
" Harusnya kamu bilang kalo ada yang ganggu kamu yang, kamu kekasihku sekarang ." Gerutu Raka. Emosi nya masih menguasai dirinya, dia tau Lita terlalu baik dan lembut.
" Maafkan aku kak, aku tak tau dia akan sejauh ini." Jawab Lita.
" Kau ikut aku ke kantor, jangan membantah." Ucap Raka dengan tegas.
Lita hanya diam, saat ini kekasihnya sedang marah besar karena diri nya tak memberi tahu apa yang terjadi. Harus nya, saat Lita mulai di ganggu dia langsung menghubungi Raka selaku kekasih nya.
🌻🌻🌻
Setelah cukup lama mereka diam, akhirnya mobil yang Raka kendarai sampai di perusahaan AM Group.
" Lis, tolong carikan baju untuk nya dan bawa ke ruangan ku segera." Ucap Raka pada Lilis bawahan nya.
" Baik Pak." Jawab Lilis, dia sempat melirik penampilan Lita yang berantakan. Dalam hati nya dia bertanya-tanya, siapa gadis itu? Mengapa bisa bersama Pak Raka.
" Haiisss, patah hati lagi aku. Kenapa aku selalu gagal sih?" Batin Lilis, sudah lama dia menyukai atasan nya itu. Tapi setelah melihat betapa perhatian nya Raka pada gadis itu, dia yakin gadis itu punya hubungan dengan Raka.
Dengan cepat dia menepis segala prasangka, mencoba berfikir positif, barangkali dia adik nya atau hanya dekat.
Tak lama Lilis sudah selesai memilih pakaian yang cocok untuk Lita, sesuai dengan usia nya.
Tok.. Tokk.
" Masukk." Teriak dari dalam.
Lilis masuk dan terlihat Lita sedang berbaring di paha Raka, sedangkan pria itu tengah mengusap lembut rambut Lita.
Hal itu membuktikan, bahwa mereka bukan sekedar teman atau adik kakak.
" Terimakasih Lis, perkenalkan ini Lita kekasihku." Ucap Raka.
Jebrettt..
Harapan Lilis sirna sudah, dia kembali merasa kecewa. Sudah pernah merasa terbang tinggi, lalu di hempaskan ke jurang terdalam? Saat ini Lilis merasakan nya.
" Iya pak, senang bertemu dengan anda Nona." Ucap Lilis, dia berusaha tersenyum dengan tulus.
" Terimakasih kak." Ucap Lita, dia membalas senyum Lilis.
Lilis pun segera menyerahkan pakaian yang dia beli, ia tak ingin lebih lama disini. Semakin lama, pasti hati nya akan semakin sakit.
" Kak, apa tidak masalah aku disini? Tadi malah pas Lilis masuk aku lagi berbaring lagi." Ucap Lita.
Memang setelah masuk ke ruangan Raka, Lita langsung membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangan Raka. Dia memakai kemeja putih kebesaran milik Raka, karena pakaian nya tak mungkin bisa di pakai lagi.
Raka membantu nya mengering kan rambut, dan kebetulan saat Lilis masuk, Lita tengah berbaring manja di pangkuan sang kekasih.
" Tak usah di pikirkan, pakai baju mu setelah itu istirahat. Aku akan mengerjakan tugas ku, setelah semua nya selesai kita pulang " Ucap Raka, dan Lita hanya mengangguk lalu masuk lagi ke dalam kamar mandi.
Setelah cukup lama di kamar mandi, akhirnya Lita keluar dengan pakaian nya yang anggun sesuai dengan usia nya.
__ADS_1
" Perfect." ucap Raka, dia mengamati penampilan Lita dari atas hingga bawah.
" Terimakasih sayang." Ucap Lita, ini pertama kali nya dia menyebut Raka dengan panggilan sayang.
" katakan lagi, aku sudah lama menunggu nya." Ucap Raka
" yang mana?" Tanya Lita pura-pura tak tau.
" Enggak ah, penghancur mood." Ucap Raka ketus.
