Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Anniv 2 Tahun


__ADS_3

Hingga Brandon sampai di rumah menjelang malam, bahkan hari sudah mulai gelap.


"Lit, kata abang dia lembur pulang nya malem." Ucap Brandon, pada Lita yang sedang menonton televisi di ruang tamu bersama Mama Renata.


Brandon menyerahkan kunci mobil nya pada Lita, dan dia masuk ke kamar nya.


"Ada apa sama anak itu? kok murung gitu, gak kayak biasa nya." Tanya Mama Renata.


"Tau, kesambet setan diem kali."


"Husss, gak boleh gitu sayang.." Peringat Mama Renata, dan hanya di angguki oleh Lita.


"Biasa nya tuh anak banyak omong, cerewet gitu."


"Kecapean kayak nya, Ma. Udah biarin dia istirahat dulu, lebih baik kita masak buat makan malam." Ajak Lita, dan di setujui oleh Mama Renata.


Mertua dan menantu itu pergi ke dapur dan segera memasak untuk makan malam,


"Mam, Lita besok mau nyobain bikin brownies ala Mama itu loh."


"Oke, Mama ajarin ya." Ucap Mama Renata, dan fokus kembali pada masakan nya yang sebentar lagi siap di teflon.


"Gak mau makan cilok lagi? Bikin aja, mau?" Tawar Mama Renata, karena tadi siang Lita merengek menginginkan cilok bumbu kacang.


"Apa gak repot Ma?" Tanya Lita, takut menyusahkan ibu mertua nya.


"Tentu tidak sayang, ayo kita buat. Kamu blender kacang tanah nya, setelah potong sayur nya ya." Ucap Mama Renata. Meski lama di luar negeri, tapi dia tak melupakan cara membuat cemilan khas kota bandung itu.


Jam 8 malam, Raka baru saja pulang di antar oleh Elgar, kebetulan arah nya melewati rumah Raka.


"Mas, udah pulang?" Sapa Lita dari dapur.


"Udah sayang, nih Mas bawain cemilan." Ucap Raka, memberikan kantong kresek ke tangan Lita.


"Wahh, ada cilok bumbu kacang. Kebetulan Lita lagi pengen." Ucap Lita, mnegeluarkan dua cup cilok dari kresek.


"Jadi gak perlu bikin kan? Udah ada, sok makan keburu cucu mama ileran." Mama Renata terkekeh saat mengatakan nya.


"Iya Ma.." Jawab Lita dengan binar ceria di wajah nya, dia segera memakan cilok itu dengan lahap.


Tak lama, Raka turun dari kamar nya setelah membersihkan diri.


"Mas, cilok nya enak."


"Enak ya? Mana?" Tanya Raka, celingukan mencari cilok.


"Ya habis lah, dari tadi pengen makan cilok. Baru kesampean sekarang."


"Kok di habisin sih, Mas juga pengen istri ku. Kamu mah gitu kalo makan, gak mikirin orang lain. Egois." Ucap Raka, dengan wajah kesal nya.


"Maafin Mas, Lita kan nggak tau kalau Mas juga mau."


"Itu kan ada dua cup." Jawab Raka, wajah nya masih menunjukkan kekesalan nya.


Raka melengos pergi kembali ke kamar nya, dia merajuk karena tak kebagian makan cilok. Ya ampun!

__ADS_1


"Tadi ada suara Raka, sekarang kemana?" Tanya Mama Renata dari dapur.


"Ke kamar Ma.."


"Loh, gak makan malam dulu?"


"Merajuk, gara-gara cilok nya Lita habisin." Jawab Lita.


"Hemm, perkara cilok aja ngambek. Harus nya ngalah dong, istri kan lagi hamil. Ada-ada saja Raka ini." Ucap Mama Renata sambil geleng-geleng kepala.


"Salah nya juga, dia gak bilang sisain."


"Udah, yang penting cucu Mama gak bakal ileran. Makan malam dulu yuk, Mama panggilin Brandon dulu." Mama Renata pergi ke kamar Brandon, dan mengetuk pintu nya.


"Brand.. Makan malam dulu.." Ajak Maka Renata.


"Iya Mom, sebentar lagi Brandon keluar. " Jawab nya dari dalam kamar.


🌻


Jam setengah sembilan, mereka baru makan malam. Sangat terlambat memang, karena menunggui Raka yang kerja lembur, tapi dia malah merajuk.


"Abang mana?"


"Di kamar, merajuk tuh." Jawab Lita.


