Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kejutan Untuk Lita #2


__ADS_3

Malam hari nya, Lita menghampiri Haris dan Bella yang sedang bersantai di sofa ruang tamu. Sedangkan Raka, pria itu tengah tertidur setelah meminta jatah nya pada Lita.


"Malam Abang, kakak ipar.." Sapa Lita dengan senyum ceria nya.


"Malam kembali adik ku sayang, mana suami mu?" Tanya Haris, karena tak melihat pria itu di dekat Lita. Biasa nya dia takkan berada jauh dari punggung Lita, segitu nempel nya.


"Tidur Bang, kelelahan kayak nya." Jawab Lita, lalu menghempaskan tubuh nya di sofa yang berhadapan dengan abang dan kakak ipar nya itu.


"Habis ngapain?" Jiwa ke kepoan Haris meronta, hanya merasa aneh saja. Dari tadi Raka tak mengerjakan apapun, tapi barusan Lita bilang dia tertidur karena kelelahan.


"Biasa lah, minta jatah." Jawab Lita dengan memutar mata nya malas.


"Yaelah, padahal masih sore untuk berbuat mesoom." Celetuk Haris.


"Mesoom apa nya, sama istri sendiri mah gak ada kata mesoom. Itu kebutuhan dan nafkah dari suami." Sahut Raka dari belakang, dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan nya.


"Ya ampun kusut amat tuh muka, kayak benang layangan." Gurau Haris sambil terkekeh pelan, melihat penampilan adik ipar sekaligus sahabat nya itu.


"Puas Lu? Pusing banget nih pala, pengen tiduran mulu Ris." Keluh Raka, sambil memijit kepala nya yang terasa sakit dan pusing.


"Mau minum obat Mas?" Tanya Lita, lalu menarik pria itu agar berbaring di pangkuan nya, dan memijit pelan kepala suami nya.


"Gak ah, mungkin hanya kurang tidur. Paling besok juga mendingan, mana harus masuk kantor." Keluh Raka.


"Iya, Pak El ke repotan handle kerjaan."Ucap Haris.


"Makanya, gue harus sehat. Kasian Pak El, lagian kalo gue keseringan gak masuk, gue takut di out sama bos baik gue itu."


"Tapi ya kalau darurat mah, Pak El juga memaklumi." Timpal Haris.


"Iya, itu dia keunggulan Pak El, pengertian."


"Pak Andi juga kali." Ucap Haris membanggakan atasan nya.

__ADS_1


"Atasan kita memang unggulan Ris, susah nyari atasan modelan mereka di zaman sekarang. Apalagi yang ramah, rata-rata orang kaya tuh suka sombong." Ucap Raka. Haris mengangguk membenarkan.


Dulu dia pernah bekerja di salah satu perusahaan sebagai sekretaris juga, tapi tak bertahan lama karena anak bos nya itu sangat angkuh, berkuasa dan sialnya, dia tak menyukai Haris yang lebih cerdas dari nya.


Dengan segala akal bulus nya, akhirnya Haris di tendang dari perusahaan itu dengan dalih telah menggelapkan uang perusahaan dengan jumlah yang tak main-main.


Namun pria itu datang dan berpura-pura baik, dan tak ingin masalah itu di usut hingga tuntas dan berurusan dengan hukum.


Setelah itu dia bekerja di pabrik mebel sebagai pengamat lapangan, kerja nya memantau pembuatan mebel. Apakah sudah layak di pasarkan, atau perlu di perbaiki. Dan sama, atasan nya pria tua angkuh dan sombong.


"Padahal kekayaan sama kekuasaan tuh gak di bawa mati, itu hanya titipan." Jawab Haris.


"Udah ah, kenapa pada ngegosip sih? biasa nya kan yang suka ghibah itu perempuan ya?" Ucap Bella.


"Iya, soalnya bibir perempuan itu ada dua. Jadi lebih banyak omong, dan kalo udah mangap pasti merambat kemana-mana, ujung-ujungnya ngomongin orang." Jawab Lita sambil tertawa pelan.


