
Dia mendekat ke arah Lita dengan sengaja menyenggol meja, hingga jus di atas meja tumpah mengenai Lita.
" Heii, apa-apaan sih Lu hah?" Tanya Bella, dia tak suka jika sahabat nya di usik.
" Santai Bell, toh Lita yang kena tumpahan jus gak apa-apa kok. Malah Lu yang nyolot." Ucap Fera dengan angkuh nya.
Fera adalah salah satu siswi paling berpengaruh di kampus ini, karena sumbangan dari keluarga nya cukup besar. Tapi sayang nya, sifat nya yang pencemburu membuat Fera selalu tak suka jika ada yang sedang berbahagia, termasuk Lita.
Dari awal melihat Raka, dia menyukai ketampanan Raka. Tapi sayang nya Raka tak sedikit pun melirik nya, hal itu memicu emosi dalam diri Fera bangkit.
Bukan hanya masalah Raka saja, dia memang memusuhi Lita dari awal dia masuk ke kampus ini.
" Lu kenapa sih suka banget gangguin Lita? Apa Lita pernah ngusik hidup Lu?" Tanya Bella, dia membantu Lita berdiri dan membersihkan rok nya yang basah karena jus.
" Karena dia pantas mendapatkan nya!" Ucap Fera, dengan penuh kebencian.
" Lu membenci Lita tanpa alasan Fera." Teriak Bella, dia sudah sangat emosi sekarang.
" Alasan? Banyak yang bisa jadi alasan ku membenci anak orang miskin ini." Hina Fera.
" Jangan selalu menilai orang dari keadaan ekonomi nya aja, Lita lebih baik daripada Lu." Ucap Bella lantang. Mendengar kegaduhan di kantin, seketika semua orang berbondong-bondong pergi ke kantin dan menonton perdebatan.
" Udah lah Bell, biarin aja. Jangan di layanin." Pinta Lita. Tapi bukan Bella nama nya, jika dia diam Fera akan merasa menang dan akan terus memojokkan Lita.
" Lahh emang fakta nya dia orang miskin, mau bayar uang kuliah aja dia sampai mau jadi simpanan om-om." Cetus Fera, tentu saja perkataan nya sangat menyakiti Lita.
Selama ini dia diam, bukan tak berani. Tapi dia tak ingin tak ada masalah, biarkan saja dia bertindak sesuka nya.
Tiba-tiba saja, Fera mengambil segelas jus dari meja dan menyiramkan nya ke kepala Lita.
" Aku yakin om-om itu dekat dengan mu karena kau memberikan nya tubuh mu, ya kan? Murahan" Ucap Fera, dia masih angkuh dengan dagu yang dia angkat. Menunjukan kalau dia berkuasa di kampus ini.
" Cukup Fera, selama ini aku diam karena melihat mu sebagai teman. Tapi kau berkata seolah aku yang paling hina disini, salah ku apa?" Teriak Lita, keberanian nya mulai bangkit.
" Ohh upik abu yang bermimpi menjadi Cinderella, sudah berani menatap ku? Hebatt, setelah menjadi jal*ng kau menjadi berani ya?" Ucap Fera, sungguh perkataan nya sangat pedas.
" Aku tak pernah bermimpi menjadi apa pun, jika Raka menyukai ku, Itu bukan salahku, dan jika abang ku tak menyukai mu, itu juga bukan salah ku. Kenapa harus aku yang kau kata-katai dengan menyakitkan?"
__ADS_1
" Harus nya kau bisa introspeksi diri, kenapa abang ku dan kak Raka tak menyukai. Itu ada alasan nya." Ucap Lita tak kalah lantang nya, emosi nya terbakar.
" Sudah berani kau ya." Ucap Fera, dia melangkah dan sudah melayangkan tangan nya ke hadapan Lita.
Lita tau apa yang akan terjadi, dia menutup mata nya rapat-rapat.
Tapi setelah beberapa detik, tak ada yang terjadi. Pipi nya juga tak merasakan sakit sedikit pun.
Saat Lita membuka mata nya, dia melihat punggung tegap di baluti jas mahal berada tepat di hadapan nya.
