
Marsya membantu Lita membawa piring berisi lauk dan sayur. Jujur saja, ini pertama kali nya dia melihat lauk sebanyak ini hanya untuk sarapan, jika di rumah nya dia biasa sarapan dengan sayur pucuk ubi dan segelas teh manis saja sudah sangat cukup.
Masih bisa makan nasi pun mereka sudah sangat bersyukur.
Brandon curi-curi pandang ke arah Marsya, dia tau kekasih nya itu tengah marah pada nya.
"Layani kekasih mu, Sya. Belajar lah dari sekarang, agar nanti kamu terbiasa." Ucap Lita, dia fokus menyajikan makanan untuk suami nya.
Dengan senyum yang di paksakan, Marsya menyendok nasi dan meletakan nya di piring.
"Makan sama apa?" Tanya Marsya jutek.
"Ayam goreng sama tumis pakcoy." Jawab Brandon, ekspresi mereka sangat berlawanan. Marsya dengan wajah kesal nya, dan Brandon dengan wajah berbinar dan tersenyum ceria. Definisi pria watados ya, wajah tanpa dosa.
Setelah meletakan lauk dan sayur nya, Marsya meletakan nya di hadapan Brandon. Dia segera memakan sarapan nya dengan lahap.
"Makan lah Sya, jangan sungkan.." Ucap Raka.
"Di kantor aku memang atasan mu, tapi hal itu tak berlaku di rumah."
"Baik kak, terimakasih." Jawab Marsya, dia mulai memakan sarapan nya dengan lahap juga. Ini makanan terenak yang pernah dia makan selama hidup 21 tahun.
Padahal dia hanya makan dengan ayam goreng dan sambal bawang, tapi terasa sangat nikmat. Entah karena suasana nya, atau karena masakan kakak ipar nya memang enak.
Setelah selesai sarapan, Raka bersiap pergi dengan menenteng tas kerja nya menuju mobil. Tentu setelah adegan bicara dengan adik bayi yang masih ada di perut istri nya.
"Papa kerja dulu, nyari uang buat beliin dedek mainan nanti. Jangan nakal sama Mami ya."
"Iya papa, hati-hati di jalan. Nanti pulang bawain cemilan yang enak ya.." Bukan bayi nya yang menjawab, Tapi Lita dengan menirukan gaya bicara anak kecil.
"Nah, Mami mau cemilan apa?"
"Cilor sama kwetiaw kuah ya, kasih cabe dikit aja biar gak amis ya.." Pinta Lita dengan manja.
"Baiklah, beli nya di tukang seblak langganan bos El. Di jamin kamu pasti suka, yaudah aku berangkat kerja dulu. Hati-hati di rumah ya, kalau ada apa-apa telpon aku secepatnya." peringat Raka, dia mengecup kening istrinya dengan mesra. Hingga membuat pasangan yang masih marahan itu melongo, yang satu nya iri, yang satu nya lagi malu melihat adegan so sweet di depan mata nya secara live.
Raka pergi duluan dengan mobil nya, keburu macet. Dia selalu datang paling awal, bahkan sebelum jam kantor di mulai, itu lah yang membuat Elgar klop dengan kinerja asisten nya itu.
"Duluan ya Brand, udahan marahan nya.." Ledek Raka, lalu melajukan mobil nya keluar dari halaman rumah.
__ADS_1
Brandon masih memakai sepatu nya, sedangkan Marsya sudah bete dari tadi, karena Brandon terlihat berlama-lama dengan mengikat sepatu nya itu.
"Bisa cepetan kagak sih? Kesel aku.."
"Jangan marah-marah mulu, nanti cepet tua." Ucap Brandon santai. Tapi malah mendapat jeweran di telinga nya, siapa lagi pelaku nya kalau bukan istri kesayangan abang ipar nya.
"Gak usah ngeledekin cewek, yang bikin Marsya bad mood itu kan Lu sendiri. Bujuk dong, kagak ada romantis-romantis nya jadi cowok. Peka dikit napa." Gerutu Lita.
