
Malam hari nya, Raka dan Haris sedang mengobrol santai sambil minum teh di teras rumah. Sedangkan Lita, gadis itu belum turun lagi setelah keceplosan tadi sore.
" Kapan Lu mao nyamperin nyokap, bokap lu?" Tanya Haris serius.
" Entahlah, rasa nya males banget. Gue muak Ris." Jawab Raka datar.
" Ya gimana pun itu orang tua Lu, orang yang ngebrojolin Lu, yang ngegede in Lu juga." Ucap Haris memperingati.
" Masalah nya disini gue kerja ama orang, ya gak bisa seenak nya minta cuti, cuma buat nemuin orang tua gue. Yang pasti disana bakal ada cekcok kayak yang udah-udah." Jawab Raka menjelaskan.
" Tapi iya juga sehh." Ucap Haris membenarkan ucapan Raka.
" Bisa-bisa gue di pecat sama Pak El, nah Elu pasti ambil kesempatan tuh disana." Ucap Raka ketus.
" Hahaaa, Lu tau aja." Ucap Haris.
" Cihh kayak nya Lu nge fans ama bos gue ya? Belum liat aja kedua kakak nya begimane." Ucap Raka.
" Emang nya gimana?" Tanya Haris penasaran.
" Pokok nya kalau Pak Adam sama Pak Andi dateng, sinar nya itu cerah banget sampe silau saking ganteng dan keren nya." Jawab Raka lebay.
" Seriusan lu? Seganteng itu?" Tanya Haris lagi.
" Ehh, ngapain gue becanda Haris." Ucap Raka.
" Anjirr, gak kebayang sih itu ganteng nya gimana kalo Lu bilang gitu. Pasti warbiazaahhh." Ucap Haris dengan konyol.
" Lahh calon abang gue, gini amat." Ledek Raka.
" Ngomong-ngomong nih yee, sampe kapan Lu mau gantungin perasaan Adek gue? Perempuan itu butun kepastian Bro." Ucap Haris, fakta nya memang wanita membutuhkan bukti bukan janji.
" Secepat nya, gue pengen jalin hubungan sama Lita saat masalah gue sama nyokap udah selesai." Ucap Raka. Haris manggut-manggut, mengerti keadaan Raka.
" Ternyata posisi Lu sulit juga ya broo, tapi gue salut sama Lu."
" Salut dimana nya?" Tanya Raka.
" Lu bisa nyembunyiin masalah, Lu gak keliatan punya masalah yang cukup memberatkan." Ucap Haris.
" Ini semua berkat Lita, Ris." Jawab Raka, dia tersenyum simpul ke arah Haris.
" Kalo diliat-liat, ternyata Lu manis juga ya? Pantesan adek gue naksir ma Lu." Ucap Haris.
__ADS_1
" Kok gue ngedenger nya geli ya? Lu muji ato ngatain sih?" Ucap Raka.
" Hahaha, terserah Lu dah. Masuk, dingin. Tidur sana, besok kita nguli lagi." Ucap Haris dengan senyum ceria nya.
Sama seperti hal nya Raka yang bisa menyembunyikan masalah nya, sebenarnya Haris juga punya masalah.
Jika masalah Raka adalah orang tua nya yang terlalu ikut campur, sedangkan Haris masalah ekonomi.
" Perhatian banget bang." Goda Raka, dia sengaja menyebut Haris dengan sebutan Abang, seperti Lita.
" Abang, Abang.. baru calon kali." Gerutu Haris, dia tak suka Raka menyebut nya Abang.
" Iya kakak ipar."
" Nah itu kedengeran lebih adem." Ucap Haris sambil tertawa, beginilah Haris jika bersama Raka.
Raka dan Haris memiliki karakter yang sama persis, mereka berdua di kenal sebagai cowok dingin, arrogan dan garang. Tapi jika mereka bersama, seolah sifat dan sikap yang beredar di luaran itu tak berlaku.
🌻🌻🌻
Raka berguling kesana kemari hingga satu kasur terjajal semua, tapi tetap saja mata nya tak kunjung tertutup. Entah mengapa, dia sangat merindukan Lita nya.
Setelah berfikir panjang, akhirnya dia memutuskan untuk menyelinap ke kamar gadis nya.
