
Malam hari nya, Raka benar-benar menagih ucapan Lita tadi sore.
"Sayang aku meminta janji mu." Bisik Raka sensual di telinga Lita, membuat seluruh tubuh nya menegang.
Lita tak menjawab, dia hanya menganggukan kepala nya. Dia juga harus melakukan kewajiban nya sebagai istri, meski dia tau berhubungan badan saat hamil muda memang beresiko.
Tapi selama Raka melakukan nya dengan perlahan, mungkin takkan jadi masalah. yang jadi masalah nya adalah, Raka tak bisa pelan-pelan jika sudah melakukan hal favorit nya.
Raka memulai aksi nya dengan melucuti seluruh pakaian nya dan juga Lita. Dia selalu memulai foreplay yang membuat Lita melayang bahkan sebelum penyatuan. Raka tau dimana tempat sensitif Lita, dan dia menyentuh nya dengan lembut.
"Mass.. Ehmmmm.. " Desaah Lita di sela kenikmatan yang Raka buat.
"Belum mulai sayang." Ucap Raka, lalu menenggelamkan wajah nya di leher Lita dan mencumbui nya, meninggalkan bekas kemerahan.
Tangan Raka juga sibuk dengan kegiatan nya, meremaas dan memilin ujung dada Lita, dan bibir nya bergerak aktif dan mulai turun ke dada Lita juga.
Pluuupp..
Raka melepaskan kulumaan bibir nya di putting Lita.
Raka kembali turun dan mengelus bagian bawah Lita dengan hutan yang cukup lebat. Dia melebarkan kaki istri nya, dan menenggelamkan wajah nya di area itu.
Membuat Lita mendessaah hebat karena sensasi geli dan nikmat dalam waktu yang bersamaan, dan juga ini pertama kali nya Raka melakukan hal itu pada milik nya.
Raka mengecupi nya dengan nikmat, sesekali menjilat kacang kecil di bagian atas nya.
"C.. cukup Mas, aku sudah tak kuat lagi." Ucap Lita terbata-bata karena gelombang kenikmatan nya baru saja datang.
Raka menelan habis cairan itu dengan rakus nya, entah kenapa hari ini dia ingin memanjakan istri nya.
"Oke, kita mulai sayang." Ucap Raka, lalu mengarahkan senjata tempur nya ke arah milik Lita.
"Pelan-pelan Mas.." Ucap Lita lirih, dia memejamkan mata nya saat merasakan benda itu masuk dengan perlahan.
"Kenapa sayang? sakit?" tanya Raka, menghentikan kegiatan nya sejenak.
"Aahh tidak Mas, hanya saja perut ku merasa tak enak saja."
"Kau yakin mau lanjut?" Tanya Raka lagi.
"Lanjutkan saja, selama Mas melakukan nya dengan hati-hati itu takkan menyakiti ku."
"Baiklah."
Raka kembali berusaha menenggelamkan milik nya ke dalam lubang Lita.
Lita mendesaaah pelan saat semua nya berhasil masuk, tapi tetap memejamkan mata nya.
Raka juga merasa milik Lita semakin lama semakin sempit dan menjepit miliknya dengan denyutan yang nikmat, terasa seperti meremaas miliknya.
Raka mulai menggerakan pinggull nya maju mundur dengan perlahan, sesuai permintaan istri nya.
__ADS_1
Lita begitu menikmati sensasi ini, entah kenapa semenjak dia tau kalau dia sedang hamil, rasanya dia sangat menyukai hubungan badan, bahkan dia begitu agresif.
Hingga satu jam kemudian, Raka mempercepat gerakan nya mengejar pelepasan nya. Hingga tubuh Lita terguncang hebat.
"Ahhh.. Mas... " Racau Lita, dia berkata dengan terbata karena tubuh nya terguncang.
"Sebentar lagi sayang . " Ucap Raka, dia masih memacu tubuh nya di atas tubuh istri nya.
Hingga beberapa menit kemudian, Raka ambruk di atas tubuh polos Lita dengan keringat yang membasahi kedua nya.
Seperti biasa, mereka akan langsung beristirahat karena kelelahan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
🥀🥀
Hari terasa berjalan begitu cepat, hari ini adalah hari ulang tahun Raka. Hari yang di nanti kan nya, karena dia akan mengungkapkan kehamilan nya.
Saat ini Lita sedang menikmati jus nya di kantin bersama Brandon.
"Hari ini suami gue ulang tahun, enak nya ngasih apaan ya?" Tanya Lita.
"Kasih aja bunga atau coklat, terus tulisan happy birthday, kelar dah."
"Ihh lu pikir suami gue cewek gitu? Ya kali Mas Raka bakal suka." Ucap Lita ketus.
