
Marsya terdiam dengan wajah polos nya, Brandon menuntut untuk memanggil nya dengan panggilan sayang, tapi rasa nya dia masih canggung dengan hubungan ini.
"Sayang, kenapa melamun? apa kau melamun kan pria cungkring itu? Apa bagus nya dia di bandingkan aku?" Tanya Brandon kesal, bukan nya menjawab, gadis itu malah melamun.
"Enggak kok, kakak ini kenapa cemburuan banget sih?"
"Ya karena aku mencintai kamu, dan kamu milik ku." Jawab Brandon.
"Baiklah aku akan memanggil mu sayang saja." Putus Marsya, dia harus mengambil langkah demi hubungan nya.
Meski hati nya belum sepenuhnya yakin dengan hubungan nya dengan Brandon, tapi melihat ketulusan dan kebaikan nya selama ini membuat nya luluh, akhirnya dia meyakinkan dirinya sendiri agar menjalani hubungan ini.
Brandon tersenyum penuh kemenangan, dia mendekat dan memeluk Marsya. Meski bukan pertama kali nya, tapi tetap membuat jantung nya berdebar.
"Jangan kecewakan aku kak." Ucap Marsya di pelukan Brandon, dia juga melingkarkan tangan nya di pinggang lelaki itu, membalas pelukan nya.
"Takkan pernah." Jawab Brandon, dia mengusap puncak kepala Marsya dengan lembut.
Brandon melerai pelukan nya, dia menatap Marsya dengan tatapan memuja. Sangat terlihat bahwa dia mencintai gadis itu dengan tulus, perlahan tangan Brandon terulur dan merapikan anak rambut Marsya menyelipkan nya ke belakang telinga.
Brandon mendekatkan wajah nya dengan wajah Marsya, sangat dekat. bahkan Brandon dapat merasakan sapuan hangat nafas Marsya, dia memiringkan kepala nya dan mencium bibir Marsya.
Kedua mata gadis itu membulat, ini pertama kali nya di berciuman dengan pria.
Brandon melummat bibir mungil Marsya dengan mesra, merasa tak ada balasan akhirnya di menggigit bibir Marsya hingga refleks gadis itu membuka mulut nya.
Tentu nya Brandon takkan menyia-nyiakan kesempatan ini, dia menelusupkan lidah nya masuk dan bermain di dalam mulut Marsya.
Meski sempat terkejut, tapi kelamaan Marsya menikmati nya dan perlahan menutup mata nya, dan membalas setiap lummatan Brandon. Masih terkesan kaku, tapi Brandon tau kalau ini adalah ciuman pertama gadis nya.
Sepasang insan itu terus berpagut mesra di bangku taman, untung nya suasana taman sangat sepi, jadi tak ada yang melihat kelakuan mereka.
Hingga Marsya kehabisan nafas dan memukul pelan dada Brandon, dia paham dan melepaskan ciuman nya dengan terpaksa.
Brandon mengusap bibir Marsya yang basah karena ulah nya, bahkan bibir Marsya memerah karena gigitan nya tadi.
"Itu hukuman untukmu, jika nakal lagi aku akan melakukan hal yang lebih. Jadi waspada lah." Ucap Brandon santai , tanpa menghiraukan ekspresi wajah Marsya yang memerah seperti tomat.
"Bibir mu sangat manis, aku menyukai nya." Ucap Brandon lagi.
"Sudahlah jangan di bahas itu membuat aku malu yang."
"A-apa? Katakan sekali lagi."
"yang mana?" Tanya Marsya.
"Tidak, lupakan lah. Ayo pulang, ibu mu pasti menunggu." Ucap Brandon, lalu menggamit tangan Marsya dengan mesra.
Lagi-lagi Marsya tersipu dengan perlakuan istimewa dari lelaki nya itu, dia gadis biasa yang beruntung bisa menjadi bagian dari kehidupan Brandon.
Tapi, tanpa mereka tau ada sepasang mata yang menatap mereka dengan penuh kemarahan, dia kebakaran jenggot saat melihat Marsya dan Brandon berciuman mesra tadi.
Kedua tangan nya mengepal dengan tatapan tajam, saat melihat sepasang anak manusia itu sudah pergi dari taman dengan Marsya yang memeluk pinggang laki-laki itu.
__ADS_1
"Rasa nya aku tak rela melihat dirimu di miliki laki-laki itu, Marsya." Gumam nya, dia Adi. OB baru yang bekerja di AM Group.
Adi juga pergi setelah menetralkan ekspresi nya, dia menyukai Marsya bahkan di saat pertama kali dia bertemu gadis manis sederhana itu. Tapi ternyata dia terlambat satu langkah, gadis itu sudah di miliki oleh Brandon. Receptionist yang bekerja di kantor itu juga.
Saingan nya cukup berat, mengingat dia adalah adik dari asisten CEO perusahaan tempat nya menggantungkan hidup, Raka Perwira.
🌻
Brandon menghentikan motor nya di halaman rumah Marsya, dia membuka kan helm nya dan dia pun ikut turun.
