
Keesokan pagi nya Raka terbangun karena suara jam weker di meja nakas samping ranjang nya, mata nya begitu berat untuk terbuka. Andai saja hari ini dia masih bisa cuti, dia akan tidur lagi. Tapi hari ini cuti nya berakhir dan harus masuk kantor.
Semalam setelah melihat Catherine dan pria itu pergi di giring warga, Raka memang langsung pulang tapi dia tak langsung tidur. Dia mengamati rekamana CCTV rumah sakit yang di kirim oleh anak buah nya.
Dalam rekaman itu terlihat tidak terjadi apa-apa, tapi terlihat Lita bangun dan mengambil cairan infusan dan membawa nya keluar ruangan. Tapi tak ada CCTV di luar ruangan, jadi Raka tak tau Lita pergi kemana saat dia dan Haris pergi.
Tapi tak lama, Lita kembali masuk dan kembali tidur dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuh nya.
" Ada apa dengan Lita ya? Masih belum terpecahkan kenapa Lita jadi pendiam." Gumam Raka, dia menggeleng-gelengkan kepala nya merasa pusing dengan berbagai persepsi yang ada di otak nya.
" Haiisss, nanti saja lah. Bos El gak suka kalo pegawai nya telat masuk." Ucap Raka lagi, lalu pergi ke kamar mandi.
🥀
Setelah selesai membersihkan diri, Raka keluar dari apartemen.
Dia mengambil ponsel dari saku jas nya dan menelpon bengkel untuk memperbaiki mobil nya, masih dapat di pakai tapi Raka tife pengendara yang taat aturan. Spion sangat penting dalam berkendara.
" Riss, jemput gue yak? Lu dah berangkat?" Tanya Raka di telpon. Setelah menelpon bengkel, dia langsung menelpon Haris untuk nebeng pergi ke kantor.
" Oke, gue baru anterin Lita ke kampus. Bentar lagi yak." Jawab Haris.
Setelah mendengar jawaban Haris, Rak langsung mematikan sambungan telepon nya. Dan menunggu di dekat pos satpam .
Raka duduk dengan setelan jas rapi, dasi yang menggantung, juga dengan celana bahan, dan jangan lupa masker hitam yang selalu dia pakai.
Terdengar orang masih berbicara tentang kejadian kemarin, mereka berkata kalau wanita bule itu di perk*sa karena lelaki itu bukan sekali atau dua kali berbuat mesum di area sini.
" Mana ada di perk*sa tapi mendes*h menikmati." Gumam Raka lirih, karena kemarin dia sempat mendengar racauan dan des*han yang bersahutan.
" *Laki-laki nya gatel cewek nya juga sama, gak kapok-kapok padahal udah sering terciduk"
"Gak tau tuh kapan si Edo tobat nya yee*? Tanya warga yang lain.
Raka yang mendengar nama mantan sahabat nya itu, dia terkejut. Tapi dia belum pasti, apakah Edo yang sama atau berbeda.
Tak lama, terdengar klakson mobil dan berhenti tepat dekat pos satpam, Raka tau itu pasti Haris.
Raka buru-buru masuk dengan dada yang bergemuruh hebat, bagaimana jika itu benar-benar Edo mantan sahabat nya?
" Kenape sih? Muka nya gitu amat, kayak di kejar setan aja." Ucap Haris, sambil mengemudi.
__ADS_1
" Gapapa sih, gue cuma takut telat aja sih." Jawab Raka ngasal.
" Mobil Lu kemana? Tumben nebeng ama gue." Tanya Haris.
" Nape Lu keberatan hah?"
" Sensi amat sih ,gue kan cuma nanya ." Ucap Haris ketus.
" Mobil gue spion nya copot, body nya baret parah."
" Kenapa?" Tanya Haris.
" Kemaren di salip moge, mana gak ada itikad baik lagi, abis nyalip langsung pergi gitu aja." Jawab Raka dengan kesal.
" Ngarep banget atuh dia berhenti terus minta maaf, pengendara sekarang banyak yang minim akhlak. Sabar yee." Ucap Haris sambil terkekeh.
" Puas Lu, ngetawain gue." Ucap Raka sinis.
