
Hingga setengah jam kemudian, mie instan dan kopi hitam buatan Marsya ludes. Brandon pamit pulang.
"Sayang aku pulang ya?"
"SMP.." Ucap Marsya sambil tersenyum jahil.
"Maksud mu apa?"
"Sudah makan pulang." Jawab nya, membuat Brandon tersenyum simpul. Marsya sudah mulai aktif menggoda nya.
"Cieee, udah mulai berani ya sama aku?" Tanya Brandon.
"Enggak deh, katanya mau pulang." Marsya mengingatkan, karena pria itu malah mendekat ke arah nya.
"Sun dulu." Pinta Brandon, sambil menunjuk pipi kanan nya.
"E-enggak ah, malu."
"Kenapa harus malu, tadi kita udah lakuin juga kan?" Goda Brandon.
"Iya, dan itu ciuman pertama ku."
"Oyah? pantesan saja terasa kaku." Sindir Brandon.
"Cepat lah pulang, kamu membuat ku malu dengan mengingatkan kejadian tadi."
"Lebih cepat kamu cium pipi aku, maka aku cepat pulang." Kekeh Brandon, tentu takkan semudah itu dia pergi sebelum mendapat vitaman cinta dari kekasih hati nya.
Tak ada lagi pilihan bagi Marsya, dia pun mendekatkan wajah nya dan segera mencium pipi Brandon. Tapi sedikit lagi akan berhasil, Brandon memalingkan wajah nya. Alhasil bibir mereka kembali bersentuhan.
Kesempatan yang sangat bagus, mana mungkin di sia-sia kan. Brandon malah memperdalam ciuman nya dengan menahan tengkuk Marsya agar tak melepaskan ciuman nya.
Brandon memagut bibir Marsya dengan lembut, dan kali ini Marsya lebih agresif dan mengalungkan tangan nya di leher Brandon.
Hingga beberapa menit kemudian, terdengar langkah kaki yang mendekat. Mereka buru-buru melepaskan pagutan mereka dan menetralkan ekspresi mereka masing-masing, bahkan wajah Marsya memerah seperti tadi.
"Loh, ada kakak tampan? Kenapa gak masuk ke rumah?" Tanya Nia, dia baru saja pulang mengaji.
"Ini kakak sudah mau pulang, Nia." Jawab Brandon, padahal hati nya berdebar tak karuan takut Nia melihat perbuatan nya dengan Marsya.
"Ohh, yaudah. Nia masuk dulu ya." Pamit Nia, lalu masuk ke rumah nya, meninggalkan kedua orang yang masih dalam suasana canggung.
"Kamu sih main nyosor aja." Gerutu Marsya.
"Kamu gak nolak juga, malah tadi menikmati dan menghayati sampai tangan kamu ada di leher aku kan?"
"Hiss, sudahlah sana pulang." Usir Marsya.
"Iya aku pulang sayang, besok masih masuk pagi?"
"Udah enggak yang, masuk biasa." Jawab Marsya.
__ADS_1
"Yaudah besok aku jemput, ingat.."
"Jangan berangkat sebelum kamu jemput, iya aku tau kok." Marsya memotong ucapan Brandon karena dia sudah tau, apa yang akan pria itu katakan.
"Good girl, aku pergi dulu baby."
"Hati-hati di jalan ya.." Ucap Marsya sambil melambaikan tangan nya.
Marsya masuk ke dalam rumah, terlihat Nia yang sedang fokus mengerjakan tugas sekolah nya.
Meski masih kecil tapi Nia adalah anak yang mandiri, selama dia bisa dia takan meminta bantuan orang lain, termasuk saat mengerjakan tugas.
Selain itu dia juga anak yang berbakti, setiap pulang sekolah dia selalu berkeliling jualan donat, dan weekend dia akan jualan kue basah bersama Marsya, dan sebagian besar uang hasil mereka berjualan akan di tabung untuk membeli obat Mama nya yang sakit cukup parah.
Tapi sekarang mereka tak berjualan lagi, karena gaji Marsya sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dan membeli obat juga.
"Belum tidur dek?"
"Belom lah kak, kan kakak liat aku lagi ngerjain PR." Jawab Nia, masih fokus dengan buku dan pensil nya.
"Apa mau di bantu?"
"Nia kurang ngerti ini bahasa Inggris." Jawab Nia, sesekali menggaruk kepala nya.
"Padahal tadi ada kak Brandon, dia jago bahasa Inggris."
