
Malam hari nya, benar saja Haris pergi ke rumah Bella untuk meluruskan semua permasalahan nya.
Lita tau, Abang nya pasti sedang banyak permasalahan. Masalah Hana, Bella hamil, belum lagi masalah pekerjaan nya yang menumpuk.
"Sayang.. " Panggil seseorang dari belakang.
Lita menoleh dan seketika senyuman nya terbit dari bibir manis nya. Raka datang dengan masih menggunakan setelan jas rapih, seperti nya baru saja pulang bekerja.
"Ahhh aku merindukan mu sayang." Ucap Lita, dia langsung mendusel di pelukan Raka.
"Aku juga sayang, tapi aku melakukan ini supaya hubungan kita secepat nya sah." Jawab Raka lembut.
Tak terasa memang pernikahan Raka dan Lita hanya tinggal dua hari lagi.
Raka langsung mencium bibir Lita, tubuh dan pikiran nya lelah tapi setelah bertemu dengan calon istri nya, dia merasa semangat lagi.
Lita juga tak mau kalah, dia membalas setiap lum*atan Raka, bahkan lidah Raka sudah menyusup masuk ke dalam mulut Lita, dia meliuk-liukan lidah nya di dalam. Hingga terdengar suara decapan yang nikmat memenuhi ruangan.
"Bersabarlah sayang, dua hari lagi." Ucap Lita setelah ciuman nya terlepas. Nafas nya bahkan masih memburu,karena ciuman yang cukup lama mereka lakukan.
"Setelah itu kau takkan aku lepaskan lagi, baby." Ucap Raka dengan seringaian di wajah nya.
"Baiklah, aku akan menunggu nya, sangat." Jawab Lita dengan senyum manis nya.
"Kemana Haris?" Tanya Raka.
"Ke rumah Bella, seperti nya abang juga akan cepet nikah, soal nya Bella udah isi." Ucap Lita.
"A-apa?"
"Bella hamil yang." Ucap Lita lagi.
"Pria itu DP dulu yak, bisa aja sama gue harus jagain adek nya, tapi kelakuan nya sendiri bikin jantungan." Gerutu Raka.
"Udahlah, biarin aja kak."
"Ya biarin aja, semua udah terjadi." Ucap Raka.
__ADS_1
"Apa orang tua kakak tau kalau kita akan menikah kak?" Tanya Lita lirih.
"Aku sudah memberi tahu mereka seminggu yang lalu, tapi aku tak berharap banyak mereka akan datang atau tidak." Jawab Raka.
"Heeemmm, baiklah." Ucap Lita, dia kembali menelusup ke tubuh hangat Raka.
🥀
Pukul 10 malam, Haris pulang dengan wajah memerah nya. Bahkan ada bekas kemerahan di pipi nya, seperti nya terjadi keributan disana.
"Abang, baru pulang?" Tanya Lita serak, dia ketiduran di ruang tamu bersama televisi yang masih menyala.
"Iya, apa Raka tadi kesini?" Tanya Haris balik.
"Sebentar, cuma mau balikin KTP setelah nya dia pulang. Kenapa?" tanya Lita.
"Gapapa, cuma nanya doang, soalnya ada bau parfum nya disini."
"Bagaimana Bella?" tanya Lita serius, bahkan kantuk nya hilang seketika.
"Bella menerima abang, orang tua nya juga meminta abang segera menikahi Bella sebel kehamilan nya bertambah besar, tapi kakak nya mengamuk, lihat, bahkan dia menampar abang."
"Kenapa mengamuk kak?"
"Dia tak ingin di langkahi, padahal kata ibu tak ada yang mau dengan nya karena dia pria jahat, pemabuk dan pemain wanita. Belum lagi serangkaian tindakan kriminal yang pernah menjerat nya, dia sering keluar masuk sel penjara." Jelas Haris panjang lebar.
Pantesan saja Bella tak pernah cerita tentang kakak nya itu, mungkin dia malu. Mungkin itu juga alasan kenapa pria itu tak pernah ada di rumah, jika Lita main ke rumah Bella.
"Seminggu setelah kamu dan Raka menikah, Abang akan menikahi Bella." Ucap Haris lagi.