"Sebenernya gue ada sih ,tapi takut gak berkesan gitu."
"Apaan?" Tanya Brandon.
"Gue hamil, jadi gue fikir mau ngasih testpack garis dua terus di kotakin gitu, menurut Lo gimana?" Tanya Lita balik.
"Yaelah Bunting kayak sapi aja." Ketus Lita lagi.
"Udah berapa taun?"
"Gue periksa di bidan, kata nya masih dua bulanan." Jawab Lita santai, lalu menyeruput kembali jus mangga nya.
"Itu hadiah pasti berkesan banget buat Kak Raka, udah itu aja. Sama ucapan, Hi Daddy, atau semacam nya gitu." Usul Brandon.
"Buatin."
"Ogah, suami lu yang ulang tahun kok gue yang repot sih." Ucap Brandon sinis.
"Gitu amat sama temen sendiri."
"Yaudah buruan, bentar lagi kelas kedua mulai." Ucap Brandon, meski ketus tapi dia tetap membantu Lita.
Hingga setengah jam kemudian, sebuah kotak berwarna merah dengan pita berwarna biru sudah selesai. Lita memasukan kotak itu ke dalam tas nya, karena kelas ke dua akan segera di mulai.
🥀
Pukul tiga sore, Lita dan Brandon keluar bersamaaan. Entah lah kenapa Brandon merasa sangat khawatir dengan Lita.
__ADS_1
"Mau cilok nih." Gumam Lita.
"Gue beliin Tuan putri." Sahut Brandon.
"Gak usah, aku beli sendiri aja disana."
Lita menunjuk pedagang cilok dengan gerobak nya di seberang jalan, berarti Lita tinggal menyeberang jalan saja untuk bisa mendapatkan makanan yang dia inginkan.
"Yaudah hati-hati, aku beli minum dulu. tungguin." Ucap Brandon,lalu masuk ke dalam warung yang ada di dekat gerbang masuk kampus nya.
Setelah membeli minum, Brandon kembali mendekati Lita. Dari jauh, sudah terlihat mobil hitam yang terlihat mencurigakan.
Brandon sudah memiliki firasat, kalau orang di dalam nya punya niat jahat. Tapi pada siapa? Lita kah atau dirinya?.
Saat jalanan lengang, Lita memutuskan untuk menyeberang, tapi mobil itu juga segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Brandon segera menarik tangan Lita, hingga Lita tertarik dan terjatuh di sisi trotoar dan Brandon tertabrak mobil hitam itu dengan keras, hingga dia terpental beberapa meter.
"Brand.. " Ucap Lita lirih sebelum benar-benar kehilangan kesadaran nya.
Warga berkerumun mendekati lokasi kejadian, dan segera menolong korban nya. Dan membawa mereka ke rumah sakit.
Sedangkan mobil yang menabrak Brandon sudah pergi entah kemana. Darah segar, mengalir dari kepala Brandon. Mobil itu menabrak nya dengan sangat keras, dan menyebabkan pendarahan yang sangat parah.
Pranggg...
Tiba-tiba saja gelas yang di pegang Raka jatuh secara tiba-tiba, Raka terlonjak kaget.
Hati nya tak tenang, dan berdebar tak karuan. Ada apa? Kenapa hati nya tak tenang dan fikiran nya tertuju pada Lita nya.
Dia mencoba menghubungi istrinya, tapi sudah berulang kali Raka menelpon, dia masih tak mendapat jawaban malahan ponsel nya tidak aktif.
"Shiiiittt.. " Umpat Raka kesal.
Tapi sedetik kemudian, ponsel nya kembali berdering dan itu dari orang suruhan yang dia perintahkan untuk menguntit istrinya.
"Hallo Bos, Nyonya Lita kecelakaan dan saat ini di bawa ke rumah sakit harapan." Ucap orang di seberang sana.
Bagai tersambar petir di siang hari, dia merasa lemas dan tak percaya dengan apa yang di katakan orang suruhan nya.
"Kau tak sedang bercanda kan? Bercandaan mu tak lucu."
"Saya tak bercanda bos, Ada yang berusaha menabrak Nyonya tapi dia di selamatkan oleh seorang pria."
"Aku kesana sekarang." Putus Raka, dia segera keluar dari ruangan nya dengan raut wajah cemas yang kentara di wajah nya.
"Sayang bertahan lah, aku datang." Gumam Raka, dia berjalan tergesa-gesa ke area parkir dan segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
🌻🌻🌻
Huaaaa😭 akhirnya sampai di konflik juga😥
__ADS_1
tinggalkan jejak dan tp favorit ya, 😘
salam hangat dari Lita&Raka❤️