
Di mobil lain, Haris dan Bella hanya diam tak ada percakapan apapun. Mereka berdua masih terlalu canggung, ini pertama kali nya mereka berdua berada dalam satu mobil yang sama. Sebelum nya mereka hanya pernah bertemu saja, belum sedekat itu.
" Tenang jantung ku, kamu hanya perlu berdetak dengan normal." Batin Bella, karena saat ini jantung nya berdetak lebih cepat, dan hati nya berdebar.
" Canggung gini ya?" Tanya Haris dalam hati juga. Sesekali Haris akan melirik Bella dengan ekor mata nya, setelah itu dia memfokuskan pandangan nya ke jalanan lagi.
" Dimana rumah kamu, Bella?" Tanya Haris, setelah berperang dengan pikiran nya sendiri, akhirnya dia membuka percakapan lebih dulu.
" Di perumahan xxx kak." Jawab Bella, dia tinggal di perumahan bersama ibu nya. Karena ayahnya pergi entah kemana, sejak Bella masih duduk di sekolah dasar.
" Kak, apa kakak masih marah dengan Lita?" Tanya Bella memberanikan diri.
Haris menghela nafas nya, tak salah kah Bella bertanya seperti itu?.
" Kakak gak marah sama Lita, terbalik. Lita yang marah sama kakak." Jawab Haris.
" Mungkin kakak egois." Ucap Bella, sontak saja Haris menatap Bella dengan tajam.
" Ahhhh, maafkan aku kak." Ucap Bella gelagapan saat melihat mata tajam milik Haris menatap nya.
" Tidak masalah. Apa Lita bercerita padamu?" Tanya Haris.
" Semua tentang Lita aku tau kak, Dia selalu cerita dengan ku."
" Lalu apa tanggapan mu tentang masalah yang terjadi sekarang?" tanya Haris lagi, dia ingin tau bagaimana pendapat dari gadis di samping nya ini.
" Menurut aku, ada baik nya kakak memaafkan kak Raka dan dengar dulu penjelasan nya. Lita orang yang teguh dengan pendirian, dia gak mungkin ngasih hal itu secara cuma-cuma. Terlebih hubungan mereka baru berjalan beberapa bulan saja dan terhalang restu orang tua kak Raka."
" Maksudmu, aku harus membiarkan mereka berdua tidur di kamar yang sama, begitu?" Tanya Haris, padahal dia sudah berbaikan dengan Raka tapi dia juga penasaran dengan jawaban Bella.
" Selama mereka hanya tidur, menurutku itu tak masalah. Lita bisa menjaga diri nya sendiri, hanya saja kalau di kampus dia terlalu baik." Ucap Bella, dia masih ingat saat Fera menyiram kepala Lita dengan jus. Saat itu Lita hanya diam saja, tapi beruntung Raka datang di saat yang tepat.
" Maksudmu terlalu baik?"
" Lita suka di bully, katanya dia anak orang miskin . Dan saat dia di antar kak Raka untuk pertama kali, di kampus rame banget gosip yang kata nya Lita jadi simpanan om-om berduit." Jawab Bella sesuai fakta.
" Terus karena mungkin iri, ada salah satu siswi yang ngelabrak Lita kak sampe dia nyiram kepala Lita dengan jus, untung nya Kak Raka datang saat itu dan membawa Lita pergi." Seketika Haris membulatkan mata nya, bagaimana bisa adik yang sangat dia jaga di perlakukan tak adil, dan dia sendiri tak tau itu terjadi.
" Kenapa terkejut kak? Apa Lita gak cerita?" Tanya Bella.
" Lita gak pernah cerita apa pun, Bell." Jawav Haris.
" Mungkin dia gak mau bikin kakak khawatir." Ucap Bella,
" Hemmm, bisa kah aku meminta nomor ponsel mu? Aku takut ada yang menyakiti Lita ku lagi."
__ADS_1
" Baik kak," Jawab Bella, lalu mengambil ponsel dari tangan Haris dan mengetikan nomor ponsel nya.
" Di depan sana belok kiri kak." Ucap Bella memberi arahan.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di halaman rumah Bella,
" Terimakasih kak, mau mampir dulu minum kopi?" Tawar Bella.
" Boleh deh." Jawab Haris sambil tersenyum.
