Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Pilih Kasih


__ADS_3

Benar saja, saat malam Lita merengek ingin di temani tidur lagi. Tapi kali ini Raka menolak keras, ia tak ingin Haris salah paham dengan nya.


" Tidak Litt, tidur sendiri ya."


" Lita pengen di temenin sama kakak." Ucap Lita manja.


" Gak boleh manja gini dek, bobo sendiri ya. Udah, kakak cape mau istirahat. Besok kakak anterin ke kampus." Bujuk Raka, sudah dua kali dia tidur bersama Lita tanpa sepengetahuan Haris. Hari itu hampir saja dia ketahuan, untung nya Lita dengan ahli mengelak dan Hari percaya.


" Kan besok hari Minggu kak, Lita gak kuliah." Ucap Lita lagi.


" Yaudah lusa deh, besok kakak cuma mau di rumah aja." Jawab Raka.


" Kalau gitu siniin jas kakak." Pinta Lita, dia sudah ketagihan tidur dengan pelukan Raka. Dia juga candu dengan aroma tubuh Raka.


" Buat apa sih Dek? Mau pelet kakak ya?" Tanya Raka nyeleneh.


" E-enggak, Lita cuma mau simpen jas itu di samping Lita. Parfum kakak wangi banget." Jawab Lita sambil tersenyum manis.


" Kamu suka wangi nya?" Tanya Raka, dalam hati nya dia bersorak gembira. Dia merasa bunga-bunga sedang bermekaran sekarang.


" Ehmmm, suka kak." Jawab Lita, itu membuat senyuman Raka semakin lebar saja.


Seperti nya gadis pujaan nya sudah mulai membuka hati untuk nya.


" Yaudah nih jas kakak, cuciin sekalian yak." Goda Raka sambil mengedipkan sebelah mata nya.


" Ihhh kak Raka genitt." Teriak Lita.


" Jangan teriak-teriak, nanti abang mu bangun dan nyangka aku nyakitin kamu lagi. Masuk kamar sana, tidur." Ucap Raka, Lita mengangguk dan masuk ke kamar nya dengan menenteng jas Raka.


" Aku penasaran mau di apain jas ku ya?" Gumam Raka.


Walau rasa penasaran nya menuntut untuk mengintip ke kamar Lita dan melihat apa yang gadis itu lakukan pada jas nya, tapi sekuat tenaga dia tak melakukan nya dan memilih masuk ke kamar nya. Kamar yang baru pertama kali ia tiduri, padahal dia sudah 3 kali menginap disini.


Saat di kamar Raka terus senyum-senyum, saking senangnya nya. Mulai dari parfum yang di sukai Lita, kelamaan tak menutup kemungkinan Lita akan menyukai dirinya.


Andai saja kamu tau kalau Lita mulai bucin dengan mu Raka? Entah bagaimana ekspresi mu saat tau nanti.


" Lita, kau membuat hari-hari ku berwarna. Aku semakin yakin untuk menjadikan mu milik ku, aku tak sangka bisa jatuh cinta pada gadis kecil seperti mu." Gumam Raka, dia menumpukan kedua tangan nya di belakang kepala.

__ADS_1


Dia ingat saat pertama kali bertemu Lita, dia gadis kecil polos yang ketakutan di pojokan. Untung saja Raka ada disana, dan saat itu pula dia langsung menyukai sosok Lita.


Bahkan senyuman nya mampu membuat Raka tak bisa tidur karena terus terbayang.


" Aku semakin menyukai dirimu Lita, secepat itukah aku jatuh cinta padamu Lita? Apa cinta pandangan pertama itu benar ada? Mungkin itu yang sedang terjadi padaku." Gumam Raka.


Awalnya dia hanya menyukai kepolosan dan keceriaan Lita tapi seiring berjalan nya waktu, perasaan Raka pada Lita semakin dalam.


🌻🌻🌻


Keesokan pagi nya Raka terbangun, dia mengerjapkan mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah jendela.


Perlahan dia bangun dan duduk di sisi ranjang, dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan ini.


" Pagi yang cerah, untung nya hari minggu. Jadi aku tak bekerja." Gumam Raka, dia masih betah berada di dalam kamar.


