
Dengan santai Raka pergi dari apartemen itu, dia memutuskan untuk sementara akan tinggal di hotel saja. Unit apartemen nya sudah lama tak di tempati, pasti berdebu dan berantakan tentu nya.
Raka berjalan dan menyetop taksi, dan mengarahkan nya ke hotel terdekat. Dia sangat lelah dan ingin beristirahat sejenak.
Tak lama, taksi yang membawa Raka sudah sampai di sebuah hotel berbintang.
" Terimakasih pak, ini uang nya." Ucap Raka memberikan 2 lembar uang seratus ribuan.
" Kebanyakan Mas nya." Tolak sang supir.
" Jangan menolak rezeki Pak." Ucap Raka, cukup memaksa.
" Baiklah, terimakasih Mas." Ucap supir taksi itu, dia menerima nya dan terus berterimakasih.
Raka menyeret kembali koper nya, tapi saat akan masuk ke dalam hotel, tangan nya di cekal seseorang.
" Raka tunggu dulu." Ucap Edo, ternyata sedari tadi dia mengikuti Raka.
" Wahh penghianat rupa nya, ada apa?" Tanya Raka santai.
" Maafkan aku Raka, aku mengaku salah."
" Salah apa? Karena mencicipi Helena?" Tanya Raka dengan sinis.
" Aku tau Raka, aku sangat salah tak bisa kah aku mendapat maaf?"
" Sudah tau itu hal yang salah, kenapa kau lakukan hahh? Percuma kau sekolah belasan tahun tapi tak tau mana yang salah dan benar!" Ucap Raka ketus.
" Menurut ku Penghianatan adalah kesalahan paling besar, tak ada kata maaf untuk kesalahan sebesar itu. Keputusan ku sudah sangat bulat, sebentar lagi kau akan di tendang oleh pihak kampus karena skandal mu itu."
Edo menunduk mendengar ucapan Raka, bagaimana ekspresi orang tua nya jika hal itu benar terjadi. Dia tak dapat membayangkan betapa kecewa nya mereka, karena ulah anak nya.
" Pergilah, aku lelah ingin istirahat. Waktu ku terkuras habis karena urusan yang tak penting." Ucap Raka dengan ketus.
" Secepat itu kah kau melupakan persahabatan kita, Raka?" Tanya Edo dengan lirih.
" Harus nya kau tanya pada dirimu sendiri, bukan pada ku! Pergilah, aku tak punya waktu memgurus tikus kecil seperti mu."
" Ohh iya, kau sangat cocok dengan Helena. Sesama penghianat." Ucap Raka menyindir Edo, tapi Edo hanya diam . Karena perkataan Raka sangat menusuk ke dalam hati nya.
Raka masuk ke dalam hotel, dia benar-benar lelah. Rencana nya ingin memberi kejutan pada Helena, tapi malah dirinya yang terkejut dengan terbongkar nya perselingkuhan Helen dan Edo, mantan teman nya.
__ADS_1
Raka sampai di kamar hotel yang dia pesan, dia langsung membersihkan diri. Dia ingin tidur seharian.
Hati nya cukup terguncang dengan fakta yang baru saja dia dapatkan, cihhh andai saja dia tak pulang kesini hari ini. Pasti dia takkan tau kebusukan dua orang penghianat itu, menusuk dari belakang.
🥀
Keesokan hari nya, Raka sudah pergi ke kampus lagi. Tentu saja keadaan kampus sangat ramai karena suatu skandal, siapa lagi kalau bukan Edo.
Haris menghampiri Raka yang sedang duduk santai sambil meminum kopi nya di kantin, Haris adalah salah satu sahabat Raka. Biasa nya mereka akan berkumpul bertiga disini, tapi kali ini mereka hanya berdua. Karena Edo, sudah berhianat.
" Lu dah tau skandal Edo?" Tanya Haris, dia duduk di samping Raka.
" Tau lah, Lu tau gak cewek nya siapa?" Tanya Raka balik.
" Enggak tuh, emang siapa?" Tanya Haris penasaran.