" Cieee om-om merajuk." Ucap Lita, dia tersenyum jahil ke arah Raka.
" Aku belum setua itu Yang." Ucap Raka.
" Iya kamu cuma dewasa aja." Jawab Lita,
" Nah itu baru benar."
" Dewasa tapi manja kayak bocah." ucap Lita, kembali menjahili kekasih nya.
" Awas kau nanti." Ucap Raka, dia hanya memberi sedikit ancaman agar Lita tak menjahili nya. Jika itu terjadi, tentu saja pekerjaan takkan pernah selesai.
Karena bosan, Lita memilih memainkan ponsel nya. Membuka aplikasi percakapan, untuk sekedar berbalas chat dengan sahabat nya Bella.
" Kampus rame woyy.. " Tulis Bella.
" Rame kenapa?" Tanya Lita.
" Terus sekarang si Fera nya gimana?" Tanya Lita dalam pesan nya.
" Katanya di skors satu bulan." Balas Bella lagi dengan cepat.
" Tumben orang tua nya kagak ikut campur?" Tanya Lita.
" Katanya mereka udah bosen dengan kelakuan Fera, jadi mereka biarin. Gue gak tau pasti nya sih, cuma denger doang." Balas Bella lagi.
" Yaudah, semoga aja setelah ini dia bisa berubah."
" Semoga aje, Btw Lu dimana cong?" Tanya Bella.
" Ikut ngantor sama kak Raka." Balas Lita.
" Wihhh, pasti banyak cowo keren. Nanti kenalin pokok nya."
" Abang gue juga keren, Lu mau?" Goda Lita, Lita tau kalau Bella menyukai Abang nya itu.
" Kalau abang Lu mau sama gue, gue traktir Lu bakso 4 mangkok dah." tulis Bella dengan emot tertawa.
" Okey, nanti gue tanyain supaya gue gak penasaran."
" Terserah Lu dah, udah dulu ya. Dosen udah masuk." balas Bella, setelah nya hanya centang satu.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Sore hari, Lita dan Raka bersiap akan pulang karena pekerjaan sudah selesai.
Saat keluar dari kantor, mereka berpapasan dengan tiga serangkai yang baru keluar dari kantor juga.
" Widih, asisten Lu bawa cewek El." Ucap Pria yang paling tinggi, Adam.
" Biarin, selagi gak ganggu kerja." Ucap Elgar.
" Iya juga, bawa cewek tuh bisa bikin semangat kerja tau." Ucap yang paling keren, Andi.
" Sore pak." Sapa Raka sopan ,dengan menunduk hormat.
" Sudah mau pulang?" Tanya Elgar.
" Iya pak, maaf saya bawa Lita ke perusahaan karena suatu masalah." jawab Raka.
" Tidak masalah ,yang penting kerjaan beres." Jawab Elgar. Sedangkan Lita dia menganga menatap ketiga pria di hadapan nya.
Oke, dia pernah bertemu dengan Elgar tapi yang dua nya? Dia baru melihat nya, dan itu membuat Lita lupa posisi nya.
" Kami pulang dulu." Ucap Elgar, lalu ketiga nya masuk kedalam satu mobil.
" Kak, apa mereka pangeran yang baru turun?" Tanya Lita.
" Memang kenapa?" tanya Raka balik.
" Lita beruntung banget hari ini, ketemu sama om-om tampan." Ucap Lita dengan girang.
" Om-om, Pak Elgar usia nya lebih muda dari aku yang." Ucap Raka.
" Berapa gitu?" Tanya Lita konyol.
" 24 yang." Jawab Raka malas.
" Widih, keren yak."
" Tiga serangkai emang keren yang."
" Udah lah, ayo pulang. Haris ngamuk nanti kalo dia pulang kamu belum datang " Ucap Raka.
🌻🌻🌻
Pakaian yang Lilis pilih buat Lita, cucokk😁
**Maaf kalo banyak typo😁
Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote, dan follow akun author. happy reading❤️**
__ADS_1