Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Bertemu Danu?


__ADS_3

Raka memulai dengan mengecupi seluruh wajah istri nya dengan mesra, tangan nya juga mulai nakal menggerayangii tubuh berisi istri nya, yang menurut Raka dia terlihat sangat seksii apalagi dengan perut buncit nya.


"Kita mulai sebelum malam, aku tak mau kamu kelelahan dan jam tidur mu berkurang sayang." Bisik Raka tepat di telinga Lita, dan menjilat telinga nya. Membuat Lita mendesaah pelan.


Raka membaringkan tubuh istri nya dengan perlahan, lalu mulai menindih nya.


Tanpa menunggu waktu lagi, dia segera memulai pertempuran panas nya dengan bernafsuu, sudah lama dia tak merasakan sensasi ini.


"Mas, jangan terlalu dalam sakiit.." Rengek Lita.


"Kalo gak masuk semua, gak enak yang.." Jawab Raka, terus bergerak di atas tubuh istri nya.


Hingga satu jam kemudian, Raka selesai dan segera berguling ke samping istri nya.


"Aku lelah sayang.." Ucap Raka, dia masih mengatur deru nafas nya yang tak beraturan setelah pelepasan.


"Sudah puas?" Tanya Lita, lalu bangkit dan mengambil pakaian nya.


"Mungkin nanti pagi aku ingin lagi, tidurlah sayang."


"Hemm, baiklah." Ucap Lita, lalu kembali berbaring di samping Raka. Raka segera memeluk tubuh istri nya dengan erat, mereka berbagi kehangatan di dingin nya malam.


Sedangkan Brandon, dia sedang membereskan meja makan bekas makan nya. Juga mencuci piring kotor nya juga, dia belajar mandiri agar tak selalu menyusahkan kakak ipar angkat nya, apalagi dia sedang hamil besar sekarang.


🌻


Pagi hari nya, Raka terbangun dan merasakan istri nya tak ada dalam pelukan nya. Dia kalang kabut, takut kalau istri kesayangan nya pergi lagi.


Dia mengambil celana boxer yang tergeletak mengenaskan di lantai dan memakai nya, dia celingukan mencari istri nya.


Padahal Lita sedang asik berendam di bath up, ya Raka parno karena pagi itu istri nya juga pergi.


Tapi tak lama, dia masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah panik nya.


"Sayang, kenapa gak bangunin aku?" Tanya Raka, lalu ikut masuk ke dalam bath up yang di huni oleh istri nya. Raka memeluk istri nya dari belakang, tangan nya juga nakal meraba dada istri nya.


"Kamu pasti capek habis perang semalam, kenapa? Kok kayak kesal gitu."


"Aku nyariin kamu karena pas aku bangun kamu udah gak ada, tapi kamu malah enak-enakan berendam santai disini." Jawab Raka, masih dengan ekspresi kesal nya. Dia mengecupi pundak polos istri nya, bahkan dia juga menggigit bahu istri nya dengan gemas.

__ADS_1


"Ya kalo aku gak ada di ranjang, berarti aku mandi atau ke bawah memasak sarapan, kan biasa nya juga gitu. Kenapa kamu parno banget sih?" Tanya Lita heran dengan suami nya.


"Aku takut kamu pergi lagi."


"Aku? Mau pergi kemana, aku disini bersama mu." Jawab Lita.


"Aku menginginkan dirimu lagi sayang, bisa kah?"


"Lakukan saja, toh dari tadi tangan mu ini sangat aktif menggerayangii tubuh ku." Jawab Lita ketus, sudah di pastikan dia takkan bisa lolos jika sudah begini.


Mereka pun melakukan kembali ritual suami istri di dalam bath up, hingga air nya meluber kemana-mana karena pergerakan di dalam nya.


🌻


Pukul setengah delapan pagi, Raka sudah siap dengan pakaian kerja nya. Dia juga sudah sarapan dan bersiap pergi ke kantor,


"Sayang, terimakasih untuk vitamin nikmat tadi malam dan pagi ini. Aku pergi ke kantor dulu, hati-hati di rumah. Mama nanti pulang, mungkin agak siangan." Ucap Raka.