" Apakah ini sifat anak orang terpandang?" Ucap Raka. Ya, dia Raka.
Setelah Lita turun, dia memang langsung pergi. Tapi saat melihat ke samping Raka sadar, tas Lita ketinggalan. Tak peduli apa pun, dia putar balik lagi ke kampus.
Saat bertanya pada siswi yang berbaris, dia mendapat jawaban yang membuat emosi nya meledak.
" Permisi, maaf saya Raka kekasih Lita. Apa anda tau fakultas Lita sebelah mana?" Tanya Raka sopan.
" Ohh, kakak tinggal lurus nanti belok ke kanan." Jawab nya.
Raka pun langsung pergi setelah berterimakasih, tapi saat dia akan pergi ke arah fakultas Lita. Dia melihat orang berkumpul, seperti ada keributan.
Saat melihat tangan gadis itu akan menampar Lita, secepat kilat dia menangkap tangan itu dan melindungi Lita di belakang punggung nya.
" Apa seperti ini cara orang tua mu mendidik mu?" Ucap Raka datar, dia menghempaskan tangan Fera dengan kasar.
" A-aku bisa jelas... "
" Jelaskan apa? Kau membenci kekasihku, begitu?" Tanya Raka dengan tatapan tajam nya, seakan membunuh gadis di depan nya.
" M-maaf kak, tapi.. "
" Masalah takkan selesai hanya dengan maaf, kenapa kau membenci Lita? Apa dia punya salah padamu? Apa dia menyakiti mu? Apa dia merebut sesuatu milikmu?" Tanya Raka lagi. Wajah nya memerah menahan amarah yang meledak-ledak.
" Aku membenci Lita karena dia selalu memiliki apa yang aku inginkan, termasuk kau." Teriak Fera, tak tau malu.
" Aku? Kau mengklaim aku milikmu, Begitu?" Tanya Raka lagi.
__ADS_1
" Aku hanya milik Lita, Lita adalah kekasihku. Bukan simpanan ku." Ucap Raka tegas.
" Kak, tinggalkan Lita. Aku lebih selevel dengan mu, aku berjanji kita akan bahagia." Ucap Fera, tak tau malu dan tak tau diri. Pelakor.
" Jiwa pelakor mu tumbuh dengan baik, sejak remaja ya. Kenapa aku harus membuang berlian nyata dan menukar nya dengan kerikil penuh lumpur dari tepi jalan?"
" Maaf aku tak tertarik dengan tawaran mu, lagian kau bukan tife ku." Ucap Raka, kena mental dah tuh si Fera.
" Aku bisa berubah jika kau bersama ku." Ucap nya lagi.
" Ckkk, jika kau berniat berubah. Berubah karena niat, jangan karena aku." Ucap Raka,
" Kak aku mohon."
" Mengemis lah di tempat lain, kau menjijikan di mata ku." Ucap Raka.
Raka membalikan badan nya, dia membuka jas nya dan memakaikan nya pada Lita.
" Kita pulang, sayang?" Tanya Raka, Lita masih terisak. Hati nya benar-benar sakit, dengan semua perkataan pedas yang Fera lontarkan pada nya.
" Jangan menangis, air mata mu sangat berharga. Simpan lah, jangan menangisi perkataan orang tak penting. Di mataku, kamu istimewa." Ucap Raka, dia mengusap air mata Lita dengan lembut.
Raka menggandeng tangan Lita, dia menarik Lita dari kerumunan, mengajak nya pulang.
" Aku berjanji demi hidupku, aku akan merebut mu dari Lita." Teriak Fera.
" Silahkan, jika kau bosan hidup." Ucap Raka pedas.
" Lakukan yang kau mau, aku tak peduli." Ucap Raka lagi.
" Lalat Pengganggu!"
Dia pergi dengan membawa Lita dalam dekapan nya, Raka sangat marah saat ini. Bagaimana bisa, gadis yang sangat dia cintai di sakiti orang lain?
🌻🌻🌻
__ADS_1
**maaf kalo banyak typo☺️
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**