Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Menyakiti


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Haris bekerja di kantor AM Group. Dia sudah rapih dengan setelan kemeja dan celana bahan nya.


" Ganteng banget abang aku." Celoteh Lita.


" Makasih dek, do'ain kakak ya. Supaya kerjaan nya lancar," Ucap Haris sambil mengelus puncak kepala Lita dengan sayang.


" Iya kak, Lita pasti akan selalu do'ain kakak." Jawab Lita, sekarang dia sedang mengantar kedua pria itu sampai di teras. Karena hari ini Lita libur kuliah.


" Kami berangkat dulu, hati-hati di rumah." Ucap Haris.


" Waktu makan siang ke kantor ya? Kita makan siang bareng." Ajak Raka.


" Iya kak, nanti Lita kesana. Dah keburu telat." Ucap Lita, Raka dan Haris menyungging kan senyum nya ke arah Lita.


Raka dan Haris pun masuk ke dalam mobil, dan segera berangkat setelah melambaikan tangan mereka ke arah Lita.


Setelah mobil itu pergi, Lita pun segera masuk ke dalam rumah nya.


" Bosan juga di rumah, beres-beres aja kali ya?" Gumam Lita. Dia pun mengambil sapu, dan menyapu seluruh ruangan di lantai bawah. Setelah itu dia mengepel nya, begitu lah Lita jika libur. Waktu akan dia habiskan dengan bersih-bersih.


" Fiuhhh, selesai juga." Ucap Lita, dia menyandarkan kepala nya di sofa. Sesekali menyeka keringat di dahi nya.


" Mandi dulu, biar seger." Ucap Lita lagi. Lita pun masuk ke kamar nya dan membersihkan diri.


Sedangkan di kantor Raka sedang marah-marah sekarang, Helena kembali lagi dengan tidak tau malu nya.


" Siapa yang mengizinkan mu masuk kesini hah?" Teriak Raka dengan emosi yang meledak.


" Aku merindukan mu Raka." Jawab Helena, tanpa takut sedikitpun. Dari dulu Raka paling tak bisa marah lama-lama terhadap Helena, jadi dia berfikir seperti itu sekarang.


" Cukup Helen, pergi sebelum aku menyakiti mu." Ucap Raka lagi.


" Lakukan jika kau bisa." Tantang Helena.


Plakk..


Raka menampar pipi Helena dengan kuat, hingga dia terhuyung ke samping.


" Aku takkan main-main dengan ucapan ku, aku sudah sangat muak dengan mu Helena. Tak bisa kah kau melupakan ku dan memulai hidup baru hah?" Ucap Raka.


" Gara-gara gadis kecil itu kau berani menamparku Raka?" Helena bicara dengan berkaca-kaca, akting amatiran. Raka tau, itu hanya pura-pura.


Raka mendelik sebal ke arah wanita tak tau malu itu, dia sudah sangat muak.


" Jangan menyalahkan orang lain karena kebodohan mu Helena, aku mencintai Lita jauh setelah hubungan kita hancur. Jadi dia tak ada sangkut pautnya dengan hubungan kita." Teriak Raka lagi.


" Dia sudah merebut mu dari ku Raka, berikan aku satu kesempatan lagi. Aku akan buktikan, kalo aku lebih baik dari gadis itu."

__ADS_1


" Kau akan membandingkan diri mu dengan kekasih ku, Lita? Kau gila atau bodoh?" Ucap Raka datar.


Helena bungkam seribu bahasa, selain di tampar Raka, dia juga tertampar oleh kenyataan.


" Jadi, tunggu apa lagi? pergi sekarang!" Ucap Raka.


Tapi Helena tetap diam di posisi nya tak bergerak sedikit pun, Raka yang geram pun akhirnya menelpon satpam dan menyeret wanita itu keluar.


" Jika wanita ini datang ke kantor ini lagi, jangan biarkan masuk pak." Ucap Raka dingin.


" Baik Pak." Jawab Satpam itu.


Setelah mereka keluar dari ruangan itu dengan menyeret paksa Helena, Raka menjatuhkan tubuhnya di sofa.


" Kenapa Helena, dulu kau yang menghianati ku. Sekarang kau ingin kembali, tapi aku tak sebodoh itu hingga bersedia kembali ." Gumam Raka, dia memijit pelipis nya.


" Saya tau, mood mu sedang kurang baik. Tapi kita harus meeting sekarang." Ucap Elgar dari arah pintu yang sedikit terbuka.


" Ahhh maafkan saya pak, harus nya saya yang mengingatkan bapak." Ucap Raka, dia membungkuk hormat pada atasan nya.


