
Sampai di rumah Raka di sambut dengan senyuman ceria istri dan ibu nya yang sedang menata belanjaan di rak dekat dapur.
"Membeli makanan nakal? Sebanyak ini?" Tanya Raka, dia tak habis fikir dengan istri nya. Membeli banyak jenis mie korea, keripik dan berbagai cemilan dengan micin yang kuat.
Ibu nya juga, kenapa tidak melarang istri nya? Atau mereka bekerja sama dan menjadi sekutu dalam hal membeli makanan nakal?.
"Mau bikin warung dadakan atau gimana? Kalian beli satu supermarket hmmm?" Tanya Raka lagi, dia mentoel hidung Lita yang masih diam dengan wajah yang di buat imut agar suami nya itu tak marah.
" Nah yang jadi pertanyaan nya, kenapa Ibu gak larang Lita jajan ginian sih?"
"Tau kan Lita tuh suka kalap kalau udah berurusan dengan jajanan nakal gini." Gerutu Raka, lalu pergi membuka kulkas. Dan lagi, dia kembali melirik ke arah istri dan Ibu nya.
Kulkas nya penuh dengan minuman berkarbonasi, berbagai merk.
"Lain kali, aku gak ngizinin kalian belanja bulanan kalo gini." Ucap Raka lalu mengambil sebotol air mineral dan menuangkan nya ke gelas.
"Hehee maafin aku Mas, aku khilaf."
"Bukan khilaf, tapi kalap." Cetus Raka, menenggak air nya hingga tandas.
"Jangan marah dong, aku juga beli buah sama sayur kok."
"Iya tapi kebanyakan makanan haram versi cewek tukang jajan kayak kamu, aku gak ngerti ya sama kamu. Kenapa gak mau nerapin pola hidup sehat." Ucap Raka.
"Iya deh, tapi nanti ya Mas ku sayang."
"Iya istri ku sayang, jangan minum ini dan makan itu terlalu banyak. Makan mie satu minggu paling banyak dua atau tiga kali aja." Ucap Raka tegas.
"Selagi istri kamu senang, kenapa enggak sih Raka?" Ibu Renata ikut bersuara juga akhirnya.
"Iya lah, aku mengerti sekarang. kalian bekerja sama? Bagus lah, sekarang aku punya dua lawan wanita."
"Kita kan mertua dan menantu yang akur, ya kan Mam?" Ucap Lita sambil melirik Ibu Renata, dan dia hanya tersenyum dan mengangguk.
"Jangan keseringan aja ya, terus akur ya." Ucap Raka lalu mengelus kepala Lita dengan sayang.
"Ponsel kamu kemana? Kok tadi aku telponin gak di angkat?" Tanya Raka, mencoba mengingatkan Lita tentang ponsel nya.
"Ada di dalam tas." Jawab Lita santai.
"Kalau ada, coba ambil."
Lita berjalan, dan merogoh tas kuliah nya. Tapi tak mendapati ponsel nya.
__ADS_1
"Kok ponsel aku gak ada ya Mam? Apa aku kecopetan?"
"Mati aku, mana itu ponsel baru satu minggu yang lalu Mas Raka beliin. Apa aku bakal di gantung? Atau di kurung di kamar seharian? Duhhh, kemana yaaa." Batin Lita ,dia meremas jemari nya karena gugup.
"Lain kali jangan ceroboh, untung saja yang nemu nya orang baek, kalo orang jahat gimana? Aku bisa aja beliin lagi, tapi kalo kamu ceroboh gini aku bakal bosen juga beliin nya." Ucap Raka, karena dia membelikan Lita ponsel itu karena seminggu yang lalu dia menghilangkan ponsel nya.
Sebelum itu juga, dia pernah menjatuhkan ponsel nya hingga pecah ,masuk ke mesin cuci dan sekarang tertinggal di kelas.
Raka mengeluarkan sebuah ponsel mahal keluaran terbaru dengan logo buah apel bekas di gigit itu.
"Loh kok bisa ada sama Mas Raka sih?" Tanya Lita.
"Brandon yang ngasih, katanya ponsel mu ketinggalan di kelas." Jawab Raka santai.
"Ohh iya ya? Aku gak pernah nyentuh ponsel lagi setelah pulang dari kampus." Ucap Lita sambil cengengesan.
