
" Ciee wajah kalian memerah anjim, gue jadi nyamuk disini." Ucap Haris dengan kesal.
" Ayang sih maen nyosor aja." Bisik Raka.
" Ihhh, nyalahin Lita. Kakak gak nolak juga." Balas Lita.
" Ya kakak mana tau lipstick kamu beleber kemana mana, sampai di kemeja kakak juga." Ucap Raka lagi.
Lita kesal karena Raka menyalahkan nya, dia mencubit paha Raka dengan sangat kuat. Hingga Raka memekik.
" Ayang, sakitt. kamu mah penganiayaan." Gerutu Raka, sambil mengusap-usap paha nya.
Haris tertawa terbahak-bahak, melihat perdebatan sepasang kekasih ini, gara-gara terciduk lipstik nya nempel di kemeja, bisa sampai seperti ini.
" Udah lah, makan yuk. Laper gue nih " Ajak Haris.
" Lita mau bakso sama sate." ucap Lita, dia membuang pandangan nya ke arah lain.
" Abang gak bakal beliin kalo minta nya ketus gitu." Goda Haris.
" Udah lah, jangan bikin pacar gue malu. Hayu otw, liat tuh kerjaan gue masih numpuk."
" Mau gue bantuin?" Tanya Haris.
" Boleh pake banget, biar cepet kelar."
" Gue bercanda kali." Ucap Haris dengan senyum jahil nya.
" Kurang asem ya Lu, dah lah gue ngambek. Ayo yang, biarin aja Abang kurang akhlak mu itu sendirian." Ajak Raka, dia merangkul Lita dan membawa nya keluar ruangan, meninggalkan Haris yang masih cekikikan.
🥀
Raka membawa Lita nya ke cafe dekat kantor, disana menu nya lengkap dan ada menu yang sedang di inginkan gadis nya.
Raka segera memesan, dan kembali duduk setelah selesai.
Haris baru sampai dengan nafas yang terengah, dia berlari karena di tinggalkan sepasang kekasih yang baru saja terciduk oleh nya.
" Dah mesen buat gue?" Tanya Haris, setelah menstabilkan nafas nya.
" Mesen aja sendiri." Jawab Lita ketus.
" Jahat banget dek."
" Udah gede, jangan manja." Ucap Lita lagi.
Haris mencebik mendengar perkataan adik nya, dia berdiri lagi dan pergi memesan. Sedangkan Raka, dia tersenyum jahil.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, makanan mereka bertiga pun sampai dan mereka langsung makan dengan lahap nya, karena memang sudah waktu nya makan siang.
🥀
Setelah selesai makan, Mereka bertiga pun kembali ke kantor dengan Lita yang menggandeng lengan Raka dengan mesra.
" Temenin kakak kerja ya?"
" Iya kak, tapi kalo aku bosan boleh tidur yak?" Tanya Lita
" Terserah tuan putri saja." Jawab Raka.
Mereka sampai di ruangan nya masing-masing, Haris masuk ke ruangan nya setelah memberikan petuah agar jangan berbuat macam-macam selama di kantor.
Raka mulai berkutat kembali dengan laptop nya, tenggelam dalam lautan pekerjaan yang menumpuk.
Sedangkan Lita dia sedang mendengarkan lagu dengan headset nya, dia takut mengganggu konsentrasi Raka jika menyetel musik tanpa headset.
" Take my hands now, you're the cause of my Euphoria." Gumam Lita, sambil tersenyum puas. Terlihat dia sangat menikmati lagu nya.
Raka sempat menatap Lita sebentar, dia tersenyum Lita nya sudah ceria kembali. Secepat nya dia harus menjelaskan semua tentang keluarga dan masalah yang sedang dia hadapi saat ini, dia hanya perlu menyiapkan diri sedikit lagi.
Setelah itu, dia kembali fokus ke pekerjaan nya yang di target kan harus selesai hari ini juga.
🥀
3 jam berlalu, tanpa sadar Lita ketiduran di sofa dengan lagu yang masih berputar di dalam head set nya. Raka tersenyum, melihat wajah polos Lita yang tertidur, bahkan saat tidur saja wajah Lita sangat manis dan cantik.
" Eemmmm." Lita hanya bergumam pelan, dan kembali tertidur.
