
Pagi hari nya, Lita terbangun lebih dulu. Dia menggeliat pelan, tak ingin mengganggu tidur Raka karena posisi nya masih dalam pelukan nya.
Lita mendongak sambil tersenyum, dia menatap wajah teduh Raka saat tidur, tangan nya terulur menyentuh rahang tegas milik kekasih nya.
" Ini orang kalo lagi tidur keliatan kalem banget, tapi kalo udah bangun pecicilan nya minta ampun." Gumam Lita, dia mencubit pelan pipi Raka.
" Suka ngeledek pipi aku cabii, tapi ternyata dia juga cabi gini, tembem kayak bakpau." Gumam Lita lagi.
" Diam atau aku terkam." Ucap Raka, seketika Lita menarik tangan nya dari wajah Raka. Dia takut dengan ancaman Raka.
Perlahan Raka membuka mata nya, dia langsung menatap Lita yang wajah nya sudah memerah.
" Apa kamu punya masalah kulit yang?" Tanya Raka pelan.
" Enggak kok, kenapa?" Tanya Lita balik.
" Ini kok memerah gini, kayak alergi." Goda Raka, dia sangat suka membuat gadis nya kesal .
" Ihh kakak, suka banget godain aku." Ucap Lita kesal, dia menepuk dada Raka.
" Gemesin banget sih, pacar nya aku." Ucap Raka, dia kembali memeluk Lita dengan erat. Mendekap nya dengan kasih sayang.
" Kamu kuliah hari ini sayang?" Tanya Raka.
" Iya kak, tapi Lita gak bawa pakaian ganti."
" Gampang, kamu siap-siap yak. Kakak akan belikan pakaian untuk mu." Ucap Raka, tapi dia tak melepaskan pelukan nya di tubuh Lita.
" Eehhhmmmm, dengan dalaman nya ya kak." Ucap Lita malu-malu.
" Iya sayang, mandi gihh."
" Lepasin pelukan nya dong, gimana Lita mau ke kamar mandi kalo kakak terus meluk Lita kayak gini."
Raka terkekeh pelan, dia lupa kalau tangan nya masih melingkar sempurna di pinggang Lita. Raka pun segera melepaskan tangan nya, dan membiarkan gadis nya pergi.
Setelah itu ,dia mengambil ponsel nya dan memesan pakaian untuk Lita. Pengiriman cepat yang bisa sampai, tanpa harus menunggu berhari-hari. Paling hanya menunggu sekitar 1 jam setelah memesan.
Sudah hampir setengah jam, tapi Lita belum juga keluar dari kamar mandi.
" Yangg, ayang gapapa?" Teriak Raka dari luar pintu.
" Sebentar lagi." Jawab Lita dengan berteriak juga.
" Huhhh, cewek mandi nya lama. Mandi di kamar bawah aja kali yak?"
" Heran sama cewek, mandi nya suka lama. Atau jangan-jangan jadi duyung yak? Apa gak keriput juga tuh tangan, kelamaan berendem." Gumam Raka konyol.
Dia pun memutuskan untuk mandi di kamar tamu lantai bawah, karena menunggu Lita belum tentu akan cepat selesai.
Tak lama Raka sudah selesai mandi, dia naik kembali ke kamar nya. Tapi Lita masih belum keluar juga dari kamar mandi.
" Sayang, apa kamu jelmaan ikan duyung?" Gumam Raka, Lita sangat suka berlama-lama di kamar mandi.
__ADS_1
Tapi tak lama, Lita keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe milik Raka. Air menetes dari rambut Lita, dia habis keramas.
" Kamu ini ngapain aja sih di kamar mandi, lama bener?" Tanya Raka, sambil memeriksa tangan Lita.
" Hehehe, Lita betah kak. Kamar mandi nya nyaman banget, mana luas. Kamar mandi orang kaya mah beda." Ucap Lita nyeleneh.
" Selain itu sabun mandi nya wangi banget." Ucap Lita.
" Kamu suka?" Tanya Raka. Lita mengangguk mengiyakan.
" Nanti kakak beliin, sekalian beli skincare yak." Ajak Raka.
" Gak usah kak, Lita cukup pake bedak bayi aja."
" Kamu udah besar sayang, jangan menolak yak. Nanti kakak ajakin nge mall." Ucap Raka, dia tak suka di bantah.
