Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Drama Pengantin Baru


__ADS_3

Lain hal nya dengan pasangan pengantin baru yang sudah tertidur setelah melakukan ritual suami istri, Raka tengah kesal setengah mati. Karena dirinya sudah sangat bernafsu, tapi baby Ralin malah merengek dan menangis.


Terpaksa pun adegan panas itu harus tertunda karena istrinya harus menyusui


"Sayangg..." Rengek Raka, dia menggoyangkan lengan istri nya yang masih menyusui baby Ralinsya.


"Tunggu dulu Mas, anak kamu belum tidur. Sabar dulu ya.." Jawab Lita, mendengar itu membuat senjata Raka yang dari tadi sudah menegang menjadi lemas seketika.


"Haahh, baiklah aku tidur saja." Ketus Raka, lalu membaringkan tubuh nya, menutupi tubuh polos nya dengan selimut dan tertidur menyamping memunggungi istri nya.


"Haiss, suami ku yang tampan itu merajuk. Tapi ini kan bukan salahku." gumam Lita, dia menatap wajah putri kecil yang masih anteng menyusu di dada ibu nya.


"Tidurlah sayang, mama juga harus melayani papa mu." Gumam Lita lagi. Tapi seperti nya Baby Ralin tak rela berbagi, dan semakin anteng menyusu.


Lita menatap punggung suami nya yang terbungkus selimut tebal, dia merasa sedih karena gagal memberikan keinginan suami nya, menjalankan kewajiban nya sebagai istri dan seorang ibu.


"Maafkan aku Mas, lalu aku harus bagaimana. Kalian membutuhkan aku di waktu yang sama." gumam Lita lagi.


Akhirnya malam hari itu, Raka gagal mendapatkan jatah nya karena Baby Ralinsya rewel hingga pagi, seakan tak memberi kesempatan untuk papa dan Mama nya memadu kasih.


Raka menatap putri kecil nya dengan kesal.


"Kenapa kau tak memberi papa kesempatan untuk bersama ibu mu hmm? Kau fikir hanya dirimu yang membutuhkan ibu mu, kau salah besar aku juga membutuhkan nya." Ketus Raka, dia menatap horor ke arah anak nya yang masih tertidur dan Lita yang sedang di dalam kamar mandi.


Tapi jauh di luar dugaan, Baby Ralinsya malah terbangun dan menangis kencang. Raka panik dan segera menggendong baby Ralinsya, tapi bukan nya tenang putri kecil nya itu malah semakin menangis kuat.


Membuat Lita yang sedang menunaikan hajat nya, harus segera keluar padahal belum selesai.


Lita segera keluar dengan terburu-buru, dan segera mendekati suami nya yang tengah panik sambil menimang anak bayi nya.


"Kenapa dia menangis, Mas? Padahal kan dia baru saja tertidur." Tanya Lita sambil mengambil alih baby Ralinsya.


"Mana aku tau, mungkin dia lapar." Jawab Raka santai, seolah tak tau apa-apa. Padahal perkataan nya tadi membuat anak nya tersinggung, mungkin.


"Mandi sana, terus makan lalu pergi kerja."

__ADS_1


"Siapin baju nya dong.." Rengek Raka manja.


"Mas, aku kerepotan mengurus anak mu. Nanti kalau dia tenang, aku siapkan ya."


Raka mendengus dan melengos pergi ke kamar mandi, dengan langkah yang di hentak-hentakan, seolah memberi kode kalau dia merajuk lagi.


Lita yang melihat nya hanya menggelengkan kepala nya, suami nya sangat tak mau mengalah padahal Ralinsya kan anak mereka.


......


Di kamar lain, sepasang pengantin baru itu masih bergelung di dalam selimut tebal dengan saling berpelukan, berbagi kehangatan di pagi hari yang terasa sangat sejuk.


Marsya membuka mata nya perlahan, matahari sudah terbit memberi kehangatan pada penghuni bumi, tapi aneh nya suasana malah terasa sangat sejuk.


Marsya menatap wajah tampan suami nya, bahkan saat tertidur pria itu terlihat sangat tampan dan manis.


Perlahan, tangan Marsya terulur mengusap pipi laki-laki yang baru saja kemarin membuat nya berganti status menjadi seorang istri.


Betapa bahagia nya menjadi seorang Marsya, setiap pagi di suguhi pemandangan yang indah, wajah tampan Brandon.