"Iya kakak ipar ku yang tercantik sekolong jembatan, adik mu ini pergi bekerja dulu. Dadah.."
Brandon menarik tangan Marsya dan segera memakaikan nya helm, tapi aneh nya gadis itu tak memeluk Brandon seperti biasa nya.
"Pelukk.."
"Gak." jawab Marsya singkat.
"Peluk atau gak jadi berangkat?" Tanya Brandon, membuat Marsya mati kutu dan terpaksa memeluk pinggang lelaki menyebalkan itu.
"Ckkk tukang ngaturr.."
"Berani mendecak di belakang ku, ku tambah lagi tanda itu." Ancam Brandon.
"Iya nggak lagi, cepetan mumpung masih pagi."
🌻
Mereka berdua sampai di kantor, hari ini entah kenapa parkiran menjadi sangat ramai, karena perusahaan ini sedang mengadakan interview kerja.
"Aku kerja dulu," pamit Marsya, setelah helm di kepala nya terlepas sempurna.
"Hati-hati sayang, jangan nakal." Peringat Brandon, tapi gadis itu keburu sebal dan pergi mendahului Brandon. Para pegawai yang sibuk hilir mudik menatap pasangan itu dengan heran, di dalam hati pasti mereka bertanya-tanya ada apa dengan mereka? Tak biasa nya seperti itu, biasa nya mereka akan berjalan beriringan dengan tangan yang saling bertaut.
Brandon masuk ke dalam, dan para gadis yang duduk untuk melamar pekerjaan di buat histeris dengan ketampanan seorang Brandon Sebastian.
Tapi seperti biasa, dia akan jadi pria paling dingin jika di kantor. Hanya pada Marsya saja dia akan bersikap hangat.
Hingga wajah yang tak asing terlihat duduk juga di kursi tunggu dengan membawa map coklat di tangan nya.
"Amanda? Kamu Manda kan?" Tanya Brandon.
__ADS_1
"Maaf siapa ya?"
"Brandon, aku Brandon Sebastian kau ingat?" Tanya Brandon.
"What? Kau Brandon, ku fikir kau sudah mati."
"Tega amat lu, ngelamar kerja jadi apa?" Tanya Brandon.
"Sekretaris Brand.."
"Ohh, good luck ya.. Gue pergi dulu." Ucap Brandon, kembali pada sikap dingin nya dan meninggalkan gadis itu.
Amanda adalah teman SMP nya di Indonesia, dia pernah bersekolah di indonesia selama 3 tahun, setelah tamat SMP baru lah dia pindah mengikuti ayah nya. Hingga dia kembali saat kuliah semester tiga.
Mereka hanya saling mengenal, lagi pun setau nya dulu Amanda sudah menikah karena scandal pergaulan bebas, tapi entah sekarang hingga dia memutuskan melamar pekerjaan menjadi sekretaris.
Marsya sempat melihat perbincangan Brandon dan Amanda, hati nya bertanya-tanya siapa wanita itu? Apa dia teman atau mantan kekasih Brandon?
Tapi dengan cepat dia menepis semua prasangka, karena menurut Lita, Brandon tak pernah berpacaran selain dengan nya.
Hingga waktu makan siang tiba, seperti biasa Brandon akan datang ke ruangan khusus pegawai untuk makan bersama Marsya.
"Sayangg.."
"Ya." Jawab Marsya sangat singkat.
"Singkat banget sihh,"
"Ya terus kamu mau nya bagaimana?" tanya Marsya ketus.
"Hemmm, iya dehh."
"Siapa wanita tadi?" Tanya Marsya.
"Yang mana, apa yang di lobi kantor?" Marsya hanya menganggukan kepala nya.
"Ohh, dia Amanda teman waktu SMP yang. Cuma sekedar teman, gak lebih. Lebih tepat nya sih cuma kenal aja." Jelas Brandon, Marsya sangat lega setelah mendengar jawaban lelaki nya.
🌻🌻
__ADS_1
Bukan pelakor kok, jangan di protes kebanyakan pelakor ya🤭😁
jangan lupa tinggalkan jejak, tap favorit juga, happy reading ❤️