Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kesedihan Marsya


__ADS_3

"Aca.." Panggil Hanna, sepasang pengantin baru itu datang ke kediaman adik nya.


"Hanna, aku merindukan mu." Ucap Marsya, dia menghambur memeluk tubuh sahabat nya yang kini juga menjadi kakak ipar nya.


"Aku juga, lagi masak apa?"


"Ini pesenan suami aku, katanya pengen tumis kangkung di pakein bunga honje." Jawab Marsya.


"Bukan nya honje itu asem, enak nya di bikin sambel rujak."


"Buah nya emang asem, bunga nya nggak kok. Nanti kamu cobain deh." Ucap Marsya, aneh saja bagi Hanna. Tumis kangkung pake bunga honje? Seperti apa rasa nya?


...


Marsya selesai memasak, tentu nya di bantu ibu dan kakak ipar nya juga.


"Ayo sarapan dulu, aku mau ke atas dulu bangunin suami." Pamit Marsya, dia pun pergi ke kamar nya.


Marsya membuka pintu dengan perlahan, dia melihat suami nya masih tertidur dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangg nya, karena tadi dia habis mendapat upah membeli bubur kacang ijo pagi-pagi buta.


"Sayang, bangun yuk kita sarapan."


"Hemmm..." Brandon hanya berdehem dan malah mengeratkan selimut di tubuhnya.


"Ada Hanna sama Kak Mike juga, mereka nungguin kamu di bawah."


"Aku ngantuk yang, masih pengen tidur." Jawab Brandon dengan suara serak nya.


"Kamu gak kerja gitu? Katanya kemarin kamu harus masuk pagi kan?"


"Iya, tapi males yang." Jawab Brandon lagi.


"Ayo bangun, nanti malem aku kasih jatah double ya." Tawar Marsya, membuat Brandon segera bangun. Dia mengucek kedua mata nya, masih terasa sepet tapi istrinya menawarkan penawaran yang sangat menguntungkan nya.


"Baiklah, aku mandi dulu sayang dan jangan lupa tutupi bekas cup*ng itu di leher mu itu." Ucap Brandon, membuat Marsya meraba leher nya.


....


Kedua nya turun bersamaan dengan tangan yang saling bertautan mesra.


"Selalu saja lama, padahal kan udah lama nikah nya.." Rutuk Mike.


"Gapapa dong, gak ada yang larang buat mesra sama istri sendiri. Lagian kalo iri tingal ikutin aja, gak usah sok dingin." Ledek Brandon dengan senyum jahil nya, membuat Mike mencebikan bibir nya sebal.


"Duduk lah, kakak mau bicara."

__ADS_1


"Bicara apa kak, nampak nya serius banget." Ucap Brandon, dia langsung duduk di samping istri nya.


"Kakak dan Hanna akan pindah ke US, kami akan menetap disana." Ucap Mike. Membuat Marsya yang sedang minum tersedak hingga batuk-batuk.


"Sayang, pelan-pelan dong minum nya.." Brandon menepuk pelan tengkuk istri nya. Wajah Marsya memerah karena tersedak parah.


"Apa ucapan kakak mengagetkan mu, maafkan kakak ya?" Marsya hanya menganggukan kepala nya, karena dia masih berusaha menenangkan batuk nya.


"Apa kakak sudah bicara dengan mama nya Hanna, atau Papa?"


"Mama nya Hanna sudah setuju, Papa juga. Karena disana kakak juga harus mengelola bisnis, belum lagi klan mafia kakak yang kehilangan pemimpin nya, karena kakak ada disini." Jelas Mike.


Uhukk.. Uhukk...


Marsya kembali tersedak, kali ini lebih parah hingga air mata nya mengucur.


"Sayang ada apa dengan mu ini?"


Marsya melirik tajam ke arah kakak ipar nya itu, dia baru tau kalau kakak ipar nya itu ada hubungan dengan dunia gelap permafiaan.


"Sejak kapan kakak menjadi mafia?" Brandon dan Mike saling bertatapan, hingga sedetik kemudian Brandon melempar kakak nya dengan buah jeruk.