Di balik lampu tidur yang temaram, dapat Raka lihat gadis nya tertidur dengan memeluk jas milik nya. Akhirnya dia tau, kenapa Lita meminta jas nya hari itu.
" Kau benar-benar membuat ku terkejut dan bahagia dalam waktu bersamaaan Lita." Gumam Raka.
Setelah mengunci pintu, Raka masuk ke dalam selimut yang sama dengan Lita dan memeluk gadis itu dengan mesra.
Karena merasa ada yang memeluk nya Lita terbangun dan sangat terkejut, saat melihat Raka tertidur di samping nya, dengan tangan yang memeluk perut nya.
" Kak Raka kenapa bisa disini?" Tanya Lita pelan, Raka yang belum sepenuhnya tertidur pun kembali membuka mata nya.
" Kakak gak bisa tidur, pengen deket kamu." Jawab Raka manja.
" Kok manja gini sih, kenapa?" Tanya Lita lagi.
" Lita, apa kamu serius dengan perkataan tadi sore? Apa kamu mulai menyukai ku, jujur lah." Tanya Raka dengan serius.
Andai saja lampu utama kamar menyala, Raka pasti bisa melihat semburat kemerahan di pipi Lita. Dia tersipu, karena Raka mengungkit perkataan nya tadi sore.
" Jawab lah, jangan bikin kakak penasaran." Ucap Raka lagi, tangan nya bergerak menyisipkan anak rambut Lita ke telinga nya.
__ADS_1
" I- iya kak. Lita menyukai kakak, tapi Lita cukup sadar diri." Jawab Lita dengan terbata di awal kata nya.
" Sadar diri apa nya?" tanya Raka lagi.
" Lita cuma gadis biasa, gak punya apa-apa. Gak kaya mantan tunangan kakak, terlihat dari penampilan nya saja dia pasti orang yang selevel dengan kakak." Jawab Lita.
" Untuk apa ada hati kalau masih memandang fisik dan kekayaan, maaf tapi kakak bukan tife pria yang mengutamakan hal itu. Kakak lebih menyukai gadis yang tampil apa ada nya, tanpa di lebih-lebih kan."
" Jadi Lita mengerti kan? Jangan merasa rendah diri di hadapan kakak, kakak menyukai mu apa ada nya. Semua yang kamu miliki, belum tentu orang lain juga memiliki nya." Ucap Raka bijak.
" Jadi kakak juga menyukai Lita?" Tanya Lita, dia mengubah posisi nya menjadi berhadapan dengan Raka.
" Sejak pertemuan pertama di parkiran mall, saat kakak menolong mu. Saat itu kakak menyukai mu, terlebih saat tau kamu adalah adik dari Haris, sahabat kakak. Awalnya kakak hanya menyukai kepolosan mu, tapi kelamaan rasa yang tumbuh semakin besar dan dalam." Jelas Rakaa.
Penjelasan Raka, tentu saja membuat Lita tercengang. Tak sangka orang yang dia perjuangkan, ternyata tengah memperjuangkan nya juga.
" Kak, ini bukan mimpi kan?" Tanya Lita dengan wajah lucu nya.
" Ini nyata Lita ku." Jawab Raka, dia menangkup wajah Lita.
" Ahhh, aku sangat bahagia. Ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan." Ucap Lita, refleks dia memeluk Raka dengan erat.
" Untuk saat ini kita pacaran dulu ya? Lita mau?" Tanya Raka, jelas saja Lita mengangguk cepat.
" Bisakah Lita menunggu kakak untuk datang melamar mu?" Tanya Raka serius.
" Kenapa kak?" Tanya Lita balik.
" Kakak punya masalah yang harus kakak selesaikan, setelah itu selesai. Kakak akan datang kepada mu untuk menjadikan mu milik kakak, seutuhnya." Ucap Raka.
" Masalah apa kak?" Tanya Lita, jiwa kepo nya mode on.
" Nanti kakak beri tahu ya, sekarang tidur. Besok hari baru untuk hubungan kita." Ucap Raka, dia mengecup singkat kening Lita.
" Iya kak, Lita bahagia banget." Ucap Lita.
🌻🌻🌻
Akhirnya babang Raka ngungkapin rasa nya🤭🤭
Maaf kalo banyak typo🤭
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️