"Mampir dulu, minum kopi yang?" Tawar Marsya, membuat Brandon tersenyum lebar saat mendengar panggilan sayang dari gadis nya itu.
"Apa tidak merepotkan sayang?" Tanya Brandon sungkan.
"Tidak, ayo masuklah. Ibu menanyakan dirimu kemarin,"
"Benarkah? Wahh, aku senang sekali sayang." Ucap Brandon dengan ekspresi senang nya, dia mengekor di belakang Marsya.
"Bu, Aca pulang.."
Ibu Asih tersenyum saat melihat siapa yang mengekor di belakang anak nya, pria idaman yang menjadi perbincangan para ibu-ibu di perumahan kumuh ini.
"Selamat sore, Bu." Sapa Brandon. Ibu Asih hanya menjawab nya dengan senyuman.
"Kenapa pulang terlambat?" Tanya ibu Asih.
"Tadi saya ajak jalan-jalan dulu Bu." Jawab Brandon nimbrung, padahal Ibu Asih bertanya pada anak nya.
"Ohh baiklah, bikin kan minum nak." Marsya mengangguk dan pergi ke dapur.
"Mengaji sore Nak." Jawab Ibu Asih. Brandon hanya menganggukan kepala nya mengerti.
"Ehemm, Bu. Apa saya boleh numpang ke kamar mandi?"
"Silahkan Nak, di belakang. Ada Aca di dapur, tanya saja pada nya." Ucap Ibu Asih.
Brandon bangkit dari duduk nya, dan pergi ke belakang. Dia melihat Marsya sedang berdiri di depan kompor dengan tangan yang sibuk memotong-motong sayuran.
"Sedang apa sayangkuu?" Tanya Brandon, dia melilitkan tangan nya di perut rata gadis itu.
"Kamu ini bikin aku terkejut yang, laper mau bikin mie instan pake sayur sekalian bikinin kopi. Ayang mau kan?" Tanya Marsya, Brandon masih anteng memeluk gadis nya dari belakang.
"Mau dong, apalagi buatan pacar pasti akan terasa lebih enak." Jawab Brandon, dia menaruh dagu nya di pundak Marsya.
Marsya geleng-geleng kepala saat melihat betapa manja nya Brandon jika sedang bersama nya.
"Kamu ngapain kesini?" Tanya Marsya.
"Niat nya mau pipis, eh tau nya malah liat bidadari lagi bikin mie, jadi nya malah nempel disini." Jawab Brandon santai.
"Kamar mandi tuh disana, sana pergi. Nanti Mama liat, bisa habis di sidang."
"Tapi kamu hangat banget." Rengek Brandon.
__ADS_1
"Jangan merengek seperti anak kecil, kamu kan biasa nya juga mendominasi. Tukang ngatur."
"Heh, aku cuma gitu sama kamu doang." Ucap Brandon.
"Iya deh, yaudah kalau mau pipis. Nanti mie nya aku siapin."
Brandon pun melepaskan pelukan nya dengan terpaksa, lalu melangkah pelan ke arah kamar mandi.
Setelah menuntaskan hajat nya, Brandon kembali ke ruang tamu.
"Ibu kemana?" Tanya Brandon, setelah duduk di depan Marsya.
"Di kamar, kata nya mau istirahat habis minum obat."
"Makan mie nya keburu melar yang." ucap Marsya.
"Suapin.."
"Manja, kan punya tangan. Makan aja sendiri." Jawab Marsya.
"Jahat banget sama pacar."
"Gak usah so-soan jadi korban ya kak, udah makan mie nya terus minum kopi nya "
Brandon meniup-niup mie buatan Marsya, dan memakan nya dengan lahap. Mereka makan dengan di selingi canda tawa ala sepasang kekasih.
Hingga candaan mereka harus terhenti karena bunyi ponsel Brandon.
"Napa?" Tanya Brandon setelah mengangkat telepon nya.
"Lu dimana? Kenapa belom balik?" Tanya Raka.
"Lagi di rumah Marsya, sebentar lagi gue balik bang."
"Ohh syukur deh, gue kira lu balapan liar. Soal nya lu kan lagi bete tadi siang, yaudah jangan malem-malem balik nya." Ucap Raka,
"Gue dah janji kagak ngikut balapan liar lagi, sayang nyawa apalagi gue belom kawin. Udah dulu, lagi makan." Brandon pun mematikan sambungan telepon nya sepihak, tanpa menunggu jawaban dari abang nya.
"Siapa?"
"Bang Raka." Jawab Brandon, kembali fokus memakan mie nya.
"Kenapa?"
"Nanyain kenapa belum pulang." Jawab Brandon lagi.
"Ohh, abang kamu sangat perhatian ternyata. Padahal dia dingin banget kalo di kantor."
"Ya itu lah bang Raka, dia sayang sama aku." Jawab Brandon.
🌻🌻
Ehem🤭
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak nya, follow akun author juga,😘