Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Brandon Cemburu?


__ADS_3

Raka melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi ke arah rumah abang Lita, mau kemana lagi Lita kalau bukan ke rumah Haris.


Saat sampai disana, suasana masih sepi dan tak terlihat ada orang. Bahkan mobil Haris juga tak ada.


"Kemana Haris? Mobil nya gak ada." Gumam Raka, lalu segera turun dari mobil nya dan mengetuk pintu rumah Haris.


Tak lama, munculah Haris dengan wajah datar nya.


"Ngapain lu pagi-pagi dah ke rumah gue?" Tanya Haris.


"Apa Lita kesini Ris?"


"Gak tau, emang di rumah lu kagak ada gitu?" Balik tanya Haris, santai.


"Kagak ada, nyokap gue bilang dia pergi bawa tas."


"Nah loh, terus kemana? Lu cari adik gue sampai ketemu." Ucap Haris, tapi ekspresi nya masih tenang.


"Gue gak tau harus nyari kemana lagi,gue takut banget kehilangan istri gue Ris." Keluh Raka.


"Jangan ngeluh depan gue, pergi sana. Cari adek gue sampe ketemu, kalo gak ketemu lebih baik Lu gak usah kesini lagi."


"Jujur aja gue kecewa banget sama Lu, bagaimana bisa Lu kehilangan Lita? Padahal setiap saat dia pasti di rumah, kalau lu gak bikin masalah." Ucap Haris lagi.


"Gue tau Ris.."


"Kalo bener Lu tau, harus nya Lu perbaikin waktu lu. Inget istri Lu lagi hamil, dulu gue juga sibuk pas Bella hamil, tapi gue gak bersikap kayak Lu. Gue adil bagi waktu kerja, sama waktu buat dengerin semua keluhan istri gue."


"Wanita hamil itu sensitif Raka, dia perlu di dengarkan. Jadi ini poin pertama kesalahan lu, Lu inget gue bilang apa saat Lu nikahin adek gue? Sekali aja Lu nyakitin adek gue, gue bawa adek gue pulang." Tegas Haris.


"Ris jangan gini lah, gue tau gue salah. Tapi ini semua belum terlambat buat di perbaikin, gue mohon satu kesempatan lagi."


"Selama Lu gak bisa adil membagi waktu, gue rasa percuma. Jadi mendingan sekarang Lu pergi dari rumah gue, gue mau siap-siap kerja." Ketus Haris, segera menutup pintu nya.


Raka kembali masuk ke dalam mobil nya dengan langkah gontai, dia ingat pernah dalam posisi ini saat dia terciduk tidur di kamar Lita.


"Sayang, maafkan aku.." Gumam Raka, air mata nya tak dapat di tahan lagi, meluncur bebas dari kedua mata nya.


Di dalam Rumah...


Lita sedang duduk di ruang tamu dengan Bella, dia tau kedatangan suami nya untuk mencari dirinya. Tapi tak sedikit pun dia ingin keluar dan menemui suami nya, saat ini dia ingin sendiri dalam ketenangan.


"Dek, suami Lu masih ada di luar. Lu yakin kagak mau nemuin dia, sebentar?" Tanya Haris.


"Lita tau, untuk saat ini aku cuma pengen sendiri nenangin pikiran." Jawab Lita, sebenarnya dia sangat bahagia saat suami nya datang mencari nya.


Tapi percuma saja kalau dia pulang atau menemui Raka, pasti dia belum selesai dengan pekerjaan sebagai Asisten CEO dan akan mengabaikan dirinya lagi. Jadi untuk sementara, dia akan tahan uji tinggal di rumah ini.

__ADS_1


"Terserah kamu saja, abang mau siap-siap pergi kerja. Kamu sama Bella aja."


"Iya bang, makasih udah mau nampung Lita disini."


"Lu adek gue kalau lupa." Ucap Haris, dia mengacak rambut adik nya dengan gemas, membuat Bella tersenyum melihat nya.


"Baby Dev mana?"


"Masih tidur, sebentar lagi pasti bangun." Jawab Bella.


"Aku lapar, belum sarapan kak.." Ucap Lita canggung.