"Benarkah?" Tanya Nia.
"Wahh, jadi pacar kakak itu setengah bule ya?"
"Mungkin, bisa jadi sih. Apa masih banyak tugas nya?" Tanya Marsya.
"Biarin aja lah, besok mau nanya sama kakak tampan. Sekarang Nia mau tidur, ngantuk."
"Tidur yang nyenyak adik ku " Nia hanya mengangguk dan pergi ke kamar nya, lebih tepat nya kamar ibu nya.
🌻
Brandon sampai di rumah, baru saja masuk dia langsung di suguhi tatapan mengintimidasi dari abang dan kakak ipar nya.
"Pacaran terus sampe lupa balik." Celetuk Lita. Brandon hanya tersenyum canggung, sambil menggaruk pelipis nya yang tiba-tiba saja terasa gatal.
"Marsya nawarin mampir sama ngopi, yaudah mampir dulu. Lagian ibu nya nanyain aku."
"Nanyain gimana?" Tanya Raka.
"Ya kalau gak mampir,"
"Cie udah mulai di tanyain sama camer." Ledek Lita dengan senyum jahil nya.
"Mandi terus makan, jangan di biasain makan mie instan mulu." Sindir Raka.
__ADS_1
Brandon hanya tersenyum malu, karena sudah beberapa hari ini dia terciduk sedang memakan mie instan oleh Raka. Di kantor dan di rumah juga, dia ketularan Marsya yang doyan makan mie instan cup.
"Iya bang, makasih perhatian nya. Mom kemana?"
"Ke Jakarta tadi pagi, mertua nya meninggal." Jawab Raka sesuai fakta. Brandon hanya membulatkan bibir nya membentuk huruf O.
Dia pun segera melaksanakan perintah abang nya.
Setelah mandi dia segera makan malam, keburu abang nya ngomel-ngomel gak jelas.
Tapi aneh nya, saat makan pun dia selalu terbayang-bayang wajah cantik Marsya. Apalagi wajah yang memerah karena malu, saat dia cium untuk pertama kalinya di taman tadi.
"Senyam senyum sendiri, gilaa ya?"
"Apaan sih bang?" Gerutu Brandon.
"Lah elu dari tadi gue liatin senyam-senyum. mulu, padahal lagi makan. Nape? Kesambet, atau kesurupan jin jatuh cinta?"
"Gue baek-baek aja bang.." Jawab Brandon ketus.
"Udah lah Mas, kayak gak pernah jatuh cinta aja."
"Aku tidur duluan ya, nanti kalo udah selesai makan nya tutup lagi pake tudung saji, atau masukkin kulkas kalau gak abis." Peringat Lita. Brandon hanya mengangguk mengiyakan.
Lita pergi ke kamar nya di ikuti Raka, dia bersiap akan menagih janji nya pada istri tercinta nya.
"Sayangg..." Raka mulai merengek, saat istri nya malah sibuk sendiri dengan aneka macam skincare.
"Jatah nya nanti, aku pengen diskusi tentang acara tujuh bulanan anak kita."
"katakan saja sayang." Jawab Raka dengan antusias, dia memang selalu begitu jika membahas tentang kehamilan istri nya.
"Aku ingin mengadakan syukuran dengan para anak panti, apa kamu setuju? Aku sudah berbicara tentang hal ini sama Mama, dan beliau setuju." Jelas Lita.
"Aku sangat setuju, makin banyak yang mendoakan lebih bagus kan? Aku akan mengundang anak-anak Panti Harapan."
"Syukurlah jika kamu setuju, berarti disini kita tinggal mempersiapkan semua nya. Dan satu lagi, menurutku kita harus mengikut sertakan kekasih Brandon dalam acara kita Mas." Usul Lita.
"Kenapa memang nya?"
"Supaya dia bisa mendekatkan diri, dan aku ingin mengenal dia Mas. Seperti apa gadis yang mampu membuat Brandon galau seharian." Ucap Lita.
"Baiklah, aku terserah pada mu saja. Kita tunggu Mama pulang untuk kapan waktu nya." Putus Raka, tak ada salah nya mendekatkan istri dan kekasih adik angkat nya.
"Sayangg.."
"Ya, aku sudah selesai." Jawab Lita, lalu naik ke pangkuan Raka dan memulai ritual rutin suami istri.
🌻🌻
Belum nemu visual buat Marsya🤭
__ADS_1
tinggalkan jejak😘 kalau mau ngasih bunga atau kopi juga boleh banget😁