
Tak terasa, sudah dua bulan usia pernikahan Brandon dan Marsya. Semakin hari, mereka semakin mesra membuat kakak jomblo nya kebelet pengen nikah juga. Tapi sayang, Hanna masih belum memberi keputusan nya atau mengatakan kesiapan nya untuk menikah dengan Mike.
Hari ini, Mike berencana untuk kembali menemui Hanna dan menanyakan bagaiamana keputusan nya tentang ungkapan nya dua bulan lalu.
Meski dia berjanji akan selalu menunggu sampai kapan Hanna siap untuk menikah dengan nya, tapi dia juga ingin sebuah kepastian agar dia tak terlalu berharap pada Hanna, meski dia sangat menginginkan Hanna menjadi pendamping nya.
Hanna berjanji akan menemui Mike di taman kota, dekat kantor tempat adik nya bekerja.
Mike sudah duduk menunggu di kursi taman, tapi sudah lima belas menit dia duduk disana, belum ada tanda-tanda Hanna akan datang.
Tapi tak lama, terlihat Hanna berjalan tergesa ke arah nya, masih dengan seragam nya.
"Maaf ya aku telat kak, soalnya kerjaan aku banyak banget hari ini." Ucap Hanna, dia duduk di samping Mike dengan nafas yang masih terengah-engah karena berlari tadi.
"Tak apa Han, kamu pasti cape. Nih minum dulu, maaf aku beli nya boba." Ucap Mike, bukan nya di beri air mineral, ehh malah di kasih boba.
"Ihh ini favorit aku, tau aja kakak mah." Celetuk Hanna, dia segera meminum boba nya dengan sedotan.
"Author: Hanna habis lari minum nya air putih jangan boba dong."
"Hanna: gapapa thor, Hanna suka kok."
"Author: dahlah sekarepmu!"
"Hanna: Lho kok author nya ngamuk!"
Begitu lah kira-kira percakapan Author dengan Hanna😁😂
Setelah melihat Hanna yang nampak tenang dan nafas nya sudah stabil, Mike mulai mengeluarkan suara nya.
"Hanna, aku pengen tanya lagi sama kamu."
"Tanya apa kak?" Tanya Hanna polos.
"Bagaimana keputusan kamu tentang hubungan kita? Apa kamu sudah siap, atau sudah punya keputusan?" Hanna menatap wajah Mike yang nampak serius, dari awal mengungkapkan perasaan nya Mike memang selalu serius.
"Apa kakak yakin sama Hanna?" Tanya Hanna lagi.
"Kenapa harus tanya hal itu lagi, kalau aku gak yakin aku gak bakal mau nungguin kamu selama dua bulan ini."
"Kamu fikir aku gak kesel saat kamu ngegantungin perasaan aku Han? Tapi ya aku bertahan karena aku punya harapan sama kamu." Ucap Mike lagi, raut wajah nya penuh keseriusan.
Hanna terlihat menghela nafas nya panjang dan menghembuskan nya perlahan, ini keputusan besar yang harus Hanna ambil.
"A-aku mau kak, aku siap jadi istri kakak." Jawab Hanna lirih, membuat Mike tersenyum cerah dan langsung memeluk Hanna.
__ADS_1
"Terimakasih sayangku, aku akan segera melamar mu dan menjadikan mu milik ku seutuhnya." Ucap Mike di sela pelukan nya.
"Aku tunggu di rumah ya kak.."
"Panggil sayang dong jangan kakak, aku kayak kakak kamu bukan kekasih kamu." Ucap Mike manja.
"Idih kok jadi manja, padahal awal ketemu kamu kan pria dingin, mana kaku banget lagi."
"Sudah berani ngeledek aku ya kamu?" Ucap Mike dengan nada rendah nya, membuat bulu kuduk Hanna merinding.
"Maaf deh, aku laper. Pulang yuk." Ajak Hanna.
"Mau makan dulu sebelum pulang?" Tawar Mike. Hanna berfikir sejenak,
"Mau bakso yang di perempatan." Ucap Hanna dengan senyum manis nya.
"Cus beli sayang." Mike menggenggam tangan Hanna, membuat pengunjung taman berdecak iri melihat kemesraan sepasang anak manusia itu.
...
Di rumah, Brandon baru saja sampai dengan motor matic nya. Sejak mogok hari itu, dia menjadi sensitif dengan motor hadiah itu. Sebenarnya dia bisa saja membeli mobil atau meminta motor baru pada ayah nya, tapi dia malu dan ingin menjadi anak dan suami yang mandiri, tanpa bergantung pada siapa pun.