"Yaudah, makan sana. Kakak udah masak tadi, makan yang kenyang. Kakak ke kamar dulu, nyiapin pakaian abang mu." Pamit Bella. Lita hanya mengangguk, dan pergi ke dapur.


🌻


Raka kembali ke rumah nya dengan lesu, saat akan masuk dia berpapasan dengan Brandon yang sudah siap akan berangkat kerja pagi-pagi.


"Darimana bang?"


"Nyariin Lita, tapi kagak ketemu." Jawab Raka.


"Emang nya kemana?"


"Kalau gue tau ,gue udah bawa Lita pulang." Ketus Raka. Dia nyelonong masuk tanpa menghiraukan ekspresi heran Brandon.


"Semoga saja semua ini cepat berakhir dan mereka akur seperti biasa nya."


Brandon pergi ke garasi dan segera memakai helm nya, dia tau Marsya masuk kerja pagi, jadi dia berangkat pagi juga agar tak terlambat menjemput pujaan hati nya.


🌻


Saat ini Marsya sedang bersiap-siap pergi bekerja, dia mengikat rambut nya tinggi hingga leher putih nya terekspos.


"Ma, Aca pergi dulu."


"Gak nungguin Brandon jemput?" Tanya Ibu Asih.


"Kak Brandon gak mungkin jemput, dia masuk siang." Jawab Marsya, dengan senyum manis nya.


Tapi tak lama terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah nya.


Marsya membuka pintu, dan melihat Brandon sudah stay di motor nya menunggu Marsya.


"Nah itu pangeran mu datang, sana keluar. Hati-hati di jalan ya."


"Iya Ma, Aca pergi dulu." Marsya keluar dari rumah nya dengan seragam office girl nya.

__ADS_1


"Kenapa jemput? Kan kakak masuk siang?" Tanya Marsya saat Brandon memakaikan nya helm.


"Aku tak mungkin membiarkan kekasih cantik ku ini naik angkutan umum kan?" Jawab Brandon dengan senyuman nya. Membuat Marsya salah tingkah hingga wajah nya memerah.


Marsya naik ke atas motor Brandon dan segera memeluk nya, sebelum pria itu sempat protes.


Satu jam kemudian, kedua nya sampai di kantor. Marsya langsung masuk dan segera mengerjakan tugas nya, dia mulai dengan menyapu lalu membersihkan debu dengan kemoceng.


"Pagi Marsya." Sapa Adi, teman sepekerjaan Marsya, kebetulan dia juga masuk pagi.


"Pagi kembali kak, masuk pagi juga?" Tanya Marsya berbasa-basi.


"Iya nih, kebetulan aja kamu juga masuk pagi. Jadi semangat deh kerja nya."


"Jangan merayu kekasih orang, tak baik bagi kesehatan." Ucap Brandon dari arah belakang, lengkap dengan tatapan mengintimidasi nya.


"Ahh maaf kan saya pak, saya permisi." Adi pergi, dengan membawa alat pel.


"Jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain, ingat kamu adalah miliku sekarang." Peringat Brandon.


"Dia hanya teman satu pekerjaan Kak, gak lebih."


"Tetap saja, apa kamu tak melihat mata nya? Dia terlihat menyukai mu." Ucap Brandon.


"Apa kakak cemburu?" Tanya Marsya.


"T-tidak, tentu saja tidak." Elak Brandon, padahal hati nya panas membara saat melihat Marsya berbincang dengan Adi, OB baru.


"Benarkah?" Goda Marsya.


"Kau sudah pandai menggoda ya? Mana mungkin pria setampan aku cemburu pada laki-laki sekelas daun pisang."


"Daun pisang? Maksud kakak, Adi?" Tanya Marsya.


"Siapa lagi? dia kan OB baru, jadi belum tau kamu adalah milik ku." Sinis Brandon.


Marsya mengulum senyum nya, Brandon yang cemburu terlihat sangat menggemaskan.


"Apa senyum-senyum? Apa bayangin cowok tadi?"


"E-ehh enggak kok.." sangkal Marsya.


"Awas aja kalau berani, aku akan merajuk." Ancam Brandon manja, membuat Marsya terkekeh geli.


🌻🌻


Tinggalkan jejak ya😘

__ADS_1


__ADS_2