" Puas sih enggak, cuma lucu aja sama nasib Lu." Jawab Haris.
" Tega lu mah."
Haris tak menjawab, dia hanya tertawa jahil, sedangkan Raka dia kesal dan wajah nya memerah.
🥀
Terlihat berkas-berkas yang menumpuk, karena tertunda selama satu minggu.
" Walahh, ini kerjaan apa dosa sih? Sampe gak terhitung gini." Gumam Raka sambil menggelengkan kepala nya.
" Oke kita mulai, Fightingg." Ucap nya menyemangati diri sendiri.
Raka pun tenggelam dalam pekerjaan yang menumpuk ini, hingga tak menghiraukan ponsel yang dari tadi berkedip tanpa pesan masuk.
🥀
Waktu makan siang tiba, tapi pekerjaan Raka masih menggunung.
Raka sangat fokus dengan laptop nya hingga tak menyadari kedatangan kekasih nya, Lita.
" Udah makan siang?" Tanya nya, seketika Raka yang masih berkutat dengan laptop nya, langsung mendongakan wajah nya.
__ADS_1
Senyum nya langsung terbit saat melihat Lita yang datang dengan tersenyum ceria ke arah nya.
Tanpa membuang waktu, Raka langsung memeluk Lita dengan erat, menyalurkan kerinduan selama dua hari ini, karena Lita mendiamkan nya, jadi dia malu untuk bermanja dengan nya.
" Kok udah disini yang? kenapa gak di kampus?" Tanya Raka.
" Udah selesai kak, cuma satu materi kok. Aku kesini soalnya kangen." Jawab Lita, dia juga membalas pelukan Raka dengan erat juga.
" Siapa suruh diamin aku, bahkan aku gak tau salah aku dimana." Ucap Raka, dia mengelus kepala Lita yang masih memeluk dirinya dengan erat, wajah nya menyusup ke dada bidang Raka.
" Heemmm, aku gak tau sih, tapi rasa nya kakak lagi nyembunyiin sesuatu dari aku. Kalo kakak ada masalah, cerita sama aku. Nanti kita cari solusi yang terbaik sama-sama" Ucap Lita, dia melonggarkan sedikit pelukan nya.
" Iya sayang, terimakasih. Kakak hanya belum siap, jadi kamu sabar dan jangan salah paham ya." Ucap Raka. Lita mengangguk sambil tersenyum,dia mengusap pipi Raka dan mendekatkan wajah nya.
Sedetik kemudian bibir mereka saling menyentuh dan saling melu*at, hingga terdengar bunyi cecapan yang mesra.
Raka tak menyia-nyiakan kesempatan, dia juga membalas setiap permainan Lita. Sejak bersama nya, Lita menjadi ahli dan kadang-kadang dia yang memulai permainan.
Hingga pagutan mereka harus terpaksa terlepas karena ketukan di pintu. Lita tersenyum malu dan pergi ke arah sofa, dan Raka kembali ke kursi kebesaran nya.
" Masuk." Ucap Raka tegas. Dia memperbaiki jas dan dasi nya yang sempat di tarik oleh Lita saat mereka berciuman tadi.
Muncul lah sosok menyebalkan versi Raka, Haris masuk dengan nyengir, menampilkan deretan gigi nya.
" Asem, gue kirain siapa? Kenapa gak langsung masuk aja, biasa nya juga gitu kan." Gerutu Raka, dia kira siapa tang datang.
" Gue gak mau ganggu kalian, kalo gue ngetuk pintu, ada waktu buat benerin lipstik sama kemeja Lu." Ucap Haris dengan senyum jahil nya.
Seketika Raka melirik kemeja nya, terdapat noda merah lipstik milik Lita. Dia menepuk dahi nya, kenapa Lita ini.
" Lain kali pake lipstick yang transfer proof ya beb, kalo gini kan ketahuan." ucap Raka, dia mengusap wajah nya.
" Hahaa, si Raka salting ketahuan ya?" Ucap Haris.
Raka dan Lita saling membuang pandangan nya, malu karena kelakuan mereka terciduk karena lipstick yang tertinggal di kemeja Raka.
🌻🌻
Terciduk kan?🤭🤭 malu benerr🤣
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga yaww😘