
"Hayo loh habis ngapain?" Lita tersenyum jahil saat melihat sepasang insan itu tengah duduk berdempetan, Brandon terlihat salah tingkah, dan gadis nya sedang merapikan rambut nya.
"Kakak ipar ngapain kesini?" Tanya Brandon.
"Masih nanya? Ya mau nengokin calon mertua adik aku ini lah." Jawab Lita, dia menaruh rantang dan duduk di samping Marsya yang menundukan wajah nya. Mungkin malu..
"Hei gadis kecil, ahh aku lupa nama mu ehmm.." Lita melirik Brandon, dengan isyarat mata nya menanyakan nama gadis nya.
"Marsya." Jawab Brandon simple, dia masih kesal karena kesenangan nya terganggu, tadi oleh Adi dan sekarang oleh kakak ipar nya sendiri. Menyebalkan..
"Oh ya Marsya, kenapa kau menunduk? Apa aku menakutkan?" Tanya Lita, karena sedari tadi gadis itu terus mengangguk.
"Dan jangan panggil dia gadis kecil, dia seumuran dengan mu."
"Benarkah? Wahh, ada bagusnya kamu punya pacar seumuran aku Brand." Ucap Lita antusias.
Perlahan Marsya mendongakan kepala nya, penasaran dengan wajah kakak ipar nya Brandon.
Marsya terkejut bukan main, begitu juga dengan Lita.
"K-kamuu.."
"Kenapa kak?" Tanya Brandon panik.
"Dia kan gadis yang suka jualan kue basah di pinggir jalan, betul kan?"
"Dan kakak yang memborong dagangan saya hari itu kan?" Tanya Marsya lagi. Ternyata kakak ipar Brandon adalah malaikat penolong yang pernah memborong dagangan kue nya.
Saat itu sudah hampir petang, tapi dagangan kue nya masih tersisa sangat banyak. Hingga tak lama kemudian, seseorang turun dari mobil sedan hitam dengan perut buncit nya, dia berjongkok dan bertanya apa kue itu di jual.
Dan Marsya mengiyakan, wanita itu mencomot satu kue dagangan Marsya dan memakan nya di tepi jalan, Marsya menatap wajah nya takut-takut, tidak menakutkan dan terlihat sangat ramah.
Dan saat dia bilang saya beli semua, Marsya terkejut bukan main. Pasalnya kue nya masih tersisa banyak, dia tak menyangka wanita itu suka dengan kue buatan ibu nya, dan membeli semua kue nya.
Ternyata wanita itu adalah kakak ipar kekasih nya, mereka sama-sama baik.
"Kamu masih mengingat nya? Ahh iya aku orang yang waktu itu membeli semua kue mu." Ucap Lita dengan senyum manis nya.
"Jadi kalian sudah pernah bertemu?" Tanya Brandon. Dan mereka berdua kompak menganggukan kepala nya.
"Kapan?"
__ADS_1
"Sudah cukup lama Brand, waktu kakak masih hamil enam bulan. Hari itu, kakak sama Mas Raka baru pulang dari kantor, dan melihat gadis mu sedang duduk di pinggir jalan."
"Kakak juga melihat keranjang berisi kue di samping nya, kakak yakin itu jualan jadi kakak turun. Kebetulan lagi pengen makan kue basah waktu itu, dan ternyata rasa nya enak banget jadi kakak beli semua."
"Waktu Bella melahirkan, kamu juga bawa kue basah kan? Kamu beli nya di Marsya kan? Kakak tau, soalnya familiar sama rasa kue putu nya." Jelas Lita.
"Hemm, waktu itu jualan aku kurang laku karena ada penjual kue keliling yang lain, dan ya waktu sudah petang tapi kue ku masih banyak. Aku duduk karena lelah berjalan, tapi ternyata ada penolong yang datang. Memang ya, rezeki gak ada yang tau, bisa dari siapa dan darimana aja datang nya." Ucap Marsya, dia sudah berani mengobrol dengan Lita.
"Syukurlah kalian sudah pernah bertemu.."
"Oh yah, nama ku Arlita panggil saja Lita." Ucap Lita memperkenalkan nama nya.
Meski masih sedikit canggung, tapi Marsya menerima uluran tangan Lita.
"Marsya Sabilla." Jawab Marsya pelan.
"Ayolah jangan malu-malu dengan ku.."
"Wajar kak, kan baru kedua kali nya ketemu. Kakak bawa apaan itu?" Tanya Brandon, menunjuk rantang makanan yang di bawa Lita tadi.