Marsya bangkit dari posisi nya, melepaskan tangan suami yang melingkar manja di pinggang nya.


Marsya berjalan tertatih ke kamar mandi, rasa perih di inti nya membuat nya tak bisa berjalan seperti biasa nya, dia harus pelan-pelan. Marsya masuk ke dalam kamar mandi, dan mengunci pintu nya dari dalam, bisa gawat kalau tidak di kunci.


Brandon merasakan dingin di tubuh nya, dia menggigil dan meraba tempat tidur sebelah nya, mencari sosok istri yang semalam berbagi kehangatan bersama nya. Tapi nihil, tempat tidur sebelah nya sudah kosong.


Brandon bangkit dan celingukan mencari istri nya, saat terdengar suara gemericik air di kamar mandi, dia langsung mengusap dada nya.


Brandon mengalihkan pandangan nya saat tak sengaja mata nya melirik ke arah noda di seprai nya, darah yang mengering saksi bahwa dia telah mengoyak mahkota Marsya semalam. Brandon tersenyum saat membayangkan betapa sexy nya istri nya itu saat mereka melakukan nya, apalagi saat Marsya mendesaah kan nama nya. Membuat candu, bahkan dengan membayangkan nya saja mampu membuat senjata tempur nya menegang hingga berdiri tegak.


Brandon berjalan santai ke arah kamar mandi dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun, dia mencoba membuka pintu. Tapi sayang, pintu nya di kunci dari dalam.


"Kebiasaan, pasti di kunci dari dalam." Gerutu Brandon. Tapi seketika dia menyeringai, seakan punya ide untuk mendapatkan jatah pagi nya.


Brandon terus menggedor pintu, dan itu membuat ketenangan Marsya yang sedang berendam itu terganggu.

__ADS_1


"Sayang, bukain pintu nya udah gak kuat nihh.." Teriak Brandon dari luar pintu.


"Ayang, bukain dulu. Nanti keburu keluar disini.." Ucap nya lagi dengan suara yang dibuat ribut agar lebih meyakinkan.


Marsya yang tak tau otak horor suami nya itu, meraih handuk dan membuka pintu nya, Brandon langsung nyelonong masuk dan segera mengunci pintu nya.


"Kayak nya kamu baik-baik saja, katanya kebelet." Ucap Marsya, dia sudah kalang kabut saat melihat tatapan mesoom suami nya, apalagi dia hanya menutupi tubuh mungil nya dengan handuk selutut.


"Siapa yang bilang aku kebelet? Eh aku memang kebelet pengen pipis enak." Jawab Brandon dengan senyum smirk nya.


"Ihh kamu mah modus." Teriak Marsya tertahan, karena Brandon sudah membungkam bibir kemerahan itu dengan sebuah ciuman.


Akhirnya mereka pun melakukan kegiatan itu lagi, mengulang adegan panas seperti semalam di kamar mandi. Dengan segala tipu muslihat nya, Brandon mengelabui Marsya agar mau melayani nya.


......


Di lantai bawah, Mike dan Roberts kompak duduk di kursi teras dengan secangkir kopi yang di buatkan Asih, besan nya.


"Udah siang, tapi pengantin itu masih belum turun juga." Ucap Mike.


"Biarin lah, mereka lagi bikin cucu buat papa palingan. Tinggal nungguin dari kamu aja nanti." Jawab Roberts santai, tapi terdengar sangat menyebalkan di telinga anak sulung nya, Mike.


Melihat ekspresi kesal pria di samping nya, membuat Roberts terkekeh geli.


"Makanya buruan kawin, sebentar lagi udah 37 tahun lho. Malu sama adik mu yang baru 23 tapi udah tau lubang enak." Ledek Robert lagi, dia sangat senang mengusili anak nya itu.


Mike berdecak sebal dan meninggalkan papa nya yang masih dengan terkekeh di kursi teras.


"Andaikan aja Hanna mau sama aku, pasti langsung gue nikahin." Batin Mike..


Harap sabar ya Mike, ini cobaan hidup🤭


🌻


Awali pagi hari dengan sarapan ya, karena berharap banyak yang baca sama tap favorit juga butuh tenaga, bukan tenaga deng tapi mental ya, gajee lu authorr😂

__ADS_1


happy reading❤️❤️


__ADS_2