
Wajah Mike memerah saat mencoba sambel buatan adik ipar nya, entah kepedasan atau ada faktor lain.
"Ini sambel garam nya sekilo kali ya, asin banget. Siapa sih yang bikin?" Gerutu Mike, mengibaskan tangan di depan mulut nya.
"Aku yang buat, kenapa? Gak suka, gak usah di makan gak maksa juga buat makan kok. Sana pergi, saya bukan koki disini. Sudah syukur di masakin." Sinis Marsya, jangan lupakan tatapan tajam nya yang menghunus seperti pedang.
Mike menelan ludah nya dengan susah payah, memang benar kata orang, jangan cari gara-gara sama cewek yang lagi dateng bulan, akibat nya fatal. Bahkan Brandon yang biasa nya tengil, dia memilih diam untuk menghindari peperangan.
"Suami aku juga di kasih ikan gosong gak komplain tuh, kenapa anda komplain? Besok-besok makan sendiri, jangan mau di masakin." Sinis Marsya lagi, membuat Mike kena mental dan memilih melanjutkan makan nya.
"Kata nya asin tapi masih di makan, laper apa doyan?" Sindir Marsya dengan senyum mengejek nya.
"Aduhh, aku kenyang sayang.." Ucap Brandon sambil mengusap perut nya.
"Habisin nasi nya, gak boleh buang-buang makanan." Tegas Marsya, membuat Brandon mau tak mau harus memakan nya lagi sampai habis, hingga piring nya bersih tanpa tersisa satu butir nasi pun.
"Nah gitu dong, inget masak itu cape. Hargai yang masak, kalo gak enak bilang baik-baik jangan bisa nya cuma komplen tapi di suruh masak sendiri kagak mau." Ucap Marsya, seperti nya dia masih kesal pada Mike.
Setelah acara makan malam selesai dengan penuh drama, akhirnya Mike dan Brandon bisa bernafas lega dan duduk nyaman tanpa intimidasi di sofa ruang tamu.
"Gila Brand, bini lu nakutin banget kalo lagi dateng bulan. Sumpah sih, gue takut setengah mati tadi pas makan, rasanya gak nyampe ke perut."
"Jangankan Elu, gue juga takut kak. Nyeremin banget sumpah." Keluh Brandon.
"Kamu kan mafia, kenapa takut sama perempuan yang lagi dateng bulan Mike?" Celetuk Roberts yang sedari tadi hanya diam.
"Ini masalah nya beda lagi Pa."
"Mafia kejam takut sama adik ipar nya sendiri, nanti kalo udah punya bini pasti jadi suami takut istri ya?" Cetus Brandon, asal ceplak.
Mike menepuk pelan lengan Adik nya, dia kesal bukan main.
"Jangan ngeledek, lu juga suami takut istri." Ketus Mike.
"Iya juga sih, gue takut banyak kak apalagi soal jatah malem."
"Jatah mulu yang lu omongin, gak bosen apa?" Tanya Mike, dia heran dengan adik nya. Sejak menikah, dia terus membicarakan tentang jatah malam, seperti tak punya topik pembicaraan lagi.
"Lu belum tau enak nya, gue kecanduan kak." Jawab Brandon.
"Serah lu dah, mentang-mentang dah punya bini."
"Makanya buruan kawin, keburu tua lu kak." Ledek Brandon lagi, memulai kejahilan nya meledek kakak nya.
__ADS_1
"Udah tua kok Brand.." Celetuk Roberts dengan santai nya, terlihat seperti tak berdosa setelah mengatakan hal itu.
"Papa.." Brandon dan Roberts kompak tertawa saat mendengar rengekan Mike.
"Apa daya, Hanna nya masih belom siap di ajak nikah." Gumam Mike.
"Apa?" Bukan Brandon atau Roberts, tapi Marsya yang memekik dari belakang.
"E-ehh, kenapa dek?" Tanya Mike gugup.
"Udah resmi sama Hanna?" Tanya Marsya balik.
"Resmi apanya sih dek? Gak kok, cuma baru bilang suka aja."
"Ohh gitu, yaudah semoga cepetan ya. Biar gak kedinginan, emang gak takut tidur sendirian?" Ledek Marsya, membuat Mike mendelik.
"Kenapa tuh mata?" Tanya Marsya, tapi Mike tak menjawab. Lebih baik diam daripada harus mendebat wanita PMS, bisa-bisa besok dia di jejeli sambel. Jadi, diam adalah pilihan satu-satunya saat ini.