" Iya lah, terserah kakak." Jawab Lita malas.
Terdengar suara bell pintu, Raka langsung keluar dari kamar. Dia tak mengizinkan Lita keluar, karena saat Ini Lita hanya menggunakan bathrobe kebesaran milik Raka.
🥀
Tak lama, Raka masuk kembali dengan menenteng sebuah paperbag.
" Ini, pakai cepat keburu kesiangan. Kakak ada meeting pagi." Ucap Lita, tangan nya terulur memberikan paperbag itu pada Lita.
Dengan cepat Lita menerima paperbag itu dan masuk lagi untuk berganti pakaian.
10 menit kemudian, Lita keluar dengan menggunakan pakaian pilihan Raka.
" Kenapa jalan nya gitu?" Tanya Raka, melihat cara berjalan Lita yang cukup aneh.
" Apa nya?" Tanya Raka, padahal dia tau maksud Lita.
" Hiisss kakak, masa gak ngertii . Itu loh, segitiga sama cup." Jawab Lita dengan wajah merona.
" Kekecilan? Biasa nya pake ukuran apa?"
" L." Jawab Lita singkat.
" Pantesan, kakak beli ukuran M, kalo cup biasa pake no berapa?." Ucap Raka sambil terkekeh pelan.
" 36B" Jawab Lita, Raka menutup mulutnya. Dia tak menyangka milik Lita ternyata cukup besar.
" Udah lah jangan di bahas. Malu " Gerutu Lita.
" Tapi kamu cantik yang. Walau dalam nya salah ukuran."
" Iya tapi sesak." Jawab Lita ketus.
" Maafin, kan kakak gak tau yang."
" Ckkk, cuma tau make nya doang tapi gak tau kebutuhan nya." Gerutu Lita.
" Apa yang?"
__ADS_1
" Gak ah belok."
" Kemana?" Tanya Raka.
" Ke hatimu." Jawab Lita sambil tertawa.
🥀
Setelah perdebatan ala sepasang kekasih karena salah beli ukuran, saat ini Raka sedang mengantarkan Lita ke kampus.
" Kuliah yang bener, nanti kalo kakak pulang agak cepet kakak jemput."
" Biasa nya juga suka jemput habis pulang kerja." Jawab Lita.
" Maksud nya gak kecepetan abang kamu jemput nya sayang."
" Ohh ,iya kak." Jawab Lita singkat.
" Bisa gak panggil aku sayang atau mas gitu, aku ngerasa jadi kakak kamu kalo kamu manggil gitu." Ucap Raka, dia cukup risih dengan panggilan Lita.
" Lita cuma belum terbiasa, nanti Lita coba yak."
" Iya sayang." Jawab Raka singkat, dia fokus mengemudi kan mobil nya.
🥀
Akhirnya mereka sampai di gerbang kampus, Lita keluar setelah mengecup pipi kanan dan kiri Raka, Tentu nya Raka juga membalas dengan mencium kening Lita.
" Lita masuk dulu, kakak hati-hati ya." Ucap Lita.
" Iya sayang, kakak berangkat dulu." Ucap Raka, dia pun segera mengemudikan mobil nya ke arah perusahaan.
Lita melambaikan tangan nya ke arah mobil Raka yang sudah melaju, Lita pun bergegas masuk ke dalam kampus.
Tapi sebelum itu, Tangan nya di cekal dengan keras.
" Abang." Ucap Lita lirih setelah tau siapa yang mencekal tangan nya.
" Kamu semalem kemana? Tidur dimana? Terus kesini sama siapa?" Tanya Haris memberondong Lita dengan banyak pertanyaan langsung.
" Gak penting Lita kemana, tidur dimana, kesini sama siapa. Selama abang gak sadar apa salah abang, Lita gak bakal pulang." Jawab Lita pedas.
" Abang khawatir sama kamu dek."
" Gak perlu khawatirin aku, aku dah besar. Aku di tempat aman, dengan orang yang melindungi ku." Jawab Lita lagi.
" Pergi lah bekerja, aku akan masuk." Ucap Lita, dia melepas cekalan tangan Haris dengan lembut.
Lita pergi setelah mengatakan hal itu, sedangkan Haris dia berjalan gontai ke arah mobil nya.
" Maafin abang Lita."
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga ya😘