" Bangun sayang, kita harus pulang. Sudah sore, abang mu udah nunggu."
" Kakak udah selesai kerja nya?" Tanya Lita, dia menggeliat pelan lalu mengucek mata nya.
" Udah kok." Jawab Raka, perlahan Lita bangkit dan mendudukan tubuh nya.
Lita pun berdiri dan menggenggam tangan Lita dengan mesra, mereka melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan dinas Raka.
Sepanjang koridor, banyak tatapan kagum dan iri yang mengiringi mereka. Terlihat serasi sekali memang, Raka yang gagah, tampan, tapi dingin jika pada orang lain. Sedangkan Lita, dia cantik, ramah dan humoris, sangat cocok dengan Raka, mereka saling melengkapi.
Di parkiran Haris sudah berdiri sambil memperhatikan jam di tangan nya.
" Lama amet." Gerutu nya. Saat sepasang insan itu baru sampai di parkiran.
" Adek Lu nih susah di bangunin."
" Pantesan wajah nya kuyu banget, hapus dulu tuh iler." Ucap Haris, lalu masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Lita langsung panik saat Abang nya bilang ada iler, padahal tidak ada.
" Yang, aku ileran?" Tanya Lita.
" Enggak sayang, kalo pun kamu ileran aku gapapa kok." Jawab Raka.
" Bukan nya gapapa yang, tapi aku gengsi aja tengsin gitu ngiler di depan pacar. Lagian kalo aku beneran ngiler, kamu harus terima aku apa ada nya." Ucap Lita.
" Oyyy, jadi pulang gak nih?" Tanya Haris menurunkan kaca mobil nya.
Lita dan Raka saling berpandangan dan segera masuk mobil sebelum singa mengamuk.
" Nape lu berdua duduk di belakang?" Tanya Haris ketus.
" Serah gue lah, emang salah gitu kalo gue mau deket sama pacar sendiri?" Jawab Raka, dan pertanyaan di akhir nya. Haris mendengus setelah mendengar jawaban Raka.
" Lu denger kabar tentang Edo?" Tanya Haris serius. Setelah lama diam
" Belum tuh, kenape lagi?" Tanya Raka balik.
" Dia jadi tahanan polisi karena perbuatan tak senonoh." Jawab Haris, Raka membulatkan mata nya, jangan-jangan dia laki-laki yang di ciduk bersama Catherine, nama nya juga edo kan?.
" Dari dulu dia punya otak kriminal, termasuk dalam hal mesumm." Jawab Raka santai.
" Setau gue dia jadi laki-laki pemu*s." Ucap Haris dari bangku depan.
" Whatt? Pekerjaan sehina itu?" Tanya Raka.
" Lu sendiri yang bikin dia jadi blacklist di perusahaan mana pun."
" Jangan salahin gue, salahin kelakuan nya. Nikung temen kok dari belakang, kenapa gak dari depan aja tabrak sekalian." Jawab Raka datar.
" Iya juga sih, tapi ada kasian nya."
" Ngapain di kasihanin, Lu lupa? Selama ini gue dah baik sama dia, karena gue kasihan sama dia, tapi balasan nya apa huh? Penghianatan yang menjijikan, bagaikan menolong anjing yang terjepit, setelah di tolong dia malah gigit." Ucap Raka sedikit emosional.
" Hahaha,, sorry ya bro. Jangan marah, Lu udah punya Lita sekarang." Haris mencoba mengalihkan pembicaraan, dia tau Raka selalu emosional jika membahas penghianatan 4 tahun lalu.
" Lu yang mulai bahas tuh pria brengsekk."
Bukan nya dia belum move on dari Helena, tapi dia tak bisa melupakan penghianatan mereka berdua. Terasa menyakitkan jika mengingat kelakuan mereka, tapi sekarang semua sudah terjadi dan takkan mungkin bisa di ulangi.
Kalau pun bisa ,Raka takkan melakukan nya. Dia sudah sangat mencintai gadis kecil nya, Lita.
🌻🌻🌻
Semahal apa pun barang yang dia pakai, jika dia murahan tetap saja murahan😁 Begitu juga dengan seorang penghianat, sekali penghianat tetap penghianat☺️
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga yaww😘