"Pelupa." Cibir Raka.
"Heehe, aku buru-buru pengen pergi sama Mama."
"Iya borong makanan halal ya?" Tanya Raka, terselip kata ledekan disana.
"Yaudah maaf sayang." Bujuk Lita.
"Aku siapin air nya dulu." Ucap Lita lalu berjalan mendahului Raka menaiki tangga menuju kamar nya.
Ibu Renata tersenyum melihat betapa harmonis nya hubungan suami istri anak nya itu, dalam hati dia selalu berharap agar keharmonisan ini bertahan selama nya. Jangan ada pengganggu dalam kehidupan mereka berdua, meski dia tau hidup takkan semulus dan sedatar itu. Tetap akan ada belokan dan jalan berbatu nanti nya.
Hanya saja dia berharap, Lita dan Raka akan siap menghadapi semua masalah yang akan datang di masa lalu, bersama-sama.
🥀
Di kamar, Lita tengah mengelus kepala Raka dengan lembut. Dia tengah berbaring di pangkuan Istri cantik nya, rasa nya dia sangat merindukan bermanja dengan istri nya.
Bohong dia bilang ingin mandi, tapi malah tiduran sambil di usap-usap oleh Lita.
"Cape banget ya Mas?" Tanya Lita pelan.
"Iya yang, Haris masih belum bisa masuk. Mungkin besok " jawab Raka.
"Semoga aja kak Bella cepet sembuh yang, biar Abang mulai kerja lagi supaya suami ku gak kecapean."
"Kamu ngapain aja seharian ini sayang?" Tanya Raka.
__ADS_1
"Cuma kuliah, setelah itu belanja nakal sama Mama."
"Mama? Biasa nya kan panggil Ibu." Ucap Raka.
"Aku pengen nya panggil Mama, rasa nya kayak seperti aku manggil Mama kandung aku sendiri, Mama juga gak keberatan kok." Jawab Lita pelan.
"Iya, panggil lah sesuka mu sayang. Selama kamu senang."
"Aku ingin mandi sayang." Raka bangkit dari tiduran nya, dan melangkah pelan ke kamar mandi.
Lita mengekor di belakang Raka, dia merasa aneh dengan sikap suami nya itu semenjak dia pulang kerja tadi.
Lita mengisi bath up dengan air hangat, dan beberapa tetes aromaterapi juga sabun cair. Mengucek nya sebentar, hingga bath up itu di penuhi busa yang menguarkan wangi semerbak memenuhi kamar mandi.
"Mau mandi bareng gak?" Tanya Lita sambil tersenyum genit.
Raka membalas senyuman itu tak kalah genit, meski dalam hati nya di penuhi ke khawatiran, tapi untuk masalah bercocok tanam dia langsung bersemangat.
Lita menanggalkan semua pakaian nya, hingga menampilkan tubuh ideal yang putih mulus tanpa noda itu.
Lita masuk ke dalam bath up di ikuti Raka, mereka berendam dengan aksi sentuh menyentuh yang romantis.
Raka melumuri tubuh Lita dengan busa wangi itu, dengan Lita yang bersandar di dada nya.
"Sesuatu bangun sayang." Ucap Lita lirih.
"Apa? Tegak tapi bukan keadilan."
"Hooh, ini mah bisa bikin aku kenyang selama sembilan bulan. Ehh, tapi kenapa aku gak hamil ya? Kamu gak pernah pake pengaman tapi larva nya kan selalu keluar di dalam." Ucap Lita memulai obrolan, dengan tangan Raka yang sudah nakal meraba-raba di dada nya.
"Belum aja sayang, semua butuh proses gak secepat itu. Sabar ya." Raka masih asik meraba dan sesekali meremaas dada Lita.
"Aku kepengen punya baby Mas."
"Yaudah cuss bikin, ayo." Ajak Raka sambil tersenyum nakal. Dan Lita hanya mengangguk.
Acara mandi bersama berlangsung lebih dari setengah jam, karena ada adegan plus-plus juga di sana.
🌻🌻🌻
Tinggalkan jejak dan tap favorit ya😘
Salam hangat dari Lita&Raka❤️❤️
__ADS_1