"Kenape lagi sih?"


"Cilok nya gue habisin," Jawab Lita lagi.


Mereka pun melanjutkan acara makan malam mereka, tanpa di hadiri Raka. Entah sedang apa dia di kamar, menangis kejer mungkin.


🌻


Setelah selesai makan malam dan membereskan piring nya, Lita pun masuk ke kamar nya. Dia membuka pintu perlahan, seketika mata nya membulat melihat pemandangan di depan nya.


Bunga mawar merah bertabur di atas kasur, juga dengan lilin yang menyala.


"Sayang.." Panggil Raka dari tengah lilin yang di rangkai membentuk hati.


"A-apa ini Mas?" Tanya Lita, dengan wajah polos nya.


"Kejutan untuk mu, Istriku." Jawab Raka dengan senyum manis nya.


Dia mengulurkan tangan nya dan di sambut dengan senyuman oleh Lita.


"Happy Wedding Anniversary ke 2 tahun, Istriku."


Lita menutup mulutnya dengan kedua tangan, kenapa dia melupakan hari jadi pernikahan nya? Ya ampun..


"Kau melupakan nya sayang?" Lita hanya nyengir.


"Ckk ckk, setelah hamil kamu jadi pikun sayang. Tapi itu semua tak masalah untuk ku, aku tetap mencintai mu istriku." Raka memeluk Lita dengan erat, Lita juga membalas pelukan suami nya itu tak kalah erat.


"Padahal kamu lelah bekerja ,tapi meluangkan waktu untuk membuat aku terharu." Ucap Lita di pelukan Raka.

__ADS_1


"Apapun untuk mu sayang, aku tak pernah keberatan jika menyangkut dirimu." Raka melerai pelukan mereka dan mencium kening Lita lama.


Raka merogoh saku nya, dan mengeluarkan sebuah kotak bludru berwarna merah.


Sebuah cincin bertahta berlian, dengan ukiran nama di dalam nya. Lita kembali membulatkan mata nya melihat cincin yang sangat indah tersaji di depan mata nya.


"Indah sekali."


"Untuk mu yang juga indah, istri kesayangan ku." Ucap Raka.


"Mas, sudah cukup kau membuat ku sangat beruntung di cintai oleh mu. Kau membuatku terharu." Mata Lita berkaca-kaca saat Raka memakaikan cincin berlian itu di jari manis Lita.


"Jangan menangis sayang, aku selalu mengusahakan yang terbaik untuk mu."


"Kamu tau kan? Betapa aku mencintai dirimu, melebihi apapun." Ucap Raka, dia kembali memeluk Lita. Dia juga mengecupi puncak kepala Lita dengan penuh kasih sayang.


"Dari mana kamu dapat uang untuk membelikan cincin berlian seperti ini Mas?" Tanya Lita.


"Bonus dari pak Bos royal, sayang."


"Bonus doang bisa beli cincin?" Tanya Lita, dan Raka mengangguk mengiyakan.


"Itulah Bos ku, dia sangat royal pada pegawai nya sayang."


"Lalu berapa yang harus aku bayar untuk kejutan ini?" Tanya Lita, mata nya mengerling nakal.


"Bertarung di ranjang sampai pagi, rasa nya sudah cukup. Dan aku libur besok." Jawab Raka, sambil tersenyum menyeringai.


"Ganteng sih, romantis juga. Tapi mesoom nya gak ketulungan." Ketus Lita.


"Hehe, mau kan?"


"Aku sedang hamil, jadi pelan-pelan saja. Sampai pagi? Rasa nya aku takkan sanggup Mas, aku gak boleh kelelahan." Jawab Lita.


"Ahh ya ampun, aku lupa." Ucap Raka menepuk pelan dahi nya.


"Lupa apa Mas?" tanya Lita.


"Lupa kalau di dalam perut kamu ada malaikat yang sedang tumbuh, baiklah satu atau dua ronde saja sudah cukup. Jika sakit, bilang ya?"


"Baiklah."


Mereka pun melakukan ritual suami istri, merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke dua tahun.


Begitu banyak rintangan dan masalah yang mereka alami selama dua tahun ini, tapi karena kepercayaan, mereka dapat menghadapi nya.


🌻🌻


Yee, happy Anniv😘



ganteng banget sih V🙏


Jejak nya jangan lupa, maaf baru up kemarin jaringan nya kena masalah hidup kayak nya😁

__ADS_1


__ADS_2