
"Kau kan pria tua brengseek itu.." Teriak Brandon penuh emosi, hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu menatap Brandon dengan tatapan heran, kenapa baru saja datang tapi dia sudah mengatai pria itu brengsek?
"Apa maksud mu, Brand?" Tanya Raka pelan, dia berusaha selembut mungkin agar Brandon tak lebih emosi.
"Pria itu yang hampir meniduri Marsya saat itu bang, dia yang membeli Marsya dari pembuly nya." Jelas Brandon membuat semua orang terperangah, begitu juga Danu. Ya, pria itu adalah Danu.
"A-apa?"
"Ya, mataku tak mungkin salah lihat, dia lelaki tua brengsek itu bang. Aku sangat yakin, 100 persen." Ucap Brandon, dengan amarah yang menggebu-gebu.
Lita menatap tak percaya pada lelaki paruh baya yang duduk di depan nya, laki-laki itu meremat jari nya, mungkin gugup karena keborokan nya di bongkar adik angkat anak nya.
"Apa itu benar?" Tanya Raka memastikan, kalau yang di bilang Brandon itu benar, bukan sekedar bualan.
"Ckk, coba abang fikir dengan logika. Bagaimana aku bisa bicara seperti ini, sedangkan aku bertemu dengan nya baru kali ini. Tak mungkin aku berbohong dan mengada-ada, aku takkan mungkin menghancurkan image orang 'Terpandang' seperti bapak tua itu." Ucap Brandon sinis, dia menekan kan kata terpandang.
Meski dia belum tau siapa sebenarnya Danu, yang ternyata adalah anak mantan CEO di perusahaan tempat nya mencari peruntungan, tapi dengan sekilas pandang saja dia tau kalau pria tua itu adalah orang terpandang, dari cara nya menjaga sikap.
Danu hanya diam, jujur saja dia belum tau seperti apa wajah gadis yang di ributkan oleh bocah yang Raka bilang nama nya Brandon itu.
Raka kembali melirik Danu yang masih bungkam, tatapan mata nya menggelap. Bagaimana kelakuan ayah kandung dan ayah angkat nya sebelas dua belas bajingaan nya?
"Jelaskan." Ucap Raka datar, aura dingin nya seketika menguar. Hingga membuat Lita merinding saking dingin nya.
"Jujur saja, aku tak tau wajah gadis itu." Brandon merangsek dan menyodorkan ponsel nya yang menampilkan foto Marsya yang sedang tersenyum manis.
Danu membulatkan mata nya, benar dia gadis nya. Dan ternyata dia adalah kekasih bocah imut ini? Ahh ya ampun, bisa berabe kalau gini. Kira-kira seperti itulah Danu membatin.
"Apa kau mengenal nya bapak tua? Dan sebenarnya siapa kau ini, kenapa ada di rumah abang ku?" Tanya Brandon sinis.
"A-aku mengenal nya, aku membeli nya dari tiga gadis di bar. Mereka memberi harga yang sangat tinggi untuk gadis kecil itu, karena aku sanggup dan butuh hiburan, jadi aku membeli nya untuk menemani ku satu malam."
"Tapi saat aku masuk ke hotel, ternyata dia tak sadarkan diri. Aku tak tau kalau dia korban bully, aku meninggalkan nya dan membeli pakaian ganti juga makan malam."
"Tapi saat aku kembali, gadis itu sudah di bawa oleh pria berbadan besar dan berseragam serba hitam." Jelas Danu.
"Kau tau kalau itu orang-orang nya keponakan mu, Elgar?" Tanya Raka datar.
__ADS_1
Danu menggelengkan kepala nya, berarti dia belum tau kalau seluruh keluarga kakak nya adalah Mafia kejam.
"Kemana saja kau ini, sampai begitu pun kau tak tau. Lalu apa tujuan nya kau membeli gadis hah? Kau tak malu dengan usia mu!"
"Maafkan Papa nak."
"Papa? aku tak mau punya Papa bejat seperti dirimu. Aku fikir ayah kandung ku adalah pria terhormat, yang mampu menjaga wanita. Tapi harapan ku terlalu tinggi." Ucap Raka tegas.
"Jadi dia ayah kandung mu Bang? Miris sekali hidup mu, enggak kandung atau tiri kedua nya sama saja. Penjahat kelamiin." Sinis Brandon, lalu pergi masuk ke kamar nya.
Raka mengusap wajah nya kasar, harus nya ini jadi moment yang mengharukan bukan? Bertemu setelah 27 tahun hidup tanpa mengetahui siapa ayah kandung nya sebenar nya, tapi lagi-lagi semua tak sesuai ekspektasi nya.
