
" Lu dari mana aje sih, gue cariin." Ucap Haris sinis, saat Raka baru saja turun dari lantai atas.
" Kenape sih, kangen Lu?" Tanya Raka balik.
" Najeesss gue kangen ma Lu, gue masih normal cukk." Jawab Haris ketus.
" Ya kali aja gitu." Ucap Raka lagi.
" Lu belum jawab pertanyaan gue."
" Lu gak liat gue baru turun dari lantai atas? Ya berarti gue baru bangun bang." Jawab Raka santai, padahal bertolak belakang dengan hati nya yang ketar-ketir.
" Serius Lu? Terus tadi pas gue ke kamar Lu, gak ada orang." Cecar Haris.
" Gue punya jurus ngilang, kayak naruto." Jawab Raka.
" Serah Lu dah." Ucap Haris.
" Gue yang anter Lita lagi boleh bro?" Tanya Raka.
" Okeh." Jawab Haris singkat.
🌻🌻🌻
Setelah selesai sarapan seperti biasa Raka mengantar Lita sampai ke gerbang kampus.
" Kak, makasih ya udah nganter Lita, sama udah nemenin Lita semalem." Ucap Lita tulus. Setelah mereka berdua turun dari mobil.
" Oke, kalau ada apa-apa kamu telpon kakak ya." Ucap Raka. Dia mengecup sekilas kening Lita, dan sukses membuat Lita mematung dengan wajah yang memerah.
" Kakak pergi dulu, kuliah yang bener ya." Ucap Raka, lalu masuk ke dalam mobil setelah melambaikan tangan nya ke arah Lita.
Setelah mobil Raka menghilang, Lita terus saja meraba kening bekas kecupan singkat yang Raka berikan.
Tak sangka pria itu berani melakukan nya di hadapan umum dan di saksikan mahasiswa lain. Lita senyam-senyum, jika mengingat betapa hangat nya pria itu pada nya.
" Apa mungkin kak Raka menyukai ku? Ahh rasa nya tak mungkin, dia pria dewasa mana mungkin menyukai gadis kecil sepertiku."
__ADS_1
" Mungkin aku hanya GEER kali ya." Gumam Lita lagi, sambil melangkah ke arah kantin.
Ternyata di kantin Lita sudah di sambut dengan bisikan dan tatapan tajam yang membuat nya kesal.
" Tak bisa di percaya, seorang Arlita menjadi kekasih om-om berduit." Ucap salah satu dari mereka dengan nada menyindir.
" Iya, gak nyangka aja sih si Lita yang kalem jadi bahan gosipan sekarang. Mana di gosipin nya jadi simpanan om-om berduit lagi."
" Pasti dia butuh duit buat bayar kuliah, ya kan?" Cetus yang lain.
Lita tau, pasti karena dirinya di antar dan di jemput oleh Raka yang notabene usia nya di atas Lita.
Lita mencoba tenang dan tak menghiraukan nyinyiran mereka.
" Rasa nya gue ragu, apa dia masih gadis ya?" bisik-bisik mereka dengan mata yang menatap Lita dengan tatapan merendahkan.
" Bisa kah kalian diam? Apa salahnya jika punya kekasih yang lebih tua? Apa itu dosa atau aib?" Teriak Lita, dia menggebrak meja dengan kuat hingga membuat beberapa siswa terkejut.
" Selama ini aku tak pernah mengusik kehidupan kalian, aku diam. Tapi bisakah jangan mengganggu hidupku? Mau kekasih ku orang tua atau pria paruh baya, itu urusanku bukan urusan kalian. Yang menjalani hidup adalah aku, bukan kalian."
Berarti dia sangat tersinggung dengan apa yang mereka ucapkan, jelas Lita tersinggung. Secara langsung kehormatan nya di pertanyakan.
Bella yang baru datang, dibuat terkejut. Pasalnya kantin terlihat Ramai tapi orang-orang nya hanya diam dan tak ada sahabat nya di sana.
" Dimana Lita?" Tanya Bella.
" Dia pergi dengan marah Bell." jawab salah satu siswi, dia tak terlibat dalam gosip di kantin tadi.
" Kenapa?" Tanya Bella lagi, gadis itu pun menerangkan semua kejadian sebenarnya dan itu membuat amarah Bella memuncak seketika.
" Kenapa mereka begitu jahat pada Lita? Padahal selama ini Lita gak pernah punya masalah sama siapa pun." Gerutu Bella, dia berjalan cepat ke ruangan kelas nya berharap Lita ada disana.
Tak Ada, di ruangan tak ada siapa pun. Bella langsung kalang kabut, kemana sahabatnya pergi?
🌻🌻🌻
Sementara itu, di taman kampus Lita sedang menangis terisak.
__ADS_1
Sesakit inikah? Baru saja dia bisa nyaman dengan seorang pria, setelah bertahun-tahun. Kini karena dirinya dekat dengan pria seumuran abang nya, mereka mengatai nya dengan jahat dan itu sangat melukai perasaan Lita.
Selama ini Lita tak pernah mengomentari apa pun tentang kehidupan orang lain. Di mata nya, biarkan saja mereka bebas itu hidupnya dan mereka yang menjalani nya. Tapi ternyata itu tak berlaku bagi orang lain, mulut mereka sangat tajam.
" Kamu disini Lit, aku cariin kemana-mana." Ucap Bella, sahabat Lita.
Bella merasa tak enak, karena saat Sahabatnya di bully dia tak ada bersama nya.
" Heii, Lita? Ini aku." Ucap Bella Lirih.
Lita menoleh dengan wajah sembab dan mata yang bercucuran air mata, dia langsung memeluk Bella dengan erat.
" Menangislah Lit, jika itu membuat mu tenang. Keluarkan." Ucap Bella, dia mengusap-usap punggung Lita.
" Bell, apa aku salah dekat dengan Kak Raka?" Tanya Lita, dia masih terisak di pelukan Bella.
" Tidak Lit, kamu gak salah. Mereka hanya iri dengan mu, jangan di pikirkan ya?" Jawab Bella.
" Apa aku harus menjauhi Kak Raka Bell?" Tanya Lita lagi.
" Lit, lihat aku. Jika kamu menyukai atau nyaman dengan Kak Raka, tetap begini jangan menjauh. Ikuti kata hati mu, kebahagiaan mu, dirimu sendiri yang menentukan bukan mereka." Jawab Bella, dia menangkup wajah basah Lita lalu menghapus air mata nya.
" Jangan menangis Litt, kamu harus kuat."
" Aku belum tau apa kak Raka menyukai atau tidak." Keluh Lita dengan sendu.
" Litaa, kita tak bisa memaksakan kehendak kita agar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Mungkin saat ini Kak Raka belum menyukai mu, tapi dengan seiring berjalan nya waktu bisa saja dia menyukai atau mencintai mu Lit. Biarkan waktu yang menjawab" Ucap Bella.
" Baiklah, aku hanya nyaman dengan Kak Raka. Aku akan berusaha tak menghiraukan apapun ucapan mereka." Ucap Lita, semangat nya kembali berkat Bella.
" Bagus, jangan menangis karena mereka. Air mata mu terlalu berharga Litt." Ucap Bella lagi.
🌻🌻🌻
*Orang iri cenderung membenci Lita, yang sabar ya☺️
J*angan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
__ADS_1