Pantas saja Marsya tersedak terus menerus, tadi dia di kejutkan dengan ucapan Mike yang akan pindah ke amerika, sekarang dia baru tau fakta bahwa Mike adalah ketua mafia, Mike lupa kalau Marsya belum mengetahui hal ini.


"Jauh sebelum kemari, kakak adalah pemimpin klan mafia Sanse."


"Mungkin, bisa jadi. Kenapa?"


"Tidak, aku hanya menebak nya saja. Kapan kalian akan pindah?"


"Besok kami akan berangkat, kakak harap kalian bisa mengantar kakak ke bandara." Ucap Mike.


"Aku pasti bakal kangen sama Hanna." Keluh Marsya, wajah nya sendu saat menatap kakak ipar nya, juga dengan Hanna dia juga pasti akan merindukan Marsya.


"Kapan-kapan kamu main sama Brandon ke Amerika, sekalian honeymoon."


"Gak perlu honeymoon kak, aku udah bunting kok." Celetuk Marsya.


Sontak semua orang yang ada di meja makan tertawa mendengar celotehan Marsya. Tak menyangka wanita itu bisa berkata begitu setelah menikah dengan Brandon.


"Nanti kalo aku lahiran, kakak harus pulang ya?"


"Tentu saja, aku pasti pulang untuk melihat keponakan ku." Jawab Mike,


.....

__ADS_1


Keesokan pagi nya, Marsya dan Brandon sudah bersiap-siap karena hari ini Mike dan Hanna akan pergi ke Amerika, tepat nya pindah kesana.


"Sayang, aku pasti akan merindukan Hanna."


"Kak Hanna mengikuti suaminya, itu saja. Jangan terlalu di pikirkan," Ucap Brandon.


"Tetap saja, rasa nya sangat berat melepaskan sahabat sekaligus kakak ipar ku itu sayang."


"Itu sudah keputusan mereka sayang, kita tak bisa menghalangi nya. Sudahlah, ayo kita keluar pasti mereka khawatir." Brandon menarik pelan tangan istri nya itu dan membawa nya ke lantai bawah, dimaana semua orang sudah bersiap.


"Mana Papa? Apa papa tak ikut mengantar ke bandara?"


"Papa ingin disini bersama mu, dan saat ini kesehatan nya menurun, mungkin karena faktor usia juga."


"Baiklah, ayo kita berangkat sebentar lagi pesawat mu akan take off kan?" Tanya Brandon, karena Mike memesan tiket penerbangan pagi.


Singkat nya, mereka pun pergi dengan mobil milik Mike.


....


Sudah tiga jam berlalu, disinilah mereka saat ini. Marsya sedari tadi menangis sejak di mobil, dia tak sanggup melepaskan kakak ipar nya.


"Kakak.."


"Aca, kakak juga sebenarnya ingin terus dekat dengan mu, apalagi saat ini kamu sedang hamil muda, tapi suami kakak sudah memutuskan semua nya. Sebagai istri, bukan nya itu kewajiban kakak untuk mengikuti apapun keputusan suami nya?"


"Jangan menangis Marsya ku, kamu akan baik-baik saja disini meski berjauhan dengan kakak. Jangan menangis, ingat mood seorang ibu hamil berpengaruh pada janin yang di kandungnya. Jangan bersedih ya.."


"Aku akan merindukan kakak, kakak harus baik-baik saja disana. Telepon aku kalau sudah sampai, hati-hati di jalan kakak." Marsya memeluk tubuh Hanna dengan erat, begitu juga dengan Hanna. Mereka hanyut dalam suasana yang menyedihkan, semua orang terharu melihat adegan kedua kakak beradik itu.


"Ayo sayang, kita harus segera berangkat."


"Aku pergi dulu, jangan menangis lagi." Ucap Hanna, dia mengusap air mata yang terus mengalir dari kedua mata nya.


"Hati-hati di jalan kakak, aku akan merindukan kakak." Teriak Marsya, karena Hanna sudah melangkah menjauhi nya.


Marsya mendongak menatap suami nya, Brandon menggelengkan kepala nya.


"Percayalah, kakak mu akan baik-baik saja. Jangan terus menangis, ingat bayi kita."


Marsya menganggukan kepala nya dan bersembunyi di pelukan Brandon.


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


Maaf kalo garing, author nya lagi buntu sekarang🤣


__ADS_2