Flashback
Raka pulang ke rumah lebih awal karena pekerjaan nya sudah selesai, tapi saat sampai rumah, dia melihat mobil sedan mewah terparkir rapi di halaman rumah nya.
Dari plat nya dia tau, kalau ini mobil seseorang yang sedang ada dalam fikiran nya, Tuan Danu.
"Kinclong banget, sampe bisa di pake ngaca." Gumam Raka, lalu masuk ke dalam rumah nya dengan menenteng kantong kresek berisi donat coklat pesanan istri tercinta nya.
"Sayangg, Mas pulang.." Teriak Raka, hingga mengagetkan tiga orang yang sedang diam-diaman di ruang tamu.
"Ini donat coklat pesanan kamu, Mas beli nya di toko kue favorit kamu."
"Aku menyajikan nya dulu ya Mas.." Pamit Lita lalu pergi ke dapur.
"Wahh, ada tamu yah? Ada hal mendesak apa hingga membuat adik Pak Dani datang ke rumah sederhana saya?" Tanya Raka, dengan sedikit sindiran.
Danu hanya diam, sesekali melirik Raka dan menampilkan senyum simpul nya.
"Raka, kamu tau siapa beliau?"
"Tentu saja, dia pak Danu, adik dari Pak Dani mantan CEO AM Group." Jawab Raka, setau nya pria itu memang adik nya Pak Dani.
"Nyata nya, dia bukan sekedar adik dari Dani sahabat Mama Nak."
"Lah terus apa? Jangan berbelit-belit lah Ma." Protes Raka.
__ADS_1
"D-dia ayah kandung mu, Raka."
Degg...
Raka mematung setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Mama nya, apa katanya? Pria itu adalah ayah kandung nya, what the f*ck.
"Jangan bercanda Ma, ini tak lucu sama sekali. Garing, Mama gak berbakat jadi pelawak."
"Tapi ini memang kenyataan nya Nak, dia ayah kandung mu." Jawab Mama Renata.
"Lalu kenapa baru sekarang pria ini menampakan batang hidung nya di hadapan ku?" Tanya Raka sinis.
"Karena ayah baru menemukan Renata setelah sekian lama, aku juga tak tau kalau dia hamil anak ku." Jawab Danu pelan. Danu yang terkenal sombong dan angkuh, ternyata takut dengan anak nya sendiri. Aura dingin terlalu mendominasi dalam diri Raka.
"Itu karena kau tak berusaha mencari nya, bagaimana bisa seorang pria yang sudah mengambil kehormatan seorang wanita, tapi setelah puas kau mencampakan nya bagai sampah?"
"Itu karena dia sudah punya suami, Raka. Tolong mengerti lah." Ucap Danu.
"Apa nya yang harus di mengerti? Kelakuan mu, atau apa?" Sindir Raka dengan senyum smirk nya.
Danu diam, dia takan kalah berdebat dengan anak bibit unggul nya. Raka terlalu pandai membalikan setiap perkataan nya hingga menjadi pukulan bagi dirinya sendiri.
"Kau tak mendebat ku pak Tua? Takut kalah, tentu saja aku juara debat satu provinsi." Raka membanggakan diri nya sendiri di hadapan ayah kandung nya sendiri.
"Mungkin benar kau adalah ayah kandung ku, ada darah yang mengalir di dalam tubuh ku. Tapi maaf, aku bukan laki-laki lemah seperti dirimu, setelah meniduri lalu bersikap acuh seolah tak terjadi apa-apa."
"Kau ini laki-laki kan? Bukan banci lampu merah? Dimana tanggung jawab mu sebagai laki-laki, ada dimana kau saat ibu ku depresi hingga melupakan hal-hal penting?"
"Ohh aku lupa, kau itu kan sejenis pria hyperr yang takkan pernah puas dengan satu wanita. Aku yakin kau pasti sedang bersenang-senang menikmati hidup mu, padahal di sisi lain ada wanita yang sudah kau rusak sedang berusaha kembali menata hidup, berjuang untuk hidup nya sendiri. Apa kau peduli? Mungkin tidak."
"Aku sudah terlalu banyak bicara, aku akan istirahat dulu. Jika mau pergi silahkan, tak usah menunggu ku." Ketus Raka lalu pergi ke kamar nya ,di ikuti Lita.
"Maafkan ayah nak." Teriak Danu, saat Raka sedang menaiki tangga bersama Lita.
"Jangan mengemis disini, pergilah ke tempat lain." Ucap Raka dingin.
🌻🌻
__ADS_1
Raka dah tau kalau Danu bapak kandung nya☺️ di bab selanjutnya, masih ada flashback nya Raka ya😘 happy reading❤️
tinggalkan jejak😘