" Tidak masalah, saya sarankan profesional lah dalam bekerja." Ucap Elgar menasehati.


" Saya akan berusaha pak." Jawab Raka, Elgar mengangguk dan berjalan ke ruangan meeting.


" Gara-gara wanita sialan itu aku jadi lupa dengan pekerjaan. Awas kau!" Rutuk Raka.


" Sementara waktu biarkan saja dulu Pak, asalkan dia tak mengganggu Lita." Jawab Raka tegas.


" Baiklah, kau sudah tergila-gila dengan gadis kecil itu rupanya." Ucap Elgar, tapi Raka tak menjawab dia hanya tersenyum simpul.


🥀


Siang hari, emosi Raka kembali memuncak saat bawahan nya melakukan kesalahan fatal.


" Kau bisa bekerja tidak hah? Menyusahkan saja, kau tau? Hal ini merugikan untuk perusahaaan, kau ingin di pecat?" Teriak Raka, hari ini Raka sering berteriak.


" Maaf pak, saya akan memperbaiki nya."


" memang harus di perbaiki, pergi." Usir Raka. Bawahan nya itu pun keluar dengan wajah yang menunduk.


Sementara Lita, saat ini dia sudah masuk kedalam kantor dimana kakak dan kekasihnya bekerja.


" Permisi kak, apa pak Raka ada?" Tanya Lita sopan.


" Ada Nona, sudah ada janji?"


" Iya kak, saya kekasih nya Pak Raka." Jawab Lita.

__ADS_1


" Baik saya telpon dulu sebentar."


Lita mengangguk dan menunggu, setelah beberapa menit akhirnya dia di perbolehkan masuk.


Tapi sebelum ke ruangan Raka, dia memutuskan untuk mengantar bekal pada Abang nya.


" Abang." Panggil Lita lembut, Haris yang sedang mengerjakan laporan pun menoleh. Dan dia tersenyum melihat adik cantiknya datang.


" Ini makan siang buat abang, Lita yang masak sendiri." Ucap Lita.


" Terimakasih adik cantik ku." Ucap Haris.


" Iya kak, Lita ke ruangan Kak Raka dulu ya." Pamit Lita, Haris pun mengangguk mengizinkan.


Setelah Raka jujur tentang hubungan nya dengan Lita, dia langsung menanyai Lita dan dia membenarkan ucapan Raka tentang hubungan nya.


Haris hanya ingin memastikan, dia siap dengan rintangan yang akan datang dalam hubungan mereka berdua dan dia memastikan juga Lita akan sabar menunggu Raka datang meresmikan hubungan mereka. Lita bersedia menunggu dan akan berjuang bersama, keputusan Lita sudah bulat jadi Haris hanya bisa mendukung hubungan mereka.


Lita masuk ke dalam ruangan Raka, dia melihat Raka sedang duduk bersandar di sofa yang memang ada di ruangan nya.


" Kakak, tidur ya?" Tanya Lita, dia duduk di samping Raka.


Tanpa Lita sangka, Raka langsung memeluk pinggang ramping Lita dan mencium bibir Lita dengan kasar.


Raka membaringkan Lita di sofa tanpa melepas pagutan bibir nya, Lita hanya diam tanpa membalas ciuman Raka.


Tangan Raka bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Lita, Raka sudah di kuasai emosi dan melampiaskan nya dengan cara yang salah.


Raka meremas dada Lita dengan kasar, hingga membuat Lita memekik hebat. Dia berontak dalam kungkungan Raka, tapi Raka tak perduli dan tetap meneruskan kegiatan nya. Dia juga memberikan stempel ke merahan di leher Lita.


" Cukup kak! Jangan samakan Lita dengan mantan-mantan kakak." Teriak Lita, dengan air mata yang siap tumpah dari kedua mata nya.


Raka yang tersadar, dia langsung bangun dari tubuh Lita. Dia mengusap wajah nya kasar, dia sudah menyakiti gadis nya.


Lita bangkit dan merapikan pakaian yang acak-acakan akibat perbuatan Raka.


" Maafkan aku sayang, aku sudah menyakiti mu." Ucap Raka lirih.


Lita diam tak menjawab Raka, hanya terdengar isakan kecil. Dia memimpikan ciuman pertama nya akan mesra dan romantis, tapi yang di lakukan Raka barusan sangat jauh dari ekspetasi Lita.


🌻🌻🌻



**Maaf kalo banyak typo☺️


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**

__ADS_1


__ADS_2