
Brandon heran dengan sikap Marsya, sudah jelas dia menyembunyikan sesuatu. Tapi apa? Itu lah yang jadi pertanyaan nya, dia bilang memecahkan, tapi memecahkan apa?
Brandon menggelengkan kepala nya, dan masuk ke dalam ruangan nya dengan perlahan.
"Hay Brand.." Sapa Amanda.
"Ya, apaan?"
"Santai aja kali, sinis amat."
"Terus ada apa Lu kesini? Bukan nya lu ngelamar jadi sekretaris kan?" tanya balik Brandon.
"Kagak jadi, keterima nya malah jadi OB." Jawab Manda santai.
"Btw pacar lu kerja disini juga kan? di bagian apa?"
"Sama kayak Lu, cleaning servis." Jawab Brandon singkat.
"Nama nya siapa? Penasaran gue semanis apa sih pacar Lu sampe bisa bikin playboy cap kaleng sarden ini tobat." Ledek Manda, dia masih ingat saat jaman SMA dulu Brandon mendapat predikat playboy, hampir semua gadis pernah mengalami patah hati karena pria di depan nya itu.
"Marsya, nama nya Marsya Sabilla."
"Whatt? pantesan aja lu bucin akut, dia emang cantik kuadrat sih.." Puji Amanda.
"Kemana suami lu, Manda?"
"Mati ketiban pohon kelapa." Jawab Amanda santai.
"Jangan bercanda kalau gue nanya Manda!"
"Ya siapa yang bercanda bangsatt, fakta nya begitu." Ucap Manda sinis.
"Lu kagak sedih?"
"Ngapain? Toh mati nya juga karena karma atas perbuatan nya sendiri, dia terciduk lagi berbuat mesoom di bawah pohon kelapa, eh kebetulan malah pohon nya tumbang, tuhan itu adil sama umat nya Brandon." jelas Manda datar, tanpa ekspresi apapun.
"Kagak modal tuh laki, masa ngajak berbuat gitu di bawah pohon. Gilaa.." Brandon menggelengkan kepala nya setelah mengetahui kelakuan mantan suami Amanda.
"Emang, untung belom punya anak."
__ADS_1
"Bukan nya lu keluar sekolah gara-gara hamidun yee?" Tanya Brandon, setau nya memang reputasi wanita di depan nya ini sangat buruk.
"Orang tau nya emang gitu, padahal gue sehat wal'afiat waktu itu. Gimana mau hamil, punya pacar juga kagak."
"Ya terus, alesan lu keluar sekolah apa dong?" Tanya Brandon lagi.
"Orang tua gue kagak mau biayain sekolah gue, Brand."
Brandon diam, ternyata wanita di depan nya ini tak seburuk pemikiran nya.
"Sorry ya, gue kagak tau keadaan lu. Malah mikir kalo semua itu bener."
"Kagak ngapa-ngapa, santai aja. Lagian udah lama juga, gue kerja dulu." ucap Manda ,dia pun pergi dari depan Brandon dan mulai mengerjakan tugas nya.
"Permisi, apa Haris ada?" Tanya Bella ,dia belum tau kalau Brandon bekerja sebagai receptionist.
Brandon membalikan badan nya, dia merasa tak asing dengan suara itu. Dan benar saja, dia teman nya Bella.
"Ehh Bella, bang Haris ada di ruangan nya. Baru aja habis meeting sama klien." Jawab Brandon, Haris memang baru pulang meeting pagi.
"Lu kerja di bagian receptionist?"
"Kagak, gue baru tau aja. Yaudah gue ke atas dulu ya, semangat nguli nya."
"Pastilah buat halalin Marsya." Jawab Brandon tersenyum simpul.
Setelah Bella pergi ke ruangan suami nya, Brandon kembali terpikirkan tentang kekasih nya.
Singkat, waktu makan siang..
Brandon pergi ke ruangan khusus OG di ruang belakang, dia cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan nya karena ingin berbicara lagi dengan kekasih nya.
Saat sampai, seperti biasa Brandon melihat gadis-gadis itu tengah duduk melingkar di lantai. Mereka sedang makan bersama.
"Sya, pacar lu dateng tuh.." Ucap Hanna. Dia menunjuk Brandon dengan dagu nya.
Marsya mengikuti arah pandangan Hanna, dan melihat lelaki itu tengah berdiri dengan ekspresi datar nya.
"Bisa kita bicara? Emm, berdua?" Tanya Brandon pelan. Marsya mengangguk dan membawa mie instan cup nya pergi mengikuti lelaki nya.
__ADS_1
Hingga mereka sampai di lobi yang cukup sepi, Brandon menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Marsya yang fokus makan.
"Mau.." Rengek Brandon manja.
Dengan terpaksa, dia menyuapi Brandon dengan mie nya. Meski dia tak rela bagi-bagi, tapi mau bagaimana lagi.
"Jadi nya mau ngomong apa?" Tanya Marsya,di sela makan nya.
"Kesalahan apa yang membuat mu di hukum masuk pagi yang?" Marsya terlihat gelagapan setelah mendengar pertanyaan lelaki nya.
Marsya menghela nafas nya dan menghembus kan nya secara perlahan. Cukup berat, tapi Brandon adalah kekasih nya, dia berhak tau.
"Aku memecahkan vas bunga di ruang manager keuangan.." Jawab Marsya pelan, dia meremat jemari nya.
"Hanya memecahkan vas bunga? Lalu sampai kapan kamu dapat hukuman ini sayang?"
"Enam bulan kak.." Jawab Marsya, dia menunduk dalam.
"Selama itu hanya karena memecahkan vas bunga sayang?" Marsya mengangguk mengiyakan.
"Kata nya vas bunga itu limitee edition dan hanya ada lima buah saja di dunia."
"Aku akan bicara dengan pak El tentang masalah ini." Ucap Brandon.
"Tidak perlu sayang, lagi pun gaji ku tak di potong. Hanya masuk pagi saja, aku tak mau di cap sebagai pengadu."
"Huumm, baiklah.. Ayo pergi bekerja lagi, jam makan siang sudah habis."
"Lain kali kalau ada masalah, kamu harus bilang padaku, jangan menyimpan nya sendiri. Ingat, aku lelakimu." Ucap Brandon, dia mengusap rambut lurus kekasih nya dengan lembut. Marsya hanya tersenyum manis menanggapi ucapan lelaki nya.
"Pokok nya nanti beliin bakso pedes ya?" Pinta Marsya dengan mata yang mengerjap lucu, membuat Brandon gemas dan mencubiti kedua pipi gadis nya itu.
"Tentu, apapun yang kamu mau sayang.."
Mereka pun kembali ke pekerjaan masing-masing,
🌻
Huaaa😭 garing ya? Maafin🙏🙏
__ADS_1
banyak yang unfav novel ini karena garing kali ya? Author bisa apa😁