
Singkat nya, tibalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Lita dan Raka. Hari ini, satu jam lagi mereka akan sah menjadi pasangan suami istri. Raka benar-benar menepati janji nya untuk meresmikan hubungan mereka.
Saat ini, di kamar Lita tengah di landa kegugupan. Mengingat ini adalah momen pertama dalam hidup nya, semoga saja ini yang terakhir juga.
Bella juga ada disini, dia ingin mendampingi sahabat nya disaat-saat bahagia nya.
"Bagaimana penampilan ku, Bell?" Tanya Lita. Saat ini dia sudah memakai kebaya mahal berwarna putih dengan siger sunda dan melati yang menambah kesan cantik pada Lita.
Raka yang memilih kebaya itu dan penata rias nya juga dia yang menentukan, tentu yang terbaik untuk istri nya.
"Apa ini benar kamu Lita? Jika saja aku tak menemani mu dari awal di rias, aku takkan mengenali mu Lita. Cantik sekali." Ucap Bella, kagum dengan kecantikan Lita. Tanpa make up saja, Lita sudah cantik natural. Apalagi sekarang dia di permak habis-habisan, agar terlihat cantik saat acara puncak nya sebentar lagi.
"Benarkah?" tanya Lita.
"Iya sayangku, kamu sangat cantik." Jawab Bella.
"Huhh, aku sangat gugup Bell." Gumam Lita lirih.
"Semua wanita pasti akan merasakan nya Lita, apalagi ini yang pertama. Gugup bercampur bahagia kan? Itu wajar kok."
"Iya Bell, jantung ku berdebar gak karuan." Cetus Lita sambil terkekeh.
Pintu terbuka, dua orang perempuan dari salon kembali dengan membawa hiasan lagi.
"Kakak, duduk dengan pandangan lurus ke depan. Kita pasang kembang goyang nya dulu." Ucap salah satu nya.
Dengan senyuman yang merekah indah di bibir nya, Lita menurut. Mereka memasang kembang goyang di kepala Lita, menambah kesan cantik Lita.
(Anggap aja itu Lita ya🤭🤭)
Lita berdiri setelah kedua perempuan itu keluar meninggalkan Lita setelah memasang kembang goyang nya.
Acara puncak, atau ijab akan di laksanakan pukul 9, berarti tinggal setengah jam lagi.
__ADS_1
Krieetttt...
Pintu berderit, dan seorang pria gagah dengan setelan jas berwarna navy masuk. Mata nya langsung menatap Lita dengan intens, bahkan hingga berkaca-kaca.
Namun dengan cepat, pria itu memalingkan wajah dan mengusap air mata di ujung mata nya. Jika tidak, air mata itu akan meluncur bebas tanpa bisa di cegah.
"Abang?" Panggil Lita.
Haris menoleh, pria itu adalah Haris. Maksud hati ingin menjemput adiknya, karena Raka dan petugas dari kantor urusan agama sudah sampai dan acara harus segera di langsungkan.
Tapi dia malah di buat terharu, melihat adik kecil nya sangat cantik dengan balutan kebaya dan riasan ala sunda itu. Membuat pertahanan Haris roboh seketika, tapi dia harus sadar. Adiknya kini sudah dewasa, dia berhak bahagia dengan pilihan nya sendiri.
"Iya, kenapa dek?" Tanya Haris. Berusaha tersenyum, melupakan kelemahan nya di depan Lita. Dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa, padahal hati nya saat ini sedang tak baik.
"Abang kenapa?" Tanya Lita, dia melihat mata abang nya memerah.
"Abang baik-baik saja, ayo turun ke bawah. Calon suami mu sudah menunggu, jangan biarkan dia terlalu lama menunggu." Goda Haris. Sedang yang di goda hanya tersipu dengan wajah yang merona.
Haris dan Bella menggandeng tangan Lita, mereka turun dengan hati-hati.
Mereka terkagum melihat betapa cantik dan anggun nya calon mempelai wanita, bahkan hanya sekilas pandang saja bisa di katakan gadis itu cantik luar dan dalam nya.
