
Di Mansion tuan Robert, pria paruh baya yang masih nampak bugar di usia senja nya, nampak berdiri di depan kaca besar yang ada di kamar nya. Dia merindukan putra kesayangan nya, Brandon Sebastian.
"Kenapa pah?" Tanya pria dewasa dengan setelan jas rapi nya.
"Apa ada hal yang papa pikirkan, apa ini masalah Brandon lagi?" Tanya Mike, anak pertama nya. Dia memiliki 3 orang anak, dua pria dan satu nya perempuan yang sudah pergi.
Tuan Robert berbalik dan menatap putra nya, sangat tampan, hanya saja terlihat dingin dan kaku, apalagi terhadap perempuan.
"Papa sangat merindukan nya, Mike."
"Bersabarlah, Mike masih berusaha menemukan nya." Jawab Mike, dia sudah menyuruh anak buah nya untuk mencari keberadaan adik nya. Namun sampai sekarang masih nihil, belum ada petunjuk apapun.
"Dulu dia pamit karena gadis pujaan nya akan di sakiti oleh Catherine, tapi setelah itu tak ada kabar lagi. Apa dia baik-baik saja, Mike?"
"Jangan berfikiran negatif Pa, Brandon pasti baik-baik saja. Dia bocah yang kuat, Mike juga takkan tinggal diam saja." Ucap Mike. Anak sulung keluarga Robertson.
"Sudah dua tahun lebih papa tak melihat anak itu, papa sangat merindukan nya Mike." Ucap Tuan Robert sendu, mata nya berkaca-kaca. Mau bagaimana pun, kasih sayang orang tua pada anak nya takkan pernah habis.
"Mike akan berusaha semaksimal mungkin Pa, jangan terlalu banyak berfikiran berat, kondisi papa baru saja membaik." Jelas Mike, sebulan yang lalu dia harus kembali check up ke korea. Robert punya kelainan jantung dan membuat nya sesak nafas, dan kanker prostat yang sudah di derita nya cukup lama.
"Temukan Brandon, Mike. Apapun cara nya, Papa ingin bertemu dengan nya lagi dan meminta maaf."
"Baik pa, Mike akan melakukan keinginan Papa. Jadi sekarang Papa istirahat, nanti Mike kemari lagi. Ada sedikit masalah di markas, aku harus kesana sebentar." Ucap Mike.
"Pergilah, papa akan tidur. Kau harus pulang saat makan malam." peringat Tuan Roberts, karena Mike suka berlama-lama di markas nya, hingga lupa pulang.
"Baik Pa." Mike pun pergi setelah menyelimuti ayah nya, dia menutup pintu dengan perlahan.
Tujuan nya saat ini adalah tempat yang dia sebut Markas, markas apa? Markas mafia Sanse!
Mike menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia tak sabar untuk menanyakan perkembangan pencarian adik nya di Indonesia.
Hanya butuh waktu setengah jam saja, Mike sudah sampai di markas nya di pelosok negara besar ini.
Mike langsung masuk tanpa menghiraukan sapaan hormat dari bawahan nya, dia hanya fokus ke depan.
Dia duduk di kursi yang cukup besar, dan segera semua anak buah nya berdatangan menghadap sang bos besar. Ya, Mike adalah ketua klan mafia Sanse. Mafia terkuat dan paling di takuti di dunia gelap, juga di negara ini.
"Apa sudah ada informasi dari orang suruhan ku yang di tugaskan di indonesia?" Tanya Mike serius.
"Hanya baru beberapa petunjuk saja tuan,"
"Katakan!" ucap nya tegas.
"Dua tahun lalu terjadi kecelakaan yang melibatkan tuan muda dan seorang gadis, di depan kampus xxx."
__ADS_1
"Lalu?"
"Luka di kepala nya sangat parah, warga disana langsung membawa nya ke rumah sakit. Dan tuan muda di nyatakan koma, setelah hampir 9 bulan terbaring, dia tersadar tapi amnesia tuan." Jelas anak buah Mike.
"Amnesia? Lalu kemana Catherine?" Tanya Mike, dia memang membenci adik perempuan nya itu, tapi bagaimana pun dia adik nya.
"I-itu.."
"Apa? Jawab pertanyaan ku dengan tegas!"
"N-nona Catherine lah yang menabrak tuan muda, Tuan." Jelas anak buah Mike pelan.
Mike membulatkan kedua mata nya, dengan mulut yang menganga. Dia heran dengan perilaku adik perempuan satu-satunya itu.
"Lalu, kemana dia?"