Di kamar lain, Lita juga sama. Dia masih asik bergelung dalam selimut tebal nya sambil memeluk jas Raka.


Kegunaan baru jas, selain dapat di pakai dan terlihat rapih, formal, jas ternyata bisa jadi guling yang dapat di peluk.


" Hemmm, sudah pagi rupa nya. Terimakasih jas kak Raka, kau membuat ku tidur dengan nyaman." Gumam Lita dengan suara serak nya, dia tersenyum. Wajah Raka terbayang-bayang di ingatan nya, apalagi senyum nya.


Saat dia masih asik berbaring dengan berbagai hayalan tentang Raka, tiba-tiba di kejutkan dengan ketukan lirih di luar pintu.


" Lita, udah bangun dek? Sarapan yuk, jangan males-malesan karena hari minggu." Ucap Haris.


" Iya bang, sebentar Lita mandi dulu." Teriak Lita dari dalam.


" Abang boleh masuk?" Tanya Haris.


" Masuk aja bang, pintu gak di kunci." Jawab Lita.


Perlahan Haris masuk ke kamar Lita, rapih seperti biasa nya. Adiknya memang menyukai kebersihan, dia selalu beberes setiap hari sebelum pergi ngampus.


" Kenapa pintu gak di kunci Lit? Ada Raka disini, gimana kalo dia tiba-tiba nyelinap masuk ke kamar kamu?" Tanya Haris dengan tatapan menyelidik ke arah adik nya, yang baru keluar dari kamar mandi.


" Lita lupa bang, semalem ketiduran." Jawab Lita sambil nyengir.


" Lain kali kunci pintu, kita gak tau orang yang keliatan baik bisa saja punya niat yang jahat." Ucap Haris lagi.

__ADS_1


" Baik bang." Jawab Lita.


Andai Haris tau, kalau Raka sudah dua kali tidur bersama Lita. Pasti dia akan marah besar.


" Cepat turun, abang udah beliin sarapan." Perintah Haris, dia pun melangkah keluar kamar Lita.


Tapi sebelum benar-benar keluar dari kamar Lita, Haris melirik sekilas dan dia melihat ada jas Raka tergeletak di ranjang Lita. Pasti Lita lupa untuk menyembunyikan nya, atau menyimpan nya ke kamar mandi.


Haris menyeringai, entah apa maksud dari seringaian itu. Dia pun keluar dari kamar Lita, dan turun menapaki anak tangga.


Dengan cepat Lita menyimpan jas Raka ke kamar mandi, sayang nya Haris sudah melihat nya.


" Untung abang gak liat, kalo dia liat aku pasti di sidang habis-habisan." Gumam Lita, dia menciumi bau parfum di jas Raka.


Saat ke bawah Lita melihat Raka sedang duduk sambil ngopi di meja makan di temani Abang nya, Haris.


Raka memakai pakaian santai, kaus lengan pendek berwarna putih dan celana pendek selutut. Semakin menambah kadar ketampanan Raka, jangan lupakan rambut basah nya, dengan sekilas pandang saja orang bisa tau kalau Raka habis mandi.


" Pagi kak Raka." Ucap Lita dengan senyum nya.


" Pagii juga Lit." Jawab Raka, membalas sapaan Lita.


Haris menatap Raka dengan sengit, dia sebal kenapa hanya Raka yang mendapat ucapan selamat pagi?.


" Abang gak di kasih ucapan selamat pagi gitu?" tanya Haris ketus.


" Ngapain, tadi abang udah ketemu Lita duluan." Jawab Lita, dia duduk di hadapan Raka dan memulai sarapan nya.


" Cihh, pilih kasihh.." Ucap Haris dengan ketus.


" Merajuk lah tuhh.." ucap Lita, tak mungkin abang nya yang terkenal garang menjadi seperti kekanak-kanakan.


Raka hanya bisa menggelengkan kepala nya dan mengulum senyum nya, melihat tingkah kedua adik kakak ini. Baginya mereka terlihat lucu.


🌻🌻🌻



**maaf kalo banyak typo 🤭

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**


__ADS_2