
Malam hari nya, sepasang suami istri itu pulang dengan Brandon yang menenteng kresek yang berisi 4 porsi toppoki.
Saat masuk ke dalam, Marsya membulatkan mata nya saat melihat Mike tengah memainkan sebuah pisau di tangan nya, sontak saja Marsya bersembunyi di balik punggung suami nya.
"Kenapa sayang?" tanya Brandon.
"Takut, lihat kakak mu mainin apa di tangan nya?" Tunjuk Marsya ke arah Mike yang sedang memutar-mutar pisau kecil dengan tangan nya, sedangkan orang nya asik melamun.
"Wooyyy kak.." Ucap Brandon sambil menggebrak kursi.
"Setan sialan.." Teriak nya, Mike menunjukam ekspresi konyol nya.
"Mana ada setan ganteng kayak gue kak."
"Lu kenapa ngagetin gue sih?" tanya Mike, dia kembali duduk.
"Terus kakak kenapa, mainin pisau sambil ngelamun? kalo pisau nya nusuk kan sakit, bini gue ketakutan tau gak." Marah Brandon, dia tau kakak nya ini mafia. Tapi Marsya belum tau apapun tentang hal ini, jadi membuat Brandon harus berakting agar istri nya tak curiga.
"Sorry gue lagi banyak pikiran Brand."
"Bicara sama gue bang, gue siap dengerin." Ucap Brandon. Dia meletakan bungkusan topoki di meja, sedangkan Marsya dia pergi ke dapur bersama Nia yang begitu antusias saat melihat kakak nya menawarkan makanan korea itu.
"Pelan-pelan aja ya Brand, gue lagi galau ini."
"Why?" Tanya Brandon.
"Hanna udah nerima kakak, siap buat kakak nikahin. Cuma sejauh ini kakak belom jujur siapa kakak sebenernya. Menurut Lu kakak harus gimana?" Tanya Mike ,meminta pendapat adiknya.
"Menurut gue sih, kakak harus jujur sejujur jujurnya, mau gimana pun nanti kalian bakalan nikah, harus nya gak perlu lagi ada yang di tutup-tutupi." Saran Brandon, sama persis seperti perkataan papa nya tadi.
"Gue takut Brand, gimana kalau Hanna malah mundur dan ngejauhin gue atau bahkan takut sama gue Brand?"
"Hanna bukan tife gadis yang suka mundur kak, gue tau soalnya kita pernah kerja bareng. Coba aja lu jujur dulu, dan satu lagi. Apapun keputusan Hanna nanti, lu harus terima dengan lapang dada."
"Lu gak bisa maksain kehendak lu, meskipun lu pengen sama Hanna." Ucap Brandon memberi nasihat.
"Thanks ya Brand, udah mau dengerin sama ngasih solusi buat gue."
"Kalo lu beneran serius sama Hanna, kejar terus Kak. Gue juga dapetin Marsya susah banget, gue harus nunggu lama buat bisa luluhin hati nya." Brandon menceritakan cerita versi nya saat memperjuangkan Marsya dulu.
"Sampe segitu nya buat dapetin Marsya?"
__ADS_1
"Ya terus? Masa harus cewek yang ngejar sih, sejati nya wanita itu harus di kejar bukan mengejar. Di perjuangkan bukan berjuang, apalagi berjuang sendiri. Ngerti gak?" Tanya Brandon.
"Adek gue dewasa banget, lu pantes dapetin Marsya."
"Adek siapa dulu dong.." bangga Brandon.
"Iya deh, apa aja kata Lu biar seneng."
"Dimakan toppoki nya kak, thanks udah di pinjemin mobil. Gue pamit ke kamar dulu, ngantuk." pamit Brandon.
"Mimpi indah ya dek.." Teriak Mike karena Brandon sudah menaiki tangga. Mike membuka bungkusan kresek di meja dan mulai memakan makanan yang di bawakan adiknya.
Di kamar, Brandon langsung di suguhi pemandangan yang sangat memanjakan mata nya. Marsya sedang berdiri menghadap jendela, dengan satu set lingerie berwarna pink fanta.
"Sayangg..." Ucap Brandon, dia memeluk Marsya dari belakang, melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Marsya.
"Sudah selesai ngobrol nya sayang?" Tanya Marsya, dia mengusap lembut tangan Brandon yang melingkar ketat di pinggang nya.
"Sudah kok, kenapa ke kamar gak ngajakin aku yang?"
"Aku cuma kasih kalian waktu buat sharing, jangan menyalahkan aku." jawab Marsya.
