
Setelah makan sebentar, Raka dan Lita pun pulang tak lupa membawakan makanan untuk orang rumah.
Kening Raka mengernyit saat melihat mobil sedan mewah terparkir rapi di halaman rumah nya, apa ada tamu? Kira-kira siapa?.
Setelah memarkirkan mobil nya, Lita keluar lebih dulu di susul Raka yang menenteng beberapa kantong belanjaan.
"Suami atau supir, pembantu?" Ucap seseorang dari dalam, saat kedua insan itu baru saja masuk.
Sontak Raka dan Lita menoleh bersamaan, Raka memutar mata nya jengah melihat orang yang paling menyebalkan dalam hidup nya itu. Ayah nya berdiri bersedekap dada, berjalan dengan angkuh ke arah mereka.
"Kau hanya di anggap pembantu atau ladang uang saja disini Raka, lihat lah dirimu."
"Sekaya apa kau hingga mampu menampung orang susah?" Tanya Farhan, saat tadi kesini dia melihat Brandon di teras sedang membaca koran.
"Mau apa kesini?"
"Oh aku? Berkunjung saja, menjenguk anak dan menantu ku, juga istri ku." Jawab Farhan dengan mata yang menatap sinis ke arah Lita.
"Jangan menatap istri ku seperti itu, apa mau ku congkel?" Ucap Raka.
"Jangan kasar-kasar dengan orang tua Raka."
"Katakan tujuan mu kesini, sebelum aku marah dan menghajar mu." Raka menatap tajam pria tua di hadapan nya itu. Penampilan nya dari atas sampai bawah selalu necis, dan branded tentu nya. Mungkin itu yang membuat nya jadi incaran wanita penikmat ONS.
"Aku sudah bilang, aku hanya berkunjung."
"Tapi kau tak di terima di rumah ini." Ucap Raka, dia menatap Farhan dengan tajam.
"Ohh, ayolah. Kau itu anak ku, apa wanita itu memberi mu obat pelupa ingatan hmm? Hingga melupakan siapa diriku?"
"Dia punya nama, dan dia istri ku jika kau lupa juga." Ucap Raka.
"Wanita seperti dia itu banyak Raka, bahkan seratus pun kau mampu, jika mau."
"Aku tak tertarik, aku mencintai istri ku. Aku berjuang keras demi meluluhkan hati nya, dan aku takkan lupa itu." Jawab Raka datar.
"Ada saat nya nanti kau bosan."
__ADS_1
"Jika kau kemari hanya untuk menebar kebencian dan mengajak ku berdebat, lebih baik keluar dari rumah ku. Rumah ini selalu tertutup untuk pria bajingaan seperti kau." Ucap Raka pedas, bahkan pedas nya melebihi seblak level lima.
Di tengah perdebatan itu, terdengar suara benda jatuh dari kamar Mama. Dengan cepat Lita berlari ke kamar mertua nya itu.
Alangkah terkejut nya dia saat melihat keadaan mertua nya, pipi nya lebam, tubuh nya terluka seperti di cakar dan luka itu mengucurkan darah segar. Juga sejumput rambut yang teronggok di lantai, membuat Mama Renata terlihat sangat berantakan.
"Masss... " Teriak Lita, dia tak sanggup melihat mama mertua nya seperti ini, dia meletakan kepala Mama nya di pangkuan, mengelus wajah pucat dengan sudut bibir yang membiru dan terluka. Seperti nya di tampar sangat keras.
Raka meninggalkan pria menyebalkan itu dan bergegas pergi ke kamar Ibu nya.
"Mas, Ma-ma.." Ucap Lita lirih, dia sudah menangis terisak sambil memegang kepala Mama nya yang tak sadarkan diri.
"Mas panggil dokter dulu sayang." Ucap Raka segera menelpon dokter terdekat untum datang ke rumah nya.
"Sialan, ini pasti perbuatan pria tua sialan itu." Ucap Raka dengan emosi.
Tepat saat Raka keluar dari kamar Ibu nya, Brandon juga baru masuk, entah dari mana dia.
"Masuk, bantu Lita." Perintah Raka tegas dengan wajah yang memerah, Brandon tak mampu menolak, dia langsung melakukan perintah Raka.
Saat tiba di ruang tamu, Raka semakin emosi saat melihat Farhan tengah duduk santai sambil merokok dan secangkir kopi.