"Sayangg.." Teriak Marsya saat melihat suamu nya pulang, lalu berlari memeluk suami nya, Brandon yang tak siap dengan pelukan Marsya hampir saja terjungkal.
"Uhh istri aku, makin lama kamu makin gemesin. Kamu kenapa sayangku?" Tanya Brandon, dia mengusap rambut panjang Marsya dengan lembut.
"Yaudah nanti manja-manja lagi ya, aku laper terus gerah juga mau mandi dulu." Ucap Brandon, melepaskan pelukan Marsya.
Tapi siapa sangka, istri cantik nya malah berkaca-kaca dan sedetik kemudian hujan pun turun deras.
"Lho kenapa kamu nangis sayang? Apa aku menyakiti mu?" Tanya Brandon tak mengerti, mengapa istri nya tiba-tiba menangis.
"Pengen makan toppoki." Jawab Marsya, dia menangis terisak sambil menunduk.
Brandon menepuk dahi nya, dia kira istri nya marah karena perkataan nya, tapi ternyata dia menangis hanya karena ingin makan toppoki?
"Aku mandi dulu, kamu siap-siap ya kita beli." Ucap Brandon.
"Tapi mau naik mobil." Pinta Marsya manja.
"Iya, nanti minjem punya kak Mike atau bang Raka." Marsya tersenyum ceria dan segera menarik suami nya masuk ke kamar.
Dari tadi, Papa Roberts memperhatikan betapa manja nya menantu nya itu pada suami nya. Dia senang mereka bahagia, hanya tinggal menunggu Mike dan Hanna menikah dan hidup bahagia juga.
Belakangan ini kesehatan Roberts terus menurun, tapi dia berusaha menyembunyikan nya karena tak mau membuat anak-anak nya khawatir, dia hanya bercerita tentang kondisi nya pada Raka.
__ADS_1
Roberts dan Raka menjadi sangat akrab, dia merasa punya hutang budi pada Raka karena telah menyayangi dan menjaga anak nya selama ini.
Tak lama, Mike pulang dengan wajah yang berbinar. Dia sudah mangap-mangap ingin bicara dengan papa nya tentang keputusan Hanna, tapi keburu Brandon turun dengan Marsya.
"Kak minjem mobil dong, mau beli toppoki."
"Pake aja sono, emang motor lu kenapa?" Tanya Mike.
"Bini gue pengen naek mobil, mau di bawain gak?" Tawar Brandon.
"Boleh, pake sup eommuk ya."
"Oke, mana kunci nya?" Tanya Brandon. Mike merogoh saku nya dan memberikan kunci mobil nya pada adik nya.
"Makasih kak." Mike hanya menganggukan kepala nya, suami istri itu pun pergi dengan saling menggenggam tangan.
"Pa.."
"Apa Mike?" Tanya Papa Roberts, karena dari tadi pria itu sibuk membaca artikel di ponsel nya.
"Hanna udah setuju." Roberts langsung mengalihkan pandangan nya ke arah anak sulung nya.
"Ya terus kamu nunggu apa lagi, Mike. Nikahi Hanna secepatnya."
"Mike juga pengen nya gitu, tapi Mike belum jujur siapa Mike sebenarnya. Kalo Hanna tau, apa dia masih mau menerima Mike yang mafia ini Pa?" Tanya Mike pelan. Dia masih belum bisa jujur pada Hanna kalau dia adalah pemimpin klan Mafia Sanse.
"Secepatnya kamu harus jujur sama Hanna, Mike. Apapun keputusan Hanna, kamu harus bisa menerima nya dengan lapang dada. Jangan memaksakan kehendak mu sendiri, pikirkan lah. Jika kamu memaksa nya untuk bersama mu, lalu apa dia akan bahagia?"
"Jangan egois dan pikirkan perasaan Hanna kalau dia tau setelah kalian menikah, dia pasti akan sangat kecewa dengan mu Mike." Ucap Roberts.
"Baik pa, setelah Mike jujur apapun keputusan Hanna pasti Mike terima."
"Baguslah,"
Mike kembali memikirkan ucapan papa nya, semua nya benar. Dia tak bisa membohongi Hanna terus menerus, apapun yang terjadi dia harus jujur tentang dirinya.
🌻🌻
Ayo Mike, kamu pasti bisa! Fighting💪😁😁
jangan lupa tinggalkan jejak, vote, hadiah juga, happy reading❤️
__ADS_1
mampir ya, jdul nya author ganti jadi OG Simpanan Tuan Muda, ramaikan juga ya☺️🙏