"Setelah kejadian itu, tak ada lagi informasi apapun tuan. Seperti ada yang menutupi seluruh informasi, dan saya curiga ini juga mafia karena tak ada jejak sama sekali tentang Nona Catherine atau Tuan muda Brandon." Jelas nya lagi.
"Apa di negara itu ada klan mafia juga?"
"Tentu saja ada tuan, dan yang terkuat adalah Red Rose."
"Siapa pemimpin nya?" Tanya Mike, dia mulai tertarik dengan klan mafia Red Rose ini.
"Sekuat apa mereka, berapa kira-kira persediaan senjata mereka?" Tanya Mike, tak ada sedikit pun niatan untuk menyerang atau pun mengusik klan mafia terkuat versi Indonesia itu.
"Menurut informasi dari orang terpercaya, tiga gudang senjata dengan berbagai macam,model, bentuk dan keunggulan nya. Tapi kami tak tau pasti tuan, penjagaan nya sangat ketat sekali."
"Apa mereka memelihara hewan buas, semacam macan atau singa?" Tanya Mike lagi.
"Dua ekor harimau benggala, singa jantan afrika, dan satu kolam penuh dengan buaya." Jawab anak buah Mike.
"Apa menghilang nya Catherine dan Brandon ada hubungan nya dengan Red Rose?" Batin Mike.
Tiba-tiba saja lamunan nya buyar karena terdengar suara tembak menembak di luar markas.
"Ckkk, siapa yang membuat kekacauan disini." Mike berdecak keras, lalu bangkit dengan membawa pistol yang dia masukan ke dalam saku jas nya. Juga topeng yang selalu dia pakai jika menghadapi musuh, agar wajah nya tak ketahuan.
"Hentikan, aku datang kemari dengan tujuan yang baik. Aku hanya ingin bertemu Tuan Mike."
"Aku disini, siapa dan mau apa kau?" Tanya Mike.
"Saya utusan tuan Jonathan,"
"Jonathan, menantu Danu yang tamak itu?"
__ADS_1
"Terserah tuan mau memanggil nya apa, saya kesini karena ini berhubungan dengan adik anda, Brandon Sebastian!" Teriak nya dengan nafas yang tersengal, karena merasakan nyeri yang cukup menyiksa di lengan atas nya.
"Kau tau adik ku?"
"Ya saya tau dia dimana, atas nama tuan Jonathan saya kemari memberanikan diri, mempertaruhkan nyawa saya."
"Kenapa tidak ke rumah ku saja, kau takkan terluka jika kau kesana." tanya Mike.
"Saya sudah beberapa kali kesana, tapi mansion itu kosong. Saya mohon, cabut peluru nya dan saya akan memberi tahu pesan dari tuan Jo."
Mike memberi kode pada anak buah nya, hanya dengan tatapan saja, anak buah nya dapat mengerti. Mereka pun membawa utusan Jonathan itu memasuki markas, dan memulai operasi kecil untuk mengeluarkan peluru nya.
Mafia Sanse memang punya dokter pribadi, khusus nya ahli bedah. Karena akan sangat di butuhkan jika ada anggota yang tertembak.
Tak butuh waktu lama, peluru sudah berhasil di keluarkan dan dokter membalut bekas luka itu dengan perban.
"Katakan, tak usah berbasa-basi."
"Tuan Brandon sudah mengingat kembali, beliau memohon kepada tuan Raka.."
"Tunggu, siapa Raka?" Tanya Mike.
"Tuan Raka adalah anak kandung dari tuan Danu, sekaligus suami dari perempuan yang di selamatkan oleh Brandon dari kecelakaan dua tahun lalu."
"Tuan Raka juga yang selama ini mengurus dan menjaga Brandon, dia mengangkat nya sebagai adik nya."
"Lanjutkan cerita tadi." Perintah Mike tegas.
"Anak buah Tuan Raka sudah bulak balik mencari dan beberapa kali mendatangi mansion untuk mencari ayah nya, tapi nihil tak ada orang di sana,"
"Akhirnya aku menemukan dirimu, berkat foto ini."
"Inti nya saja, Brandon sangat khawatir dengan keadaan ayah nya," Jelas anak buah Jonathan.
"Satu bulan lagi, dia akan menikah dengan pujaan hati nya, jadi Brandon berharap tuan Roberts akan bersedia datang ke Indonesia."
"Tunggu, apa, menikah?" Anak buah Jonathan menganggukan kepala nya.
Refleks, Mike menepuk dahi nya. Dirinya kembali di langkahi oleh adik nya.
🌻
nahh kan? Tinggal acara nikahan nya aja nih, mungkin novel ini sedikit lagi bakal end😞
jangan lupa tinggalkan jejak, vote, dan tap favorit, happy reading😍❤️
__ADS_1