"Baiklah, nanti pulang bawain donat coklat ya."


"Apapun untuk mu istri ku, aku pergi dulu." Pamit Raka, dia mengecup kening istri nya cukup lama.


🌻


"Hari yang melelahkan akan di mulai.." Gumam Raka, sebelum melangkah masuk ke dalam kantor nya, dan segera masuk ke dalam ruangan nya.


Raka mulai tenggelam dalam pekerjaan nya, hingga tak terasa sudah waktu makan siang.


Raka pergi ke ruangan CEO untuk mengingatkan tentang meeting dengan klien dari Jepang sebentar lagi.


"Permisi pak, satu jam lagi ada meeting dengan klien dari jepang."


"Kita pergi sekarang, sekalian makan siang." Ucap Elgar.


Raka pun mengekor di belakang Elgar dengan membawa tas kerja yang berisi laptop dan berkas-berkas penting.


Raka mengemudikan mobil nya ke arah cafe xxx, tempat pertemuan nya dengan klien dari jepang itu.


"Ka, istri lu dah balik?" Tanya Elgar, jika di luar kantor dia akan bersikap seperti seorang teman.

__ADS_1


"Sudah, dua hari yang lalu."


"pantesan aja gue perhatiin muka lu berseri, rapi lagi. Udah buka puasa ya?" Sindir Elgar, membuat senyuman simpul terbit dari kedua sudut bibir Raka.


"Syukur dah kalo udah baikan." Setelah itu, tak ada lagi obrolan. Hanya ada keheningan.


Hingga akhirnya mobil yang di kendarai Raka sampai di depan cafe, setelah memarkirkan nya mereka berdua pun turun dan masuk ke dalam cafe.


Tapi, baru saja duduk bersama Elgar. Tatapan tajam Raka melirik seseorang yang sangat familiar ada disana juga, bagaimana tidak? Dia melihat Mama nya sedang duduk berhadapan dengan seorang pria, terlihat dari uban di rambut nya pria itu pasti sudah tua.


Tapi Raka tak bisa melihat wajah nya, karena pria itu membelakangi nya, siapa pria itu? Dan apa hubungan nya dengan Mama nya, tapi terlihat juga Mama nya sering melempar tatapan tajam dan sangat terkesan memiliki kebencian pada pria di hadapan nya.


"Liatin apa sih?" Tanya Elgar.


"Ahh, tidak Pak." Jawab Raka, padahal sudah ketahuan.


"Fokus, sebentar lagi klien kita datang."


Raka membuka ponsel nya, ada pesan dari istri nya yang menanyakan kenapa Mama mertua nya belum pulang, dia mengeluh bosan dan kesepian.


Raka membalas nya dan menyuruh nya menunggu sebentar lagi, sementara itu obrolan antara Mama nya dengan pria itu terlihat semakin memanas ,terlihat dari cara kedua nya bicara.


Elgar memberi kode pada asisten nya itu, kalau klien sudah datang dan meminta nya menyambut pria indonesia yang sangat sukses di Jepang itu.


Mereka pun segera memulai meeting. Raka pun fokus dalam pekerjaan nya, menjelaskan semua tentang teori-teori nya, hingga kerja sama pun tercapai.


Saking fokus nya pada pekerjaan, hingga Raka tak menyadari bahwa Mama nya sudah pergi dari cafe itu, menyisakan pria yang tadi bersama Mama nya itu menunduk dalam sambil memegangi kepala nya.


Setelah penanda tanganan berkas, mereka pulang. Raka dan Elgar masuk ke dalam mobil nya, baru saja akan melajukan mobil nya, Raka melihat pria itu keluar dengan setelan jas rapi dan gaya cool nya.


"Bukankah itu Tuan Danu, Adiknya Pak Dani?" Gumam Raka pelan, hingga Elgar pun tak mendengar ucapan nya.


🌻🌻


Hayoloh, ada apa ya?🤭🤭



tinggalkan jejak ya, happy reading😘❤️

__ADS_1


__ADS_2