Lita tersipu, wajah nya kembali merona saat sudah duduk di samping Raka untuk melaksanakan Ijab qobul. Raka juga tak berhenti menatap wajah cantik gadis yang beberapa menit lagi akan menjadi istri nya, sah secara hukum dan agama.
"Bisa kita mulai?" Tanya pak penghulu.
Raka mengangguk, Haris juga. Sebagai kakak Lita, Haris mempunyai tanggung jawab menjadi wali nikah Lita, karena orang tua mereka sudah lama meninggal.
Pak penghulu mengulurkan tangan nya, dan di sambut baik oleh Raka.
Raka mengucapkan ijab dengan sekali tarikan nafas dengan suara yang tegas dan lantang.
Sahhhh...
Riuh seketika, setelah ijab selesai di ucapkan. Ada rasa lega dalam hati Raka setelah mengucapkan kata keramat itu, dia bahkan harus begadang demi menghafal ucapan itu.
__ADS_1
Akhirnya Raka dan Lita sah menjadi suami istri, Haris menatap Sepasang pengantin baru itu dengan tatapan haru. Melihat betapa bahagia adiknya itu saat bersama Raka, bahkan adiknya terus menunjukan senyum nya sejak tadi.
"Acara inti sudah selesai, kami pamit dulu. Masih ada beberapa tempat yang harus kami datangi, selamat siang, selamat berbahagia." Ucap Pak penghulu dan dua orang laki-laki yang hanya mengangguk sopan.
"Baik Pak, terimakasih." Ucap Raka sopan.
Haris mendekati sepasang pengantin itu dengan langkah lesu, dia akan sangat merindukan Adiknya, yang sekarang menyandang status Nyonya Raka Perwira.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia selalu sampai ajal menjemput, semoga cepat di beri momongan." Ucap Haris.
"Terimakasih Kak Ipar."
"Raka, sekarang Lita adalah istrimu. Otomatis dia adalah tanggung jawab mu sekarang, tolong jaga dia dengan baik. Jangan pernah sakiti hati nya, selalu temani dia setiap waktu."
"Jangan buat dia marah atau kesal, karena na*su makan nya takkan terkendali."
"Satu lagi, jangan buat adik ku menangis." Peringat Haris.
"Baik kak, aku akan menjaga Lita sebaik dan semampu yang aku bisa." Jawab Raka dengan sungguh-sungguh.
"Bagus, tapi perlu kau ingat. Sekali saja kau buat adik ku menangis, aku akan membawa nya kembali pada ku." Ucap Haris tegas. Raka hanya tersenyum simpul, dia meraih tubuh Haris dan memeluk nya ala pria.
Setelah dengan Raka, kini Haris harus memberikan sedikit petuah untuk adik nya.
"Lita, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Kamu harus ingat dengan tugas dan kewajiban mu setelah menikah. Raka adalah suami nya, kamu harus menuruti setiap perintah dan perkataan nya."
"Jadilah istri yang baik dan penurut, Jika dia menyakiti mu bilang pada abang. Saat itu juga abang akan membawa mu." Ucap Haris. Lita meneteskan air mata nya. Dada nya terasa begitu sesak, padahal dia takkan pergi jauh hanya ke apartemen saja.
"Terimakasih Bang, Lita akan lakuin apa yang abang bilang. Lita akan jadi istri yang baik dan penurut, terimakasih selama ini sudah menyayangi Lita. Berkorban dan berjuang untuk Lita, Lita menyayangi Abang." Ucap Lita. Air mata nya menetes semakin deras, Haris meraih tubuh mungil Lita dan mendekap nya.
Bahkan sekuat apapun seorang kakak, pertahanan nya tetap akan runtuh saat harus melepaskan adik nya untuk orang lain, suami nya.
🌻🌻🌻
tinggalkan jejak, like, komen, vote dan follow akun author.
__ADS_1
tap favorit juga ya wakk, happy reading❤️