" Helena." Jawab Raka singkat, tapi mampu membuat Haris membulatkan mata nya.
" Gilaa, dia kan tunangan Lu Raka."
" Lah terus gue harus nangis kejer gitu?" Tanya Raka santai.
" Gue heran aja sih sama Lu, tunangan Lu selingkuh sama temen Lu sendiri, tapi Lu masih sekalem ini."
" Gue salut sama Lu bro."
" Gue harus nya bersyukur saat ini Ris, karena dengan kejadian ini gue tau Edo bukan teman yang baik, Helena juga bukan wanita yang baik untuk di jadikan istri." Ucap Raka. Wajah nya tenang seperti tak punya beban sedikit pun.
" Terus yang nyebarin video ini siapa yak?" Tanya Haris.
" Gue lah." Jawab Raka singkat.
" Whatt?"
" Gue yang video in mereka lagi gituan, gue juga yang nyebarin video itu." Jawab Raka.
" Jadi Lu mergokin mereka lagi gituan?"
" Secara Live Ris." Jawab Raka.
" Lu kalo dah marah, serem banget anjim." Ucap Haris, dia tau kalau Raka sangat membenci penghianatan.
__ADS_1
" Gue hangat dan lembut kalo sama orang gue sayang Haris."
Flashback off
Raka menggelengkan kepala nya, bisa-bisa nya dia malah mengingat hal menyakitkan itu. Dia harus bisa meyakinkan Haris, kalau dia sungguh-sungguh dengan Lita. Dia tak ada niat untuk mempermainkan, dia benar-benar mencintai Lita dengan tulus.
Sementara ini, biarlah dia istirahat terlebih dulu, tubuh dan pikiran nya sangat lelah.
🥀
Sudah satu minggu sejak kejadian hari itu, tak ada lagi Lita yang ceria, dia berubah menjadi pendiam.
" Lit.. " Panggil Haris, dia masuk ke kamar Lita. Dilihat nya dia sedang menatap poto dalam Figura yang ada di meja nakas.
Lita tak menjawab panggilan Haris, dia hanya diam, sesekali melirik ke arah abang nya. Setelah itu dia kembali menatap poto dirinya dan Raka yang di bingkai.
" Sudah seminggu kamu mendiamkan Abang, sadar lah Lita Raka bukan yang terbaik untuk mu."
" Sadar? Harus nya Abang yang sadar, Abang sudah memisahkan sepasang kekasih dan mendirikan tembok ke egoisan. Semua hanya salah paham, aku memberi Kak Raka izin untuk menyentuh tubuh bagian atas ku."
" Karena apa? Karena aku percaya kalau Kak Raka gak akan nyentuh Lita lebih dari itu, dan itu terbukti. Keyakinan ku pada kak Raka terbukti 100%." Cetus Lita.
" Tak bisakah mempercayai aku, atau setidak nya mendengar dulu penjelasan Kak Raka. Jangan cepat menyimpulkan sesuatu, sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi."
" Kadang apa yang kita lihat tak sesuai dengan kenyataan nya." Ucap Lita, dia mengeluarkan semua unek-unek nya.
" Kakak hanya ingin kamu mendapatkan yang terbaik, Lita." ucap Haris lirih
" Yang seperti apa? Jika aku nyaman dengan Kak Raka, abang mau apa? Sampai kapan pun Lita gak bakal putus sama Kak Raka. Lita udah dewasa, Lita tau mana yang terbaik untuk Lita sendiri."
" Jangan cari Lita." Ucap Lita, dia membawa tas slempang dan ponsel nya di nakas. Dia benar-benar kesal dengan abang nya itu.
" Lita mau kemana? Jangan keluar rumah, sudah hampir malam." Teriak Haris, tapi Lita menulikan pendengaran nya.
Tujuan nya saat ini hanya lah bertemu dengan Raka, dia akan pergi ke apartemen Raka.
Lita menyetop taksi, dan langsung naik. Dia menyuruh sang supir untuk melajukan mobil dengan cepat, khawatir kalau Haris dapat menyusul nya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️