Senyuman cerah terbit di bibir Lita, dia senang Bella yang akan menjadi kakak ipar nya.
"Kamu sudah ajukan cuti?" tanya Haris lagi.
"Sudah kak, pernikahan ku kan di laksanakan lusa."
"Sudah punya gaun pengantin?"
__ADS_1
"Tidak, Lita punya kebaya. Sudah lah pakai yang ada saja." Ucap Lita. Haris mengangguk setuju, pakaian apapun akan sangat cantik jika Lita yang mengenakan nya.
Dia masih ingat waktu kelulusan SMA nya, Lita memakai kebaya berwarna dusty dengan sedikit rumbai di belakang nya. Dia juga ingat seluruh sekolah di buat heboh dengan kehadiran Lita yang tampil sangat cantik dengan riasan sederhana. Rambut nya di buat bergelombang, dengan mahkota di atas nya.
Sesederhana itu, tapi mampu membuat satu sekolah itu berguncang karena penampilan Lita.
"Ngelamun bae, bang." Gerutu Lita.
"Hahaha, abang cuma masih berasa mimpi aja. Adik kecilku yang manja dan cengeng, sekarang sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah." Ucap Haris , dengan nada sendu.
"Setelah itu, tanggung jawab ku menjaga mu beralih pada suami mu. Jadilah istri yang baik, dan penurut." Haris menatap Lita, dan mengelus puncak kepala nya dengan sayang.
"Abang menyayangi dirimu, lebih dari apapun. Jika kebahagiaan mu bersama Raka, maka pergilah. Abang takkan bisa lagi mencegah mu, seperti yang Abang bilang tadi, kamu sudah dewasa dan bisa memilih mana yang terbaik."
"Abang hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu, adik ku." Ucap nya, sudut mata nya berkaca-kaca, siap meluncurkan hujan badai.
"Terimakasih Bang, abang yang terbaik." Ucap Lita, dia memeluk Haris dengan erat. Menunjukan bahwa dia sangat menyayangi abang nya itu, selama ini dia hidup bergantung kepada Abang nya, sebelum hadir nya Raka yang berusaha mengambil posisi Abang nya.
"Sudah malam, tidurlah. Calon pengantin mana boleh tidur malem-malem, begadang." Ucap Haris, lembut. Dia pun melera pelukan nya, dan membiarkan Lita pergi ke kamar nya untuk beristirahat.
Setelah Lita pergi, Haris masih duduk di posisi nya tak bergerak sedikit pun. Pikiran nya di penuhi dengan apa yang dia lakukan terhadap Bella sekitar sebulan yang lalu.
Dimana dia dan Bella, tengah berduaan saja. Sedangkan Ibu nya belum pulang bekerja, saat itu weekend dan Haris ngapel malam-malam. Karena Lita menginap di apartemen Raka malam ini, jadi dia bisa bebas pulang jam berapa pun.
Malam itu hujan sangat deras, sangat mendukung untuk bermesraan. Sudah biasa, Haris selalu melakukan ciuman dan memainkan dada Bella jika mereka sedang berduaan.
Tapi malam itu, Haris tak bisa menahan hasrat nya yang sudah di ubun-ubun. Dengan segala bujuk rayu, akhirnya Bella pasrah saat Haris menggagahi diri nya. Mengambil mahkota berharga yang selama ini dia jaga dengan baik, kini mahkota itu sudah terkoyak oleh kejantanan Haris.
Bella sempat menolak di saat-saat terakhir, tapi dengan segala bujuk rayu manis yang Haris ucapkan membuat Bella terbuai, dan akhirnya merelakan keperawanan nya di ambil Haris.
Mengingat kejadian itu membuat Haris mendesah frustasi, bagaimana tidak? Hana datang lagi dengan niat terselubung nya, dan sekarang Bella hamil karena kesalahan nya tak bisa mengendalikan Naf*u.
Dia mengusap wajah nya kasar, menyesal sekarang pun tak berguna. Semua sudah terjadi, dan Haris harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
"Semua nya semakin rumit, maafkan aku Bella."
🌻🌻🌻
__ADS_1
tinggalkan jejak, like, komen, vote. dan follow akun author. Happy reading❤️
tap favorit ya wakk😘😘