
" Aku akan pulang, jangan lupa makan siang nya. Aku yang memasak nya sendiri." Ucap Lita dingin, dia pun pergi keluar ruangan Raka dengan mata yang masih mengeluarkan air mata.
" Sayang maafkan aku." Ucap Raka ,dia berlari menyusul Lita. Tapi terlambat, Lita sudah pergi naik taksi.
" Ya tuhan apa yang sudah aku lakukan, aku menyakiti gadis sebaik Lita." Ucap Raka frustasi.
" Andai saja aku adalah pemilik perusahaan ini, sekarang aku pasti sedang mengejar mu." Gumam Raka lagi, dia sangat menyesali perbuatannya.
🥀
Di dalam taksi, Lita masih menangis sesekali dia terisak lemah.
" Apa ini resiko memiliki kekasih yang sudah dewasa?" Gumam Lita lirih di sela isakan nya.
" Tissu Nona." Ucap sang supir, dia merasa iba dengan penumpang nya yang terus menangis sejak tadi.
" Terimakasih pak, antarkan saya ke jalan xxx." Ucap Lita, supir hanya mengangguk.
" Harusnya aku tau ini konsekuensinya, kekasih mu adalah pria berpengalaman dalam hal itu." Batin Lita.
" Tapi bisakah jangan melakukan itu dengan kasar? Jika mengikuti emosi, aku sudah menampar mu tadi. Tapi aku tak bisa, aku terlanjur mencintai mu Raka Perwira." Batin Lita lagi.
" Sudah sampai Nona." Ucap sang supir.
" Terimakasih pak ,ini ongkos nya." Ucap Lita, dia memberikan selembar uang seratus ribu.
" Ini terlalu banyak Nona, hanya 58 ribu saja." Tolak sang supir.
" Ambil saja, terimakasih." Ucap Lita lagi lalu keluar dari mobil.
Lita berjalan cepat ke arah rumah nya, dia membuka kunci pintu nya dan langsung masuk ke kamar dan mengunci nya.
" Harus nya aku tak pergi ke kantor Kak Raka, pasti semua ini takkan terjadi." Ucap Lita lirih.
Dia marah dan kesal dalam waktu bersamaan, dia marah karena Raka memperlakukan nya seperti teman kencan nya dulu. Kesal nya, karena ekspetasi nya terlalu tinggi, hingga dia terhempas jatuh.
" Kalau saja dia menciumku dengan lembut, pasti aku takkan semarah ini." Ucap Lita, karena kelelahan Lita pun tertidur.
🥀
Sore hari nya, Raka pulang dengan wajah panik nya. Sedangkan Haris dia tau masalah antara adiknya dan sahabat nya itu, hanya menatap nya dengan tatapan datar.
" Kenapa panik gitu?" Tanya Haris, penasaran. Apa Raka akan jujur?.
__ADS_1
" Gapapa, cuma kangen sama Lita." Jawab Raka berbohong, Haris tersenyum simpul. Jelas dia tau sahabat nya berbohong, pasti ada masalah.
Karena tadi sekilas dia melihat Lita pergi dengan keadaan pakaian dan rambut yang berantakan, dia sangat marah dengan Raka. Tapi saat melihat Lita berjalan cepat, Haris yakin Raka tak melakukan hal di luar batas. Lalu apa yang membuat adiknya menangis? Itu lah hal yang membuat Haris penasaran.
" Kalo punya masalah, bilang ama gue." Ucap Haris santai.
Raka hanya mengangguk, Dia yakin bisa membujuk kekasih nya tanpa bantuan Haris.
Raka berjalan cepat menaiki tangga, dia mengetuk-ngetuk pintu kamar Lita. Tapi sayang, Lita tak kunjung membukakan pintu untuk nya.
Di dalam, Lita merasa terganggu dengan ketukan dari luar. Dia yakin itu pasti Raka.
" Litt, bukain dong. Ayo bicara " Ucap Raka. Benar saja, itu Raka.
" Sayang, buka dong." Ucap Raka lagi. Hening, tak ada sahutan dari dalam.
" Apa begini jika dia marah?" Gumam Raka.
