Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Pencuri Tua


__ADS_3

"Tuan rumah yang terhormat baru turun ya?" Ledek Brandon dari sofa ruang tamu, saat melihat Lita baru saja turun.


"Rumah ini Mas Raka beli untuk ku, bukan untuk mu jadi kau disini hanya menumpang, jadi diamlah sebelum teflon biru itu melayang ke wajah menyebalkan mu itu." Jawab Lita sinis.


"Maafin deh, gak bakal gitu lagi deh. Daripada aku di usir, aku gak tau akan pergi kemana." Ucap Brandon lirih.


"Jangan terlalu serius lah, gue becanda doang. Udah sarapan belum?" Tanya Lita, dan Brandon hanya menggelengkan kepala nya.


"Yaudah sarapan dulu, aku mau masak sup rumput laut pesanan Mas Raka. Mau?"


"Mau dong, tapi siapa yang ulang tahun?" Ucap Brandon, karena biasa nya jika memasak sup rumput laut itu untuk merayakan pergantian usia.


"Gak ada, tapi Mas Raka lagi pengen makan itu. Pasti dia lelah pulang larut malam, terus tidur pagi hari nya." Ucap Lita, mulai merendam rumput laut nya.


"Kenapa gak langsung tidur gitu?" Tanya Brandon.


"Biasalah, rahasia suami istri." Jawab Lita sambil terkekeh. Tapi Brandon mengerti, apalagi saat melihat tanda di leher Lita. Pasti dia lupa menutupi nya.


"Mata gue sakit lihat tuh tanda di leher Lu, tutupin napa." Refleks Lita meraba leher nya.


"Lupa gue Brand, nanti ajalah gue tutupin. Mama kemana ya?" Tanya Lita mengalihkan pembicaraan.


"Beli sayur di abang-abang keliling." Jawab Brandon, fokus membaca berita di koran.


"Ohh, iya juga sih kita belum belanja bulanan lagi."


"Lu pelupa sekarang." Ledek Brandon.


"Diamlah.. "


🥀


Raka turun ke bawah setelah selesai mandi dan menelpon bawahan nya, kalau dia tak masuk hari ini.


"Lita mana Brand?" Tanya Raka.


"Ke kamar mandi Bang." Jawab Brandon.


"Lu udah sarapan?"


"Nungguin Abang, pengen minta sup rumput laut." Jawab Brandon sambil tersenyum.


"Yaudah sarapan dulu, jangan telat sarapan Lu."


"Abang juga doyan telat sarapan nya, suka ngapain dulu sih?" Tanya Brandon.


"Jahilin istri lah, apa lagi." Jawab Raka santai.


"Pantesan Lita kalo turun suka manyun."


"Gapapa lah, itu kebutuhan dan kewajiban istri juga." Ucap Raka.


"Sarapan udah siap." Teriak Lita dari dapur, Mama juga sudah pulang.


Raka dan Brandon kompak berjalan mendekati meja makan.


"Ma, mereka keliatan kayak adek kakak gak sih?" Tanya Lita.


"Iya, Mama seneng mereka akur." Jawab Mama, sambil tersenyum.


Lita menguraikan rambut nya, kalau di cepol bisa habis di lirik Mama mertua.


"Yang, kenapa rambut nya gak di iket aja sih?" Ucap Raka, sambil menyibak rambut Lita.


"Mas, jangan.. " Sudah terlanjur, Mama langsung tersedak saat melihat tanda merah yang berjejer di leher Lita.

__ADS_1


"Rakkkaaaaa... "


"Aduhh, kenapa gak di tutupin sih yang?" Tanya Raka.


"Aku lupa, semua ini juga perbuatan mu kan?"


"Huhhh, maafkan aku Ma." Ucap Raka, Mama selalu marah jika Raka membuat tanda merah di leher. Apalagi ini, jumlah nya banyak hampir memenuhi leher Lita.


"Mama heran, kenapa kau sangat suka membuat tanda di leher sih?"


"Sensasi nya Ma." Jawab Raka sambil cengengesan.


"Huhh kau ini, makan cepat dan segera tutupi itu, malu kalau di liat orang." Ucap Mama.


🥀


Setelah selesai sarapan, mereka pun duduk-duduk di sofa ruang tamu.


"Mas, bahan-bahan dan sayuran sudah habis. Apa kita belanja bulanan? Sabun juga sedikit lagi." Ucap Lita.


"Ya sudah, aku temani. ayo pergi." Ajak Raka.


"Mama mau ikut? Atau Brandon?" Tanya Lita.


"Tidak, Mama mau beres-beres."


"Aku mau tiduran aja, lagi males jalan-jalan." Jawab Brandon.


"Mageran." Ledek Lita.


"Yaudah, hati-hati di rumah. Kami pergi dulu."


"Beli buah-buahan ya, Mama mau bikin salad." Ucap Mama. Dan Lita hanya mengangguk mengerti.


🥀


"Snack nya nanti dulu, kita beli kebutuhan dulu sama sayuran."


"Tapi aku mau kesana dulu Mas."