"Aku hanya memberi nya sedikit pelajaran, karena tak mau melayani suami nya."
"Suami? Kau masih menganggap dirimu suami, Jika aku jadi ibu, aku tak sudi melihat tampang menjijikan ini." Ucap Raka, dia menghadiahi wajah menyebalkan ayah nya itu dengan sebuah tinjuan yang keras, hingga membuat pria itu terjengkang ke belakang.
"Berani nya kau memukul ku Raka Perw.."
"Kau fikir aku tak berani hah? Hanya meninju saja, bahkan membunuh mu saja aku sanggup, saat ini juga bisa ku lakukan." Ucap Raka dingin, membuat bulu kuduk Farhan merinding disko.
"Kau takut? Kenapa baru sekarang? Dari awal aku sudah memperingatkan dirimu, termasuk saat di rumah sakit."
"Tak cukup kah istri muda mu membuat istri ku bersedih karena janin nya tak dapat bertahan? Sekarang dia tertekan karena susah hamil, apa kau tau penderitaan nya hah? apa salah istri ku sebenarnya, hingga kau membenci nya." Ucap Raka, menatap tajam pria yang terduduk di lantai dengan sudut bibir yang berdarah.
"Karena dia kau menolak perjodohan yang sudah ku siapkan, dan lagi kau di pengaruhi oleh wajah polos nya itu."
"Meski tak mengenal Lita aku takkan pernah mau menuruti keinginan mu, aku berhak memilih siapa yang akan menemani ku, ini hidupku kalian tak berhak mengatur nya!" Ucap Raka tegas.
__ADS_1
"Pergilah, aku mual melihat wajah mu."
"Jangan terlalu sombong, suatu saat kesombongan mu itu akan membuat mu celaka." Ucap Farhan.
"Nasehati dirimu sendiri sebelum menasehati orang lain, anggap aku orang lain, karena pada dasarnya aku tak mau punya ayah bajingaan seperti mu." Jawab Raka.
"Jangan datang lagi kesini, atau kau akan mendapat kesakitan yang lebih dari ini, mungkin saja nyawa mu melayang saat melangkah di rumah ku." Ancam Raka.
Farhan berdiri dengan lemas, dia masih merasakan sakit akibat tinju yang di layangkan Raka, gigi nya terasa sakit dan kepala nya pusing. Sekuat itu kah kekuatan pukulan Raka?.
Dia melangkah pelan mendekati mobil nya, lalu masuk dan mengendarai nya dengan kecepatan sedang.
Raka tersenyum lega saat pria itu sudah pergi, mungkin Farhan belum sadar kalau kartu nya di bekukan oleh Raka. Karena menurut pengintai khusus nya, Farhan pergi ke indonesia tepat sehari setelah mencuri di perusahaan Mama nya.
Raka kembali ke kamar, melihat keadaan Mama nya.
Lita menggenggam tangan Mama Renata, Brandon juga mengipasi nya karena udara terasa sangat panas, meski ada AC.
"Mama belum sadar?" tanya Raka dengan raut wajah khawatir.
"Belum Mas, aku takut Mama kenapa-napa." Ucap Lita ,mulai menangis lagi. Setelah mati-matian di bujuk oleh Brandon tadi.
"Mama bakal baik-baik aja, kamu tenang ya. Jangan gini, nanti Mama sedih." Ucap Raka, mengusap bahu istri nya yang terguncang.
Perlahan Mama Renata membalas genggaman tangan Lita pelan, dia mengusap nya juga.
"M-mama.. " panggil Lita langsung memeluk dan menciumi wajah Mama mertua nya itu.
"Mama gapapa kan Ma?"
"M-mama ga-k pa-pa kok. Hanya sedikit sakit disini dan disini." Jawab Mama Renata terbata, dia menunjuk lengan dan kepala nya. Tebakan Lita benar, Mama mertua nya di jambak hingga sebagian rambut nya rontok.
"Lita pijitin ya? Ini juga biar Lita obatin." ucap Lita ,lalu beringsut mengambil obat merah dan mengusapkan nya perlahan di luka itu.
Raka melihat betapa khawatir nya istri nya itu melihat Mama nya begini, dia tak salah memilih Lita sebagai istri nya.
🌻🌻
__ADS_1
*ONS* One night stand/Cinta satu malam
Ada pendapat tentang bapak nya Raka yang gak ada akhlak itu? Enak nya dia apain yah?🤭