Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Teman Sesungguhnya


__ADS_3

Tepat pukul tiga, karena Raka sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya. Dia bisa pulang cepat, setelah mendapatkan balasan dari Lita dia menjadi lebih semangat untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Sekarang Lita seolah menjadi Mood booster nya.


Saat ini Raka sudah stand by di depan mobil nya, dia duduk di kap mobil ala-ala drama korea lengkap dengan kaca mata hitam nya. Tentu saja itu menarik perhatian para gadis yang baru selesai kelas.


Tak lama Lita keluar dari kampus dengan sedikit berlari, dia sudah tersenyum ke arah Raka dari kejauhan.


" Udah lama kak?" tanya Lita saat sampai di depan Raka dengan nafas ngos-ngosan.


" Belum kok, kenapa harus lari sih? Padahal kan kakak akan nungguin kamu." Ucap Raka, menyeka keringat di dahi Lita.


" Ya Lita takut aja kakak lama nunggu." Jawab Lita.


" Pulang ya?" Tanya Raka.


" Iya kak." Jawab Lita dengan ceria, dia tak menghiraukan tatapan para gadis di belakang nya. Ada yang menatap mereka dengan tatapan kagum, ada juga yang menatap Lita dengan penuh kemarahan, sangat iri dengan Lita.


Tapi Lita mengacuhkan semua itu, dia mencoba bersikap bodo amat.


" Gimana kuliah nya Lit?" Tanya Raka, sesekali dia melirik Lita yang sibuk memakan cemilan.


" Lancar kak, cuma tadi Lita sempet di hukum saat mata kuliah yang pertama." Jawab Lita.


" Kenapa?" tanya Raka.


" Lita ngelamun kak, jadi nya gak merhatiin dosen yang lagi nerangin materi." Jawab Lita.


" Hayoloh ngelamunin apa? Pasti cowok, yakan?" Goda Raka, padahal hati nya berharap Lita tidak berdekatan dengan pria mana pun kecuali diri nya.


" Apaan sih? Kakak tau gak, gara-gara Lita di anterin Kakak, bikin satu kampus heboh." Ucap Lita.


" Lohh kenapa?" Tanya Raka lagi.


" Pake nanya lagi, kayak nya kakak udah tau apa jawaban nya. Karena kakak ganteng, banyak cewe yang terpesona sama kakak."


" Tadi juga temen-temen Lita pada kepo, ada yang minta nomor, nama IG. Kakak bisa jadi terkenal loh kalau kerja di kampus Lita."

__ADS_1


" Ditambah lagi Kakak nganterin Lita si ratu jomblo, jadi nya rame deh." Cerocos Lita.


" Ratu jomblo?" Tanya Raka.


" Iya kak, selama ini Lita gak pernah deket dengan cowok mana pun. Baru kali ini juga mereka liat aku di anter cowok, ya selain abang aku tentu nya." Jawab Lita, se trauma itu kah Lita dengan laki-laki?


" Benarkah?" Tanya Raka sumringah, berarti dia pria pertama yang berhasil dekat dengan Lita. Sekarang hanya perlu usaha untuk membuka hati Lita agar mau menjalin suatu hubungan.


Lita hanya mengangguk cepat, dia fokus pada cemilan nya. Itu lah kebiasaan Lita kalau di mobil, nyemil teruss...


" Apa gak pegel itu ngunyah mulu?" Tanya Raka.


" Enggak kak." Jawab Lita.Ya enggaklah, itu kan hobi nya.


Setelah itu hanya hening hingga mobil sampai di halaman rumah Haris. Disana sudah terparkir mobil sederhana berwarna putih milik Haris, dia sudah pulang rupa nya.


" Dahh balik lo." Sapa Raka pada Haris yang sedang asik bermain game di teras rumah.


" Udah bro, hari ini gue cuma kerja bentar." Jawab Haris lalu meletakan ponsel nya.


" Gue cape bro, cape kerja tapi hasil gak seberapa." Jawab Haris. Memang selama ini Haris bekerja disebuah pabrik mebel.


" Lah terus pengen nya Lu gimana?" Tanya Raka serius.


" Gue pengen nabung,ya sedikit-sedikit lah. Ini mah jangan kan nabung, buat makan aja seret." Jawab Haris mengeluh.


" Gue bisa bantu lu dikit aja paling, soalnya gajih gue bulan ini belum turun Ris." Ucap Raka, dia mengeluarkan dompet nya dan memberikan seluruh isi nya pada Haris.


" Gak usah lah Ka, gue malu. Lu udah terlalu banyak bantuin gue." tolak Haris.


" Lah Elu kayak ama siape aja, kita temenan dah lama kalo lupa."


" Itu guna nya temen bro, selalu ada saat temen nya lagi susah atau seneng." Sambung Raka, dia memang teman terbaik.


" Makasih ye, Lu dah baik ma gue. Makasih juga Lu mau jadi temen gue selama ini, zaman sekarang nyari temen kayak Lu itu susah." Ucap Haris.


" Gue temenan sama Lu tulus Bro." Jawab Raka.

__ADS_1


" Beruntung banget gue punya temen kayak lu Ka, walaupun kadang Lu nyebelin." Ucap Haris.


" Yaelah, gak sengklek gak asik Bro." Kelakar Raka mencairkan suasana.


" Iya Lu emang sengklek." Sahut Haris di iringi tawa di wajah tampan nya, sejenak dia melupakan masalah nya jika bersama Raka.


" Lu ambil dah tu uang, nanti gue kasih lagi kalau udah gajian." Ucap Raka.


" Gak usah lah, ini udah lebih dari cukup." Tolak Haris lagi, dari dulu Haris memang selalu di bantu oleh Raka.


Walaupun keluarga Atmaja adalah orang yang kaya raya, tapi karena suatu hal orang tua mereka tak di anggap bagian keluarga Atmaja.


Tapi, setelah kematian kedua nya, barulah mereka mengakui Haris dan Lita sebagai Cucu lalu memberi sebuah rumah dan mobil yang di tinggali sekarang.


Cukup miris memang, orang tua Haris merintis bisnis dari nol dan mengembangkan nya. Tapi sayang, saat kedua orang tua nya meninggal bisnis itu juga ikut bangkrut dan rumah di luar kota itu disita karena hutang.


Saat kuliah Haris sering bolos karena memilih bekerja, tapi Raka terus meyakinkan Haris untuk terus belajar dan akhirnya mereka berdua wisuda bersama, tanpa di hadiri orang tua mereka.


Orang tua Raka lebih memilih pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis dari pada menghadiri acara wisuda anak nya sendiri, saat itu orang tua Raka belum menetap di luar negeri.


Nasib mereka berdua hampir sama, itulah alasan nya kenapa mereka bisa akrab dan memahami satu sama lain.


" Ris, gue nginep disini ya." Pinta Raka.


" Nginep aja, anggap ini rumah Lu ." Ucap Haris.


" Masuk lah, udara nya mulai dingin. " ajak Haris.


Raka pun mengikuti langkah Haris, dia merasa lebih nyaman di rumah sahabatnya. Walaupun kalau gelap, rumah ini sedikit ada serem nya.


🌻🌻🌻



**Abang nya Lita bukan maenn😍


Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**

__ADS_1


__ADS_2