
Lita dan Bella datang dengan menggendong anak mereka, Brandon segera mengambil alih baby Ralinsya dari pangkuan Lita dan membawa nya duduk di samping istri nya.
"Lihat mata, bibir dan hidung nya sangat menggemaskan kan sayang?" Tanya Brandon.
"Iya, bibir nya mungil kemerahan." Jawab Marsya, Brandon hanya menatap sekilas kearah istri nya itu, dan kembali memulai kebiasaan nya menusuk-nusuk pipi gembul Baby Ralinsya dengan telunjuk nya.
Sontak saja Raka yang melihat anak nya di sakiti menjadi berang, dan ingin mengambil alih baby Ralinsya dari pangkuan Brandon.
"Biarkan saja sayang, baby Ralin juga gak nangis berarti gak sakit." Tahan Lita, dia memegang lengan suami nya.
"Tapi untuk apa Brandon menusuk-nusuk pipi anak ku?" Tanya nya.
"Katanya biar jadi lesung pipit." Jawab Lita sambil mencomoti seblak dari wadah.
"Iya bang, aku suka kalau cewek punya lesung pipit jadinya keliatan manis kalo senyum." Jawab Brandon, dia tersenyum saat kedua mata keponakan nya itu terbuka secara perlahan dan langsung tersenyum ke arah uncle nya.
"Ihh keponakan om udah bangun ya? Uhhh cantik nya kesayangan uncle." Ucap Brandon, dia menciumi kedua pipi Baby Ralinsya dengan gemas.
"Jadi manggil nya om atau uncle?" Tanya Marsya.
"Uncle aja deh, kalo om terkesan nya kayak aku udah tua." Marsya hanya tersenyum menanggapi ucapan suami nya.
"Ini buatan siapa Sya, enak banget lho." Ucap Bella, dia anteng ngemil seblak kering nya.
"Buatan Mama kak.." Jawab Marsya.
__ADS_1
"Wihh, kayaknya mama kamu chef ya? Apapun yang dibuat sama mama kamu selalu enak, gak pernah gagal pokok nya." Puji Bella,
"Iya, aslinya. Sekarang mama kemana?" Tanya Lita.
"Di kamar kayak nya, sama Nia juga."
"Ajakin ngumpul dong disini biar rame." Usul Bella, Marsya mengangguk dan pergi ke kamar ibu nya.
Tak lama, Marsya datang bersama Ibu Asih dan Nia.
"Nah gitu dong ngikutan ngumpul Bu. Yuk sini duduk." Ajak Bella, mereka pun menurut dan duduk di samping Bella.
"Oh iya, Hanna sebentar lagi kesini." Ucap Marsya, sontak saja wajah Mike memerah begitu mendengar nama Hanna.
"Ciee, ehem bakal ketemu gebetan ya? Sana siap-siap dulu biar gak malu-maluin."
"Apaan, udah ganteng kok." Bangga nya dengan wajah datar nya, tanpa ekspresi. Padahal dalam hati nya pasti tengah di landa kegugupan, iya dong kan mau ketemu gadis pujaan.
Tak lama, benar saja Hanna datang dengan wajah semringah nya, karena sudah beberapa hari ini mereka tak bertemu, khusus nya dengan Marsya.
"Marsya aku kangennn.." Teriak nya, lalu menghambur memeluk sahabat nya itu.
"Aku juga Han," Jawab Marsya di sela pelukan mereka.
"Sini duduk, kita ngemil bareng." Seolah tau, Raka dan Haris kompak menjauh dan membiarkan Hanna duduk di samping Mike. Membuat Mike menyunggingkan senyum kecut nya.
__ADS_1
Dia tak menyangka kedua pria itu akan kompak mendekatkan nya dengan Hanna.
Hanna pun terpaksa duduk di samping Mike, Mike menegang saat tak sengaja rambut Hanna mengenai wajah nya.
"Rambut nya wangi banget, ya ampun gemes pengen ngelus itu rambut." Batin Mike.
"Ngomong dong Mike, kok diem-diem bae. Suara lu gak bagus-bagus amat kok." Ledek Haris. Mike hanya menatap tajam pada Haris, membuat Haris salting.
Mike sesekali curi-curi pandang ke arah Hanna yang ngemil tanpa beban, sedangkan Mike dia menahan rasa canggung yang luar biasa.
Brandon tersenyum simpul saat melihat ekspresi malu-malu dari kakak nya itu,
"Udah tua, tapi masih malu-malu. Action dong ahh." Ucap Brandon sengaja dengan suara yang cukup keras, hingga membuat Hanna menoleh.
"Ada apa kak?" Tanya Hanna.
"Kagak," Jawab Brandon singkat, dan melanjutkan kegiatan nya yaitu menusuk-nusuk pipi kanan Baby Ralinsya.
"Malu-malu tapi mau ya Brand?"
"Malu-malu macan itu mah." Celetuk Haris juga. Membuat Mike memasang wajah kesal nya,
🌻
Pendek lah buntu🤭😂
__ADS_1