"Ahh kelupaan, Lita selamat ulang tahun adik perempuan kecil ku. Semoga sehat selalu, panjang umur dan di mudahkan segala urusan nya." Ucap Haris, bangkit dari posisi rebahan nya dan memandang adik kecil nya itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Abang bahagia kamu sudah punya semua nya, suami yang baik yang bisa menghargai dirimu, ibu mertua yang baik, menerima kamu apa adanya. Juga janin yang sedang kamu kandung."


"Mengingat hal ini membuat ku cengeng dek, aku masih belum percaya adik ku sudah berkeluarga sekarang. Abang masih ingat di detik-detik terakhir Ibu, dia bilang Abang harus bisa jagain adek, bahagiain adek, berjuang buat adek, semua nya buat adek, dan Abang selalu berusaha keras untuk memenuhi permintaan terakhir Ibu."


"Maaf ya, jika abang belum bisa jadi kakak yang baik buat kamu. Tapi percayalah, abang selalu mengusahakan yang terbaik untuk mu dek." Ucap Haris, dengan mata yang berkaca-kaca.


Begitu juga dengan Lita, mata nya siap meluncurkan hujan badai karena ucapan Haris benar-benar sampai ke dalam hati yang paling dalam.


"Maafkan Lita, belum bisa jadi adik yang baik. Lita sering marah-marah sama Abang, kadang melanggar apa yang abang Larang." Ucap Lita, air mata nya berhasil lolos begitu saja dari kedua mata nya.


"Abang memaafkan mu dek, percayalah abang melakukan itu demi kebaikan mu." Ucap Haris, dia merentangkan tangan nya.


Lita berlari dan memeluk abang nya dengan erat, dia sangat beruntung mempunyai abang sebaik Haris.


Bella dan Raka pun ikut terharu dengan cara Haris menyampaikan kasih sayang nya. Bahkan kata-kata nya mampu membuat dada nya sesak.

__ADS_1


"Abang gak bisa ngasih apa-apa sama kamu dek, tapi mungkin ini lah saat nya.." Ucap Haris, dia mengeluarkan sebuah kotak berwarna coklat dengan ukiran wayang jawa.


"A-apa ini Bang?" tanya Lita, setelah melerai pelukan nya.


"Kamu percaya? Ini peninggalan Ibu kita dek, selama ini abang jaga. Karena wasiat Ibu, yang bilang kasih ini ke kamu setelah kamu dewasa dan memiliki suami." Jawab Haris.


Lita membulatkan mata nya dengan mulut yang menganga.


"Rasa nya itu sudah terjadi, jadi ambilah. Misi abang menjaga nya, sudah selesai dan memberikan nya pada orang yang berhak." Haris memberikan kotak itu ke tangan Lita, yang masih mematung.


Setelah sadar dari keterkejutan nya, perlahan Lita mengamati kotak itu. Kotak yang cantik dengan ukiran kuno jaman dulu.


"Apa boleh Lita buka?" Haris mengangguk mengiyakan.


Perlahan, Lita membuka kotak itu dengan penasaran. Bahkan degup jantung nya tak bisa di kendalikan, apa sebenarnya isi kotak kecil itu?.


Mata Lita kembali membulat saat melihat benda di dalam kotak itu, air mata nya kembali lolos dan membuat dada nya sesak.


Lita mengambil sebuah kalung dari kotak itu, dan memeluk nya erat. Raka segera menghampiri Lita dengan panik, dia takut situasi ini akan membuat Lita tertekan dan membahayakan janin yang sedang di kandung nya.


"M-mas.." Panggil Lita lirih, di sela tangisan nya.


"Ya sayang, Mas disini. Kamu baik-baik saja?"


"Kalung ini, sangat berarti untuk Lita. Kalung ini memiliki kenangan tersendiri buat Lita." Ucap Lita sambil terisak.


"Kenangan buruk yang hampir membuat Ibu memukul ku."


"Kenapa dek?" Tanya Haris.


🌻🌻


Yang mau story nya kalung itu, tungguin besok ya😁🙏

__ADS_1


Salam hangat dari Raka&Lita❤️❤️


__ADS_2