"Kenapa izin, biasa nya juga langsung naik." Cetus Marsya, lengkap dengan bibir yang mengerucut lucu.
Langsung saja Brandon meraup bibir mungil itu dengan lembut dan perlahan, tapi kelamaan ciuman itu terasa lebih menuntut dan lumaatan Brandon semakin cepat.
Brandon melepaskan jubah lingerie yang dikenakan istri nya hingga melorot ke bawah dan teronggok begitu saja, padahal harga nya bisa buat beli kulkas dua pintu 20 buah.
Brandon menggiring istri nya ke ranjang, baru kemarin Marsya mengganti seprai nya karena terkena noda bersejarah. Tapi seperti nya besok dia harus kembali mengganti nya, karena suami nya selalu keluar banyak bahkan hingga merembes keluar lagi.
Brandon melucuti pakaian Marsya tanpa melepas pagutan bibir nya, dia terus melumaat bibir istri nya atas bawah bergantian.
Tangan Brandon sudah turun menyusuri gunung yang cukup menantang untuk di daki, hingga tangan nya berhenti di sebuah lembah dalam yang terasa basah.
"Sudah cukup, bisa aku memasukan nya sekarang?" Tanya Brandon, kemarin Marsya selalu mengeluh kesakitan karena Brandon yang tak sabaran untuk memasukan nya dengan terburu-buru.
"Lakukan saja, tapi kalau aku kesakitan tolong berhenti sebentar." Peringat Marsya, tapi persetan dengan peringatan itu Brandon takkan mau berhenti sebelum dia mencapai puncak kenikmatan nya.
Brandon memasuki Marsya dengan perlahan, membuat Marsya terbiasa dulu. Meski sudah sangat sering melakukan nya, tapi milik Marsya masih terasa sempit menggigit.
"Ohhh sempit sekali.." Racau Brandon saat dia berhasil memasuki Marsya sepenuhnya.
__ADS_1
skip aja lah😅
....
Keesokan hari nya, Mike berniat kembali menemui Hanna dan mengatakan semua yang mengganjal di hati nya. Entah akan bagaimana ekspresi gadis itu, tapi yang jelas Mike akan mencoba nya dulu. Kalau pun Hanna menjauh, dia akan mengejar nya kembali.
Mike menemui Hanna di rumah nya, kebetulan ibu nya sedang pergi menemani teman-teman arisan nya berbelanja ke mall untuk merayakan sesuatu.
"Ini kopi nya kak, ada apa?" Tanya Hanna langsung. Dia bukan tipe wanita yang suka berbasa-basi.
"Ada suatu hal yang mengganjal di hatiku, Han. Sebenarnya aku tak siap dan takkan pernah siap untuk mengatakan nya, karena aku takut kamu menjauh dariku." Jelas Mike.
"Ada apa sebenarnya kak?"
"Jika aku adalah seorang ketua mafia, apa kamu akan tetap mau dengan ku?" Tanya Mike, mata nya menatap lekat mimik wajah gadis di depan nya. Tapi gadis itu nampak santai, seolah ini bukanlah hal yang besar bagi nya.
"Klan apa? Apa klan mafia Sanse?" Tanya Hanna.
"Darimana kau tau sayang?"
"Ayolah, hanya klan mafia itu yang paling berpengaruh dan di takuti di amerika." Jawab Hanna santai, bahkan dia masih sempat menyunggingkan senyuman manis nya.
"Jadi apa jawaban mu Hanna?"
"Aku tak masalah, seburuk apapun dirimu di masalalu itu sudah berlalu. Aku menerima mu apa ada nya, termasuk masa lalu mu. Asalkan kau bukan pemain wanita, aku masih bisa memaafkan."
"Kalau pun kau gemar membunuh, orang itu pasti punya masalah dengan mu kan? Kamu tak mungkin membunuh seseorang yang tak bersalah, apa perkataan ku salah?"
"Kita hanya manusia yang tak pernah luput dari salah, tugas kita memperbaiki semua nya dan jangan mengulangi nya. Itu saja, jadi intinya aku menerima apapun diri kakak," Ucap Hanna, membuat Mike tersenyum bangga.
Dugaan nya tentang Hanna meleset jauh ternyata, gadis itu mau menerima semua tentang nya, masa lalu nya juga.
🌻🌻
Sejati nya, Wanita itu di kejar bukan mengejar. Wanita itu harus di perjuangkan, bukan berjuang!☺️
-Brandon Sebastian-
misii, abang ganteng mau lewatt🤭🤭
__ADS_1