"Nasi sama opor ayam favorit mu." Brandon langsung bersorak kegirangan, dia sangat menyukai opor ayam buatan kakak ipar nya.
"Makasih kakak ipar, you are the best." Ucap nya dengan memberi dua jempol nya.
"Brandon itu sangat menyukai opor ayam buatan ku, nanti kakak kasih resep nya ya.."
"Jangan terkejut, jika di rumah dia akan berubah jadi adik yang pecicilan dan menyebalkan." Jelas Lita.
"Kakak hamil berapa bulan?"
"Tujuh bulan setengah, rencana nya lima hari lagi mau ngadain syukuran kecil-kecilan, kamu datang ke rumah kakak ya?" Ucap Lita.
"Ehmm, apa tidak akan malu kak?" Tanya Marsya polos.
"Malu kenapa? Kamu ini kekasih Brandon kan, dan Brandon adalah adik ku. Jadi kamu juga bagian dari kami, kamu harus belajar mendekatkan diri dengan keluarga kekasih mu Marsya."
"T-tapi aku cuma gadis penjual kue." Ucap Marsya, dia menunduk dalam dan meremat jari-jari nya.
"Lalu kenapa? Dimana masalah nya, Marsya?" Tanya Lita lembut, dia memegang tangan Marsya yang terasa dingin.
"Dengar, Adik ku bahagia dengan mu, kamu pilihan nya, jadi tugas kami adalah mendukung nya, dan merestui hubungan kalian. Jangan merendah Marsya, kamu gadis yang baik dan pekerja keras di usia mu yang masih muda."
__ADS_1
"Jadi tak ada alasan lagi kan, berarti kamu harus datang ke rumah ku ya? Hari rabu pagi, syukuran nya di laksanakan malam hari."
"Baiklah kak, jika kakak tidak keberatan aku kesana." jawab Marsya.
"Aku tidak keberatan apapun, aku yang mengajak mu ke rumah ku kan." Marsya tersenyum manis, ternyata calon kakak ipar nya sangat baik.
Sementara kedua perempuan itu tengah berbincang hangat, dengan obrolan-obrolan ringan. Di sisi lain, ada Brandon yang sibuk memakan opor buatan kakak ipar nya dengan lahap.
"Brand, jangan di makan semua nya bagi-bagi sama Marsya juga. Kau ini suka kalap kalau sudah makan opor ayam, apa perut mu bisa merenggang seperti karet?"
"Gak rela bagi-bagi kak.." Jawab Brandon di sela suapan nya.
"Heh, sama pacar sendiri aja pelit nya kebangetan. Di tinggal Marsya baru tau rasa Lu." Sindir Lita, dia sudah sangat mengetahui kalau adik nya ini bucin akut pada Marsya.
"Wehh, jangan ngedoain buruk dong. Baru aja jadian." Brandon menghentikan makan nya dan menatap wajah kakak ipar nya.
"Jadi laki tuh harus royal sama cewek, jangan pelit."
"Iya-iya deh, maafin yah yang. Mau makan sekarang?" Tanya Brandon dengan wajah melas nya.
"Haha, jangan di maafin Marsya. Tuman!"
"Diem, berisik. Pulang sono." Usir Brandon.
"wah udah berani ngusir kakak nya sendiri ya.." Ucap Lita, dia mendekat dan menjewer telinga Brandon.
"Aw aw.. Kakak lepasin dong sakitt.. Sayang tolonginn.."
"Mentang-mentang udah punya pacar, bisa seenak nya sama kakak ya, awas aja di bilangin sama abang mu, biar gak di kasih jatah bensin." Ucap Lita.
"Iya-iya kagak lagi deh kak, ampun kak.." Lita melepaskan jeweran nya,
"Dasar kakak ipar gendut." Gerutu Brandon, tapi ternyata gerutuan itu masih terdengar oleh pendengaran tajam milik Lita.
"Berani ya menggerutu di belakang kakak mu ini, kualat kamu nanti. Pake ngatain gendut lagi, kakak ini lagi hamil tua." Ucap Lita kesal, dia kembali menjewer telinga Brandon.
Marsya yang melihat pemandangan itu mengulum senyum, mereka terlihat sangat akrab.
🌻🌻
Hancur dah tuh image dingin nya di depan Marsya🤭😂
__ADS_1
jejak nya jangan lupa, tap favorit juga ya. Jangan di unfav dong, kalau pun gak suka setidak nya sedikit hargai penulis yang udah mikir buat cerita ini. Terimakasih ☺️🙏