"Tidur sayang, udah malem. Besok kamu udah mulai kerja kan?"
"Iya yang." Jawab Brandon, dia menggandeng tangan Marsya dan pergi ke kamar nya.
"Kenapa cewek PMS bisa senyebelin itu sih?" Rutuk Mike.
Di kamar, Marsya mulai bermanja dengan suami nya, Brandon sudah panas dingin tapi tak bisa menyalurkan.
"Ayang jangan gesek-gesekk dong, bangun nanti. Susah nidurin nya."
"Kok gak boleh, kenapa?" Tanya Marsya polos.
"Kamu tau gak, pergerakan kamu ini bikin aku panas dingin. Tapi gak bisa di salurin, kan kamu nya lagi dateng bulan." Jelas Brandon. Marsya baru mengerti mungkin, terlihat dari ekspresi nya.
"Yaudah, bobo sambil peluk aja ya? Ini perut ku sakit lagi."
"Harus di apain sayang?" Tanya Brandon, tangan nya menyibak piyama Marsya hingga ke atas dada dan mulai mengelus perut Marsya.
"Enakan gak?" Marsya menganggukan kepala nya, dia menyandarkan kepala nya di dada bidang suami nya, tak lama dia tertidur dengan posisi yang merugikan bagi Brandon.
"Udah tau lagi dateng bulan, pake mancing-mancing segala, kan bangun jadi nya." Gerutu Brandon, karena tangan nakal istri nya mengelus bagian terlarang itu hingga membuat nya terbangun dan berdiri tegak.
"Penyiksaan secara nyata." Rutuk nya lagi.
Di rumah Raka, pria itu sedang melakukan kegiatan favorit nya. Sekarang tak akan terganggu lagi, karena dia sudah menyewa pengasuh untuk Baby Ralinsya.
__ADS_1
Setelah lama berpuasa, akhirnya malam ini berbuka dengan nikmat.
"Sakitt Mas, jangan keras-keras.." Ringis Lita, karena ini pertama kali nya mereka melakukan nya lagi setelah Lita melahirkan.
Tapi Raka tetap memacu tubuh nya di atas tubuh polos istri nya, tak menghiraukan ekspresi kesakitan istri nya. Dia sudah sangat bernafsuu dari kemarin-kemarin, tapi selalu terganggu karena tangisan Baby Ralinsya.
"Mass.."
"Ya sayang?" Jawab Raka, tapi tak menghentikan gerakan maju mundur nya.
"Masih lama? Sakit, pinggir nya perih."
"Tahan sebentar lagi sayang, sebentar lagi pasti meledak." Jawab Raka, Lita hanya menganggukan kepala nya dan sesekali menyeka keringat yang mengucur di kening suami nya.
Sebenarnya dia ingin marah, karena dia sudah kesakitan tapi suami nya belum mau berhenti. Tapi saat melihat betapa semangat nya dia melakukan nya, membuat Lita berfikir dua kali dan memilih menahan rasa sakit nya.
Raka mempercepat gerakan nya karena dia merasa akan mencapai puncak nya, tubuh Lita terguncang hebat hingga membuat nya memekik.
"Mas, sakiittt .." Tapi sedetik kemudian dia merasakan cairan hangat yang membanjiri area inti nya, hingga meluber keluar lagi.
Raka ambruk dan menindih Lita, dia masih mengatur nafas nya yang tersengal setelah pelepasan nya.
"Terimakasih untuk buka puasa nya sayang.." Bisik Raka di telinga istri nya, Lita mengusap kepala Raka yang masih mendusel di leher putih nya.
"Tidurlah sayang, kamu keluar banyak sekali. Pasti karena lama tak keluar ya?"
"Iya sayang, aku puasa lama sekali. Apa masih sakit sayang?" Tanya Raka.
"Sedikit ngilu sayang, kenapa?"
"Aku menginginkan nya lagi, boleh ya?" Ucap Raka.
"Istirahat lah sebentar sayang, kamu pasti cape. Besok pagi kan bisa, sebelum pergi ke kantor."
"Baiklah, ayo tidur.." Raka turun dari tubuh sang istri, lalu meraih tubuh polos istri nya ke dalam pelukan. Dia pasti nyenyak tidur, karena sudah berbuka puasa dengan sangat nikmat.
🌻🌻
Si abang buka puasa ya?😂😂
tinggalkan jejak nya ya, dan jangan lupa mampir di karya author yang lain, happy reading❤️
__ADS_1