" Yasudah ayo turun." Ajak Bella, mereka berdua pun turun dari mobil da langsung di sambut oleh Ibu Bella yang sudah berdiri di depan pintu.
" Sore Bu." Ucap Haris sopan.
" Sore kembali, siapa ini Bell?" Tanya Ibu nya.
" Ini Kak Haris, kakak nya Lita Bu."
" Waduh ganteng nian." Ucap Sang Ibu sambil terkekeh pelan.
" Lita nya juga cantik, tapi udah lama gak main lagi kesini. Ayo masuk" Ajak Ibu Bella.
Ibu Bella, memang orang yang ramah dan humoris, sama seperti Bella. Lita juga dekat dengan Ibu Bella, biasa nya Lita akan bermain ke rumah Bella jika akhir pekan. Tapi sekarang sudah jarang karena Lita sering pergi bersama Raka.
" Kakak duduk dulu, Bella buatin kopi dulu ya." Ucap Bella, dia sudah kembali dari kamar nya dan mengganti baju nya dengan baju rumahan.
Tak lama, Bella sudah kembali dengan membawa satu cangkir kopi untuk Haris.
" Diminum kak, maaf di rumah Bella gak ada apa-apa." Ucap Bella, dengan wajah yang tersipu. Baru kali ini dia menatap wajah Haris dari jarak yang sangat dekat, kadar ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat.
" Kopi nya enak, makasih ya." Ucap Haris sambil tersenyum, membuat Bella tersipu dan wajah nya memerah karena melihat senyuman Haris yang memabukan.
" Kamu tinggal cuma sama Ibu?" Tanya Haris.
" Iya kak, ayah Bella gak tau ada dimana." Jawab Bella.
" Ouhh, maaf ya kakak gak tau."
" Gapapa kak, santai aja lagi. Aku gak bakalan sedih cuma karena hal sepele." Jawab Bella.
🥀
Hari sudah semakin gelap, Haris memutuskan untuk pulang, takut nya Raka berbuat macam-macam lagi di rumah nya.
" Kakak pulang dulu yak," Ucap Haris. Saat ini Bella sedang mengantar Haris di teras.
__ADS_1
" Iya kak, sering-sering main kesini yak." Ucap Bella
" Boleh gitu?" Tanya Haris dengan nada menggoda.
" Boleh banget kok." Jawab Bella.
Tak di sangka Haris mengecup kening Bella dengan mesra, Bella mematung dengan mata yang membulat dan mulut menganga.
" Tutup mulutmu, nanti lalat masuk. Kakak pulang dulu ya." Ucap Raka, dia pun segera masuk ke dalam mobil nya, meninggalkan Bella yang masih mematung.
Bella melambaikan tangan nya ke arah mobil, Haris yang melaju.
Setelah itu dia berjingkrak-jingkrak, dia sangat bahagia karena Haris memberi nya respon yang baik.
🥀
Sedangkan di rumah, Raka dan Lita sedang menonton televisi dengan saling memeluk.
" Abang kok belum pulang yak? Perasaan rumah Bella gak jauh-jauh amat." Gumam Lita.
" Abang mu itu kan sedang PDKT yang, mungkin mampir dulu." Jawab Raka.
" Iya juga sih, mungkin aja " Ucap Lita lagi.
Terdengar suara deru mesin mobil, Haris pulang. Raka dan Lita pun langsung melepaskan pelukan mereka dengan panik, karena takut ketahuan.
Haris bersiul saat melangkah masuk rumah, bahkan tak menyadari ada dua pasang mata yang menatap nya dengan heran. Karena dia tak pernah begitu sebelum nya, pasti ada hal yang terjadi.
" Abang mu keliatan bahagia banget."
" Mungkin ada respon dari Bella yak?" Bukan nya menjawab Lita malah bertanya balik.
" Yaudah kakak pulang dulu, abang mu udah pulang kan. Besok kakak kesini jemput kamu."
" Kemana?" Tanya Lita.
" Sesuai janji kakak dong, beli skincare." Jawab Raka.
" Oke, ditunggu ya beb " Jawab Lita.
Raka pun tersenyum dan bangkit dari posisi nya, dia keluar rumah dan langsung pulang ke apartemen nya.
🌻🌻🌻
Hello, author back setelah sehari kemaren gak up🤭🤭
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️