayak korban kebakaran njirrr." Ucapnya sambil tertawa puas.
"Diem, gak boleh lihatin punya orang lain. Makan tuh sambel." Brandon menyendok sambel dan menaruh nya di piring kakak nya, dengan senyum julid nya.
Lagi-lagi Mike tak bisa mengontrol tawa nya saat melihat ekspresi wajah Brandon yang tertekuk, mungkin ikan nya pait kali ya?
"Pait ya Brand?"
"Enak kan?" Tanya Marsya dengan tatapan tajam nya, membuat Brandon bergidik ngeri. Baru kali ini dia melihat istri nya menatap nya seperti itu, menakutkan sekali.
"Enak sayang, agak pait sedikit tapi gapapa. Makasih udah di masakin, makin cinta dehh."
Mike tertawa terbahak saat melihat wajah ketakutan Brandon, Adik nya itu takut sama istri ternyata.
"Makan gak boleh sambil ketawa, keselek tulang ikan tau rasa." Sinis Marsya, membuat Mike menghentikan tawa nya. Brandon menatap remeh pada kakak nya, bahkan kakak nya yang sekelas mafia pun takut pada istri adik nya.
🌻🌻
Cewek PMS gitu lhoo🤭🤭🤭😅
jangan lupa tinggalkan jejak, vote, follow, kasih hadiah juga deng..
__ADS_1
izin promo novel baru juga, hehee mampir ya😁