🥀
Malam hari, Raka masih kelimpungan karena Lita tak membuka pintu untuknya, bahkan saat makan malam pun dia tak turun.
" Ris, adek Lu kalo marah harus di apain?" Tanya Raka, dia putus asa. Akhirnya bertanya pada Haris.
" Dia cuma bakalan diem, gak bakalan nyahut." Jawab Haris santai. Lita, tife orang yang marah akan diam.
" Sogok aja pake bunga atau coklat " Usul Haris.
" Oke, gue otw " Jawab Raka antusias, dia langsung berlari keluar dan mengemudikan mobil nya.
Haris menggeleng kan kepala nya, Raka sudah sangat bucin dengan adiknya.
Tak lama setelah Raka pergi, terlihat Lita turun dari tangga dengan santai nya.
" Makan malam dek?" Tanya Haris
" Iya bang." jawab Lita singkat. Sekilas Haris melihat tanda kemerahan di leher adiknya, Haris mengerti kenapa adik nya marah dengan Raka.
" Dek, kamu sama Raka marahan?" Tanya Haris, Lita mendelik dengan sebal.
" Dia sangat arrogan bang, padahal kan kalo dia cium Lita dengan lembut Lita gak bakalan marah kayak gini." Jawab Lita santai, tapi sedetik kemudian dia menutup mulutnya dengan mata yang membulat.
" Apa? Dia mencium mu?" Teriak Haris, pura-pura terkejut. Selama Raka tak mengambil mahkota Lita sebelum sah menjadi suami istri, Haris bisa memaklumi nya selama itu di batas wajar.
__ADS_1
" Iya kak, dia cium Lita dengan kasar sekali." Jawab Lita dengan lesu.
" Raka mungkin emosi, tadi Helena datang lagi ke kantor dan terjadi keributan. Pasti wanita itu meminta kembali dengan Raka." Jelas Haris.
Lita mengerti kenapa Raka begitu emosional saat dia datang ke ruangan nya. Wanita itu pasti sangat mengganggu ketenangan Raka.
" Setelah wanita itu pergi, dia jadi uring-uringan. Di tambah lagi bawahan nya membuat kesalahan yang sangat fatal, dan merugikan perusahaan." Jelas Haris lagi.
" Benarkah? Pasti Kak Raka sangat marah ya kan?" Ucap Lita, Haris hanya mengangguk mengiyakan.
" Tapi dia melampiaskan nya dengan cara yang salah Bang." Ucap Lita mengeluh, Haris mengerti keadaan hati Lita sekarang.
" Sudahlah jangan di pikirkan, pergi tidur." Ucap Haris dengan lembut.
Lita menurut, dan dia pergi ke kamar nya setelah menyelesaikan makan malam terlambat nya.
🥀
Malam hari nya, Raka datang ke kamar Lita. Dia ingin meminta maaf lagi, dia tak sengaja melakukan hal itu.
Lita tertidur dengan tenang, sambil memeluk guling nya.
" Dia tidur dengan nyaman, dan disini aku tak bisa tidur sebelum mendapat maaf." Gumam Raka.
Dia berbaring di samping Lita, dan memeluk pinggang Lita seperti tadi siang. Beda nya kali ini dia melakukan nya dengan sangat lembut.
" Sayang, kamu tidur? Aku disini, aku minta maaf sudah menyakiti mu."
" Aku tak bermaksud melakukan itu, tapi emosi ku sudah meledak saat itu hingga aku melakukan nya dengan kasar pada mu."
" Aku mencintai mu sayang, sungguh. Kau berbeda dengan teman kencan ku, kau kekasihku."
Gumam Raka pelan, dia takut membangunkan Lita. Padahal Lita belum sepenuh nya tertidur, dia bisa mendengar semua ucapan Raka.
Dia sudah memaafkan Raka, hanya saja dia masih kesal dengan kelakuan Raka. First kiss nya di ambil secara paksa dengan kasar.
Tapi Lita juga tau, Raka melakukan nya karena dorongan emosi sesaat nya.
🌻🌻🌻
Lita nya ngambek gengs🤭
__ADS_1
**Maaf kalo banyak typo, harap di maklumi ya☺️
Jamgan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**