"Nanti sayang, aku janji deh apapun yang kamu mau aku gak bakal melarang." Ucap Raka.


"Oke deal."


Mereka pun pergi ke area sayuran.


"Beli brokoli sama kangkung ya Mas?" Raka mengangguk, dan Lita memilih mana yang lebih segar.


"Beli sawi sama pakcoy yang, enak di makan sama ramen." Ucap Raka, Lita pun mengangguk dan mengambil beberapa sayuran lain.


"Sayur selesai, tinggal daging sama buah. Ramen, terus snack." Gumam Lita. Raka mendorong troli ke arah daging.


"Mas mau cumi-cumi sama udang yang, di bikin hotpot." Lita hanya mengangguk dan membeli cumi dan udang masing-masing dua kotak.


"Beli juga daging sapi ya, bikin rendang." Usul Lita.


🥀


Lita masih memilih buah pesanan mama mertua nya, saat Raka mendapat telpon dari anak buah kepercayaan nya di US yang bertugas mengelola perusahaan Mama nya.


"Sayang, aku tinggal sebentar angkat telpon." Ucap Raka.


"Hallo.. "


"Ya ada apa?" Tanya Raka, dia tife manusia yang tak suka berbasa-basi.

__ADS_1


"Ayah Tuan, mencuri uang perusahaan Nyonya."


"Apa? Kenapa kau bisa teledor dan membiarkan tua bangka itu masuk ke perusahaan ibu ku?" Tanya Raka.


"Dia menyamar sebagai klien yang ingin bekerja sama Tuan, maaf atas kecerobohan saya."


Baiklah, bekerja dengan baik. Perketat penjagaan di perusahaan, jangan sampai terulang lagi." Ucap Raka tegas.


"Baik tuan, saya mengerti."


Raka mematikan sambungan telpon sepihak, dia sangat kesal sekarang. Pria tua itu selalu saja mengganggu kehidupan damai nya.


Raka menekan tombol orang yang mengelola kartu-kartu milik ayah nya.


"Ya tuan."


"Bekukan semua kartu atas nama Farhan Calecco, sekarang." Perintah Raka dengan tegas.


"Baik tuan, saya akan melakukan nya sekarang."


"Bagus, bekerja lah dengan baik." Ucap Raka, dan lagi mematikan sambungan telpon nya secara sepihak.


"Sialan tua bangka itu, rasakan akibat nya bermain dengan ku. Takkan lama lagi, kau akan jadi gelandangan di negeri orang." Ucap Raka, tersenyum smirk. Dia tau perusahaan ayah nya bangkrut karena skandal nya dengan Catherine dan wanita-wanita lain nya, dan siapa yang menyebarkan semua nya? Siapa lagi, Anak nya sendiri, Raka Perwira.


Siapa yang mau punya pimpinan penjahat kelamiin kan? Mereka pun menarik saham nya, hingga membuat perusahaan itu rugi besar, dan akhirnya bangkrut. Siapa yang tau dalang di balik bangkrut nya perusahaan itu adalah Raka.


Raka kembali mendekati Lita yang masih memilih buah-buahan.


"Lama amat Mas."


"Kamu yang lama, milih buah aja setaun." Sindir Raka.


"Aku harus jamin buah yang aku beli itu masih fresh terus kualitas nya bagus." Jawab Lita.


"Iya deh, Mas udah laper lagi. Jadi cepetan."


"Ihhh rusuh banget sih, gini nih yang bikin aku males kalo belanja sama kamu tuh, berasa kayak di kejar makhluk halus." Ucap Lita kesal.


"Hehee, maafin Mas sayang." Raka menggoda istri nya itu.


"Diamlah, nanti gak kelar-kelar milih buah nya. Katanya pengen cepet."


Raka pun diam, dan tak lama semua kebutuhan nya sudah di beli termasuk alat mandi, lengkap.


"Tadi siapa yang nelpon Mas?" Tanya Lita, setelah kedua nya sampai di foodcourt.


"Anak buah kepercayaan Mas yang pegang perusahaan Mama di Us, kata nya ada pencuri yang ngambil uang perusahaan." Jawab Raka, sambil menyuapkan chicken pom-pom ke mulut nya.


"Pencuri? Apa sudah tau siapa pelaku nya?"


"Ayah." Jawab Raka singkat, bahkan rasa nya dia tak mau mengakui pria tua itu sebagai ayah nya.


"Ada apa dengan ayah mu Mas? Kenapa selalu bertindak yang merugikan dirinya sendiri."


"Aku tak tau, bagaimana fikiran nya. Jadi biarkan saja, takkan lama dia akan jadi gelandangan di negeri orang." Ucap Raka.


"Mas akan tega?"


"Dia juga tega menyakiti ibu ku, sudah lah aku tak mau bahas ini. Jadi makan lah, setelah itu kita pulang."


🌻


Ada apa sama ayah nya Raka ya? Kok nyebelin😁🤭


Tinggalkan jejak, follow akun author, dan hadiah juga ya😁 hehe ngarep😅

__ADS_1


__ADS_2